Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 138


__ADS_3

Jangan terlalu keras dan jangan juga terlalu lembek terhadap saudaramu, ya, itulah yang di sampaikan oleh Nameera kepada tiga anak laki-laki nya. Revan, Revin dan juga Ronald jika sudah bertekad menjaga dan menyayangi adiknya akan sangat total tidak akan setengah-setengah, mereka pernah kecolongan waktu lalu dan itu tidak akan pernah terulang lagi.


" Lex, ini kita akan kemana ? bukan kah arah rumah ku bukan ke sini ?!". Bingung Agatha menatap keluar tidak kenal dengan jalanan yang sedang dia lewati.


" Ke kantor, tadi kaka mu menyuruh kami mengantarmu ke sana !". Jawab nya menoleh ke belakang sekilas dan tidak lama pandangan nya menatap kembali ke depan.


" tumben ". Gumam Agatha duduk menyandar kembali.


**


Edward sedang memandikan Nara sedangkan Ruby sedang menyiapkan baju ganti untuk nya.


" Sayang kenapa mandi mu sangat lama sekali, cepatlah !". Teriak Ruby hilir mudik keluar ke dalam menyiapkan beberapa keperluan Nara. " Sayaaang !". Teriaknya lagi, Ruby menghampiri Edward dan juga Nara yang masih berada di kamar mandi. Ruby berdecak pinggang saat matanya menangkap kekasih nya dan juga anak nya tengah bermain sabun di dalam bak mandi yang berukuran lumayan besar.


Edward belum mengganti bajunya seusai pulang kerja, kemeja yang di kenakan nya begitu basah memperlihatkan tubuh berotot dan juga perut sixpack di sana.


" Honey apa yang kau lakukan ! apa kalian tidak dingin main air di sore hari hah ?!". Marah Ruby mendekati Nara dan mengangkat tubuhnya agar keluar dari bathtub, sudah hampir 2jam mereka bermain air membuat Ruby kesal.


Edward hanya cengengesan melihat Ruby yang sedang marah, bukan nya takut malah Edward selalu merasa gemas jika Ruby sedang marah.


" Mommy,,, ". Ucap Nara mengalungkan tangan nya di leher Ruby sesekali melirik daddy nya yang masih enggan untuk beranjak dengan terlihat senyum yang masih mengembang di bibir daddy nya itu, tangan nya menopang dagu yang di senderkan ke bahu bathtub, matanya menatap lembut mommy nya dengan penuh cinta dan juga kasih sayang. " mommy,, peluk aku ! tubuhku kedinginan ". Seru Nara manja sesaat setelah sabun di tubuhnya sudah bersih, Ruby melilitkan handuk tebal di tubuh Nara dan langsung mendekap nya.


" Baby aku juga kedinginan ". Manja Edward tapi Ruby tak mengindahkan nya dan langsung melangkahkan kaki nya ke luar kamar mandi.


" Haiiihhhh, untung sayang ". Gumam Edward menunduk dan segera beranjak dari sana membersihkan tubuh nya, saat dia hendak melangkah kan kaki nya,,,,,

__ADS_1


BRUKkHHH


Ruby melempar handuk tepat mendarat di kepala Edward yang terlihat masih basah, Ruby berdecak pinggang di ambang pintu.


" Cepat bersihkan tubuh mu !". Ujar Ruby menutup pintu kamar mandi lumayan keras.


Nara berguling-guling di atas kasur dengan tubuh mungil yang masih terlilit handuk putih. " Sayang apa yang sedang kau lakukan, nanti kepala mu pusing ! jangan berguling-guling seperti itu ". Ruby membangunkan Nara dan segera memakaikan baju yang sudah dia siap kan.


" Nara sayang mommy ". Nara berdiri di atas kasur dan segera memeluk Ruby, dia begitu lucu di saat bermanja kepada Ruby.


" Ada apa hmm ? kenapa kesayangan mommy tiba-tiba seperti ini !". Ujar Ruby duduk dan memeluk Nara, membelai nya dengan lembut penuh kasih. Ruby kadang berpikir, apa Nara ini benar berusia lima tahun dengan sikap yang kadang dewasa dan kadang seperti anak kecil pada umum nya ?.


Ruby dan juga yang lain nya menyimpulkan jika Nara anak yang cerdas dan multitalenta tapi itu akan berkembang jika semua itu di asah nya. Ruby, terutama Edward tidak akan memaksa apapun yang tidak diinginkan Nara tapi jika itu membuat Nara antusias maka mereka akan membimbing nya, tidak lupa para uncle dan juga aunty nya yang menurut Nara sangat cerewet ikut membimbing nya.


