
" Siapa mereka ?". Tanya Nara kembali duduk di kursi mobil depan dengan sabuk pengaman yang sudah melekat di tubuh nya.
" Bukan siapa-siapa, kau tak perlu khawatir !". Ucap Ruby bersiap mengemudi kembali dan tangan kiri nya mengusap lembut kepala Nara sembari senyum tak hilang dari bibir nya.
" Mommy memang hebat, nanti kalau besar, Nara ingin seperti mommy ". Seru Nara sungguh-sungguh.
" Baiklah terserah mu saja, tapi ingat dari sekarang jangan terlalu keras ". Ujar Ruby di sela mengemudinya, Nara menoleh kan kepalanya dan menatap Ruby dengan wajah nya yang mulai serius.
" Eum !! itu pasti mom, tapi mungkin aku tidak janji ". Cengir nya.
" Kenapa ?!".
" Tidak apa mom, hanya saja ke depan nya tidak hanya mommy and daddy yang harus aku lindungi bukan ? bukan kah nanti aku akan mempunyai adik lucu-lucu yang harus aku jaga ?!". Racau Nara tengah melanglang buana.
Ruby tersenyum gemas kepada putri nya itu. Benar bukan !, sifat nya hari ini sedang dalam mode dewasa tapi entahlah jika nanti sudah sampai di markas.
Percakapan antara ibu dan anak terlihat masih berlangsung, tidak terasa mereka telah sampai di markas. Nara dengan semangat turun dari mobil tanpa menunggu Ruby untuk masuk.
" Nara hati-hati !". Teriak Ruby yang hanya bisa geleng kepala dengan tingkah Nara yang sudah seperti ini, terlihat para penjaga memberi salam akan kedatangan Lady nya dan juga nona muda nya. Mereka pun sudah terbiasa mengejar Nara memastikan jika dirinya tidak jatuh apalagi terluka.
" Uncle ". Teriak Nara pada Alex yang kebetulan hendak pergi ke ruang kontrol.
" aduh, putri cantik uncle ! bersama siapa kau datang hmm ?!". Tangkap Alex dan langsung menggendong Nara ke dalam pangkuan nya.
" Bersama mommy, Nara bersama mommy ke sini karena daddy sedang ada urusan ! ". Jelas Nara mendaratkan kepalanya di bahu Alex dan kedua kakinya sengaja dia guncang.
" Begitukah ". Ujar Alex, suara benturan lantai dan juga sepatu kian terdengar, Ruby terlihat di sana dan Alex pun menundukkan kepalanya singkat memberi salam.
" Sayang, mommy mengganti baju terlebih dahulu, kau pergilah bersama Alex !". Ruby berlalu dari sana dan menuju kamar nya bermaksud mengganti pakaian nya khusus untuk berolah raga.
Mereka berdua seakan tidak terjadi apa-apa, gelagat mereka tidak menunjukkan jika di perjalanan mereka di cegat oleh beberapa tikus manja.
" Apa kau tidak mengganti pakaian mu terlebih dahulu ?". Tanya Alex menurunkan tubuh Ruby.
" Tidak perlu uncle ". Nara berjalan mendahului Alex, mereka bergabung bersama Maxim yang sedang melatih kekuatan fisik bersama anak buah nya.
__ADS_1
**
Lucifer Company cabang Jerman
" Ia kenapa Ndrew ?!". Edward sedang menerima telpon dari Andrew saat dirinya telah menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.
" Kita semua sedang berangkat ke mansion Ruby, Kita jadi bukan berkumpul nya ?!". Seru Andrew di seberang sana.
"Astaga hampir lupa, kalian langsung saja ke sana, nanti aku nyusul ". Ucap Edward menepuk keningnya sekilas dan memainkan ballpoint dengan mengetuk-ngetuk nya di atas meja.
" Oke, kita tunggu ".
Edward mengakhiri panggilan nya dan langsung menghubungi Ruby karena sumpah demi apapun dia benar-benar lupa jika beberapa hari lalu dirinya mengundang mereka berkumpul di mansion Ruby.
Setelah menghubungi Ruby dia pun langsung bergegas pulang karena hari telah sore, begitulah waktu yang kadang tidak cukup saat pekerjaan sedang menumpuk.
Di markas, Ruby masih berbalur keringat dengan aktifitas nya yang begitu terlihat melelahkan, notif pesan menyala dan Ruby langsung membukanya. Ruby menghentikan aktifitas nya saat itu juga dan meraih handuk kecil yang sudah tersedia di sana dengan tangan yang masih mengoperasikan ponsel nya.
