
Selamat membaca.....
Tuk tuk tuk...
"Aku Ingin bertanya sesuatu yang penting"
"Siapa ini?" Balas Aran yang mendapat pesan aneh.
Biasanya ia tidak memikirkan tentang pesan-pesan aneh yang ia terima, tapi hari ini ia begitu bosan karena tidak memiliki pekerjaan.
Apalagi sekarang ia disuruh menunggu di ruang kerja, jadi rasa bosan sendirian membuatnya meladeni pria yang sedang mengiriminya pesan.
"Aku tanya, bagaimana caramu dulu mencegah Tuan Saga menjadi budak Nona Dita?" Lagi pesan anonim itu.
Aran membaca pesan itu dan mulai mengingat bagaimana dulu sikapnya ketika Tuannya baru akan mengenal Dita.
'Aku tidak melakukan apa pun, aku hanya menontonnya saja karena aku tidak punya kekuatan untuk melawannya.' Pikir Aran lalu membalas pesan itu.
"Kenapa kau bertanya?" Balasnya yang sudah tau mengetahui identitas orang yang sedang menghiburnya.
"Tuanku baru saja mengalami hal yang sama, ia ingin bertemu dengan seorang gadis, Padahal selama ini ia tidak pernah berurusan dengan gadis manapun. Aku hanya tidak mau kalau sampai Tuan ku berakhir seperti Tuan Saga yang menjadi budak seorang perempuan."
"Haha,, dia menyebut Tuan Saga sebagai budak Nona Dita. Meski itu benar, tapi mengatakannya seperti ini benar-benar membuatku merasa bahwa ada orang yang lebih berkuasa daripada Tuan Saga." Ucap Aran lalu ia kembali membalas pesan itu.
"Yang harus kau lakukan adalah mencegahnya! Singkirkan gadis itu!" Balas Aran lalu ia tersenyum.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin menderita sendirian." Ucap Aran mengingat masa-masa nya ketika ia dihukum oleh Saga karena mengganggu tuannya yang sedang PDKT dengan Dita.
Aran kemudian meletakkan ponselnya di atas meja lalu berjalan ke kamar mandi.
Yang tidak ia ketahui adalah, saat itu saga masuk kedalam ruang kerja dan tak sengaja melihat pesan Aran.
Tatapannya langsung menggelap, terutama saat Aran sudah keluar dari kamar mandi dan melihatnya.
"Tuan," Aran langsung kalang kabut, tapi ia tidak bisa bergerak kemanapun dan tetap berdiri di tempatnya.
"Jelaskan!" Ucap Saga langsung.
"Itu adalah pesan dari asisten Lorano. Sepertinya dia mencari nomor baru untuk menghubungi saya karena malu kalau sampai ketahuan." Ucap Aran yang bisa menebak langsung karena hanya pria itu saja yang mungkin bernasib sama dengannya.
"Ck! Dia berani mengatakanku sebagai budak seorang perempuan?" Tanya Saga pada Aran.
"Dan kau sama sekali tidak mengatakan apapun? Kau menyetujuinya?" Lagi tanya Saga.
"Tidak Tuan!" Jawab Aran.
"Bagus, kau tidak boleh menyetujuinya." Kata Saga membuat orang merasa sangat lega karena ternyata Tuannya sama sekali tidak memarahinya.
"Kau ditugaskan mencari seorang gadis yang akan menikah denganmu. Dalam waktu 10 hari, aku mau kalian sudah menikah!" Ucap Saga lalu melemparkan ponsel Aran pada pria itu.
"Lorano, kau harus memastikan kalau ia juga memiliki seorang gadis dalam waktu 1 bulan!" Ucap Saga lagi lalu ia meninggalkan Aran.
__ADS_1
"Astaga!" Aran berkali-kali menghela nafasnya yang tersengal karena tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh Saga.
Dalam waktu 10 hari? Bagaimana bisa ia melakukanya?!
"Tuan tidak mungkin menarik kata-katanya. Tapi Nyonya pasti mau membantuku." Ucap Aran lalu ia keluar dari ruang kerja Saga dan mencari Dita.
Ia menemui perempuan itu di pinggir kolam. Dita sedang mengumpulkan daun-daun kering yang berserakan di permukaan air kolam.
"Nyonya." Katanya saat ia tiba di dekat Dita.
"Aran? Ada apa?" Tanya Dita yang masih sibuk menjaring daun-daun kering.
Aran terdiam di tempatnya, menimbang untuk memberitahu Dita atau menerima saja hukumannya.
Ia baru akan berbicara ketika Saga tiba-tiba datang dari belakangnya.
"Sayang," panggil pria itu membuat punggung Aran langsung berkeringat dingin.
Dita langsung menghampiri Saga.
"Ada apa?" Tanyanya.
Saga baru akan menjawab ketika ponsel Aran kembali berdering.
"Angkat dan speaker." Perintah Saga saat Aran sudah lama berdiri namun tak terlihat gerakan kalau pria itu akan mengangkat panggilannya.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab Aran lalu mengambil ponselnya.
'Sial! Kenapa dia malah menelpon ku?!" Gerutu Aran dalam hati saat mengetahui penelpon itu adalah asisten Lorano.