Lucky dan Kenzie sudah tahu mengenai Nara karena dia selalu saja ikut pada uncle nya ataupun mommy dan daddy nya ke markas Red Pheonix dengan senang hati.


Tangan Ruby membelai kepala Nara, dia menatap Nara dengan penuh rasa, anak polos yang begitu cepat tangkap terhadap apapun yang berada di sekitar nya jadi tidak heran jika ucapan nanny nya akan melekat di otaknya, seperti ucapan ini. " Lalu apa saja yang nanny mu katakan kepada Nara hmm ? Nara bisa menceritakan semuanya kepada mommy !". Tutur Ruby begitu lembut nya.


Obrolan mereka begitu serius nya sehingga saat Edward keluar kamar mandi pun tidak terdengar oleh mereka dan mungkin jarak dari kamar mandi ke tempat tidur terhalang oleh dinding.


" Nanny bilang ayahku sibuk, jadi dia akan jarang menemuiku ". Racau nya polos.


" Apa nanny itu sangat baik kepada mu sayang, mommy tebak pasti dia sangat baik ?!". Ujar Ruby seolah dirinya sedang main tebak-tebak an.


" Mommy pintar, nanny sangat baik dan menyayangiku ". Nara berdiri dan menangkup kedua pipi Ruby dengan tangan mungil nya.

__ADS_1


Perasaan hangat tengah menjalar pada semua organ tubuh Ruby, terlukis senyum dari bibir mungil Nara membuat Ruby bersumpah tidak akan membiarkan senyum itu luntur dari nya dan mata penuh keceriaan itu tidak akan membiarkan nya berubah menjadi sendu.


" Pasti dong, aku kan mommy mu ". Gemas Ruby. " Sayang, apa kau masih ingat bagaimana wajah ayah mu ?". Tanya Ruby, Nara menganggukkan kepalanya. " Apa kau ingin bertemu dengan nya, mommy and daddy akan membantumu bertemu dengan ayah mu !". Ujar Ruby karena pasti anak mana yang tidak merindukan orang tua kandung nya.


" Baby ". Ucap Edward yang sudah memakai baju rumah nya menghampiri dua kesayangan yang masih berada di atas ranjang.


" Honey, apa kau sudah menemukan siapa keluarga Nara ?". Tanya Ruby, Edward bukan nya menjawab tapi malah mengambil alih Nara ke dalam pangkuan nya. " Sini daddy ingin memelukmu ". Ujarnya.


Ruby masih menunggu jawaban dari Edward.


" Nara, apa daddy boleh bertanya sesuatu padamu ?". Ucap Edward perlahan. " Siapa yang sedang kau tunggu di bawah pohon itu, apa daddy boleh tahu ?". Tanya lembut.


" Ayah Nala, Nala sedang menunggu nya ! kata ayah di manapun Nala menunggunya pasti ayah akan datang, tapi sampai hujan tulun dia tidak datang menemui Nala ". Ucap nya sendu, tatapan nya kembali seperti pertama Edward menemuinya saat di jerman dan Ruby pun sama.


" Lalu di mana nanny mu sayang, bukan kah kau bersamanya ?". Tanya Ruby penasaran.


" Tidak tahu, pegangan Nala terlepas dari nanny saat bermain ". jawab nya lagi, tidak ada air mata yamg keluar dari nya, Nara memainkan kancing kecil yang terpasang di baju nya. Edward dan juga Ruby saling pandang dengan kepolosan Nara saat ini.


" Apa sekarang Nara merindukan nanny dan ayah mu ?". Pancing Ruby supaya Nara lekas menjawab nya, Edward menunggu jawaban Nara dengan penasaran nya.


" Tidak, Nala tidak melindukan mereka lagi mom ! di sini Nala memiliki daddy and mommy dan juga grandpa, uncle yang banyak dan aunty yang cerewet ". Jawabnya antusias, lengan nya memperagakan segala hal dari kata-kata yang dia ucapakan.


Edward tersenyum lega begitupun Ruby entah kenapa tapi perasaan mereka berdua begitu senang. " Tidak hanya di sini sayang, di Jerman pun Nara akan bertemu dengan banyak uncle yang sangat tampan ". Tutur Ruby.


" Benarkah ?". antusias nya.

__ADS_1


" Apa mommy terlihat sedang bercanda hmmm !". Cebik Ruby.


__ADS_2