
Anak kecil itu mengulurkan tangan nya, Edward kira dia mengajak kenalan tapi sebetulnya bukan, tangan mungilnya menyentuh wajah Edward sampai senyumnya kini terulas begitu manis tak seperti tadi. " Nara ". Senyumnya masih belum luntur dari bibir itu, matanya terlihat berbinar saat mengenalkan namanya membuat Edward menghangat.
" Honey ". Teriak Ruby melambaikan tangan nya karena sedari tadi Edward bukan nya langsung mengajak nya masuk ke dalam mobil tapi malah mengajak nya ngobrol. Edwar menoleh melihat Ruby yang sedang berteriak dan melambaikan tangan nya.
" Nara, apa kau tersesat ?". Tanya Edward dan Nara pun menggelengkan kepalanya membuat Edward bingung. " Ayo ikut kakak, di sini dingin ". Edward menggendong Nara dengan satu tangan nya karena tangan yang lain nya masih memegang payung.
" Honey kenapa kau lama sekali, Lihat lah baju anak ini basah dan kau malah mengajak nya ngobrol di luar, dasar tidak punya hati ! ". Ruby berpindah posisi duduk di belakang mendekati anak kecil itu saat Edward sudah masuk lagi ke dalam mobil. Edward tak mengindahkan omelan dari Ruby, dirinya melihat jam memastikan penerbangan nya masih lama dan Edward langsung melajukan mobil nya.
Mobil Edward berhenti di depan toko pakaian anak kecil, penerbangan nya masih cukup lama jadi masih ada waktu untuk membeli baju untuk nya, Ruby masih mendekap erat Nara yang tubuhnya mulai kedinginan sesekali mengusap-usap tangan nya agar lebih hangat.
" Ayo turunlah, kita belanja keperluan dia terlebih dulu ". Ajak Edward yang baru saja memarkirkan mobilnya di area parkir toko, Ruby menatap ke luar dengan Edward yang sudah berada di ambang pintu memegang payung. Mereka sedikit berlari menuju toko itu dan Ruby menggendong tubuh mungil milik Nara.
Semuanya sudah di beli, mereka kembali masuk ke dalam mobil untuk menuju ke bandara.
" Baby apa kita akan membawanya dengan kita ?". Ucap Ruby menatap lembut Nara, tangan nya mendekap hangat tubuh mungil itu sesekali mendaratkan kecupan di pucuk kepalanya.
" Ya, aku akan mengurus nya untuk keberangkatan kita !". Jika ada yang melihat mereka seperti itu bagaikan sebuah keluarga yang bahagia dan penuh kasih tapi kenyataan nya mereka berdua baru bertemu dengan anak kecil manis itu beberapa jam lalu.
**
Baby siter itu terus menangis kala tidak menemukan Nara tang sudah hilang begitu lama, dia tidak diam tapi terus bertanya pada mereka yang lewat sampai akhirnya matanya melihat majikan nya yang tengah berjalan ke arah nya dengan langkah cepat beriringan dengan Leo.
" tuan ". Tunduk nya takut. Lio tak menanggapinya, hatinya begitu gelisah dan juga resah sedari tadi sampai akhirnya mereka sampai di lokasi.
__ADS_1
" Bagaimana ? apa kau sudah menemukan nya ? apa yang kau lakukan hah ! keluar tanpa izin dari ku dan lihatlah apa yang terjadi, apa kau bisa bertanggung jawab ". Geram Lio terus menunjuk kasar kepada nya, Wajah Lio yang terkenal lembut berubah menjadi garang dan juga tajam saat ini membuat Leo pun ikut terpengaruh oleh suasana itu.
" Ma,,af tuan tapi nona muda yang memaksa untuk keluar, dia sedari tadi terus menangis meminta jalan-jalan ". Jelas nya membela diri dan memberitahu Lio kebenaran nya tapi tak membuat Lio menyurutkan amarah nya.
" Di mana terakhir kali kau bersamanya ?". Ujar Leo, Baby siter itu menjelaskan situasinya saat itu dan tak menunggu lama mereka semua pergi ke tempat terakhir di berkunjung. " Ka, apa kau sudah mengerahkan anak buah mu ?". Tanya Leo terburu-buru dan Lio menganggukkan kepalanya dengan mata yang terus mengedar ke sana ke mari.
Bukan toko ataupun mall yang Nara dan Baby siter nya kunjungi tapi seperti sebuah Bazar yang lengkap dengan permainan untuk anak kecil di sana menjadikan Leo atau pun Lio susah untuk menemukan nya karena minimnya kamera cctv di area itu.
