
" sshhhhh kalau begitu kau tak boleh mengingkarinya, aku pun sama !". Ujar Edward melepaskan pelukan nya dan sedikit menjauhkan tubuh Ruby. " Aku mandi dulu, tubuhku sudah lengket karena keringat !". Ucap nya mencium bau badan dirinya berulang.
" Aku menyukainya ". Seru Ruby ambigu, alis Edward menaut. " Aku menyukai semuanya termasuk aroma tubuhmu di saat berkeringat ". Ceplos Ruby mendekatkan kembali tubuh nya. Edward heran dengan wanita polos satu ini yang kebenaran nya bahwa dia adalah kekasih nya, Edward berpikir apa semua wanita seperti ini ?.
cupp,,cupp,,cupp, Ruby mengecup dada bidang Edward berkali-kali sampai suara desahan keluar dari mulut Edward. Gairah yang tadi mereda kini kembali menjalar ke seluruh tubuh nya. " ba,,bby ". Ucap Edward menikmati setiap kecupan yang Ruby berikan, tapi dengan kepolosan nya, Ruby tak mengindahkan suara itu dan terus mengecup nya.
Suara desahan kembali terdengar, Edward seakan sudah berada di ujung kenikmatan nya. Kedua tangan Edward dengan cepatnya menangkup wajah Ruby dan melahap rakus bibir mungil dan lembut itu, Ruby kewalahan dengan tenaga Edward yang seolah sudah di selimuti dengan gairah.
Edward mengangkat Ruby tanpa melepaskan bibir nya dan mendudukkan di atas meja kecil tempat penyimpanan handuk, Ruby terbawa oleh gairah Edward sampai bibirnya mengabsen panjang leher Edward. Saat tangan Edward hendak menelusup masuk ke dalan baju, Ruby dengan cepat menepis nya.
" Tidak lebih dari ini ". Tegas Ruby sesaat setelah melepaskan bibir nya, Edward sedikit kecewa tapi dia juga sadar ini tidak baik untuk jantung nya dan juga takut jika Ruby akan membencinya. " Kemarilah ". Peluk Ruby dan mendekatkan mulutnya pada daun telinga Edward dan berbisik pelan.
" bersabarlah sayang ". Ucap nya.
" ya ya ya aku tahu ". Keluh Edward menyandarkan punggung nya.
" Mandilah dan temui Nara, dia ikut bersamaku tadi ! mungkin sekarang dia sedang bersama Lucky dan Kenzi ". Ujar Ruby mengacak-acak rambut Edward dengan ekspresi Edward yang masih belum berubah. Edward bergegas keluar hendak membersihkan tubuh nya meninggalkan Ruby sendiri di ruangan Gym.
" Kita masih muda, untuk menikah terlalu cepat untuk kita ! bersabarlah sayang, jika sudah saat nya aku yang akan meminta mu untuk menikahi ku ". Gumam Ruby masih menatap pintu keluar yang Edward lalui tadi.
**
MANSION JAKSON
" Apa Nara benar-benar pergi dengan nya di pagi buta !". Rayzen memastikan jika pendengaran nya masih normal, Brayn menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Mereka memang Anak dan Ibu sama-sama membuatku tidak bisa menolak permintaan nya ". Desis Brayn masih mengingat kejadian tadi, Brayn terbangun oleh suara Ruby yang tengah masuk ke kamarnya dengan memanggil Nara, awalnya Nara malas terbangun dan memilih menenggelamkan kembali tubuh mungilnya dalam dekapan Brayn.
Pendengaran Brayn tentulah masih normal ketika mendengar suara tapi dia tak mengindahkan seruan Ruby yang semakin kesini semakin mendekati ranjang tidur nya.
Saat Ruby mengatakan jika dirinya hendak pergi ke markas, dengan antusias dan semangat nya Nara terbangun. Brayn melarang mereka untuk pergi saat dirinya melihat ke luar jendela cuaca berkabut tebal, tapi dengan kelihaian mereka membujuk Brayn akhirnya diizinkan juga. Orang rumah belum terbangun saat itu hanya pelayan rumah saja yang sudah hilir mudik.
" Sudah lah, biarlah ". Mereka melanjutkan percakapan nya dan langsung berlalu pergi ke kantor.
