Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 144


__ADS_3

" Sini peluk uncle mu yang tampan ini !". David menyetarakan tingginya dengan Nara yang baru saja dia lihat di sekeliling area pelatihan. " ckckck kau semakin kesini semakin pandai, apa perlu uncle ajarkan beberapa keahlian uncle juga ?". Lanjutnya melepaskan pelukan.


" Setuju ! kapan ? Apa boleh sekarang juga ?!". Ujar Nara semangat, padahal dia baru selesai berlatih dengan Kenzi dan juga Lucky sampai pakaian nya tercium serbuk mesiu yang sangat pekat.


" Setuju, Apa mommy pernah mengajarkan beladiri karate ? kalau belum uncle akan mengajarimu !". Ucap David mencontoh kah beberapa gerakan dasar untuk di perlihatkan kepada Nara.


" Belum, mommy and daddy mengajarkan ku beladiri taekwondo uncle ". Jawab Nara gemas dan begitu antusias dengan segala aneka keahlian yang dimiliki uncle-uncle nya. " Ayoo uncle ". Nara menarik tangan David dengan semangat nya sampai-sampai Nara sengaja bergelayut pada tangan kekar milik David dan menggantung kan tubuhnya.


" let's go !". Seru David.


Ruby sedang bersiap dengan koper nya dan juga beberapa barang yang akan dia bawa ke Jerman, sudah hampir seminggu lebih dia meninggalkan orangtuanya dan sekarang dia harus pulang.


" Baby ". Ucap Edward ikut membereskan beberapa barang yang sedang Ruby kemas


" emm ". Respon Ruby simpel tanpa menghentikan aktifitas nya.


" Sehalio, Nara adalah putrinya !". Seru Edward melihat sekilas wajah Ruby dan kembali memalingkan nya seakan itu hanya obrolan biasa untuk mereka.


" Aku sudah tahu ". Jawab nya, Edward memperlahan aktifitas nya sembari kerutan di kening mulai tampak.


" Eum ? Yak, sejak kapan kau mengetahuinya baby ? ". Penasaran Edward, nada nya terdengar rengekan, mungkin dia masih kalah cepat dengan kekasih nya.

__ADS_1


" no comment, kau asah lagi kemampuan mu ! hal ini jangan sampai terulang kembali ". Tegasnya beranjak berdiri dan menyimpan gantungan baju kembali ke dalam lemari.


Sebenarnya dia tidak perlu berkemas seperti itu karena di jerman pun masih banyak baju miliknya begitupun di Irlandia tapi ada beberapa baju yang harus dia bawa untuk mengantisipasi beberapa kendala di jalanan.


" di mengerti kapten !". Hormat Edward berlagak seolah dirinya seorang abdi negara dengan suara bariton penuh penekanan.


" hais yak kau mengagetkan saja ". Hentak Ruby terkejut dengan teriakan Edward, tidak terlewat dia mengusap dadanya pasrah.


" Maaf ". Serunya memamerkan gigi putih yang terbaris rapih di sana.


" Apa Nara masih belum pulang ?". Tanya Ruby.


" Apa dia juga akan ikut pulang ?". Tanya balik Edward.


" ngga, ini hobi ku yang baru ". Candanya membuat Ruby kembali mencubit hidung milik Edward.


" Tch, hobi mu sangat aneh ". Ujar Ruby.


" Waspadalah, terlihat banyak orang sedang mencari keberadaan Nara ! Huffh aku tak mengerti hubungan keluarga itu, di hadapan umum mereka semua terlihat sangat harmonis tapi nyatanya sangat membuatku berpikir dua kali untuk memuji mereka ". Tandas Edward.


" Sebab itulah jangan melihat sesuatu dari luarnya, semua orang punya kebalikan tersendiri dan itu hanya ada pada mereka yang hidup normal tanpa takut akan posisi yang sedang mereka duduki ! kadang ada yang di luarnya buruk tapi tidak di dalam nya begitupun sebalik nya, ada yang di luarnya bagus tetapi belum tentu di dalam nya !". Tutur Ruby mantap.

__ADS_1


Edward mengikuti setiap gerakan dari tubuh Ruby sampai sunggingan bibir tipis nya pun tidak terlewat oleh penglihatan nya.


" Kau tahu semuanya bukan ?!". Ujar Edward, Ruby semakin menyunggingkan senyum nya yang terlihat mengandung misteri di dalam nya.


" Ternyata kau tak sebodoh itu Ed ". Sarkas Ruby, tapi nada dan intonasi dari suara ruby seolah sedang meledek nya.


" ya ya ya, Lady ku ini memang tiada tanding ". Edward tak segan menarik pinggang Ruby sampai tubuh meraka tak dipisahkan oleh jarak. " Huffhh, apa aku begitu tidak berguna !". Gumamnya saat kepala Edward kini berada di depan perut Ruby dengan tangan yang melingkar di pinggang Ruby.


" Aku tak akan melepaskan Nara kepada siapapun, dia putri kita bukan ? aku akan menjaganya, siapapun yang berani menyakitinya akan ku balas beribu kali lipat ". Ucap Ruby masih dalam rengkuhan Edward.


" Ya, dia putri kita ! kita akan menjaganya, tidak akan ku biarkan senyumnya kembali luntur ". Seru Edward.


" Kita lihat, apa yang akan pasangan tua itu lakukan terhadap putri kita ! Tch cari mati ". Nadanya begitu angkuh terdengar di telinga.


" Mari kita ikuti alur ceritanya baby ". Edward melepaskan pelukan nya dan mendudukkan Ruby di atas pahanya menyamping.


" Mommy aku pulang,, mommy kau di mana !". Teriak Nara melengking sedari awal masuk ke dalam mansion. " daddy,, daddy, aku pulang !". Teriknya kembali, David menutup telinganya rapat rapat jika keponakan nya itu mengeluarkan siara cempreng nya.


" Astaga sayang, kenapa kau berteriak seperti itu, ini bukan hutan loh !". Ujar Jakson datang dari pintu teras belakang yang di sana terletak kolam renang yang lumayan besar.


" Grandpa, di mana mommy and daddy ? kenapa mereka tidak datang menjemput ku".

__ADS_1


Kesal Nara.


" Dad ". Sapa David mengistiratkan tubunya.


__ADS_2