Mafia Girls

Mafia Girls
Terimakasih dan maaf


__ADS_3

" Ada apa ? apa ada yang salah dengan wajah putra dan putriku ?!". Seru Ruby berjalan di antara para mafioso dengan tangan kekar Edward merangkul pinggang sang istri. Langkah Ruby kembali menekan hawa yang ada di ruangan aula, para mafioso pun dengan cepat menolehkan kepalanya dan langsung menajamkan penglihatan.


" Lady ".


Terkejut mereka melihat Lady nya kembali, Kenzie dan juga Lucky yang dapat dibilang dekat kini matanya tengah berkabut. Setiap mata mereka mengikuti langkah Ruby yang sampai akhirnya dia berada di depan mereka semua.


" Selamat datang kembali Lady !". Serempak mereka mengucapkan kebahagiaan mereka, bukan hanya menundukkan kepala tapi mereka melipatkan lutut dan menumpu nya di atas lantai.


" Terimakasih ! bagaimana kabar kalian ? apa semuanya baik-baik saja ?!". Ucap Ruby.


" Semuanya baik-baik saja Lady !". Jawab Kenzi mewakili semua yang ada di sana.


Ruby menyelidik menatap Kenzi dengan intens.


" Tapi aku rasa kau tidak baik !". Seru Ruby, Kenzi menengadahkan kepalanya dan menatap Lady nya dengan seksama.


" Kau terlihat kurus dari terakhir kali aku melihatmu Ken !". Ucap Ruby dengan nada rendah nya namun sedikit menggeram. " Dan aku rasa kalian semua pun sama, ada apa ini ?!". Tekan Ruby, mereka terdiam karena merasa jika Lady nya terlalu teliti akan hal sekecil apapun.


" Baby !". Seru Edward, Ruby tak mengindahkan nya dan masih menatap mafioso nya yang masih tertunduk tanpa ada yang berani menengadahkan kepala.


" Ayolah Sweety, mereka baik-baik saja ! harusnya hari ini hanya ada kebahagiaan di sini tapi kenapa kau malah menekan mereka ?!". Ujar David beranjak dari duduk nya dan mendekati Ruby yang terlihat berdecak pinggang.


Shabila menatap Nara seolah bertanya dengan matanya dan Nara menaik turunkan pundak nya tidak tahu. Sean dan Shane terdiam, mereka hanya memperhatikan mommy nya dengan seksama dan bergumam di dalam hati.


" benar dugaan ku ". Gumam Sean dan juga Shane di dalam hatinya, Shabila yang melihat mereka hanya menyunggingkan senyumnya tipis.


" Bangunlah, kenapa kalian terus berlutut seperti itu ?!". Ketus Ruby. " Maaf, karena aku terlalu lama meninggalkan kalian ! ". Ucap Ruby dengan penuh rasa yang menggumpal di dalam hatinya.


" Lady kalian telah kembali, jadi hiduplah seperti sebelum nya dan jangan mengosongkan perut kalian saat akan berlatih ! mengerti ?!". Tegas Edward.


" Baik King !". Teriak mereka dengan semangat seolah cahaya yang beberapa tahun mati kini kembali terang.


" Sayang kemarilah ". Panggil Edward kepada anak-anak nya. Nara dan yang lain nya pun menghampiri Edward dan juga Ruby.


Para mafioso itu terdiam dan dengan sekejap terdiam menatap si kembar.


" Perkenalkan, mereka adalah putra-putri kami yang juga harus kalian jaga ! perhatikan dengan baik wajah mereka jangan sampai salah mengenali ". Seru Edward.


" Dad, bicaramu terlalu menekan mereka ! tidak apa, kami akan memperkenalkan diri kami masing-masing ". Ujar Sean membuat mereka yang ada di sana terlihat menahan tawa karena baru kali ini ada yang berani mengoreksi ucapan King nya.


