
" Maaf maaf, apa perlu aku pijit kek ?". Seru Ruby menawarkan kebolehan nya.
" Tak usah, sebentar lagi juga akan baik tak perlu khawatir ". Ucap Jakson. Mereka masih heran dengan kelakuan Ruby dan juga David yang selalu saja ada yang di perdebatkan walaupun itu masalah kecil, kadang mereka terlihat saling menyayangi melebihi saudara sedarah tapi kadang menyebalkan seperti saat ini.
" Oh iya Ed, bagaimana kalian bisa bertemu dengan Nara ? kalian tidak menyandera Nara akibat ulah kedua orangtuanya kan ?". Tanya Brayn yang sedari tadi berasumsi akan pertemuan mereka, takutnya Nara adalah salah satu sandra dari orang tua yang sedang berurusan dengan Mafia yang mereka pimpin atau apalah itu.
" Sandra ? kau bicara apa kak !". Ujar Ruby, Ruby dan juga Edward menceritakan pertemuan mereka dari awal sampai akhir, mungkin sampai mereka paham dan tidak bertanya kembali atas apa yang telah Ruby dan Edward jelaskan.
" Jadi, apa saat kalian bertemu wajahnya tak seceria ini ? ". Seru Brayn bertanya seolah menyimpulkan dari setiap perkataan yang Edward ucapkan.
" Kau betul kak, dia sangat irit bicara sampai aku menyimpulkan jika dirinya memiliki gangguan kebisuan ". Ujar Ruby. " Tapi pas di pagi hari tadi dia terus mengoceh, membangunkan kami yang sedang tidur dan mengadu jika perutnya begitu lapar !". Jelasnya Ruby seperti anak sekolah yang sedang presentasi di depan teman-teman nya. Jika seperti ini terus akan terus membuat semua orang di sana bertambah gemas.
" Mungkin dia kesepian, biarkan dia di sini lebih lama lagi ! jikapun kalian akan pulang lagi ke Jerman tinggalkan Nara di sini biar kami yang urus ". Tutur David di angguki oleh semuanya.
" Kita di sini akan lebih lama, ia kan Honey !". Ucap Ruby melirik manja kepada Edward.
__ADS_1
" Itu benar, disini masih ada yang harus kami lakukan termasuk penyambutan kalian bertiga di markas ". Ucap Edward.
" Baiklah ayo besok kita bermain ke wahana dan setelah itu kita pulang ke markas untuk perkenalan awal kalian". Senang David begitupun Savira, Savira berjingkrak ria di sana senang mendengar kata main membuat stamina nya ON kembali.
**
Tidak terasa hari demi hari pun berlalu, sudah beberapa hari Nara berada di Irlandia. Semua orang sangat menyukai dan menyayangi nya membuat Nara tidak sungkan lagi untuk ber manja kepada semua penghuni mansion dan sekarang sifat jail Nara semakin terlihat, mungkin terlalu banyak bergaul dengan David dan juga Rayzen membuat Nara menjadi semakin cerewet dan juga jail.
Dua hari yang lalu Brayn, Rayzen dan juga Savira sudah sah menjadi bagian dari mafia Red Pheonix dan sudah mengawali aktifitas nya menjalankan kewajiban mereka sesuai divisi masing-masing.
**
Lio masih terduduk merenung seperti orang gila, penampilan nya yang biasanya rapih dan juga bersih kini berbeda jauh. Selama itu pun, Lio tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya dan memilih untuk tinggal di apartemen pribadi miliknya.
" Apa masih belum ada kabar ?". Ujar Reina. Ya, Reina dan juga Meili ikut membantu mencari Nara karena Andrew meminta bantuan mereka agar lebih mempermudah pencarian dan juga meminta agar Reina dan juga Meily menggunakan apapun untuk menemukan nya dan yang mereka tahu dua keluarga itu memiliki koneksi kuat.
__ADS_1
" Belum, samasekali tidak ada hasil ! Tha apa kau sudah meminta bantuan kepada keluarga mu ?". Ya, di apartemen Lio tidak hanya ada mereka berlima melainkan berenam yang dimana satu nya lagi adalah Agatha yang sekarang ini sudah di terima keberadaan nya oleh mereka semua walaupun setiap hari di sekolah Agatha mendapat ejekan tapi tak membuatnya mengeluh karena ada kedua teman Ruby yang selalu berada di samping nya sampai pada akhirnya mereka benar-benar berteman dengan Agatha.
" Sudah, aku sudah meminta mereka untuk membantu kita tapi sepertinya mereka acuh dengan itu ! aku tidak bisa lagi harus membujuk dengan cara apa !". Ucap Agatha.
Keluarga Smith apalagi Revin sangat tidak menyukai keluarga Jeffrey yang mereka tahu aslinya betapa licik mereka apalagi Revin yang tahu siapa yang hendak membunuh adik kesayangan nya di malam pesta saat itu membuat nya semakin tidak suka.
Kerjasama antara Leo dan juga yang lain nya membuat mereka semakin dekat dan juga Leo pun semakin hari semakin dekat dengan Meily.
" Bagaimana ini, apa ini semua kebetulan ? tidak ada jejak sama sekali dari Nara !". Ujar Lexi seolah berfikir ini sangat aneh.
" Apa kak Lio sudah makan, bagaimana keadaan nya ?". Ucap Agatha yang tahu jika Lio masih dalam kondisi yang tidak fit.
Handphone milik Leo berbunyi, pesan singkat masuk. Leo langsung mengecek nya, saat di buka matanya melotot kaget tercampur aduk menjadi satu. Di sana terlihat beberapa Video yang sepertinya di ambil dari beberapa cctv yang berada tepat di sebelah halte bus dan juga di depan jalan Raya tepat di lampu pemberhentian. Saat Leo dan juga yang lain nya mengulang-ulang nya tetap saja tidak jelas karena yang di tangkap oleh cctv hanya punggung nya saja dan itu pun juga tertutup oleh payung
Seorang Anak dan juga Seorang pria sedang bercengkrama di bawah guyuran hujan dan di lindungi oleh payung.
__ADS_1
" Siapa dia ?!". Seru mereka bertanya satu sama lain dan tidak lama dari itu mereka melihat jika anak kecil itu beranjak dari tempat duduk nya dan langsung di gendong oleh Edward. " cepat perlihatkan kepada ka Lio, semoga ini salah satu pencerahan untuk lebih mudah menemukan mereka