Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 137


__ADS_3

" Mereka akan menjemput mu, tunggu beberapa detik ! ". Ronald memutuskan panggilan nya secara sepihak, Agatha menatap mereka semua bergantian termasuk Lio yang menatap nya begitu tajam namun penuh kelembutan.


" Maaf ". Ucap Agatha sedikit menunduk.


" Maaf, sepertinya aku tidak jadi membantu kalian. ". Ucapnya menyesal.


Mereka saling pandang karena Agatha tiba-tiba meminta maaf terkecuali Meily dan juga Reina. " Ssshh tidak apa Tha, kau harus terbiasa ! banggalah memiliki kakak yang posesif seperti mereka, itu tandanya mereka menyayangi kamu dan kita sudah terbiasa dengan itu, dulu Ruby pun sama seperti kamu bahkan sampai saat ini, walaupun dia telah memiliki kekasih yang bahkan rela mengorbankan nyawanya tapi tetap ketiga kaka nya akan lebih dari ! Jadi tidak apa, nanti pun kau terbiasa ". Tutur Reina begitu tahu yang di rasakan setiap teman nya.


Benar saja, mobil yang menjemput Agatha sudah terparkir di depan nya padahal dia tidak mengatakan keberadaan nya, dirinya nampak bingung dengan itu.


Dua orang pria keluar dengan baju kasual nya.


" Mari nona ". Ucap Maxim. Ya, mereka adalah Maxim dan juga Alex yang menjemput. Tidak usah di bahas lagi mereka tahu dari mana lokasi keberadaan Agatha jika bukan dari divisi pengintai ahli yang di kerahkan oleh Ruby untuk menjaga dan melaporkan apapun yang sedang dia lakukan, tidak hanya Agatha tapi semua orang yang berkaitan dengan Ruby pastilah di intai, bukan untuk niat jahat melainkan untuk mempermudah informasi tentang mereka, apapun yang mereka lakukan akan di laporkan kepada Ruby sekecil apapun itu.


Revan, Revin dan juga Ronald pun tahu keberadaan Agatha dari Ruby, setelah Ruby menghubungi kaka nya memberitahu jika Agatha sedang berada di apartemen milik Lio dengan Meili dan juga Reina. Ruby pun segera menghubungi Alex dan juga Maxim untuk menjemput nya.


Ruby tidak melarang Agatha untuk dekat dengan siapapun karena itu hak nya tapi Ruby sedikit tidak suka jika dia memiliki sangkut-paut dengan keluarga jeffrey yang begitu tidak epik nya terutama nyonya Jeffrey dan juga tuan Jeffrey.


" Aku duluan ya, maaf sekali lagi ". Ucap Agatha tidak enak nya. " Kak, maaf aku duluan ya, semoga semuanya lancar ". Agatha menyatukan kedua tangan nya meminta maaf, Lio mengerutkan kening nya melihat Alex dan juga Maxim ada di sana membuat dirinya bertanya siapa Agatha karena dia belum menyadari jika Agatha yang ini adalah putri dari Smith, adik dari 3 serigala bisnis dan juga kaka dari Ruby sang Lady Red Phoenix, karena yang dia tahu dan yang dia lihat pada saat pesta perayaan adalah Agatha yang berwajah dewasa dengan polesan make up tebal seperti wanita yang sudah menikah.


Agatha sudah berlalu pergi, mereka masuk dalam satu mobil dan Lexi yang mengendarainya, di saat perjalanan, Lio bertanya mengenai Agatha karena masih bingung dengan kedatangan Alex dan juga Maxim yang menjemputnya.


" Siapa sebenarnya si Agatha itu, kenapa kedua tangan kanan Mafia Red Phoenix menjemput nya ?". Tanya masih bingung, segala kemungkinan yang masih membelenggu di hati Lio pun seakan terjawab tapi masih belum tentu pasti.


" Dia putri paman Smith kak, apa kau tidak tahu ?!". Ujar Andrew.


" Smith ?". Di angguki oleh mereka semua.


" Berarti adiknya para serigala itu ? Kakam dari Ruby juga berarti !". Seru nya terkejut, bukan kah dia tadi lebih cantik dan juga polos dari pada malam itu dimana yang pada malam itu adalah pertemuan terakhirnya.


" Ia, bukankah kau sudah mengenal nya juga kak !". Ucap Leo malas seolah kaka nya sedang berpura-pira tidak kenal.


" Ia kenal, tapi tadi sama sekali kaka tidak mengenalnya ". Bantah nya membela diri.


" Pasti lah kak, kita juga kaget saat pertama kali melihatnya dengan dandanan polos tak seperti dulu yang ber-make up berlebihan ! cantik bukan !?". Tutur Meily dan berujung menggoda Lio membuat Lio menyunggingkan sedikit bibirnya.

__ADS_1


" Lalu apa hubungan nya dengan mereka berdua ?". Tanya Lio ambigu membuat Reina dan Meily bingung.


" Mereka yang mana kak maksud mu ?!". Ujar Reina.


" Yang menjemputnya tadi, apa kalian tidak tahu jika mereka berdua seorang mafia tingkat atas yang berada di Jerman ?". Ucap Lio membuat Reina dan juga Meilu heran, yang mereka tahu jika Alex dan Maxim itu adalah body guard Agatha.


