
" kami sudah sarapan bibi, terimakasih !!". Uca Andrew menolak dengan sopan nya.
" Lex, Drew !". Sapa Jeffrey yang baru saja bergabung dengan istrinya dan juga duduk di samping nya.
" Apa kabar kalian, apa cedera nya sudah sembuh total ?". Ucap Jeffrey ingat dengan mereka yang masih di rawat di rumah sakit waktu lalu tapi mereka belum tahu kejadian yang sebenarnya karena Leo dan juga Lio belum memberitahu mereka secara detail.
" Sudah paman, kami sudah sembuh ". Ujar Andrew, mereka mengobrol sembari menunggu Leo turun dari kamarnya. Sebelum masuk ke dalan rumah, Andrew mengirim pesan singkat kepada Leo jika mereka telah sampai di rumah nya.
" apa ada urusan yang mendesak sampai kalian sepagi ini datang ke sini ?". Tanya Jeffrey berubah selidik. Lexi dan juga Andrew merespon dengan layaknya orang yang sedang bertukar cakap.
" Iya paman, kami hendak melanjutkan pencarian putri dari kak Lio yang kemarin hilang entah kemana dan rencananya hari ini kami akan mencarinya kembali, apa paman dan bibi sudah menemukan nya ?!". Tutur Andrew menjelaskan, Jeffrey dan juga Nyonya Jeffrey masih mencerna dengan apa yang baru saja Andrew katakan membuat mereka terdiam. Lexi mengalihkan pandangan nya kepada Andrew dan Andrew pun sama, mata mereka membulat dan berpikir apa mereka tidak mengetahui jika ka Lio telah memiliki seorang putri ?. Batin mereka.
" A,,ppa maksud mu Drew ?". Tanya Jeffrey selidik, diam nya Andrew dan juga Lexi membuat Jeffrey semakin kesal membuat nya beranjak dari sana dan melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju kamar Lio.
" Dad ". Panggil Nyonya Jeffrey berteriak dan langsung mengikuti suaminya itu.
" Ada apa ini ?". Tanya Leo sudah siap dengan stelan nya dan langsung keluar kala mendengar teriakan dari mommy nya. " Ada Apa ?". Tanya Leo berulang kepada kedua teman nya yang langsung menyusul orang tua Leo.
__ADS_1
" Le, apa orang tuamu belum tahu jika ka Lio sudah memiliki seorang putri ?". Tanya Lexi terburu-buru. Leo langsung menegang mengerti maksud dari pertanyaan Lexi membuatnya langsung berlari ke kamar Lio mengikuti orang tuanya.
BRAKKKK,,BRUGHHHH,,PLAAKKK
Suara pukulan dan juga suara kayu patah dari dalam kamar Lio semakin terdengar oleh Leo, dirinya semakin mempercepat langkah nya.
" HENTIKAN !". Teriak Leo melihat Kakaknya yang sudah tak berdaya terbaring di atas lantai dingin, darah segar terlihat keluar dari sudut bibir nya. " HENTIKAAN ! Apa yang sedang kau lakukan dad ? kau bisa membunuhnya !". Leo menghentikan kemarahan daddy-nya, Leo menarik dan mendorong tubuh ayah nya sampai mendarat di depan kaki istrinya yang sedikit saja tidak mengeluarkan air mata, malah wajah dingin dengan kedua tangan yang melipat di perut ramping milik nya.
Leo membantu Lio berdiri dan mendudukkan nya di ujung kasur. Semua barang di dalam sana sudah berserakan, pecah tak ada bentuk. Lio sama sekali tidak melawan, dia terlalu lelah untuk berpikir dan melawan sampai tubuh nya pun tidak bereaksi sama sekali.
" Sudah cukup kau menyakiti kakak ku, apa kau tidak bosan terus menyakitinya hah ?". Sentak Leo semakin tidak senang dengan sikap keras kepala dari kedua orang tuanya walaupun mereka begitu baik tapi Leo selalu yakin ada sesuatu di balik itu yang membuat nya baru sadar sesaat setelah mereka berdua beranjak dewasa.
