
" Kau kah laki-laki yang mengenakan payung itu ?". Tanya lagi pada Edward.
" Kau benar, kami tidak tega melihat seorang anak yang duduk di bawah pohon hanya demi menunggu ayah nya, walau hujan turun dia tetap setia menunggu ayah nya untuk menjemput, tapi apa ? Tidak ada yang menyapa atau bahkan menjemput nya ! Kata-kata mu itu melekat pada otak Nara sampai dia bertekad menunggumu di mana saja, karena dia bilang jika daddy nya akan datang dimana pun dia berada !". Ucap Edward.
Jeffrey dan juga istrinya hanya bisa mendengarkan semua percakapan mereka, badan nya sudah lelah dan terasa remuk jadi mereka tidak bisa lagi bergerak dengan bebas.
Tatapan Lio berubah penyesalan tapi Ruby tidak peduli.
" Pantas saja, kita mencari nya kemanapun tak kunjung di temukan karena di balik itu ada King Red Phoenix yang melindungi Keponakan ku ". Ujar Leo kembali biasa saja.
" Kau sangat salah Le jika hanya aku saja yang melindungi nya, Prince dan Lady Red Phoenix juga sangat ketat akan keselamatan Nara, bahkan tidak hanya mereka, kau akan terkejut siap saja yang berada di belakang Nara saat ini ! Harus nya kalian bersyukur hanya aku saja yang menghajar orang tuamu. jika mereka tahu maka bukan hanya nyawa kedua orang tuamu yang lenyap tapi seluruh mafia yang keluargamu dirikan akan lenyap hanya dalam satu malam, tidak hanya disini melainkan seluruh negara yang memiliki sangkut paut dengan mafia mu !". Ucap Edward sekilas melirik Kedua orang tua Leo yang sudah tak berdaya.
" Prince ? Lady ? Apa maksud mu, jangan mengada-ada, mereka bukan lah orang-orang senggang, hanya demi satu anak mereka rela mengorbankan waktunya semudah itu". Seru Lio masih tak mengerti apa yang Edward katakan karena semua itu sangat mustahil.
" Begitu Kah ?". Seringai Ruby. " Kau terlalu berpikir tuan Lio, jika ingin bukti maka lihatlah aku !". Ujar Ruby
" Kamu, apa hubungan nya Lady dengan mu ! tidak ada bukan !, karena yang aku tahu mereka bukan orang-orang senggang !". Sok tahu Lio.
" Hahaha, tidak kah ini bukti yang kuat, hanya demi Nara semua orang hebat turun tangan dan kau akan tahu nanti !". Ucap Ruby.
__ADS_1
" Lady ". Ucap Leo reflek.
Ruby menoleh begitupun Edward. " Apa !". Jawab Ruby. Lio dan juga Leo terkejut dan tubuhnya menegang dengan kenyataan seperti ini. Jeffrey dan juga istrinya membulat kan matanya saking tidak percaya.
" Apa ?". Ucap Ruby kembali, tak ada jawaban dari Leo, dia masih enggan untuk mengedipkan matanya.
" By, apa kau benar dia ?". Ucap Leo sedikit gagap dan terlihat dia seolah sedang menahan nafas nya.
" Dia ?". Alis Ruby menaut.
" Iya , dia Lady, Pemimpin Tertinggi dan juga pendiri dari mafia Red Phoenix yang selama ini membuat semua orang penasaran ? dan yang sering di panggil Prince adalah adik ku dan dia juga adalah salah satu uncle kesayangan Nara dan kau pun tahu bukan bagaimana bengis nya dia saat mereka mengusik orang-orang yang dia sayangi ? ". Ujar Edward menyadarkan mereka dari segala pemikiran nya.
" Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup, mungkin itu hal yang menjadi hadiah untuk Nara dari Tuhan nya seolah menebus kehidupan sebelum nya dari anak kecil yang bahkan tak memiliki kasih sayang dari keluarga nya ". Ucap Ruby tajam.
" Ini peringatan terakhir, jika orang tua kalian masih berusaha menyakiti putriku maka tidak akan ada ampun lagi, aku tidak akan memandang jika mereka adalah orang tua mu lagi Le, encamkan itu !". Ancam Ruby dengan segala perkataan yang tidak akan siapapun bantah lagi, mutlak benar-benar mutlak.
" Tidak tidak, aku tidak akan membiarkan mereka mencoba menyakiti putri ku lagi ". Seru Lio.
" Putri mu ? putri mu yang mana ?". Ujar Ruby yang tidak langsung itu menyakiti hati Lio. Tatapan Lio sendu kala Ruby skakmat perkataan nya.
__ADS_1
" Jangan begitu, dia juga sampai kemarin berusaha mencarinya dan lihatlah dia begitu tertekan dengan keadaan nya saat ini ". Bela Leo untuk kaka nya yang benar-benar terlihat sangat bersalah terpancar dari wajah nya.
Lio tertunduk dan berlutut pada Ruby dan akhirnya air matanya pun membasahi pipi. Leo, Jeffrey dan juga ibunya tidak menyangka jika Lio bisa melakukan hal seperti ini dengan air mata yang tak menyurut dari matanya. Apa dia seterluka itu ? Batin mereka.
Edward menatap Ruby yang masih tidak peduli dengan apa yang Lio lakukan. Ruby dengan keacuhan nya berlalu dari sana dan segera keluar dari ruangan itu tanpa langkah yang gontai dan tanpa tertatih-tatih padahal kakinya terluka begitupun beberapa bagian tubuh nya.
" Baby ". Teriak Edward berdiri lumayan keras sampai kursi pun terjungkir karena hentakan itu. Ruby tak memperdulikan panggilan Dari Edward dengan kenyataan, air mata Ruby menetes saat ini, dia tidak tahan dengan sikap Lio yang seperti ini karena Ruby membayangkan dirinya berada di posisi Nara saat itu, beberapa cerita yang Nara katakan pun tiba-tiba terngiang di telinga Ruby membuat Ruby merindukan wajah putri kecil nya.
" Ed " Ucap Lio.
" Tidak apa, kau ikut lah bersamaku dan kau Le, urus kedua orang tuamu ". Seru Edward.
" Baiklah, jika sudah selesai, aku akan menghampirimu ! kirim saja alamat nya !". Ujar Leo menggendong ibu nya terlebih dahulu dan Lio enggan untuk memapah ayah nya dan dia lebih memilih mengikuti langkah Edward. Mata Jeffrey memandang anak pertamanya itu sampai punggung nya pun tak terlihat lagi.
Tidak lama setelah itu, beberapa mafioso yang Leo perintahkan tengah membawa ayah dan juga ibunya ke rumah sakit tempat biasa mereka di rawat di sana.
Rumah sakit Key dan juga Nara berbeda. Nara di rawat di rumah sakit besar dan canggih dengan segala kualitas yang menjanjikan. Sedangkan Key di rawat di rumah sakit khusus yang didirikan untuk para anggota Red Phoenix.
Sudah beberapa jam terlewat dari pelarian Nara ke Rumah sakit, jika dihitung sudah enam jam Ruby berada di gedung itu sampai dia keluar langit pun sudah berubah warna.
__ADS_1