
Suasana kantor RA COMPANY ramai seperti biasanya oleh karyawan-karyawan yang sedang berlalu lalang di sana, Agatha melirik jam di tangan nya. " Jam istirahat ya ?". Gumam nya. Langkah Agatha terhenti dan menoleh ke belakang.
" Sampai di sini saja, kalian pulang lah !". Seru Agatha pada Alex dan juga Maxim, mereka akhirnya pamit pulang meninggalkan Agatha yang tengah menuju meja resepsionis.
" Ada yang bisa kami bantu ?". Ucap salah satu resepsionis itu dengan sopan, Agatha tersenyum dan menjawabnya.
" Saya ingin bertemu dengan Kak Revan, apa dia ada di ruangan nya ?!". Jawabnya bertanya.
" Pak Revan ?, sebentar saya hubungi terlebih dahulu !". Seru nya langsung menghubungi entah siapa yang hendak resepsionis itu hubungi dengan telpon kantor yang berada di mejanya. " di tunggu sebentar pak Revan sedang meeting, nona boleh duduk dulu di sana !". Agatha menundukkan kepalanya sopan dan langsung menuju lobi khusus yang berdindingkan kaca bening di sana.
" Haihhh kalau mereka sibuk ngapain juga nyuruh Alex membawaku kesini !". Cebik nya kesal, Agatha seakan ingat dengan Revin yang mungkin masih berada di kantor kaka nya, karena tadi dia juga ikut berbicara di dalam telpon.
Agatha kembali ke meja resepsionis bertanya apa pak Revin juga berada di sini, kedua resepsionis itu bingung kenapa nona ini mengenal nya. Otak mereka berputar ke sana ke mari berputar menyelidik dan mengambil keputusan jika mereka mengatakan jika pak Revin sedang tidak berkunjung ke perusahaan.
" Apa iya ?". Gumam nya bingung, " Apa mereka sedang berbohong ?". Selidik nya, Agatha mengeluarkan handphone nya mencoba menghubungi ketiga kaka nya. Saat dia hendak menghubungi kaka nya, Ronald terlihat keluar dari lift tunggal yang berada di sudut ruangan.
Karyawan yang sedang berada di lantai bawah menunduk hormat kepada Ronald yang berjalan tegap dengan stelan kantor yang membentuk tubuh berotot nya.
" Kak ". Lambaian tangan Agatha mengerutkan kedua kening resepsionis itu yang sedang bergelut dengan pemikiran mereka, apa nona ini juga kenal dengan pak Ronald ?. Batin mereka.
Ronald terlihat menghampirinya dengan sedikit senyum di bibir nya.
" Kenapa kalian tidak menyuruhnya langsung ke atas ?". Dingin Ronald kepada mereka berdua tapi tak setajam jika Ronald sedang marah.
__ADS_1
" Maaf Pak ". Ucap mereka berdua, Ronald menoleh kembali kepada Agatha.
" Apa kau sudah makan ?". Tanyanya mengambil alih tas gendong dari punggung Agatha membuat semua mata yang ada di sana langsung tertarik dengan mereka.
" Belum, tadi kalian langsung menyuruhku pulang jadi mana sempat makan dulu ". Jawab Agatha malas.
" Pesankan makanan untuk nya, tidak pakai lama dan kirim segera ke ruangan ku, mengerti !". Ucapnya pada resepsionis. Ronald mengurungkan langkah nya teringat sesuatu. " Makanan sehat ". Tunjuk nya di udara.
Ronald dan juga Agatha sampai di ruangan Ronald yang di mana di sana terlihat keberadaan Revin yang tengah memangku laptop nya.
Agatha duduk sejajar memperhatikan Revin yang tengah sibuk. " Kak, apa kau sedang bermalas-malasan hari ini ? kenapa kau ada di sini ?!". Ujar Agatha selidik, dia mulai terbiasa berbicara kepada Revin dengan ucapan tajam nya tapi bukan maksud menyindirnya. Ronald yang mendengar itu menahan tawa nya karena dia tahu sekarang Revin memang sedang malas berada di kantor nya.
" no comment ". Ucapnya menutup laptop sedikit keras membuat Agatha tidak enak berucap seperti itu.
