
Pagi menjelang, Ruby sibuk membereskan semua perlengkapan kebutuhan dirinya dan juga anak-anak nya untuk di kota.
" Mom, Sean bereskan yang ini !". Bantu Sean membereskan pakaian dirinya dan pakaian Shane, Shabila terlihat sedang membereskan sendiri perlengkapan nya.
" Baiklah, jika sudah selesai kalian keluarlah kita makan terlebih dahulu sebelum pergi ". Ucap Ruby menarik satu koper yang sudah terisi.
" Siap mom ". Jawab mereka bersamaan.
" Shane, bisakah kau bantu kaka bereskan mainan yang itu ?!". Pinta Shabila, Shane langsung beranjak dari duduk nya karena hanya dirinya yang berdiam diri.
" ini ka, mau di simpan di mana ?!". Shane mengambil semua mainan yang biasa kakak nya mainkan.
" Ini, simpan di sini !". Ujar Shabila menunjuk tas yang lumayan besar. " Terimakasih tampan ". Ucap Shabila.
" Ka, bolehkah aku membantumu ?". Ucap Shane pada Sean yang terlihat sedang membereskan pakaian Shane dan memasukkan nya kedalam koper kecil.
" Tidak perlu !". Ujar Sean tanpa melihat Shane.
" Oh ini, yang ini gendong saja di punggung mu !". Dengan lucunya, Shane menggendong tas yang diberikan Sean kepadanya.
Mereka bertiga telah selesai dengan persiapan nya dan kini tengah melahap makanan nya.
" Mom, siapa yang menjemput kita ?!". Tanya Shabila.
" Teman paman kalian, dia sudah berada di depan ! ayo bersiaplah ". Ucap Ruby membereskan bekas makan yang sedikit berantakan di atas meja.
Mereka seusai makan langsung berlalu pergi berlarian ke luar.
" Paman, selamat pagi !". Sapa mereka pada nya saat sosok pria seumuran Alejandro tengah berdiri di samping mobil dengan menyenderkan bahunya.
" Selamat pagi juga ! kalian sudah siap berangkat ? ayo masuklah, paman sudah memasukan barang bawaan kalian ke dalam ! Dimana mommy kalian ?". Ucapnya mengedarkan pandangan.
" Ini aku, ayo berangkat !". Sahut Ruby yang tiba-tiba datang.
" Baiklah ayo ". Ucapnya.
Sepanjang perjalanan, ketiga anak kembar itu tidak bisa diam sampai Ruby sedikit pening di kepalanya. Sean melihat mommy nya memijit keningnya dan meminta teman paman nya untuk berhenti sejenak.
" Paman, bisakah berhenti sebentar ?!". Ucap Sean berdiri.
" Ada apa sayang ? apa ada yang kau butuhkan ?". Seru Ruby menolehkan kepalanya ke belakang.
" Mom, pindah lah ke belakang ! aku akan memijit kepalamu ! apa masih sakit ?". Sean begitu perhatian kepada Ruby, Ruby hanya tersenyum lembut menatap putra pertamanya itu.
" Mom, kepalamu sakit lagi ? Kemarilah kita akan memijitmu ". khawatir Shabila. Paman itu memperhatikan keluarga kecil yang begitu saling memperhatikan dan pasti mereka saling menyayangi.
__ADS_1
" Tidak usah, mommy baik-baik saja ". Tekan Ruby sembari menyuruh paman itu melajukan kembali mobil nya. " Kalian tidurlah, perjalanan masih panjang ". Ujar Ruby
Perjalanan panjang menemani hari mereka, sekitar 12jam mereka terduduk di dalam mobil. Tiba di kota hari mulai sore, mobil terparkir di depan perumahan tempat tinggal Leya dan juga Alejandro.
" Al ". Sambut Leya dan Alejandro yang seperti tengah menunggu kedatangan Ruby.
" Paman, bibi !". Teriak Shabila dan juga Shane.
" Jangan lari seperti itu Shane nanti kau terjatuh ". Ujar Shabila langsung memegang tangan Shane karena dia melihat jika Shane berlari seperti membenturkan kedua kaki nya.
" Keponakan bibi ". Peluk Leya pada Shane dan juga Shabila. " Sean biar bibi yang membawakan tas mu !". Raih Leya saat Sean baru saja tiba di depan nya.
" An, aku langsung pulang saja ! Istriku di rumah sedari tadi menelpon ! pamit ya, bye !". Pamit nya seusai mengantarkan Ruby.
" Paman, hati-hati di jalan ". Ucap Ruby membuat teman Alejandro itu tertohok dipanggil paman oleh Ruby.
" hahahaha, mungkin kau sudah tua !". Ledek Alejandro saat menangkap reaksi teman nya itu.
" Sialan kau ". Kesalnya.
" Terimakasih juga paman, maaf merepotkan mu !". Ucap Ruby kembali, teman nya Alejandro itu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Sean, Shabila dan juga Shane masuk ke dalam kamar yang telah di siapkan, mereka begitu antusias saat masuk ke dalam.
" Ka, cobalah ini !". Ujar Shabila menyodorkan laptop pemberian Alejandro sewaktu di desa.
" Waahh, jaringan di sini sangat bagus ! Shabila coba kau mainkan bagian mu yang ini !" Tunjuk Sean pada layar dengan beberapa kode yang harus di susun dan di pecahkan.
