Mafia Girls

Mafia Girls
Bodohnya Aku


__ADS_3

Alejandro hanya tersenyum hangat mendengar permintaan Ruby. " Sebelum kalian datang pun, aku sedari awal tinggal sendiri, jadi tidak perlu mengkhawatirkan aku seperti itu !". Tutur Alejandro membenarkan sulur rambut Ruby.


" Kenapa paman bicara seperti itu ? apa kau berusaha menolak ajakan ku eum ?!". Mata Ruby berkaca-kaca menatap lekat laki-laki yang selama enam tahun ini mengurus nya dengan sabar.


" Bukan begitu Al, pada dasarnya kita memanglah bukan siapa-siapa yang di pertemukan secara kebetulan yang pada akhirnya kita akan berpisah lagi ! itu sudah hukum alam bukan ?! Tempat tinggal ku di sini begitupun tempat kerja ku, jadi aku akan tetap di sini ! kau pergilah, pulanglah kepada keluargamu, jangan khawatirkan aku eum !". Alejandro memeluk hangat Ruby.


" Ikutlah, aku tak mau paman sendirian di sini !". Ruby menangis di pelukan Alejandro yang telah dia anggap sebagai paman nya sendiri.


" sudah-sudah, jangan menangis seperti ini ! aku benar-benar tidak apa-apa ! tapi berjanjilah kau tidak akan melupakan aku di sini ". Tepuk lembut pada kepala Ruby.


" Ikutlah eum, kau harus ikut !". Ruby masih dengan keras kepalanya.


" Tch tch kau ini kenapa menjadi keras kepala ! Sudah, waktunya kalian pulang, berjanjilah tidak akan melupakan aku ". Seka Alejandro pada air mata Ruby dan melepaskan pelukan nya.


" Al ". Ucap Leya.


" Ka, apa kau juga akan pulang hari ini pada keluargamu ?". Tanya Ruby pada Leya.


" Ia sayang, kaka akan menjalankan pengobatan untuk segera memulihkan memori kaka ! Tapi kaka berjanji pada paman mu jika kaka akan mengunjunginya nanti ! Tadi kaka sudah berusaha mengajaknya pulang bersama kaka, tapi jawaban nya tetap sama, dia tak mau ikut !". Tutur Leya.


" Ka, cepat sembuh ya ! maaf jika selama ini Ruby merepotkan mu ". Ucap Ruby banyak-banyak terimakasih kepada Leya.


" Tidak apa Al, kaka sangat senang bisa mengurus mu dan juga anak mu ! kaka juga minta maaf jika kaka ada salah kepada mu ". Seru Leya.


" Yak,,yak, yak,, bukankah kalian berdua harus meminta maaf kepada ku ?!". Ujar Alejandro dengan ketengilan nya.


" Kau ini ".


Leya dan Ruby memeluk Alejandro bersamaan.


" Terimakasih untuk semuanya dan minta maaf juga untuk semuanya ". Ucap Leya.


" Tak masalah ! aku hanya ingin kalian berjanji untuk tak pernah melupakanku ". Ucap Alejandro.


" Kami berjanji ".

__ADS_1


" Sshhh, kenapa mataku panas !". Alejandro mengibas-ngibaskan tangan nya di depan mata.


" Kau kenapa hahaha paman ". Polos si kembar karena melihat Alejandro tengah ingin menangis.


" Paman menangis ? Sean lihatlah, paman menangis !". Teriak Shane seolah ini adalah hiburan untuk nya.


" Shane, jangan seperti itu nanti paman mu malu ". Ujar Edward.


" Maaf ". Tunduk nya.


" Apa kalian tidak ingin memeluk paman dulu sebelum kalian pergi ?!". Ucap Alejandro merentangkan tangan nya pada Shabila dan juga Shane.


" Tentu paman ! Sean kemarilah ". Seru Shabila sembari melambaikan tangan nya memanggil Sean untuk memeluk Alejandro dan Sean langsung ikut memeluk mereka.


Mereka sudah bersiap untuk pulang, beberapa mobil telah berjejer di depan pintu lobi.


" Zen, lakukan tugasmu !". Bisik Edward yang akhirnya mereka pun pergi.


Perpisahan itu sangat mengharukan, Alejandro masih terlihat melambaikan tangan nya menyaksikan kepergian orang-orang yang sangat dia sayangi selama ini sampai dimana mobil mereka pun tak terlihat lagi.


" Maaf ". Tepuk seseorang dari belakang pada pundak Alejandro.


