
" Baby ". Panggil Edward yang kini mereka tengah berada di rumah nya yang sudah beberapa bulan ini mereka tinggali.
" Pelankan suaramu honey ".
" Maaf ". Ucap Edward, Ruby mendorong Edward lembut keluar karena takut mengganggu Nara.
" Ada apa ?". Tanya Ruby saat telah menutup pintu kamar Nara dengan rapat nya.
Edward memeluk Ruby dengan sangat erat. " Kau ini kenapa honey ". Ruby membalas pelukan Edward.
" Apa kau mendengar semua yang kita obrolkan tadi hmm ?". Tanpa melepaskan pelukan nya, Edward bertanya pada Ruby.
" Obrolan yang mana ? ". Ruby melepaskan pelukan nya dan menatap mata Edward.
" Kau percaya padaku bukan ? berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku !". Lirih Edward seolah ada rasa takut di dalam matanya.
" Kau ini kenapa honey ". Ucap Ruby sedikit tertawa. " Kenapa juga aku meninggalkan mu, apa kau berbuat salah sampai kau mengatakan hal seperti ini hmm ?!". Sentuhan lembut pada pipi kanan Edward membuatnya semakin bersalah.
" Ayo kita duduk, kakiku sakit jika terus berdiri seperti ini ". Ujar Ruby meremas kilas pergelangan kakinya.
" kemarilah ". Tarik Edward pada lengan Ruby agar duduk di pangkuan nya.
" Kenapa ?".
" Baby, apa kau benar tidak mendengarkan percakapan aku dengan David ?!". Tutur Edward.
" Rosie ". Ucap Ruby. " Ceritakan tentang nya saja ". Ucap Ruby masih dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Edward menatap lekat mata Ruby begitu intens nya. " Dia teman perempuan ku satu satunya dulu dan kita baru-baru ini bertukar kontak lagi ! ".
" Lalu !".
" Hanya sebatas teman saja baby tidak lebih, aku akui jika dulu dia pernah mengungkapkan perasaan nya padaku tapi aku menolaknya karena aku hanya menganggap dia sebagai teman saja tidak lebih ! David pun tahu tentang ini, jika kau tidak percaya maka kau bisa tanyakan pada nya". Tutur Edward panjang lebar, Edward sebenarnya bingung harus menceritakan hal seperti ini dari mana.
" Aku percaya padamu honey, jadi tetaplah teguh
akan hatimu ! aku akan selalu percaya padamu, jangan kecewakan aku eum ". Ucap Ruby. " Tapi maaf honey, jika dia bersih keras untuk mendapatkan mu maka aku tidak bisa lagi tinggal diam !". Tegas Ruby.
Edward tersenyum bangga akan Ruby saat ini, dia bertekad tidak akan melakukan kesalahan sekecil apapun. " Terimakasih baby ". Kecup Edward pada kening Ruby.
" Lalu bagaimana dengan ayah nya ?". Ujar Ruby tiba-tiba membuat Edward terdiam. " Bukan kah dia orang yang sedang dalam pangawasan kita hmm ?". Tutur Ruby.
" Kau juga tahu dia ?!". Kaget Edward, Ruby mengulas senyum smirk nya.
" Menurut mu !". Sebelah alis Ruby terangkat.
" Ah kau benar-benar ". Cubit Edward pada hidung mancung Ruby.
Keesokan harinya Ruby tengah bersiap akan keberangkatan nya ke Makau untuk melihat keadaan sesungguhnya di sana, dia tidak bisa bekerja hanya dari berkas yang dia terima saja karena itu menurutnya kurang efektif, jadi Ruby memutuskan untuk terbang ke sana.
" Dimana Edward By ?!". Tanya Savira, Ruby baru saja datang ke rumah besar Jakson untuk menitipkan Nara di sana.
__ADS_1
" Sini ikut uncle ". Ucap Brayn mengajak masuk Nara.
" Dia sudah berangkat ke kantor ka ". Ucap Ruby.
" Sepagi itu ?!". Ujar Savira melirik jam di tangan nya.
" Ia ka, mungkin ada pekerjaan yang harus dia selesaikan ". Sahut nya.
" Ayo makan dahulu sebelum berangkat, biar kaka yang mengantar mu !". Ajak Savira.
" Baiklah ! dimana kake ka ?". Tanya Ruby menaruh tas kecil nya di atas sofa.
" Dia sudah berada di ruang makan ! Apa kau tak memberitahu Edward kembali jika kau hari ini berangkat ke Makau ?". Tanya Savira di sela langkah nya.
" Belum ka, aku lupa ! nanti saja aku telpon dia ". Seru Ruby.
Rayzen menarik kursi untuk Ruby duduki.
" Silahkan tuan putriku ". Konyol Rayzen.
" Dimana David, apa dia juga sudah berangkat ke kantor ?". Tanya Ruby tak mendapati David di sana.
" Iya, dia berangkat lebih awal ". Ucap Jakson menaruh sayuran di piring Ruby.
" terimakasih kek, kau makan lah yang banyak ". Senyum hangat terbit dari bibir Ruby.
Mereka telah selesai dengan sarapan nya, Savira bersiap untuk mengantar Ruby ke bandara.
" Siap mommy, kau pergilah tanpa mengkhawatirkan aku di sini ! aku berjanji tidak akan nakal ". Seru Nara.
" Kau memang putri mommy ". Ujar Ruby membelai lembut rambut Ruby.
" Ia dong mom, lagian aku harus belajar biar nanti adik ku menyukaiku dan juga menyayangiku ". Seru Polos nya membuat Ruby gemas seraya memeluk nya.
" Anak pintar, kalau begitu mommy berangkat dulu ". Pamit Ruby.
