
Nameera terlihat tergesa-gesa lengkap dengan raut wajah nya yang begitu gelisah seusai mendapat kabar dari orang tua Reina jika anaknya sudah di temukan dan mereka berasumsi jika Ruby pun berada di sana karena kemarin mereka pergi keluar bersama. Begitu pun dengan wali Leo, Lexi dan juga Andrew terlihat sedang bertanya pada petugas yang berada di loby rumah sakit, setelah mendapat nomer ruangan nya mereka langsung bergegas ke sana.
" Di mana Ruby ? kenapa hanya kalian saja yang berada di sini ?!". Tanya Nameera menderu mengedar tak menemukan Ruby di sana.
Reina dan juga Meili menunduk menangis begitupun Lexi dan juga Andrew tapi tidak dengan Leo.
" Maaf bibi, Ruby tidak bersama kami ! kami tidak tahu sekarang dia di mana ". Ujar nya penuh dengan rasa bersalah, Lio yang kebetulan sudah berada di ambang pintu langsung menghampiri Leo.
" Ada apa sebenarnya, apa yang terjadi ?!". Ucapnya tajam penuh selidik dan juga penuh tanya, mereka semua diam membisu. Leo memceritakan semua yang terjadi padanya, tidak peduli siapa yang sedang berada di ruangan itu. " ternyata berita itu memang benar adanya ". Geram Lio mengepalkan tangan nya erat mengingat informasi yang di berikan sekutunya jika mante sedang berkeliaran di Jerman untuk memperluas wilayah nya.
" berarti semua ini salah mu, lalau bagaimana nasib anak ku hah ! kalian meninggalkan nya tanpa membantu dia, hikssss kalian benar-benar tidak berguna dan kau sangat memalukan sebagai seorang pria ". Teriak Nameera di sela tangis kesalnya meracau tidak terima jika anaknya yang jadi korban, hanya karena kekuasaan yang sedang mereka rebutkan membuat putrinya tak berada di samping nya lagi. Nameera terus menyalahkan Leo dan menyudutkannya tanpa dia bantah sedikitpun, Lio pun sama demikian.
" lagi-lagi berurusan dengan nya ". Gumam Lio sangat pelan, yang di maksud Lio adalah Ruby. Kenapa mereka terus terikat satu sama lain ?. Batin nya terus menggerutu.
" mom ". Ucap Reina dan meili memeluk erat mommy nya masih dengan air mata yang terus tumpah, saat tangisnya mereda mereka berdua tiba-tiba teringat jika Edward berada di hutan untuk mencari Ruby.
" Ka, coba kau hubungi ka Edward ! apa dia sudah menemukan Ruby !". Seru Meili tak sabar kepada Leo, Lexi dan juga Andrew langsung terduduk dari tidur nya.
" apa kau ingat dengan kontak nya ?". Ujar Reina yang melihat kebingungan dari para pria itu yang mungkin dikarenakan handphone mereka sudah hancur dan juga mereka tidak ingat sama sekali kontak handphone masing-masing teman nya.
__ADS_1
" Edward ?". Tanya Nameera langsung merogoh handphone nya yang ada di dalam tas nya.
" Biar daddy yang bicara !". Seru Luis meraih handphone Nameera. Mereka terus menghubungi Edward tapi masih tidak ada jawaban dari nya. " Sebentar mom ". Luis mengembalikan handphone nya pada Nameera karea Handphone miliknya berdering dan saat di lihay tertera nama Revan di layar itu.
Setelah tersambung terdengar suara anaknya yang khas, Luis seketika terkejut bahagia mendengar informasi dari Revan kala dia memberi informasi jika Ruby sedang bersamanya di Rumah sakit x bersama Revin dan juga Ronald.
" Ayo mom, Ruby ada di rumah sakit x ". Luis langsung menarik tangan Nameera sesaat setelah mengakhiri pembicaraan nya dengan Revan. Reina dan juga Meili begitu bahagia teman nya sudah di temukan.
" Aku akan kesana !". Seru Leo langsung berdiri hendak ikut mengunjungi Ruby.
