
David tengah mengkode kaka nya agar segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan dirinya terlebih dahulu begitupun kepada Ruby sebelum mereka tersadar kembali.
" Uncle tangkap aku,,tangkap aku !". Ujar Nara berlarian di tengah rumah dengan cerianya, di usia nya yang masih belia membuat nya semakin imut dan menggemaskan. " hahahaha,, paman ayo tangkap akuu !! ". Tawa Nara masih terus bermain dengan Rayzen.
" Baby hosh,,,hosshh ". Rayzen mengatur nafas yang jantungnya mulai tak beraturan, tubuh nya condong sepinggang dan lutut nya menjadi tumpuan kedua tangan Rayzen.
" ckckckc Umur masih muda tapi stamina udah ketuaan hahahaha ". Decak ledek Savira. " Sayang sudah main nya, kemarilah ! apa kau benar-benar tidak lelah ?! ". Seru Savira, Nara masih terus menarik-narik baju kaos milik Rayzen agar dirinya terus mengejar Nara.
Jackson serta Brayn masih menatap lekat pada anak kecil yang baru pertama kalinya mereka lihat.
" Siapa nama anak itu aku lupa ?". Gumam Savira karena bingung memanggil dia dengan sebutan apa padahal sejak awal Nara telah memperkenalkan dirinya.
" Apa uncle lelah ? mau minum ? ". Otaknya bekerja dengan sangat cepat dan juga peka terhadap situasi. " Uncle !". Seru nya kembali. Rayzen menggendong tubuh mungil Nara dan menghampiri mereka yang sedang sibuk dengan pemikiran nya.
" sini, kemarilah ". Lambai tangan Jackson lengkap dengan senyum yang terlukis dari bibir nya, dengan senang hati Nara pun mendekat yang ternyata membuat Jackson lebih tersenyum.
" apa bisa kita berkenalan dahulu ?". Ucap Jakson lembut meraih tangan mungil milik Nara bermaksud agar Nara memperkenalkan dirinya kembali karena Jakson sangat gemas dengan ocehan Nara sejak tadi
" Nara, namaku Nara !". Seru nya mengibas-ngibas baju nya dengan suara yang sedikit cadel.
" Namamu cantik seperti orang nya ". Puji Jakson menggendong Nara kedalam pangkuan nya. " panggil aku Grandpa ". Pinta nya menyelipkan rambut Nara ke belakang kedua telinga nya.
" emm, baiklah grandpa ". Setujunya mengatupkan kedua bibirnya dan menyetujui permintaan Jakson sembari kepalanya mengangguk setuju.
__ADS_1
" uncle gendong aku ". Pintanya gemas kepada Brayn seraya mengulurkan kedua tangan nya dengan masih berada di dalam pangkuan Jakson.
" sini, kemarilah !! ". Brayn beranjak dari duduk nya dan menumpu kedua lutut nya di atas lantai dan merentangkan kedua tangan nya, Nara langsung semangat turun dari pangkuan Jakson.
" Grandpa turunkan aku,,turunkan aku ". Pintanya menggoyang-goyang kan kakinya cepat. " hahahaha,,,Greepppp !!". Brayn menangkap Nara dan langsung menggendong nya.
Rayzen, Savira maupun Jakson tidak henti-hentinya gemas dengan kelakuan Nara yang sedari tadi terus mengoceh di pangkuan Brayn. Terlihat Edward dan David baru selesai dengan aktifitas nya, Nara yang melihat Edward langsung berteriak. " Daddyyyy !". Teriaknya.
Edward tersenyum dan segera melangkahkan kakinya cepat diikuti oleh David. David menatap kaka nya dari belakang seolah bertanya dengan anak kecil yang dia baru sadar betapa lucunya dia dengan rambut berwarna hitam tercampur dengan warna madu.
" Daddy ?". Gumam David menautkan alis nya.
" Dari mana kau mendapatkan anak kecil yang cantik ini boy ?". Tanya Jakson kala Edward hendak mengambil Nara dari pangkuan Brayn.
" Jerman, aku menemukan dia saat hendak berangkat ke bandara ". Jawab Edward singkat. " minumlah ! ". Raih Edward pada gelas yang berisikan air putih di dalam nya, Nara langsung meminumnya sampai habis.