" Itu menurut mu dad, apa kalian tidak sadar jika selama ini kalian terlalu menekan kami dalam urusan semua hal ! kami selalu menuruti semua perintah kalian baik itu yang kami suka ataupun yang tidak kami suka, apa tidak bisa kalian memperlakukan kakak ku seperti halnya memperlakukan aku dalam urusan percintaan ? hanya itu yang aku minta mom, dad !! Kami bukan sapi perah yang setiap saat kalian gunakan untuk keuntungan kalian semata !". Geram, marah, kesal tercampur menjadi satu dalam hatinya.
Leo tahu jika pada saat Ruby di serang saat itu adalah rencana mommy nya. Lio yang ingin mendapat pengakuan seperti halnya Leo adiknya peka terhadap apa yang tengah mommy nya ingin lakukan dan dengan senang hati Lio merencanakan nya.
Dari dulu Lio tidak tertarik samasekali dalam organisasi seperti itu, menurutnya hidup tidak akan normal bila bergabung dengan hal demikian, jadi Lio lebih memilih membantu Leo saja dibandingkan menjadi pemimpin dari Mafia itu karena jika pun dia memimpin semua itu sama saja tidak akan pernah mendapatkan pengakuan dan pujian untuk dirinya.
__ADS_1
" Katakan, apa dia anakmu dengan wanita tidak tahu diri itu hah ?". Sentak Jeffrey seolah tidak terima.
" Dad ". Leo semakin membentak kala mendengar pertanyaan yang begitu sarkastik dari Jeffrey.
Mata Lio tiba-tiba menyalang tidak terima kala daddy nya menyebut wanita yang begitu dia cintai adalah wanita yang tidak tahu diri.
" Tidak tahu diri ? bukan dia yang tidak tahu diri tapi aku, aku yang memaksanya melanjutkan hubungan kami dan aku pula yang mengajaknya menikah tanpa sepengetahuan siapapun, apa kau puas ?!". Geram Lio melewati kedua orang tuanya tanpa menoleh lagi ke belakang.
Jeffrey dan Nyonya Jeffrey merasa tidak di hargai dengan sikap dan kelakuan Lio saat ini.
" Anak tidak tahu diri, anak tidak tahu di untung,, Pergilah, pergi sana sesukamu !". Teriak Jeffrey geram dan marah.
" Sangat tidak menghargai orang tua sama sekali ". Ucap Nyonya Jeffrey..
" Hargai ? apa aku tidak salah dengar ? Asal kalian tahu, kaka ku sangat menghargai dan menghormati kalian dibanding kan dengan diriku, hanya satu kesalahan ini tidak setimpal dengan semua yang sudah kaka ku lakukan untuk keluarga kita !! kalian harus tahu walaupun aku yang memimpin semua peninggalan mu tapi kakak ku di balik kesuksesan ini begitupun dengan dulu, di belakang mu kak Lio selalu pasang badan untuk kalian di saat para musuh ingin menghabisi, sebenarnya musuh bukan takut kepada kalian melainkan kepada kak Lio yang selama ini terkenal sebagai senjata Dark Blue Dragon yang tersembunyi ". Tekan Leo memberitahu yang sebenarnya kepada kedua orang tua mereka berdua.
" Apa maksudmu ?". Seru Jeffrey menautkan kedua alisnya, tidak mau berada lama dalam situasi seperti ini membuat Leo segera ingin keluar.
__ADS_1
" Tidak ada yang perlu aku jelaskan lagi dad, dari awal sudah sangat jelas tapi kalian tak pernah memandangnya atas apa yang telah dia lakukan !! ". Leo berlalu pergi diikuti oleh Lexi dan Andrew yang sedari tadi enggan untuk ikut campur meninggalkan kedua orang tuanya yang masih mematung mencerna setiap kata demi kata yang di ucapkan oleh Leo.
|