" kami pun sama bibi ". Semangat Reina dan Meili, Alex dan juga Andrew masih terdiam karena mereka sadar dengan keadaan nya yang masih belum pulih.
" tidak, kalian disini dan istirahatlah ". Lembut Nameera tidak seperti tadi yang lebih mirip ibu singa yang sedang mengaum. " kau juga, istirahatlah ! maaf jika tadi aku kasar padamu ". Nameera mendekati Leo dan sedikit mengusap kepalanya, Lio yang menyaksikan itu langsung terkejut karena ibu nya pun tidak pernah mengusap kepala adiknya itu, walaupun mommy nya sangat menyayangi mereka tapi tak pernah dia melakukan hal itu. Wajah dingin Leo meluruh berubah menjadi hangat.
" Al, apa tidak apa aku tetap disini ?". Ucap Agatha yang begitu canggung karena banyak pasang mata yang menatap tajam ke arah nya, tidak hanya satu melainkan banyak membuat nya tidak enak hati. Agatha menunduk sampai rambut panjang nya yang terurai pun ikut menggantung, Ruby yang sedang duduk bersandar mengalihkan tatapan nya pada mereka para pria yang begitu over jika sudah menyangkut dirinya, siapa lagi kalau bukan maniak-maniak menyebalkan. Ruby menghela napas panjang pusing dengan kelakuan mereka semua.
Revan dan Revin sedang duduk di sofa dengan menumpu kakinya menyilang serta tangan nya yang melipat menatap tajam Agatha setajam pisau yang baru saja di asah
. Ronald yang berdiri menyandarkan punggung nya dengan satu kaki sedikit di tekuk ke dinding dan yang satu nya lagi di biarkan terulur menatap Agatha seolah akan menghunusnya. Edward dan juga Kenzi serta Lucky sedang pergi keluar entah kemana.
__ADS_1
" yaaak, jika kalian terus menatap nya seperti itu jangan harap aku bicara dengan kalian ". Ancam Ruby yang pastinya akan berhasil, sekecil apapun ancaman yang Ruby tekan kan jika itu menyangkut dirinya semua pria yang over pada nya pasti akan luluh dan merenggut meminta maaf.
" Tidak, tidak lagi al ! kita hanya menatap nya saja, ia kan ka ". Seru Revin menyangkal jika dirinya tidak melakukan hal sedang Ruby pikirkan.
" ia Revin benar Al, kita hanya melihatnya saja tidak lebih !". Ucap Revan di angguki oleh Ronald dan juga Revin.
" Tch tch tch, terserah kalian ! dia juga adik kalian, jadi kalian harus memperlakukan nya dengan baik ". Ucap malas Ruby memutar matanya jengah dengan kelakuan mereka. Mereka bertiga hendak protes tapi Ruby langsung mendahului meraka saat itu juga.
" ini perintah ". Tekan nya layaknya putri raja yang sedang meminta sesuati tapi dengan wajah yang gemas.
Huffhhhhhhh, mereka sudah kalah telak jika Ruby sudah memutuskan dan yang aneh nya mereka tidak akan menjadikan semua permintaan Ruby itu sebagai beban.
Klekkk, suara pintu lagi-lagi terbuka.
" By ". Peluk Nameera dan juga Luis bergantian.
" sayang di mana yang sakit nya, bilang sama daddy !". Ujar Luis menatap khawatir pada Ruby.
" Tidak dad, aku tidak apa-apa hanya luka kecil saja ! lihatlah !". Ujar Ruby, Kenzi dan Lucky yang baru saja tiba mengumpat dalam hatinya. kecil ? dasar iblis ! Batin mereka terus megeluarkan kata-kata umpatan.
__ADS_1
" syukurlah kalau begitu ". Lega nya mengelus tangan Ruby.
" Mom, dad ! ". Sapa Agatha pelan, matanya mulai menggenang dengan air mata. Luis dan Nameera baru sadar dengan keberadaan Agatha yang berada tidak jauh dari ranjang Ruby.