Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 136


__ADS_3

Kamar gelap begitu pekat tak membiarkan secuil pun cahaya masuk ke dalam nya, Lio terduduk di atas lantai menekuk lutut nya menyandar di samping ranjang menghadap jendela yang masih tertutup gorden berwarna silver. Tatapan matanya terlihat kosong dengan air matanya yang masih mengalir dari sudut matanya, selama empat hari ini dia sudah berusaha semaksimal mungkin sampai bawahan nya dia kerahkan tapi tetap hasilnya masih nihil. Jika di beri kesempatan kedua, hatinya bertekad akan menjadi seorang ayah yang lebih baik lagi untuk putrinya.


Kepala Lio menengadah ke atas, sekilas ucapan yang dia sampaikan kepada putrinya terlintas di kepalanya. " Tunggulah, dimana pun kau menunggu ayah pasti akan datang ! ". Sedari tadi Lio terus merutuki dirinya yang begitu bodoh.


" Kak ". Panggil Leo membuka pintu kamar perlahan, bukan nya lancang tapi Leo melihat pintu kamar Lio sedikit terbuka. Tidak ada sahutan dari dalam, Lio seolah sudah kehilangan pendengaran dan juga suaranya.


" Kemana dia ?". Batin Leo masih mencari-cari kaka nya dalam gelap nya kamar, padahal dia bisa lebih dulu menyalakan lampu tapi tidak dia lakukan.


Langkah nya terhenti di depan Lio yang masih enggan beranjak dari sana.


" Apa yang kau lakukan dengan ruangan gelap seperti ini bodoh !". Ujar Leo sarkas namun tetap dengan suara rendahnya, Lio tak mengindahkan keberadaan adik nya itu.


Leo tahu dan merasakan bagaimana perasaan kaka nya beberapa hari ini, tapi rasa simpati Leo jadi menurun kala melihat sikap kaka nya seperti ini membuat Leo jengah dan malas.


Tidak ingin berlama-lama, Leo langsung pada intinya. " Ada sesuatu yang harus kau lihat ! ini lihatlah !". Leo memperlihatkan beberapa photo dan video singkat yang dikirim oleh anak buahnya, sedetik Lio tak mengindahkan nya tapi dengan perlahan matanya menatap sesuatu yang adik nya tunjukkan.


Lio merebut handphone yang sedang Leo pegang. " Nyalakan lampunya !". Titah Lio. Leo bukan nya menyalakan lampu tapi malah membuka gorden karena hari masih terang. Lio menutup matanya dengan lengan, matanya kaget tiba-tiba menerima cahaya matahari membuat matanya seolah tertusuk oleh terangnya cahaya. " Yak, kenapa kau malah membuka gordennya !". Ujar Lio dengan suara bas nya.


Giliran Leo yang tak mengindahkan racauan kaka nya, dia memilih duduk di atas kasur dan melipat kedua kakinya seraya mencondongkan badan nya kebelakang dengan kedua tangan yang menahan nya.


" Apa kau kenal dengan anak kecil itu kak ?". Tanya Leo, Lio masih mengamatinya dengan intens. Matanya membulat seolah yakin jika itu adalah anak nya, baju dan juga warna rambut nya sangat Lio kenal. Setiap pagi, Lio selalu menerima sebuah photo dari baby siter anaknya dan pagi itu dia menerima nya juga, baju yang dikenakannya sama persis dengan anak kecil yang berada di layar itu.


" Ini pasti dia Le, kakak mengenal nya ! rambut dan juga pakaian yang di kenakan nya juga sama, tapi kaka tidak mengenal siapa pria ini ". Frustasi Lio. " Le, apa anak buah mu sudah kau suruh mencari di area sana ? ". Seru Lio kepada adik nya.


" Sudah kak, tidak ada orang di sana saat itu karena hujan begitu lebat nya ". Ucap Leo menghembuskan nafasnya kecewa. " Dia masuk ke dalam mobil itu tapi kita tidak tahu mobil siapa itu, lihatlah plat mobilnya tidak terekam di sana ". Leo menunjuk kan beberapa perkiraan dan juga jalan untuk menemukan keponakan nya.


" Ayo kita cari lagi di sana, kau keluarlah dulu nanti kaka nyusul !". Seru Leo, Lio tersenyum mendapati kakanya kembali bersemangat.


" Bagaimana ?". Ujar mereka berlima bersamaan saat mendapati Leo yang baru saja keluar dari kamar kakanya.

__ADS_1


" beres ". Lio menyatukan telunjuk dan ibu jari tangan nya membentuk lingkaran dengan salah satu matanya mengedip. Mereka semua tersenyum lega mendengar itu.


" Apa kau sudah makan ?". Tanya Meili pada Leo saat mereka hendak kembali duduk.


" hadeuuhh, Leo aja ni yang ditanya ? padahal dari tadi kita di sini, ia kan Lex ?!". Sindir Andrew, matanya seakan sedang meledek nya. Wajah Meili bersemu merah kala melihat Reina dan juga agatha memainkan alis mereka seolah dirinya tertangkap basah oleh mereka berdua karena mungkin tidak biasanya Meili bersikap seperti ini.


" Apaan sih kalian !". Cemberut nya malu menyembunyikan wajah nya dengan kedua telapak tangan Meili.


" Ihh jijik , apaan itu muka kaya rebusan udang aja ". Drama Reina geli melihat sahabatnya seperti ini, tapi dia mengerti dengan situasi nya, memanglah epik memiliki sahabat seperti Reina.


" Iya Mei, wajah kamu kenapa ?". Agatha bertanya sembari menahan tawa membuat Meili bertambah malu.