" Sean benar Dad, bicara mu terlalu berlebihan !". Timpal Shane dengan wajah polos datar nya.


" Baiklah, terserah kalian !". Seru Edward menarik Ruby agar ikut duduk.


" Kau kenapa honey ?!". Tanya Ruby geli karena Edward seperti sedang merajuk.


" Jangan merajuk seperti itu dad, kau sudah besar !". Seru Nara dengan ledekan di dalam nya.


" Ada-ada saja kau ini ka ! mereka anak kecil dan bukan kah mereka itu adalah anak mu ?!". Malas David dengan ingin tertawa sekencang-kencang nya.


" Sudah diamlah, kalian ini sama saja !". Seru Ruby.

__ADS_1


Shabila dan kedua saudaranya terlihat masih memperkenalkan diri mereka masing-masing di depan para mafioso dengan rasa percaya diri.


" Mom ". Panggil mereka yang terlihat selesai dengan memperkenalkan diri.


" Mom, dad ! aku lapar, ayo kita pulang ". Ucap Shane.


" Kenapa harus pulang, kita bisa makan di sini Shan ! sebentar !". Nara mendekati kenzi dan menyuruhnya untuk menyiapkan makanan yang selalu dia hidangkan.


Kenzi dan Lucky pamit dan segera keluar dari aula.


" Kalian juga boleh kembali pada pekerjaan kalian masing-masing ! jangan lupa isi perut kalian sebelum bekerja !". Ucap Ruby dan mengingatkan mereka.


" Baik Lady !". Seru mereka dan langsung membubarkan diri.


" Ayo kita juga keluar dan menunggu masakan nya selesai !". Ajak Nara kepada ketiga adik nya.


" Ka, apa kau kuat menggendong ku ? kaki ku pegal ". Shane mengulurkan kedua tangan meminta Nara untuk menggendong nya.


" Apapun untuk mu !". Nara langsung saja menarik Shane dan menggendong nya.


" Kau yang terbaik ". Ujar Shane dan langsung di tatap tajam oleh Sean dan juga Shabila.


Ruby, Edward dan juga David menggelengkan kepalanya menyaksikan tingkah mereka.


" Sepertinya aku tak usah menikah, mereka sudah cukup untuk ku !". Ujar David tiba-tiba, Edward dan juga Ruby langsung menolehkan tatapan nya.


" Tak akan aku biarkan ! kau harus tetap menikah Dev, kau akan tahu jika nanti memiliki seorang anak yang dimana di sana ada darah kau yang membantu dia hidup ! aku yakin kau tidak akan menyesal telah menikah dan memiliki seorang anak ". Tutur Ruby mengeratkan pegangan nya pada Edward.


" Dev, jangan coba-coba ". Decak Ruby menonyor kepala David.


" aww, aku hanya bercanda sweetie !". Ringis David.


" Awas saja, jika kau melakukan itu kaka sendiri yang akan mencekik mu !". Ancam Edward kepada adik satu satunya.


" Iya iya, kenapa kalian seserius ini !". Protes David.


" Karena kami menyayangi dan peduli kepada mu dev ! carilah wanita yang benar-benar mencintaimu tanpa memandang apa yang kau miliki dan apa yang ada pada dirimu ! Aku yakin kau tak selalu ingin bercanda dengan hidup mu ini Dev ". Ucap Ruby.


" Terimakasih, karena aku yang seperti ini berkat dirimu, wanita yang sebelumnya sama sekali tidak aku kenali tapi kau dengan lapang nya merangkul dan menerima apa yang ada dalam diriku sweetie, terimakasih untuk semuanya ! terimakasih telah hadir di kehidupan ku ". Jongkok David memegang lutut Ruby dan menempelkan kening nya di sana.


" Kenapa harus berterimakasih Dev ! jangan seperti ini, kau membuatku menangis jika berkata hal itu ". Usap lembut Ruby pada rambut David tanpa canggung di depan Edward.


