Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 166


__ADS_3

" Ini bukan saat nya, maaf tapi aku harus segera membawa nya ke rumah sakit kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi ". Ucap Agatha saat Lio hendak menyentuh putri nya.


" Aku akan ikut bersama kalian ". Ujar Lio, Leo pun ikut mendekati kakaknya dan langsung matanya menangkap gadis kecil yang begitu mirip dengan keponakan nya tengah memejamkan mata dalam pangkuan Agatha.


" Kak ". Ucap Leo menatap kakaknya, dari mata kakak nya terlihat jika apa yang Leo maksud adalah benar.


" Ayo cepat, kita bawa ke rumah sakit milik ku, cepat !". Ujar Leo tiba-tiba panik.


" Tidak, aku akan tetap membawanya ke rumah sakit yang Edward katakan ". Tolak Agatha langsung membalikkan kan badan nya begitupun yang lain nya mengikuti dengan cepat langkah Agatha.


" Berhenti, memang siapa kau hah ? Dia keponakan ku dan juga Anak dari kakak ku, apa hak mu untuk menolak ?!". Teriak Leo.


" Hak ku ? Apa kau tidak tahu jika aku adalah Aunty yang sangat Nara sayangi dan jangan berlebihan, uncle Nara tidak hanya kamu saja Leo, jadi berpikirlah dewasa, sekarang bukan waktunya memperebutkan itu ! Sekarang urus lah kedua orang tua kalian yang gila itu sebelum ajal menjemput mereka ". Tajam Agatha tidak peduli dengan tatapan mereka, dia langsung saja berlari mendekati mobil yang akan dia pakai.


" Apa maksud nya ?". Ucap Pelan Lio.


" Cepat kak, kita ke atas ". Kaka beradik itu berlari cepat menaiki tangga gedung tempat penyekapan orang-orang yang mereka tangkap dan saat ini ruangan itu di pakai untuk menyekap putri nya yang Lio pun terus menepis perasaan itu, dia seolah tidak percaya jika kedua orang tuanya tega menyakiti darah daging mereka.


Tentu saja semua dugaan itu benar, di sana terlihat kedua orang tuanya sedang berkelahi dengan Edward dan juga Ruby.


" Kau menyakiti putri ku ". Ruby menampar pipi Nyonya Jeffrey begitu kerasnya terlihat dari sungkuran tubuh tua itu yang langsung terjatuh.

__ADS_1


" Berdiri kau, cepat berdiri !". Marah Ruby membentak dengan suara yang begitu menakutkan. " Tidak mau berdiri hah ?!". Ruby beringsut jongkok mengulurkan tangan nya dan GREPPPP Ruby mencekik Nyonya Jeffrey dan memaksanya untuk berdiri.


Di satu sisi, Edward telah lama menaklukan Jeffrey yang kini sedang ia dudukkan di atas kursi dan juga keadaan Jeffrey sudah terikat, Edward pun ikut duduk menyandarkan tubuh nya di atas kursi kayu dengan ukuran pendek sehingga kaki panjang nya menjulur. Edward memainkan pisau kembar yang selalu dia bawa kemanapun dan terlihat seolah sedang dimainkan oleh jari telunjuk nya dengan tatapan bak setajam elang.


Posisi yang berhadapan membuat Jeffrey dengan jelas melihat bagaimana menakutkannya Edward saat ini dan juga bagaimana beringas nya Ruby saat ini membuat nya selalu mempertanyakan siapa Ruby sebenarnya dan juga siapa Edward sebenarnya.


" Akhhh, lepaskan ". Nyonya Jeffrey terus meronta minta Ruby melepaskan tangan nya, Leo dengan sigap membantu ibunya melepaskan cengkram yang Ruby lakukan.


" Lepas Apa yang kau lakukan ?!". Seru Leo yang langsung dapat smackdown dari Ruby sampai-sampai tubuh Leo terlempar lumayan jauh. Lio seakan tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi tapi saat Lio terlempar dengan sigap dia menghampirinya.


