
Alex berusaha berdiri hendak mengejar mobil yang semakin menjauh dari pandangan nya.
" Ssshhh Sial ". Teriak marah Alex memukul aspal dengan kepalan tangan nya. Alex sesekali mengusap bibir nya yang terlihat sobek, " Kemana mereka ?!". Alex mencoba terus menghubungi Lady dan King nya dan sebelum itu dia menghubungi beberapa anak buah nya agar segera datang.
Di lain sisi, suara handphone terus berdering dan untuk kesekian kalinya akhirnya Ruby mengangkat panggilan dari Alex dengan suara khas bangun tidur.
" Eum ". Respon Ruby.
" Yaaak, kau kemana saja hah ?! Sedari tadi di hubungi tidak ada yang tersambung !". Teriak Alex kesal tak memandang jika dirinya sedang berbicara dengan Lady nya.
mendengar teriakan itu Ruby segera mengecek siapa yang tengah berbicara dengan nya. " Berani sekali kau membentak ku Alex, sialan kau pagi-pagi menggangguku hah ! ". Balas Ruby berteriak tidak terima, karena tidak ada yang pernah membentak nya sepagi ini. " Langsung saja ada apa ?!". Seru Ruby merendahkan suaranya.
" Nona muda dalam bahaya, segeralah kemari ! kami pun sedang mengejar mereka ! Cepatlah ". Resah Alex merasa bersalah.
" Apa ?!". Kaget Ruby berteriak sampai semua orang terbangun karena suara tinggi milik Ruby. Tidak berbasa-basi lagi, Ruby tanpa mematikan sambungan telpon langsung keluar dari kamar.
" By, Ruby ada apa ?". Mereka sontak ikut lari mengikuti Ruby yang sudah tak terlihat.
" Al, ada apa ? Al ! ". Teriak Agatha berlari cepat sampai para pria pun berhamburan keluar, bangun dari tidur nya kaget akan suara teriakan dari mereka.
" Ada apa hah, ada apa ?!". Seru mereka pada Reina yang terakhir menuruni anak tangga.
" Tidak tahu, Ruby tidak menyahut saat kami bertanya ". Jawab Reina masih setengah sadar karena terbangun oleh teriakan Ruby.
__ADS_1
Semua nya langsung turun ke bawah, Edward berlari cepat menuruni anak tangga agar dapat mengejar Ruby yang sudah bersiap menyetir mobil nya.
" Cepat masuk ". Dua mobil hitam mengejar Ruby dari belakang, kecepatan tinggi tak dapat membuat mereka mengejar mobil Ruby. Edward sangat fokus mengemudikan mobil nya tanpa ada yang berbicara, mereka sangat fokus dengan laju mobil Ruby begitupun Leo yang berada di belakang nya berusaha mengejar.
Gedung kosong yang berada di belakang markas pusat Dark Blue Dragon menjadi tujuan Jeffrey saat ini, mereka membawa paksa Key yang masih sigap menggendong Nara.
" Cepat Jalan ". Todong Nyonya Jeffrey dengan pistol yang berada di genggaman nya. Tanpa membantah Key pun mengikuti perintah mereka.
" Uncle, bukan kah mereka terlalu tua untuk selalu berteriak, lihatlah wajah mereka semakin keriput ". Bisik Nara di sela langkah Key masuk ke dalam gedung. Key merasa entah harus tertawa atau menangis saat Nara mengucapkan hal seperti ini dalam keadaan bahaya.
" Sstttt ". Key meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir Nara.
" Ya Tuhan, sebenarnya terbuat dari apa anak ini, aku sudah tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa ! ". Batin Key tidak mengerti, Nara bukan nya ketakutan tapi malah sebaliknya tapi hal itu membuat Key tidak terlalu merasa jika dirinya sedang dalam bahaya.
