
Ronald berlari tanpa memperdulikan Jasmine yang kini telah menjadi istrinya dan gandengan tangan mereka pun terlepas tapi Jasmine bukan nya marah tapi malah menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Ronald yang kini telah menjadi suaminya itu.
" Ka ". Ucap Ruby berdiri, Ronald memeluk hangat tubuh Ruby.
" Maaf kaka baru datang, selamat untuk mu adik kaka yang manis !". Ucap haru Ronald memandang adiknya yang hari ini begitu cantik.
" tidak masalah ka, yang penting sekarang kaka ada di sini ! maaf mengganggu bulan madu mu ". Tutur Ruby yang tidak enak hati mengganggu kebahagian kaka nya.
" Kau ini bilang apa By, tidak apa, bukan nya hal itu bisa di lakukan kapan pun ?! ". Ujar Ronald yang tak sengaja menoleh ke samping dan tak mendapati Jasmine di sana, dia segera menolehkan kepalanya kebelakang begitupun Ruby ikut menolehkan kepalanya.
" Ka, kau meninggalkan kaka iparku ". Decak pinggang Ruby seolah marah dengan kelakuan kaka nya yang satu ini.
" hah !". Ucap Ronald polos.
" Selamat atas pernikahan mu sayang ". Ucap Jasmine memeluk Ruby singkat.
" Terimakasih ka ". Jawab Ruby. " Oh ia, apa kaka ku ini selalu bersikap seperti ini ? jika ia, kau hukum saja !". Ruby seolah memperingati Ronald saat ini.
" Tentu saja, aku akan menghukum nya ". Canda Jasmine memeluk pinggang Ronald dengan tangan kanan nya.
Acara pun selesai, kini beberapa tamu penting yang di undang sudah pulang sedari tadi, tersisa keluarga mereka saja yang masih berada di sana dan juga teman-teman mereka masih berada di sana.
__ADS_1
" Kau mau kemana Al ?". Ucap Agatha pada Ruby yang sedari terlihat audah tak nyaman dengan gaun nya.
" Aku ganti baju dulu ka, pakaian ini membuat ku susah bernafas ". Keluh Ruby, Edward bejalan mendekati Ruby karena dia juga sudah kegerahan dengan tuxedo nya.
" Kau juga mau kemana Ed ?". Tanya Andrew.
" Bukan urusan Lo ". Dingin Edward.
" Yaudah sana, kalian ganti baju kalian ! jangan lama-lama ". Ucap Meili penuh maksud dengan
ucapan nya.
Tanpa ingin menjawab lagi, Ruby dan Edward pun langsung berjalan dengan ujung gaun Ruby di pegang oleh Edward karena takut terinjak.
" Tahu, lalau apa tidak boleh aku masuk ke kamarmu dan juga mandi di sini ?!". Ujar Edward mendaratkan tubuhnya di ujung kasur.
" boleh, tapi kamar mandinya aku pakai ! kau pergilah ke kamarmu !". Seru Ruby berdiri di depan cermin dan melepaskan perhiasan yang sedari tadi di pakainya dan juga menghapus makeup yang masih menempel di wajah nya walaupun itu tipis tapi Ruby tidak biasa. " Kenapa kau masih di sana ?". Edward malah merebahkan tubuh nya di sana, Ruby melihatnya dari cermin di depan nya dan terlihat wajah Edward yang sudah kelelahan.
" Sebentar ". Ucap pelan Edward memejamkan matanya dengan lengan yang menutup wajahnya, kedua kaki Edward pun terlihat menggantung dan menempel di atas lantai.
" Honey ". Panggil Ruby dan Edward tidak menyahutinya. " Honey ". Panggil Ruby sekali lagi, dia bermaksud meminta tolong kepada Edward untuk membuka resleting pada gaun nya karena susah sekali untuk dia buka. " Honey, bangunlah dulu ". Guncang Ruby pada lengan Edward yang menutupi wajah nya.
__ADS_1
" Honey, apa kau benar tidur eum ?!". Ucap Ruby sekali lagi dan mengangkat tangan Edward yang menutupi wajah nya.
" Tidak, ada apa baby ?". Edward membuka matanya dan menatap bola mata Ruby yang tengah memandangnya dari atas.
" Ini, bisakah kau membantuku membukanya ?". Tunjuk Ruby pada resleting baju nya, Edward bangun dan duduk masih di tempat yang sama. Mereka duduk berhadapan dan tangan Edward membantu Ruby, terlihat mereka seolah sedang berpelukan saat ini. Ruby malah melingkarkan tangan nya di pinggang Edward saat Edward telah selesai membuka resleting.
" Ada apa Baby ?". Tanya Edward pada Ruby saat dia tak ingin melepaskan pelukan nya. " Jangan seperti ini, apa kau tidak tahu jika ini berbahaya untuk jantungku hmm ?". Ucap Edward karena bau wangi dari tubuh Ruby semakin menggoda, bahu dan punggung nya yang mulus tanpa luka menjadi pandangan indah tersendiri bagi Edward.
" Kenapa ?". Ucap polos Ruby.
Cupp,.Edward mengecup lama bahu Ruby. " Baby ". Lirih Edward.
Ruby bingung kenapa Edward mengecup bahunya dan kini dia melepaskan pelukan nya. " Kenapa kau mengecup ku di sana honey ?!". Ucap Ruby dengan wajah polos nya, Edward tidak tahu harus menjawab apa. " Honey ". Ucap Ruby menahan gaunnya agar tidak melorot karena resleting nya sudah terbuka.
" Maaf ". Ucap Edward yang sudah kalang kabut dengan kelakuan nya sendiri.
" Kenapa kau minta maaf ?". Ucap Ruby seolah dirinya benar-benar tidak mengerti.
Edward segera merebahkan kembali tubuh nya dan menutup matanya dengan lengan berotot nya. " Mandilah, nanti giliran aku yang mandi ". Seru Edward.
Ruby menyunggingkan senyumnya nakal. Cupp,,Cupp Ruby mencium bibir Edward yang sudah lama ini tidak ia cium. Edward dengan cepat membuka matanya karen sekarang bibir Ruby mengecup lama bibir Edward. Edward menyunggingkan senyumnya begitupun Ruby.
__ADS_1
" Kita mandi bersama ". Bisik Ruby dengan suara yang hangat terasa di telinga Edward.