Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 154


__ADS_3

Mereka berdua tengah terbaring saling memunggungi, suasana canggung masih menyelimuti Agatha. Lalu bagaimana dengan Ruby, apa dia canggung ? ia, dia juga canggung karena sudah lama tidak satu ranjang dengan Agatha, tapi Ruby dengan mudah menyembunyikan nya.


" Kak ". Ucap nya lagi, tapi kini Ruby mendudukkan tubuh nya dan bersandar di bahu kasur dengan bantal sebagai tumpuan tangan nya.


" Ada apa ? tidurlah, ini sudah malam !". Seru Agatha tanpa merubah posisinya.


" Aku belum mengantuk kak ". Ucap Ruby dengan nada yang begitu manja.


Suara singkapan selimut terdengar akibat hening nya malam. " Ada apa ?". Agatha pun duduk sejajar dengan Ruby dan dia pun menyandarkan bahunya dan juga punggung nya.


Ruby menatap Agatha dalam cahaya lampu di atas nakas yang menjadikan mata Ruby sedikit tidak terlalu jelas melihat nya.


" Kau menyukai Lio bukan ?!". Seru Ruby langsung to the point', Reaksi Agatha meyakinkan Ruby jika kaka perempuan nya ini tengah jatuh cinta pada Lio. Tegang itu pasti, Agatha di buat bungkam oleh Ruby.


" Tidak, kaka tidak menyukainya ! kau sangat salah besar Al ". Bantah Agatha seperti tertangkap basah oleh Ruby, matanya bermain enggan untuk menatap Ruby yang walaupun cahaya di sana tidak terlalu terang sampai wajah Ruby sedikit gelap.


" Tidak suka ? tapi kenapa hatiku mengatakan jika kau sedang berbohong ka ". ucap Ruby datar, nada itu membuat Agatha semakin takut jika Ruby marah karena dia tahu keluarganya tidak menyukai Lio.

__ADS_1


" tidak Al, kaka benar-benar tidak menyukainya ". Sangkal Agatha cepat, entah apa yang akan terjadi saat saat keluarganya tahu jika cinta nya berlabuh pada Lio yang mereka pun tahu jika sekarang Lio telah memiliki seorang putri yang begitu cantik dan menggemaskan, bagaimana nasib nya nanti jika tertangkap basah ? Agatha pun takut jika mereka menyakiti Lio apalagi sampai membunuh nya, itu yang selalu terbayang di kepala Agatha.


Ruby menggeser tubuh nya dan meraih tangan Agatha yang sudah berkeringat, Agatha menatap Ruby saat tangan nya kini di genggam. " Kenapa ? kenapa kau ketakutan seperti ini kak ?!". Tanya Ruby menyeru merasakan keringat di telapak tangan Agatha semakin mengeluarkan keringat.


" Apa adik kecil mu ini begitu menakutkan hingga reaksi kaka seperti ini ?". Lanjutnya, ingin berbicara namu perkataan itu tercekat di tenggorokan nya membuat Agatha kembali bungkam. " Sekuat dan seberapapun kaka menyangkal nya masih tidak dapat untuk membohongiku, lihatlah ada banyak cinta untuk Lio yang aku lihat dari matamu ". Tutur Ruby.


" Tidak, kau salah Al ". Segera Agatha memalingkan kepalanya begitupun tatapan matanya.


" tch, baiklah terserah kau ! padahal aku menyetujui nya, tapi ya jika itu tidak benar maka bagus ". Ujar Ruby membaringkan tubuh nya kembali dan menarik selimut yang sudah berada di ujung pangkal kakinya.


Agatha menoleh kan kepalanya ke arah Ruby dengan keras karena terkejut jika adik nya menyetujui hubungan nya dengan Lio.


" Al,,, tch bangun, kau belum mengatakan nya dengan benar ". Agatha terus mengguncang tubuh Ruby tapi tak diindahkan nya sampai Agatha kesal sendiri.


" makanya tak perlu pura-pura di depan ku ". Batin Ruby dan menyunggingkan sebelah bibirnya dengan mata yang terus terpejam.


***

__ADS_1


Siang pun menjemput menghangatkan bumi beserta isinya dengan bantuan sinar matahari yang seolah sedang tersenyum dan mempamerkan cahaya terang.


" Kita menemukan nya ! ". Serunya bernada rendah, siapa lagi kalau bukan bawahan Jeffrey yang sedang melapor hasil dari pencarian mereka selama ini. " Ini foto yang kami ambil saat itu dan kami yakin jika anak ini sama dengan anak yang sedang tuan cari !". Seru salah satu dari mereka memberikan amplop coklat dengan ukuran kecil.


Jeffrey membuka amplop itu mencoba melihat dengan jelas dan dengan rasa penasaran nya menarik kasar lembar photo. Mata Jeffrey menatap puas dengan apa yang terpampang di dalam photo sana. Wajah cantik Nara mengunci tatapan Jeffrey seakan terpesona akan karisma yang di miliki cucu nya itu, tubuh mungil nya terduduk di atas koper dan di tarik oleh seorang wanita dengan perawakan bak seorang model, mereka berdua mengenakan kacamata hitam nya lengkap dengan masker yang sudah di pasang kembali.


Mobil hitam menjadi acuan Jeffrey saat ini untuk menemukan Nara, bukan nya apa, tapi mobil keluaran terbaru itu hanya orang-orang sultan lah yang memilikinya dan hanya di produksi dengan jumlah yang benar-benar limited.


" Bukan kah ini Bandara Internasional Jerman ?!". Seru Jeffrey masih mengamati dengan lekat pada satu-satu nya petunjuk untuk menemukan nya.


" Benar tuan". Jawab mereka masih tak di izinkan keluar oleh Jeffrey.


Nyonya Jeffrey beranjak berdiri penasaran dengan photo bukti yang di serahkan oleh anak buah nya.


Jeffrey memberikan beberapa photo yang sejak tadi pun telah Jeffrey lihat. " Ini, ini dan ini ! coba kau amati ". Ujar Jeffrey masih fokus dengan photo di depan nya.


" Bandara ! sedang apa dia di sana ? dan siapa wanita ini ?". Ucap nya beruntun membuat siapapun malas untuk menjawab pertanyaan yang seperti itu. " Lalu jika benar dia anak itu, bukan kah tidak seharusnya dia bersama wanita ini di bandara lagi, apa itu tak tidak salah ?!". Lanjut nya mengamati secara detail, padahal mereka pernah bertemu bahkan tidak hanya sekali tapi beberapa kali.

__ADS_1


" Apa kalian langsung mengikuti mereka ?". Tanya Jeffrey.


" Sudah tuan, tapi kami tidak bisa mengejarnya ! ,


__ADS_2