
Alex tanpa curiga terus menerobos hangat nya pagi karena cahaya mentari perlahan naik ke atas singgasananya, Nara masih terpejam dalam dekapan Key.
Tatapan Alex menajam kala matanya menangkap seseorang yang sedang berdiri merentang di tengah jalan seolah berusaha mengehentikan laju mobil yang sedang Alex kemudikan. Untung nya Alex tidak terlalu ngebut mengemudikan mobil nya jadi masih bisa ngerem dengan tidak mendadak.
Orang itu masih berdiri tanpa bergerak dari tempat nya, Alex dengan sopan menyuruh nya untuk tidak menghalangi jalan tapi dia masih tidak beranjak dari sana.
" Tuan, bisakah kau menepi ?!". Teriak Alex mengeluarkan kepalanya dari kaca pintu mobil. " Apa dia tuli ?!". Gumam Alex bernada pelan berasumsi jika orang di hadapan nya ini benar-benar tuli.
" Ada apa ? kenapa kau teriak seperti itu ?". Key terkejut dengan teriakan keras dari Alex membuat matanya terbuka paksa, begitupun juga dengan Nara.
" Tidak tahu, itu orang tuli atau apa, lihatlah, dia terus berdiri di sana ?!". Tunjuk Alex dan akhirnya Key pun mengikuti arah tunjuk Alex.
" Ada yang tidak beres Lex, apa kau tidak lihat di telinganya terdapat earphone kecil !". Ucap Key semakin menajamkan matanya.
" Uncle uncle kemarin Nara and mommy juga di ganggu orang-orang jahat di sini juga loh !". Ucap Nara teringat kejadian kemarin karena saat ini matanya memandang sekitar lokasi tempat kejadian yang membuat mommy nya harus melawan mereka orang jahat itu.
" Kemarin ? Lalu kenapa kau tidak cerita kepada uncle ? apa daddy mu tahu akan hal itu hmm ?!".
" Eum, mungkin mereka juga salah satu dari mereka, coba saja kalian periksa ". Seru Nara. Alex dan juga Key saling pandang akan sikap Nara yang seolah biasa saja karena yang mereka tahu jika anak kecil mengalami hal ini pasti akan trauma sekali tapi mereka berdua geleng kepala dengan Nara yang menurut mereka sangat ajaib.
" Kalau begitu kalian tunggu di sini ". Ujar Alex keluar dari mobil nya hendak menghampiri dia yang masih enggan untuk beranjak.
Di lain sisi, seseorang masih mengamati dengan alat bantu nya berguna untuk memperjelas pemandangan yang jauh di sana.
" Benar dugaan ku, dia anak yang kita cari " Ujar Jeffrey memberikan alat itu kepada istri nya.
" Benar, tepat sekali ! dia memang anak yang sedang kita cari, mari bermain ". Seru Nyonya Jeffrey.
Tok,,tok,,tok, Terlihat seorang wanita mengetuk jendela mobil membuat Key langsung waspada, Nara sengaja tidak Key lepas dalam pelukan nya bahkan Key semakin erat memeluk Nara.
__ADS_1
" Uncle, Nara tidak bisa bernafas ". Keluh Nara memukul pelan tangan Key.
" Maaf- maaf ". Key sedikit melonggarkan pelukan nya.
Kaca mobil akhirnya terbuka, Key benar-benar waspada takut kejadian yang menimpa Nara terjadi lagi.
" Maaf ada yang bisa saya bantu bibi ?". Ucap Key, Alex membalikkan tubuh nya menatap mobil di belakang nya dan mata Alex menangkap keberadaan seorang wanita yang tengah berdiri di samping pintu mobil sebelah Key.
" Maaf tuan bolehkah kami menumpang di mobil mu, mobil kami rusak entah kenapa ". Ucap Nyonya Jeffrey menunjuk mobil di seberang dan terhalang oleh satu pohon di sana.
" Nenek, apa nenek sendirian di sini ?". Tanya Nala menolehkan kepalanya yang sedari tadi bersembunyi di jaket parka milik Key.
Panggilan dari Nara yang begitu polos membuat hatinya sedikit bergetar entah kenapa.
" Iya bi apa bibi sendirian sepagi ini ?". Timpal Key tanpa berniat keluar dari mobil.