" Dia ? Uncle mu juga sayang ". Ucap Edward sembari mengikat rambut Nara dengan karet .
" waaaaaa aku memiliki uncle banyaak". Teriaknya senang berjingkrak ria di pangkuan Edward. " uncle tampan apa kau mau menggendong ku ?". Seru Nara antusias.
Jika mereka tahu kalau Nara tak pernah bertemu siapapun sebelumnya hanya berdiam diri di apartemen milik Lio dengan di urus oleh baby siter sejak dirinya kecil tanpa sering di kunjungi oleh ayahnya pasti mereka akan bereaksi tidak senang dengan apa yang telah di lalui oleh Nara.
" dengan senang hati cantik ". Ujar David. " Apa kau sudah makan ? di sini banyak sekali makanan, apapun yang kau mau pasti ada !". Tutur nya.
__ADS_1
" tidak-tidak, Nara tidak akan sembarang memakan makanan saat ini !". Protes Ruby berucap tiba-tiba dengan baju yang sudah di gantinya. " Dia masih dalam pemulihan saat ini ! kemarilah sayang kau harus makan obat !". Ruby membawa Nara ke dalam pangkuan nya.
" wuuuuuuuu Ibu posesif ". Ujar mereka bersamaan membuat Ruby melotot kan matanya. " Honey tolong siapkan semuanya aku menyuapinya terlebih dulu, ini hampir siang waktunya dia minum obat ! ". Ucap Ruby pada Edward, dengan tidak menolak Edward pun bergegas menyiapkan semuanya membuat yang ada di sana menatap setiap pergerakan mereka.
" Siapa sebenarnya anak itu ?". Ucap David meminta jawaban dari mereka yang masih memperhatikan apa yang tengah dilakukan oleh Ruby dan juga Edward.
" Entahlah, nanti kita tanyakan kepada mereka untuk lebih jelasnya !". Ujar Jakson di setujui oleh Brayn dan juga Rayzen serta Savira. Mereka seakan lupa dengan tujuan awal yang ingin bertanya mengenai hal yang sedang mengganggu pikiran mereka.
Di Jerman lebih tepatnya di Rumah Jeffrey
" Kenapa dengan kaka mu Le ?". Tanya Nyonya Jeffrey yang tidak biasa dengan sikap Lio yang diam dan juga ekspresi wajah nya begitu sendu.
" tanyakan saja kepada Kaka langsung !!". Jawab nya dingin berlalu dari hadapan mommy nya.
Jeffrey yang berpapasan dengan Leo mengerutkan kening nya, tidak biasanya kedua anak nya saling diam seperti itu.
" Ada apa ?". Tanya Jeffrey kepada istrinya, Nyonya Jeffrey mengangkat kedua bahunya tidak tahu, pintu kamar yang sedikit terbuka membuat Nyonya Jeffrey dan juga Jeffrey melihat Lio yang masih duduk melamun di ujung samping ranjang nya. Pagi hari yang biasanya di isi oleh canda gurau kini tak lagi, membuat Nyonya Jeffrey dan juga Jeffrey merasa aneh.
Tidak ingin mengganggu anak nya, Nyonya Jeffrey serta Jeffrey berlalu pergi dari sana dan menutup rapat kamar pintunya.
Di pagi hari, suara bel berbunyi tanda ada tamu yang datang. Pelayan rumah membuka pintu dan menyambut kedatangan mereka, Ya, mereka adalah Lexi dan juga Andrew yang sudah siap dengan melanjutkan pencarian Nara.
" Lex, Drew ! ada apa, tidak biasanya sepagi ini sudah bertamu ? apa ada sesuatu yang sedang kalian kerjakan ? ". Lexi dan Andrew sudah dipersilahkan untuk masuk ke dalam, saat hendak duduk suara Nyonya Jeffrey menyapa mereka berdua.
__ADS_1
" pagi bibi ". Sapa mereka berdua bersamaan sopan. " kami ada keperluan dengan Leo dan juga ka Lio bi ! ". Lanjut Lexi langsung terduduk kembali.
" Lio ? sepagi ini ? apa kalian sudah sarapan, kalau belum ayo kita sarapan bersama ?!". Tutur Nyonya Jeffrey.