" Berhasil ka ! lihatlah ". Heboh Shane. Sean dan juga Shabila mencoba menembus sistem beberapa negara hanya untuk menemukan data mengenai mommy nya. Mereka bukan membereskan barang-barang nya untuk segera di tata tapi mereka malah sibuk dengan layar di depan mereka.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka, terlihat Ruby berdiri di ambang pintu. Sean dan kedua kembaran nya sudah terlihat sedang membereskan barang-narang nya, karena telinga mereka sangat jeli, Ruby berjalan mendekati mereka.
Ruby menatap selidik kepada ketiga anak nya itu karena reaksi mereka yang tiba-tiba terkejut membuat Ruby penasaran. " Kalian sudah selesai ?". Tanya Ruby.
" Sedikit lagi mom !". Ujar Shabila. Ruby masih menatap mereka selidik satu persatu. Mereka berusaha untuk biasa saja.
" Katakan !". Ucap Ruby tiba-tiba datar. Sean lebih dulu menoleh kepada Ruby yang sedang menajamkan tatapan nya.
" Tidak ada mom, kami hanya sedang berbicara soal penyembuhan mommy saja ! sekarang ini kita sudah berada di kota, jadi kita harus sebaik mungkin memanfaatkan fasilitas yang ada di sini !". Tutur Sean seolah tahu apa yang ingin diketahui oleh mommy itu.
" Sean benar mom ". Timpal Shabila.
" Tch, kalian belum mempan untuk membohongi mommy ! katakan yang sebenarnya, apa yang sedang kalian lakukan ?". Tekan Ruby.
" aaa itu, ia mom, Sean benar !" Ujar Shane. " Apa sekarang kepala mommy masih sakit ?". Shane langsung mendekati mommy nya berharap mommy nya tak lagi bertanya apa yang sedang mereka lakukan.
__ADS_1
" Shane, anak pintar mommy ! kenapa sakitnya mommy dijadikan alasan oleh kalian hmm ? ". Ujar Ruby sedikit menyindir dalam perkataan nya, Sean Shabila dan juga Shane saling pandang seolah mereka sedang saling bertanya maksud dari mommy nya itu.
" Maksud mommy apa ? Sean tidak mengerti !". Pura-pura Sean dengan tampang polos nya.
" Apa kalian masih tidak bisa berkata sejujurnya kepada mommy ! mungkin jika mommy tahu, walaupun sedikit, mommy akan membantu kalian !". Ujar Ruby, dia bukan nya kesal kepada anak-anak nya melainkan terus berkata lembut dan bersabar.
" membantu ? tidak mom, tidak ada yang sedang kami kerjakan, jadi mommy tak perlu menawarkan diri membantu kami !". Seru Shabila cepat.
" Kaka ku yang cantik ini benar mommy !" Timpal Shane bergeser berdiri di samping Sean.
" Baiklah terserah kalian !". Ruby beranjak dari sana.
Huffhhhh,, helaan nafas bebas terdengar dari ketiga anak kembar itu.
" Cepat, cepat bereskan semuanya sebelum mommy kembali lagi ke sini !". Seru Sean. Mereka sibuk merapihkan barang-barang nya.
*****
Alejandro dan juga Leya tengah bersiap-siap untuk pergi bekerja, mereka terlihat sudah rapih dengan pakaian kerja nya.
" Al, kaka berangkat dulu ! jangan di rumah terus , mainlah keluar bersama anak-anak mu ". Ucap Alejandro.
" Siap paman !". Semangat Ruby yang langsung mengulurkan tangan, Alejandro hendak menerima uluran tangan Ruby tapi langsung di tepis oleh Ruby karena berpikir dia akan bersalaman ". Uang jajan nya mana !". Polos Ruby membuat Alejandro tercengang kaget tercampur bingung.
" Uang jajan ?". Gagap Alejandro, karena baru kali ini Ruby meminta uang jajan kepadanya.
" Ia paman, apa kau menyuruhku main keluar tanpa membawa uang sepeserpun eumm ?!". Delik Ruby, Alejandro semakin terbengong.
" Al, apa kau sakit !". Alejandro dengan cepat memeriksa suhu tubuh Ruby dengan punggung tangan nya di letakan di atas kening Ruby.
" Yaak yaak yaak, aku baik-baik saja !". Kesal Ruby.
" Mana uang jajan nya !". Ruby meminta lagi seperti layaknya anak kecil.
" Ada apa ini ?". Seru Leya yang kini tengah berjalan menghampiri mereka.
" Le kemarilah !". Tarik Alejandro pada tangan Leya.
" Ada apa ?". Ucap Leya menatap.
" Le, dia meminta uang jajan padaku !". Seru Alejandro.
" Apa ?". Leya pun terkaget dan menatap Ruby yang kembali mengulurkan tangan nya.
" Al, kau baik-baik saja bukan ?". Leya pun sama tergagap nya. " Ayo kita ke rumah sakit, pasti kepalamu semakin bermasalah ". Tarik Leya panik.
__ADS_1
" Yak yaak yaak, kalian ini kenapa ?". Tepis Ruby yang kedua tangan nya berhasil dia lepas dari tarikan Leya dan Alejandro. " Aku baik-baik saja, apa salah aku minta uang jajan ! Bukankah paman menyuruhku main ke luar ? Aku tidak pegang uang paman ku yang tampan dan juga cerewet ! ". Cerocos Ruby. Baru kali ini Ruby meminta uang kepada Alejandro dari sekian lama dia tinggal bersamanya, Ruby tak pernah sekalipun memiliki permintaan, untuk itu saat ruby tadi meminta uang membuat Alejandro dan juga Leya terkaget.