" Aku yang seharusnya berterimakasih kepada kalian, karena kalian telah mengisi hari-hari ku yang penuh kepahitan dan penuh luka sampai dimana hatiku sembuh kembali dan jiwaku pun enggan lagi untuk pergi ! Terimakasih ". Seru Ruby, Edward menarik Ruby ke dalam pelukan nya dengan David masih menempelkan kening nya di lutut Ruby.


" Baby, terimakasih atas semuanya ! ". Ucap Edward.


___


" Paman, terimakasih atas makanan nya ! semua yang kau masak enak ". Shane mengacungkan kedua ibu jarinya memuji masakan Kenzi.


" Jika kau suka, maka berkunjunglah setiap hari ke sini bersama kaka mu ! ". Seru Kenzi.

__ADS_1


" Baiklah paman, terimakasih ya !". Ucap Nara berlalu pergi bersama ketiga adik nya.


" Kalian memang istimewa ". Gumam Kenzi masih menatap kepergian putra dan putri dari Mafia terbesar yang telah lama ini menjadi tempat tinggalnya dan menjadi tempat berteduh untuknya.


__


Sepanjang langkah, Nara menceritakan bagaimana dia bisa berada di sini dan menceritakan siapa dirinya sebenarnya, tak terlewat juga, dia menceritakan beberapa keahlian nya yang selama ini telah dia asah sampai matang.


" Kak, kau jangan pernah canggung kepada kami ! walaupun kau bukan kaka kandung kami tapi itu tak akan mengurangi rasa cinta dan sayang kami kepadamu ! aku tidak akan memaafkan jika kau mengatakan hal yang tidak-tidak, begitupun orang lain, jika mereka mengatakan hal yang menyakiti hatimu maka aku tak segan untuk mencekik nya ". Ucap Sean dengan penuh rasa.


" Aku pun sependapat dengan Sean, walaupun kita tak sedarah tapi aku tetap akan menyayangimu !". Peluk Shabila.


" Terimakasih dan maaf karena sebelumnya kaka berpikir yang tidak baik mengenai kalian !". Jujur Nara.


" Kenapa ? apa karena kaka takut jika kasih sayang mommy and daddy akan terbagi ?!". Seru Shane yang sangat pas dengan apa yang tengah Nara khawatirkan.


" Maaf !". Ucap sendu Nara.


" Tak apa kak, wajar jika kau berpikir hal seperti itu karena mungkin tiba-tiba kami datang dan berada di antara kalian ". Bijak Sean.


" Tapi sekarang tidak lagi, kaka baik-baik saja dan kebahagiaan kaka semakin bertambah berkat kalian !". Seru Nara, mereka saling berpelukan satu sama lain.


___


Di sinilah mereka berada, di depan batu nisan yang menuliskan Nama Jakson di sana. Ruby dengan berlinang air mata dan terus berbicara di sana tak mengentikan isak tangis membuat Edward dan yang lain nya pun tak dapat menahan tangis nya. Jakson tutup usia di umur 60thn pas dan kini Ruby berusia 26thn tak terasa.


" Terimakasih dan maaf telah menyusahkan mu selama ini !". Tangis Ruby menempelkan keningnya di batu nisan itu.


" Terimakasih, berkat kakek, aku memiliki hidup yang begitu bahagia dan penuh arti ! terimakasih,, terimakasih !". Lanjut Ruby.


Ya, hidup seseorang memang tak ada yang tahu dan kita tidak tahu tangan mana yang akan menjadi perantara untuk menciptakan kebahagiaan.


_____


Yeay, akhirnyaa TAMAT jugaa 😍


Untuk kelanjutan nya ada di novel yang sebelah yah kawan.


Mafia girls 2


The Future King


Jangan lupa juga mampir ke novel CINTA YUMA, ok !!!


__


And jangan lupa follow ig nya Lady yaa


👇👇


@lady.nuree

__ADS_1


__ADS_2