" Kak tunggu, aku nebeng ya ! kan kita sejalan ". Rusuh David yang sudah kesiangan, kalau saja Zen tidak menelpon nya mungkin sekarang David masih tidur.
" Dad kami berangkat ". Seru mereka bersamaan, Savira melambaikan tangan nya.
**
JERMAN
" Apa kau begitu senggang sampai mengabaikan tugas mu hah ?!". Bentak tuan Jeffrey pada Leo yang baru saja pulang ke rumah orang tuanya, itupun di perintahkan oleh Lio agar segera pulang takut dia pun di marahi oleh daddy nya. " Apa untungnya kau mencari anak haram itu hah ? jangan sampai kau bodoh seperti kaka mu !". Lanjutnya tidak tanggung-tanggung
" cihhhhh, benar-benar membuatku malu memiliki orang tua seperti kalian ". Lio berlalu menuju kamarnya tanpa mengindahkan amukan dari Jeffrey daddy nya.
" Anak kurang ajar kau ". Geram Jeffrey membanting gelas yang berisikan kopi.
**
" Kau harus segera melenyapkan anak itu, sebelum mereka menemukan nya ! ini photo nya !". Jeffrey mengamati photo yang di dapat dari istrinya, penglihatan nya tidak salah, anak ini benar-benar mirip dengan Lio dan juga ibunya.
__ADS_1
" Di mana wanita itu, apa kau sudah menemukan informasi tentang nya ?". Tanya Jeffrey kembali duduk masih dengan mengamati photo Nara.
" Sudah mati, dia sudah mati saat melahirkan anak nya dan keluarga nya entah kemana mereka seakan di telan oleh bumi ! aki tidak dapat melacak nya ". Jelas Nyonya Jeffrey serius dengan perkataan nya.
" Mati ? tch tch tch wanita malang ! dia memang pantas mati ". Jeffrey meremas photo di tangan nya sampai tangan nya ikut mengepal, tatapan dan juga bibir yang tersungging melukiskan jika dirinya benar-benar puas jika wanita itu sudah mati.
" Cari anak kecil itu dan segera kau laporkan hasilnya, jangan sampai mereka menemukan nya terlebih dulu !". Ucap Jeffrey pada anak buahnya yang baru saja Jeffrey kirimkan photo nya lewat chat.
" yaak kau kejam sekali pada anakmu !". Sarkas istrinya dengan maksud tertentu, Jeffrey tentu mengerti dengan sunggingan bibir itu.
**
Sekarang Pak Alan yang bertugas mengantar jemput Agatha, setelah dia merubah sikapnya pak Alan pun merasa tidak keberatan jika harus menjadi sopir pribadi Agatha.
" Tha, besok kita kumpul di rumah kak Andrew ! kamu mau ikut ngga ?". Ucap Reina sebelum mereka pulang dari sekolah nya, gerbang keluar menjadi tempat mereka mengobrol.
" Besok ? entahlah, kalian tahu kan gimana posesif nya mereka ? tapi nanti gue kabarin kalian kalau ikut ! gue duluan yaah, kalian hati-hati di jalan nya". Seru Agatha.
" Oh ia Mei, gimana kelanjutan nya ? Apa kalian sudah jadian ?". Semangat Gibah Agatha dalam mode on.
" yak,,yak,yakk dasar cerewet ! udah sana pulang, telat pulang tau rasa kau !". Meili mendorong-dorong Agatha agar cepat pulang, mereka baru sadar jika Agatha lebih cerewet dari Ruby.
" iya iya iya ". Decak Agatha masuk ke dalam mobil. " Pak ayo jalan ". Pinta nya, Meili dan Reina melambaikan tangan nya sembari cekikikan.
" haihhh, jadi bagaimana kelanjutan nya ?". Tawa meili terhenti saat Reina juga menanyakan hal yang sama kepadanya.
__ADS_1
" Entahlah Rei, aku ngga mau baper duluan ! kamu tahu kan sakit nya ? ya, walaupun kamu dan aku ngga pernah pacaran tapi kan udah banyak di luar sana yang menjadi contoh !" Ujar Meili memegang kedua tali tas gendong nya dan berjalan beriringan dengan Reina.
" Sabarlah, jodoh tidak akan kemana Mei, kamu sudah berusaha dan tinggal menunggu hasil nya ! aku dukung penuh hubungan kamu dengan ka Leo ". Tutur Reina merangkul sahabat nya itu.