" Kenapa kau terus meminta maaf Tha, yang ada kau harus jelaskan kepada kakak, sedang apa kau berada di apartemen Lio ?!". Ujar Ronald tak sedingin waktu di telpon tadi. Pintu terbuka menampakkan Revan yang tengah mencari mereka seusai dari meeting nya dan kebetulan di depan bertemu dengan pegawai nya yang hendak mengantarkan makanan sehat ke ruangan Ronald.
" Kau sudah sampai, ini makanlah !". Ucap Revan menyimpan nya di atas meja. Agatha langsung menyantap makanan itu penuh semangat karena memang perut nya sedang lapar.
" Apa yang sedang kau lakukan di sana Tha ? lalu kenapa kau tidak meminta izin dulu saat keluar ?". Seru Revan di sela Agatha memasukan makanan nya ke dalam mulut.
" Yak kalian ini, lihatlah mulutnya masih penuh dengan makanan, bagaimana dia bisa menjawab nya ! tch tch tch, kalian benar-benar ". Ujar Revin heran dengan kelakuan mereka, tahu Agatha sedang makan masih saja bertanya, ya walaupun dirinya juga seperti itu.
" Ini minumlah ". Revan menuangkan minum kepada Agatha dan mengusap punggung nya merasa bersalah karena adiknya itu terlihat susah untuk menelan makanan nya.
__ADS_1
Agatha menceritakan kenapa dia berada di sana kepada ketiga kaka nya, padahal waktu lalu Agatha menceritakan dan meminta bantuan mereka tapi di tolaknya dengan alasan mereka tidak mau lagi memiliki sangkut paut dengan keluarga Jeffrey sampai kerja sama di antara perusahaan mereka pun hendak terputus karena mengetahui dalang di balik penyerangan Ruby di malam pesta tapi itu tidak terjadi karena Ruby melarang nya.
Ya, mereka bertiga selalu menuruti semua perkataan dan permintaan Ruby tapi belum untuk Agatha karena mereka masih mencoba mengujinya.
" Apa kalian marah padaku ?". Ucapnya.
" Tidak, kaka tidak marah padamu ! tapi tidak ada lain kali ". Ucap Revan memeluk Agatha dan mengelus kepalanya lembut. Mereka khawatir jika Agatha berada di dekat mereka akan terancam, karena mereka tahu keluarga Lio bukanlah keluarga yang normal pada umum nya. Mereka mengingat kejadian dimana Ruby dan kedua teman nya yang ikut menjadi incaran dari musuh mereka dan itu membuat Revan dan yang lain nya takut terjadi pula pada Agatha.
Agatha masih proses belajar basic-basic beladiri dan juga beberapa yang bersifat melindungi dirinya.
Petang pun menghiasi langit, mereka semua pulang bersamaan termasuk Agatha yang tengah Ronald gendong, Agatha sedikit kesal menunggu mereka sibuk dengan pekerjaan nya jadi dia memilih untuk tidur di sofa waktu itu.
" haihhh kau harus menurunkan berat badan mu Tha ". Cebik Ronald bergumam merasa badan Agatha semakin memberat.
" Apa Jasmine sudah pulang tadi van ?". Tanya Ronald karena sibuk dengan pekerjaan dan juga adik nya.
" Sudah, tadi dia pulang duluan ! tch, pria macam apa kau ini membiarkan wanitanya pulang sendiri ". Ledek Revan mencap gas melajukan mobil nya. Ronald mengirim beberapa pesan singkat kepada Jasmine dan langsung memasukan nya kembali ke dalam sakunya.
**
Lio dan yang lain nya masih sibuk mencari Nara terhitung dari siang hari masih nihil karena keadaan cuaca waktu itu tak dapat membantu jejak Nara sama sekali.
" Iya mom ". Ucap Ruby menerima panggilan dari Mommy nya di Jerman, bertanya kapan dia pulang ke sana. " dua hari lagi kami pulang mom, kenapa ?!". Seru Ruby.
__ADS_1
" ya sudah, tidak ada sayang hanya saja mommy merindukan mu, cepatlah pulang ". Ujar Nameera.