" Kumpul ?". Gumam Ruby, Ruby hendak menelpon tapi bukan Edward yang dia telpon melainkan kedua teman nya.
**
" Halo Rei ". Ucap Ruby
" Eum ". Jawab Reina yang sekarang sedang terhubung dengan Ruby.
",,,,,,,,,,,,,,,"
" Apa ? kalian juga sudah berada di mansion ?!". Tanya Ruby karena informasi dari Edward tidak ada memberitahukan jika kedua teman nya ikut untuk berkumpul.
" Kenapa kalian tidak menghubungi aku dulu kalau mau ke rumah, kan aku bisa belanja dulu buat persiapan ". Kesal Ruby karena di sini hanya dia yang baru tahu jika malam ini ada pesta kecil di rumah nya.
Panggilan mereka berakhir, Ruby segera membersihkan tubuh nya, saat hendak ke kamarnya, Ruby melewati beberapa ruang latihan yang kini sedang terlihat keberadaan Nara di dalam.
" Nara ". Panggi Ruby. Nara pun menoleh pada Ruby begitupun Alex dan juga Maxim yang masih berada di sana.
__ADS_1
" Iyaa mom, kenapa ?! ". Jawab Nara tapi masih fokus dengan aktifitas nya.
" Sayang mommy ada kumpulan bersama teman mommy di mansion, apa kau ingin ikut ?!". Seru Ruby masih berada di bang pintu.
" Tidak mom, aku masih harus berlatih ! tidak apa, kau pergilah jangan khawatirkan aku ". Ucap Nara sedikit melirik Ruby.
" Baiklah, kalau begitu mommy mandi dulu ! jangan terlalu keras nanti kau sakit ". Tutur Ruby sambil melenggang dari sana.
" Eum ". Jawab Nara.
**
Prangg,,,,Pranggg,,,, Prang
Suara benda berjatuhan dengan keras, lebih tepat nya di lempar ke lantai sampai hancur tak berbentuk.
" Tidak berguna ". Geram Jeffrey tidak menerima kenyataan jika anak buah nya kalah hanya oleh seorang gadis kecil.
Suasana begitu mencekam sampai mereka tidak sanggup untuk berdiri, kaki nya gemetar seolah lutut pun tidak bisa lagi menumpu tubuh mereka dengan benar.
" Enyah kalian dari hadapan ku ". Usir Jeffrey begitu marah berpikir bagaimana bisa anak buahnya begitu bodoh dan itu hampir semua. Mereka berlarian ke luar tanpa ingin menatap tuan nya.
Saat mereka semua tidak berada lagi di ruangan, percakapan antara Jeffrey dan juga istri nya di mulai.
" Mungkin kita yang harus turun tangan ". Ujar Nyonya Jeffrey dengan ambisinya.
" Kau benar sekali sayang ! aku penasaran siapa gadis kecil yang membuat semua anak buah ku seperti itu !". Ujar Jeffrey memeriksa lokasi tempat mereka baku hantam agar mungkin pencarian nya lebih mudah dan efektif.
" Baiklah, demi kedudukan no.1 ". Seru Nyonya Jeffrey.
Ini kah yang dinamakan ibu ? ibu mana yang tega menyakiti anak nya apalagi cucu nya seperti ini kalau bukan nyonya Jeffrey yang dengan tenang nya memanfaatkan anak nya demi kepentingan mereka berdua.
Ayah, apa Jeffrey pantas di sebut ayah ? tidak, dia samasekali tidak pantas, ayah yang harus nya menjadi panutan untuk anak nya tapi malah terbalik menjerumuskan mereka dalam hal tidak baik.
Suasana mansion Ruby kini gaduh kembali, terlihat Leo, Andrew, Lexi dan juga Lio berada di sana, Reina dan juga Meili pun sudah berada di sana karena kebetulan mereka semua datang bersama.
__ADS_1
" Si Agatha, coba kau suruh dia ikut berkumpul ". Ucap Reina kepada Meily yang sedang sibuk menggulir layar handphone nya.
" Oke bentar ". Jawab Meily bersiap menghubungi Agatha, saat nama Agatha di sebut-sebut, Lio pun langsung melirik pada Reina dan Meily, entah bagaimana reaksi wajah nya yang mulai berubah melembut.