Berapa jam telah berlalu tapi Lio dan Leo tak kunjung menemukannya.
" Maaf tuan, tidak ada yang mengenal nona muda dan kami audah mengecek semua cctv area ini dan juga area jalan tapi tetap tidak menandakan nona muda melintas ke sana ". Lapor anak buah nya di saat mereka masih melakukan pencarian.
" Ada apa Le ?". Tanya Lexi dan juga Andrew yang baru saja datang dengan nafas yang tidak beraturan. Mereka di telpon oleh Leo meminta bantuan mereka mencari keponakan nya, awalnya mereka bingung keponakan mana yang Leo maksud karena setahu mereka kaka nya belum menikah. Leo menjelaskan nya dengan singkat padat dan tidak jelas membuat mereka penasaran makanya mereka langsung bergegas dari rumah nya masing-masing menuju lokasi keberadaan Leo.
" cari dimana Le hujan gini ?". Pertanyaan Andrew membuat Lio semakin resah kala hujan semakin deras dan mereka pun kini sedang berteduh di sebuah kios.
" Kalau cari ya bebas kemana aja drew, kalau gue tahu ngga akan nyuruh kalian bantuin gue yang ada langsung gue samperin tu ponakan gue, gimana sih loe drew ! makanya otak lemot jangan terus kau piara !". Umpat Leo. Andrew dan juga Lexi terbengong kala mendengar Leo bicara dengan panjang nya, ini pertama kalinya Leo bicara panjang dari saat mereka pertama berteman.
" yo, sejak kapan kau bawel seperti ini bro !". Rangkul Lexi mengunci tangan nya di leher Lio sampai dirinya meringis kesakitan.
" yaaaakkk, lepas ngga ! lepaaass leher ini sakit ". Tepis Leo dengan kasar tapi tolakan itu membuat Lexi dan juga Andrew tertawa terbahak.
" Sekarang aku tanya, kita serius ini ya ! kapan kejadian nya Le, apa kau sudah menyusuri yang ada di sini dan tempat terakhir dia kehilangan keponakan loe ?!". Ujar Lexi bermode serius, tatapan nya pada pada Baby siter itu dan dengan cepat mengalihkan nya kembali pada Leo dan mengedarkan tatapan nya seolah sedang menyapu bersih yang ada di sana.
__ADS_1
" Sudah semua, bahkan semua cctv sudah di cek berulang tapi tak memeperlihatkan keberadaan nya !". Tutur Leo.
" termasuk jalanan di sana ?". Tunjuk Lexi pada jalanan di sebrang nya.
" sudah semuanya dan di sana hanya ada satu cctv tapi tidak memperlihatkan full keadaan sekitar ". Jawab Lio.
Lexi dan Andrew bergabung dengan anak buah Lio mencari Nara yang bagai di telan oleh bumi tak meninggalkan petunjuk sedikit pun.
" Maaf tuan, maaf ini semua salah saya hiks,,hikss,hikss ji,,jika saja saya tidak menuruti keinginan nya mungkin sekarang nona muda masih berada di dekat ku, maaf,, maaf ". Isak Baby siter itu menundukkan setengaj badan nya terus meminta maaf pada Lio.
" DIAM ". Bentak Lio mengundang orang-orang menatap ke arah nya.
" Pergilah, bereskan semua barang mu ". Usir Lio tidak segan. " Gajimu akan di transfer ". Sarkas nya.
**
Suasana masih hening, David acuh dengan mereka semua yang masih saja menatap nya seolah dirinya seekor mangsa yang sedang di amati dan di tatap selidik oleh mereka.
" Ruby akan pulang ke sini, dia mungkin masih bersiap-siap ! ". Ujar David berlalu pergi tanpa menghiraukan mereka.
" Sebenarnya ada apa ini, coba jelaskan ! Daddy masih tidak mengerti dengan kalian ". Ucap Jakson pada Brayn dan juga Rayzen yang sikap nya berubah saat kepulangan nya dari mengikuti Edward dan David yang pada waktu itu keluar dengan tergesa-gesa. Jakson dan Savira bingung, bukan kah Ruby sudah di temukan lalu apalagi yang membuat mereka begitu resah saat ini.
" kalian akan tahu dengan jelas nya nanti, kita tunggu saja Edward dan juga Ruby, kami juga belum masih belum mengerti dengan jelas nya !". Ujar Brayn.
__ADS_1