" Aaa apa sih kalian, jail amat sama gue !". Rengek nya.


" Iya Mei, kamu jadi tambah jelek kalau kaya gitu ". Ledek Lexi menatap Leo dan juga Meili bergantian, kedua sudut bibir lexi sedikit terangkat.


" Jadi selama ini aku jelek dong !". Meili tidak terima jika dirinya di bilang tidak cantik, karena yang dia tahu dan dia rasakan tidak ada satupun baik itu pria maupun wanita yang mengatakan hal seperti itu.


" Cie ada yang belain tuh ". Goda Reina mencolek dagu Meily, Meily langsung menepis nya sedikit kasar membuat Reina dan juga Agatha tertawa.


" Ayo, kita berangkat ". Seru Lio yang sudah mengganti bajunya dengan penampilan yang kembali segar. Lio berjalan sedikit menunduk seraya membenarkan bajunya, saat dirinya selesai, matanya menangkap beberapa orang di sana yang sudah berdiri bersiap untuk keluar.


" Kalian juga di sini ! ". Seru nya singkat.


" Apa mereka juga teman kalian ?". Tunjuk nya pada Meily, Reina dan juga Agatha. Padahal saat dia menjemput Leo di rumah sakit, mereka berada di sana tapi kenapa Lio tak mengingat mereka.


" Iya kak, lebih tepatnya teman nya Ruby tapi kita semua sudah dekat satu sama lain ". Tutur Leo. Saat mereka bertukar cakap, Agatha melirik pada Lio yang sepertinya mata nya sedang mencuri pandang. Biasanya dulu jika dirinya suka pada seorang pria, dia akan langsung menghampirinya tapi sekarang tidak, saat dirinya benar-benar merubah sikap dan itu sangat total 360drajat dalam perubahan nya.


" Lalu apa yang sedang kalian lakukan di sini ? ". Selidik Lio kepada para remaja di depan nya.

__ADS_1


" Kita akan membantu mu mencari Nara kak, kau kaka dari Leo bukan ? jika benar berarti kau juga kaka kami karena Leo adalah saudara kami jadi tidak usah canggung ". Tutur Andrew yang otaknya sedang dalam mode normal, tepukan terasa di pundaknya.


" Tchh tidak sangka kau semakin pintar hahaha ". Desis Lexi tapi berujung ledekan darinya membuat semuanya tertawa.


" Terimakasih sebelum nya, jika begitu kaka tidak akan segan lagi kepada kalian ! ayo kita lanjutkan pencarian nya " Ujar Lio. Saat mereka akan berangkat dan semua orang hendak menuju mobil mereka tiba-tiba handphone Agatha berbunyi, dering ponselnya menunjukkan panggilan masuk.


" Sebentar !!". Agatha mengangkat panggilan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mobil, mereka pun tidak langsung masuk tapi memutuskan untuk menunggu Agatha selesai berbicara. " mmm ia ka ". Jawab nya.


" kau sedang di mana Tha ?". Tanya Revan dari seberang sana.


" Aku sedang berada di tempat teman ku ka, ada apa ?!". Jawab nya berbalik bertanya.


" Teman yang mana ? wanita atau pria ?". Tanya nya terdengar posesif.


" Meily dan juga Reina, aku sedang bersama mereka kak ! Ada apa ?". Jelas nya tidak memberitahu Revan jika dirinya sedang dengan Leo dan juga yang lain nya. Terdengar seseorang yang lain meminta berbicara dengan Agatha.


" Halo Tha kau sedang di mana ?". Sekarang suara Revin yang terdengar di telinganya membuat Agatha sedikit tidak enak karena tadi pagi dia minta izin padanya untuk keluar dan itu tidak akan lama siang pun akan pulang, Agatha mengecek jam tangan nya membuat jantung nya dagdigdug sesekali matanya melihat langit yang terlihat tak secerah tadi.


" Aku masih bersama Meili dan juga Reina ka ". Jawabnya sedikit gugup.


" Lalu selain mereka ?". Tanya selidik Revin, Agatha lupa jika sekarang dirinya sedang berbicara dengan Revin yang sedikitpun tidak mempan siapapun bohongi, wajahnya menegang dan juga gelisah karena dia baru pertama merasakan berada dalam situasi seperti ini.


" Kak, aku pulang sore ya ! Ini, aku sedang membantu kak Lio mencari anaknya, kemarin aku meminta bantuan kalian tapi tidak mau jadi aku berinisiatif membantunya langsung, apa tidak apa ?!". Izinnya kembali, Mereka masih berada, suara Revin begitu keras membuat mereka dengan jelas mendengarnya dan sesekali mereka melihat reaksi dari Agatha yang begitu merasa tidak enak dengan kaka nya.


" Tidak ada, kau pulang sekarang ! tidak ada bantahan sama sekali !! ". Sekarang suara Ronald yang terdengar di telinga membuatnya semakin takut, takut mengecewakan mereka pada intinya, karena dia baru saja mendapat kesempatan kembali untuk memperbaiki dirinya.


" Tapi ka,,,, ". Ucapan Agatha terpotong oleh Ronald dengan tajam nya.


" Agatha !". Serunya dengan suara rendah dan juga berat, rengutan wajah yang terpancar dari Agatha membuat mereka yakin jika kaka nya menyuruh untuk dia segera pulang.

__ADS_1


" Tapi kak, tadi aku berangkat dengan mobil meil,,,, ". Ucapan Agatha di potong untuk kedua kalinya, cebikan bibir terus terbit dari nya. Agatha yang sekarang adalah Agatha yang begitu polos nya tanpa polesan makeup tapi masih tidak bisa jika di sandingkan dengan Ruby.


,


__ADS_2