" Maaf tuan, bisakah anda ikut saya ! ada yang harus saya tunjukan kepadamu !". Ucap Zen yang masih harus menyelesaikan tugasnya di sana. Alejandro menautkan alis nya dengan kerutan halus terlihat dari kening nya.


" Oh, saya Zen, saya di perintahkan oleh tuan Edward untuk membawa mu ke suatu tempat !". Ucap Zen yang tahu kebingungan Alejandro.


" Suami Al ?". Tanya Alejandro.


" Benar tuan ! Silahkan masuk, saya akan langsung mengantar mu ke tempat itu ". Zen membuka pintu mobil mempersilahkan Alejandro untuk mengikutinya.


" Kita akan kemana Zen ?". Tanya Alejandro saat mobil tengah di laju kan.


" Anda akan tahu nanti ". Ucap Zen fokus menyetir.


" Ini dimana ?!". Toleh Alejandro pada kaca mobil, beberapa jam perjalanan tak membuat Alejandro memejamkan matanya, sepanjang jalan terlihat rumah megah berdiri menjulang dengan desain yang begitu rapih nya. Mata Alejandro terus mengedar menilai setiap bangunan yang dia lewati karena pada dasarnya dia adalah seorang arsitek dengan penilaian nya yang tidak mungkin meleset.

__ADS_1


" Kita telah sampai tuan !".


Alejandro menapakkan kaki nya di depan Rumah yang gerbang nya telah terbuka, alis nya terus tertaut masih bingung apa maksud dari semua ini.


" Mari tuan ". Zen memandu Alenjadro untuk masuk.


Pintu terbuka dan di sana terlihat empat pelayan rumah, dua penjaga gerbang dan satu orang supir.


" Selamat siang tuan, Selamat datang di rumah ini ". Ucap salam mereka semua, Alejandro pun membalas salam mereka dengan menundukkan kepalanya.


" Tuan, mulai hari ini tinggal lah di sini ! semuanya sudah tuan kami siapkan untuk segala keperluan mu, tak perlu tidak nyaman karena rumah ini sekarang adalah milik mu ". Ucap Zen sembari menyerahkan surat berharga.


" Tidak, saya tidak pantas mendapatkan ini ! Saya pun ikhlas mengurus mereka karena merekalah saya memiliki keluarga baru ! Ini tidak perlu tuan ". Seru Alejandro sangat tidak nyaman dengan pemberian mereka.


" Jangan menolak nya, ini bukan lah apa-apa ! Kau harus menerimanya, jika tidak tuan Edward akan kecewa !". Ujar Zen.


" Tapi ini berlebihan !". Ucap Alejandro tidak enak hati.


" Sangat tidak berlebihan ! Kalau begitu, saya pamit karena saya pun harus segera pulang ! oh ia, mobilmu sudah di simpan di garasi bawah ". Pamit Zen.


" Terimakasih tuan ! maaf merepotkan mu !". Ucap Alejandro.


" Tuan, silahkan istirahat ! semua keperluan anda telah kami rapihkan ". Ucap Salah satu pelayan itu.


" Baiklah terimakasih !".


" Mari saya antar ke kamar anda ". Salah satu dari mereka memandu Alejandro.


Alejandro masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan khusus untuk nya, dia terus melangkah mengedarkan tatapan nya.


" terimakasih, kau boleh melanjutkan pekerjaan mu !". Ucap Alejandro. Dia akhirnya berdiam diri di kamar saat pelayan itu meninggalkan dirinya sendiri.


" Siapa kau sebenarnya Al ". Gumam Alejandro merebahkan tubuhnya sembari mata menatap langit-langit kamar.


Alejandro beranjak berdiri mengambil laptop yang dia bawa bersama tas nya. Dia mencoba mencari tahu tentang mereka dengan mengetikan nama Edward di sana, setiap informasi dia temukan tapi bukan Edward yang dia cari, dia terus mencarinya sampai dimana Edward yang di maksud di temukan. Alejandro dengan teliti membaca setiap informasi dan terus menggulir beberapa photo yang terpampang di sana tapi di sana hanya sedikit informasi mengenai diri nya. Tidak satupun ditemukan informasi mengenai keluarga ataupun mengenai Ruby di sana membuat Alejandro penasaran.

__ADS_1


" Bodoh nya aku, kenapa tidak langsung menanyakan nya saja !". Gumamnya meratapi kebodohan diri.


__ADS_2