" Ka, kakek, aku berangkat dulu ! jangan rindukan aku hahaha ". Pamit nya sembari bercanda.
" Kau ini ". Peluk Jakson hangat.
" By, kenapa tak memakai jet pribadi saja, bukan kah lebih mempersingkat waktu mu !". Ucap Rayzen sembari memeluk Ruby.
" Tidak ka, pakai pesawat biasa saja !". Tolak Ruby.
" Ka, titip putriku !". Ucap Ruby pada Brayn saat mereka berpelukan.
" Tentu, dia keponakan kami ! kami akan menjaganya dengan baik, cepatlah kembali ! hati-hati di sana, jika ada apa-apa kau langsung hubungi kami ". Seru Brayn sembari berpesan.
" Baiklah, Ruby berangkat dulu ! bye bye, nanti aku hubungi kalian jika sudah sampai di sana ". Ucap nya setelah memasuki mobil yang akan Savira laju kan.
Kini Ruby telah sampai di bandara, Ruby bersiap untuk penerbangan nya.
__ADS_1
" Ka, aku berangkat ! jangan rindukan aku yang cantik ini ok ". Candanya memeluk Savira, saat di sela pelukan nya, mata Ruby menangkap seseorang yang dia kenal di sana tengah menarik koper dengan wanita yang berada di tengah mereka.
" Ada apa by ?". Tanya Savira saat Ruby dengan cepat merogoh handphone nya dari tas kecil yang dia bawa.
Ruby dengan cepat menghubungi pria itu. Ruby melihat dia memeriksa handphone nya dan sambungan terputus pertanda jika dia menolak panggilan nya. Ruby mencoba menghubungi nya kembali tapi tetap saja di tolak nya.
" Ada apa by ?". Tanya Savira yang mengikuti arah pandang nya. " Itu, bukan kah itu Edward dan juga David by ?! Sedang apa mereka di sini ". Ucap Savira mengerutkan kening nya. " Siapa wanita yang bersama nya itu ?!". Ucap nya lagi dan melihat Ruby masih menghubungi seseorang. Savira mengerti siapa yang sedang Ruby hubungi.
" Di tolak !". Ucap Savira memperhatikan Edward yang terus menolak panggilan dari Ruby.
" Coba kau hubungi David !". Seru Savira.
Ruby mengalihkan panggilan nya pada David, terlihat david memandang Edward saat ini.
" Hallo Sweety, kenapa ? apa kau merindukan aku yang tampan ini hmm !". Sahut David dengan perkataan konyol nya.
" Dev, kau sedang di mana ?". Tanya Ruby mengaktifkan pengeras suaranya agar Savira pun ikut mendengar jawaban mereka.
" Aku sedang bekerja ! ada apa ?". Ujar David membuat Ruby dan juga Savira saling pandang.
" Tidak ada Dev ! yaak apa kau lupa jika hari ini aku berangkat ke makau ?!". Sentak Ruby dengan nada rendah nya, Ruby dan Savira memperhatikan bagaimana reaksi dari mereka, sekarang ini dia sedang menatap lekat wajah kaka nya itu dan Edward pun melihat perubahan ekspresi dari David.
" Ya ampun sweetie aku lupa ". Ujar David menepuk jidat nya.
" Baiklah tidak apa ! Dev, apa Edward sedang bersama mu sekarang ? aku tidak bisa menghubungi nya ! apa dia sedang sibuk dengan pekerjaan nya ?". Ujar Ruby seraya bertanya kepada David.
" Tidak Sweetie, kita kan beda kantor ! apa dia juga lupa jika hari ini kau berangkat ". Seru David.
" Oh yasudah, jika nanti kau pulang tolong beritahu Edward jika aku berangkat ya Dev ! " Ruby menutup panggilan nya masih dengan mata yang memperhatikan mereka dari jauh. Tatapan tajam dan juga ekspresi dingin nya kini tersemat di wajah Ruby.
" By ". Ucap Savira.
" Tidak apa ka, aku baik-baik saja ! mungkin ada alasan lain kenapa mereka tidak memberitahuku ! kalau begitu aku berangkat ".
" Siapa ?". Tanya Savira saat Ruby membuka kontak pesan.
" Edward ! dia bilang sedang banyak pekerjaan jadi tidak bisa menerima telpon dari ku ". Senyum getir terlukis di wajah Ruby karena hari ini adalah hari dimana Edward berbohong padanya.
" Apa kau benar tidak apa-apa by ?!". Ucap Savira kembali. Dengan senyum nya, Ruby masih berkata jika dia baik-baik saja.
" Hati-hati ". Peluk Savira sekali lagi.
Ruby pergi dengan senyum dan juga kepercayaan nya kepada Edward yang sedikit telah mengikis.
Ruby mengenal siapa wanita itu karena kebetulan tadi malam dia mencari informasi mengenai dirinya, tidak hanya dengan Edward dan juga David, wanita itupun berteman baik dengan sepupu Edward yaitu putra dari Egeune. Rosie, wanita yang kini tengah berada di antara Edward dan juga David. Wanita yang membuat mereka berdua sampai berbohong kepada Ruby, entah apa alasan nya.
" Bye, bye ! jika sudah sampai kabari kaka ". Savira melambaikan tangan nya, saat Ruby sudah tak terlihat, ekspresi dingin dari Savira terlukis di wajah nya begitupun pandangan nya yang seakan ingin melahap orang-orang yang berada di bandara. Savira berusaha mengejar Edward dan juga David, tapi tidak terkejar karena mereka sudah lebih dahulu melajukan mobil nya.
Savira memutuskan untuk pulang saja ke rumah,
" Awas saja kalian ". Dumel Savira menginjak Gas dan melajukan mobil nya.
__ADS_1