" Diam atau kau akan mati ". Garang Ruby mengucapkan hal tang begitu menakutkan bila terdengar oleh para bawahan nya. Lio mengusap-usap dada adik nya itu dan menyanggah nya di pelukan nya.


" Lepaskan ibu ku ". Leo tidak tega melihat ibunya di seret seperti itu, Kaki panjang nya lebih dulu menendang lengan Ruby sampai Ruby pun terjatuh tapi dengan santai nya Ruby pun langsung berdiri, padahal di sekujur tubuh nya sudah terdapat luka begitupun sudut bibir nya yang terlihat sedikit sobek.


Edward tak ikut campur karena itu adalah bagian nya dan jika sudah seperti itu Ruby pun selalu tidak ingin berbagi musuh dengan Edward.


" Cihh, Ibu ? dia ?". Tunjuk Ruby dengan kakinya begitu tidak sopan, bibir mungil nya tersungging penuh ledekan.


" Yak ". Teriak Leo


" Apa ? Jangan pikir aku takut kepadamu hanya dengan kau berteriak seperti itu !". Ujar Ruby hendak melanjutkan langkah nya menyeret Ibu dari Leo.

__ADS_1


" Hentikan kau menyakitinya !". Teriak Leo tidak terima.


" menyakiti ? Cih, ini belum seberapa untuk wanita seperti dia ! Dengar, dia seorang ibu bukan ? aku pun sama seorang ibu, tapi bedanya aku tak memiliki jiwa ibu seperti dirinya yang dengan teganya menyakiti anak nya dan akan diam jika anak nya terluka dan tersakiti, maaf, aku tidak setega itu ". Ucap Ruby tak melanjutkan aktifitas nya dan langsung mendekati Edward dan duduk di pangkuan nya.


" Apa maksud mu ?". Tanya Leo begitu ingin tahu. Jeffrey dan istrinya yang sudah terlihat kehabisan darah masih berusaha bertahan. Pertanyaan yang selalu terngiang di kepalanya sejak Nara menyebut jika mommy nya masih hidup begitupun daddy nya, Jeffrey dan juga istrinya menyiapkan telinga mereka agar jelas mendengar nya.


Leo masih berdiri menahan amarah sembari kepalan tangan yang berotot masih tertahan. Bagaimana dengan Lio ? pastinya dia hanya terdiam dengan segala pikiran dan dugaan nya.


" Dia menyandera anak ku dan pelakunya adalah ibu mu dan juga ayah mu !". Seru Ruby mengusap lehernya yang terasa pegal. " Dan dengan tangan kotor mereka anak ku mengeluarkan darah dari tubuh nya, jika diingat-ingat, aku dan keluargaku tidak akan pernah membiarkannya terluka sedikit pun ". Lanjut Ruby berdiri.


" Ah aku yakin kalian sudah tahu wajah dari anak ku bukan ?!". Seringai Ruby begitu tajam dan juga bengis. Tatapan nya bergantian menatap mata mereka dan terkunci pada Lio.


" Nara, anak ku bernama Nara dengan wajah yang sama dengan putri dari Sehalio Jeffrey dan dia juga memiliki paman kandung bernama Marcelleo Jeffrey ! Tch, tapi sayang nya sekarang ini tak ada yang bernama Nara Jeffrey, yang ada hanya Nara Lucifer Abraham dan ada kemungkinan nama dia akan bertambah SMITH di belakang nya ". Ucap Ruby santai seolah seakan perkataan nya begitu mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun.


" Bukan kah begitu honey ?!". Seru Ruby menatap Edward.


" Eum, semuanya benar dan itu adalah faktanya ". Ujar Edward santai.


" Jadi selama ini putri ku ada bersama kalian ?". Ucap Lio menggelap.


" Cih, tatapan mu tak pantas menatap ku garang seperti itu tuan Lio ". Decih Edward. " Harus nya kau bersyukur putri mu aku yang temukan, kalau orang lain bagaimana hah ?". Ucap Edward.

__ADS_1


__ADS_2