" Mafia ? waah keluarganya benar-benar ketat menjaga Agatha, keren !". Tawa Meily.


" Pasti Mei, apalagi mereka orang-orang berpengaruh jadi untuk menjaga keluarganya bisa saja kan mereka menyewa mereka untuk mengawasi anak-anak nya ". Tutur Reina yakin dengan semua yang dia pikirkan saat ini.


Lexi, Andrew dan juga Leo geleng kepala dengan respon dari mereka berdua saat mendengar jika mereka adalah seorang Mafia.


" Kenapa ?". Tanya bingung Lio dan mendapat jawaban tidak tahu dari mereka bertiga.


**


Irlamdia, Mansion Jakson


Ruby sedang bermalas-malasan di kamarnya, semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Sekarang kakek Jakson tidak bermain dengan nya karena ada rubah kecil yang sekarang jadi kesayangan mereka.


" Mom, ayo kemarilah-kamarilah !!". Teriak Nara, dia masuk dengan penampilan yang sudah kotor dengan tanah di bajunya termasuk wajah nya, kaki nya terpasang sepatu bot kecil yang sudah menginjak-injak tanah.


" Maaf mommy, aku tak sengaja !". Sesal Nara mengatupkan tangan nya masih dalam gendongan Ruby.


Ruby tersenyum lembut. " Tak apa sayang ". Gemas Ruby.


" Apa mommy tidak marah lagi sama Nara ?". Tanya nya cadel menambah kesan gemas di wajah nya.


" Tidak sayang, kenapa mommy harus marah padamu hmm ?!". Ujar Ruby. " kakem !". Teriak Ruby melambaikan tangan nya.


" Di mana peralatan nya kek ?". Ruby memakai dan mengambil alat-alat yang akan diperlukan untuk menanam dan juga membersihkan semua yang tengah berantakan.


" Mommy,mommy apa ini bisa di makan ?". Tunjuk Nara pada stoberi yang sudah terlihat matang.


Mereka bertiga begitu Asyik dengan kegiatan nya, Edward berjalan menghampiri mereka yang tengah di sibukkan dengan kegiatan mereka.

__ADS_1


" Baby ". Panggi Edward, Nara dan juga Ruby serta jakson menoleh. Edward sudah berada di belakang Ruby dan memeluknya dari belakang serta mengecup singkat pangkal lehernya berkali-kali. Ruby tak membalas nya karena tangan nya masih lah kotor.


Cupp,,, Cupp. Edward membalik kan tubuh Ruby sehingga menghadap padanya, kecupan singkat mendarat di bibir Ruby beberapa kali, dia tidak memperdulikan mereka yang berada di sana. " Honey, kecup aku sekali lagi !". Cengir Ruby membuat Edward gemas.


Cupp,,,cupp,,cupp


Edward mengecup seluruh wajah Ruby dan menahan lama kecupan itu pada dagu nya.


" Yak kalian, apa yang sedang kalian lakukan ?". Tegur Jakson berteriak sembari tangan nya menutup mata Nara.


Edward tak mengindahkan teriakan daddy nya, dia malah semakin semangat sesekali mengecup leher jenjang milik Ruby.


" Boy ". Geram Jakson bersiap melempar nya dengan gunting khusus untuk memotong tanaman.


" Sudah sudah, kau ini jail sekali honey ". Cubit Ruby pada hidung mancung milik nya.


" hem kemarilah, aku merindukan mu sayang ". Peluk Edward bertingkah jail agar Nara cemburu, sesekali mengecup pucuk kepala Ruby.


" Daddy, apa hanya mommy yang kau rindukan ?!". Cemberut Nara, dia semakin lucu dengan overall nya serta sepatu boots nya, rambutnya di gelung ke atas menambah kesan mungil.


" Kau benar, daddy hanya merindukan mommy seorang ". Bangga Ruby mempererat pelukan nya.


" Lepas ngga,, mommy lepas !". Rengek Nara mengayun-ayunkan sapu lidi ke arah Ruby, agar mommy melepas pelukan dari daddy nya. " Aku juga mau di peluk ". Cemberut Nara.


" Sayang ". Ujar Jakson melotot pada Ruby, Ruby nyengir kuda tak berdosa. " Apa sekarang mengerjai anak kecil adalah keahlian mu juga sayang ?!". Tutur Jakson membuat Ruby terus memperlihatkan deretan giginya.


" Mommy lepas ngga, lepas ". Nara menarik-narik kaki Ruby agar mommy itu segera melepaskan pelukan nya.


" Sini ". Edward langsung menggendong Nara ke dalam pangkuan nya sesekali mengecup singkat kening nya.


" Mommy juga, apa daddy mu saja yang mendapat kecupan ?". Cemberut Ruby pura-pura kecewa.


Cupp,,Cupp. Nara mencium kedua pipi Ruby, walaupun masih marah pada mommy tapi dia tetap sayang melebihi apapun.


" haihhh, kau memang putri mommy yang cantik !". Seru Ruby mengusap lembut pipi tembem milik Ruby.

__ADS_1


" Dad, ini sudah mau sore ayo masuk lah, di luar tidak baik untuk kesehatan mu ". Ujar Edward membantu Daddy nya membereskan semua peralatan tempur nya.


" Baiklah ayo ". Seru Jakson


__ADS_2