" Iya nak, bibi sendirian di sini, untuk itu bolehkah jika bibi ikut bersama kalian ? tidak lama, kalian hanya perlu menurunkan aku di depan sana. " Dan untuk mu anak kecil, apa wajah ku setua itu sampai kau panggil aku nenek ?". Lanjut nya.
" Kalau begitu,,, ". Ucap Nara yang belum selesai karena terpotong oleh suara benda jatuh tapi itu lebih keras.
BRUGHH,,BRUGHH
Terlihat Alex sedang menghajar beberapa orang dan itu sangat terhitung, tiga orang berbadan besar tengah menjadi santapan pagi untuk Alex. Key hendak keluar begitupun Nara dan mereka terus waspada akan keadaan sekitar.
" Bibi, menjauh lah dari sini, di sini sangat berbahaya bi ". Ujar Key tidak bermaksud mengusirnya tapi keadaan sekarang sangat lah berbahaya. Nara hanya terdiam santai menyaksikan kembali film action nya.
Nyonya Jeffrey sedikit menyunggingkan senyum nya karena terlihat guratan resah dari kening Key tapi tatapan nya terkunci pada gadis kecil yang begitu santai nya menonton perkelahian di depan sana.
Brakkk, pintu mobil tiba-tiba terbuka dan tertutup kembali, terlihat pria paruh baya dengan seenak nya duduk di kursi kemudi.
__ADS_1
" Siapa kau ?". Garang Key hendak keluar dari mobil tapi tidak bisa karena Jeffrey telah menguncinya. Ya, pria itu adalah Jeffrey, mereka sengaja melakukan itu untuk mengecoh.
" Tch, kau tidak perlu tahu siapa kami ! yang perlu kau tahu hanyalah serahkan anak ini dan kau akan kubiarkan hidup ". Ucap Jeffrey memberi tawaran kepada Key dengan segala ancaman yang dia ucapkan.
" Kenapa aku harus menyerahkan nona muda kami kepada anda tuan ? sedangkan nona muda kami tidak ada hubungan nya dengan kalian, lalu kenapa kalian begitu obsesi ingin mengambil nya dari kami ?!". Seru Key mengamati wajah tegas milik Jeffrey yang dia ingat-ingat kembali pria di depan nya ini adalah orang yang dia kenal.
Alex terlihat tak menghadapi lagi ketiga pria berbadan besar tapi sekarang yang dia hadapi adalah wanita yang belum lama ini meminta bantuan agar di beri tumpangan.
Beberapa kali Alex tumbang karena serangan brutal dari nyonya Jeffrey yang terkenal dengan serangan kuat nya.
" Uncle ". Ucap Nara semakin mengeratkan pelukan nya begitupun Key.
" Serahkan anak ini sekarang juga kalau tidak,, ". Ancam Jeffrey mengeluarkan belati kecil dari sakunya.
" kalau tidak apa ?". Ucap Key mendahului perkataan Jeffrey dengan segala ketenangan nya. " Kau hanya harus tahu hal ini, aku lebih takut dengan ketua kami dari pada belati yang kau pegang ini ". Sunggingan bibir Key menyulut emosi dari Jeffrey.
" Cepat, serahkan anak itu sekarang juga ". Teriak Jeffrey.
BRUGHH,,,,BRAKKKK
Suara benturan yang begitu keras mengenai badan membuat mobil sedikit bergoyang, tubuh Alex terlihat membentur keras.
" Uncle ". Teriak Nara, matanya membulat sempura, seolah Nara tidak terima jika mereka di perlakukan seperti ini.
" DIAM ". Bentak Jeffrey mengejutkan Key dan juga Nara.
" yaakkk, berani-berani nya kau membentak nona muda kami hah !". Marah Key tidak terima.
HAHAHAHAHAHAHA !!
__ADS_1
" Jangan pernah berpikir aku akan melepaskan kalian ". Tawa Jeffrey seakan dirinya telah menang, dengan tangan kirinya masih menodongkan belati pada key dan yang satu nya lagi bersiap melajukan mobil.
Key bukan tidak bisa membereskan pria satu ini tapi demi keselamatan Nara dia begitu hati-hati mengambil keputusan.