" Tapi kenapa kalian melakukan hal ini pada kami, apa kita saling kenal ? atau kalian saling kenal dengan mommy and daddy ku dan apa kalian sedang menjadikan ku sandera untuk memancing mommy and daddy ku agar berlutut di hadapan kalian ?! Tapi maaf Nala mengatakan ini, kalian tidak akan bisa berhasil dengan rencana menjijikan kalian ini dan ya, semuanya akan sia-sia loh ".
Perkataan Nara yang begitu tersusun membuat mereka semua yang ada di sana terkejut, apalagi Jeffrey dan juga istrinya. Untuk Key itu sudah biasa jadi dia hanya sekedar menatap nya, ingin ketawa tapi ini bukan pada tempat nya, jadi Key hanya menahan saja. Jeffrey dan semua pengikut nya lebih terkejut karena Nara masih kecil tapi perkataan nya seakan sudah dewasa.
" Mommy ? daddy ? ". Ujar Jeffrey mendekati Nara dengan tatapan menyelidik. " Bukan kah ibumu sudah mati ? lalu ibu mana yang kau maksud bocah ?!". Seru Jeffrey sedikit menempelkan belati tajam itu pada wajah cantik Nara.
" Tua bangka, jauhkan belati mu itu dari wajah nya atau kau akan tahu akibat nya !". Sentak Key begitu geram dengan perlakuan tidak manusiawi dari Jeffrey yang dia baru sadar jika yang berada di hadapan nya adalah orang tua dari Lio dan juga Leo yang sekarang tengah mengambil alih kembali posisi kepemimpinan dalam mafianya.
" Diam, atau wajah nya akan ku sayat ". Ancam Jeffrey.
__ADS_1
DUGGH ,, BRGHHH,, BRAKK
Key terjungkir dari kursinya saat lutut Nyonya Jeffrey menendang kasar wajah Key.
" Diam jangan ikut campur ! memang nya siapa kau berani mengancam kami hah ?!". Bentak nya terus menendang perut dari Key yang keadaan dia masih terlihat masih terikat.
" Cihhh, beginikah pemimpin dari mafia yang terkenal berada di posisi no-2 itu ! hahaha sangat menggelikan, ternyata mereka hanya berani mengancam anak kecil saja ". Decih Key saat melihat ternyata tali yang mengikat Nara telah terlepas sedari tadi, tapi dengan lihai nya Nara menyembunyikan nya dan masih meletakkan tangan mungil itu di belakang.
" Jawab pertanyaan ku, bukan kah ibu mu sudah meninggal hah ?". Jeffrey kembali membentak Nara seolah sedang mencari informasi di mana keberadaan keluarga dari pihak ibunya yang sampai sekarang menghilang bagai di telan bumi.
Nara mendelik kan sebelah alis nya. " Jangan asal bicala kau kakek tua, apa kau mendoakan mommy ku agal cepat mati ?!". Dorong Nara menendang dada Jeffrey dan secara cepat tangan nya mengambil alih belati dari tangannya.
" Sial apa yang kau lakukan hah ?!". Marah Jeffrey kembali berdiri bermaksud untuk mencekik Nara tapi dengan lincah nya Nara menghindar.
" Bocah sialan ". Geram Nyonya Jeffrey yang juga kehilangan senjatanya dengan sangat cepat dan siapa lagi pelakunya jika bukan Nara.
" Sialan ? bocah sialan ? Tidak beletika sekali mulut kalian itu, apa kalian tidak memakan bangku sekolah sampai mulut kalian begitu kasal dan juga kotol ". Ucap Nara sembari membuka tali pengikat yang masih mengikat kaki dan juga tangan Key.
" Yak diam kau, atau ku bunuh !". Marah Jeffrey geram dengan setiap kata yang keluar dari mulut Nara.
" Hahahhaha, bunuh ? siapa yang hendak kalian bunuh hah ?!". Tatapan tajam Nara dan juga tegas nya, wajahnya membuat siapapun bertanya akan siapa bocah di hadapan mereka itu.
" tidak, jangan ! biar saya yang mengurus nya !". Cegah Key saat Nara hendak bersiap menyerang mereka.
__ADS_1