Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 160


__ADS_3

" tidak tidak coba kau jelaskan sayang ku yang tercinta dan aku banggakan !". Tekan Reina menatap tajam pada Ruby tapi dengan reaksi seolah dirinya tidak bisa marah dengan apapun yang mengenai dua sahabat tercintanya ini.


" Ya ya biarkan Leo yang memberitahu kalian, bukan kah tidak mungkin jika anak nakal ini yang berbicara ?!". Ujar Ruby mengetuk-ngetuk kepala Meily yang sedang menempel pada meja.


" caahh, apa kau sekarang begitu pandai menyembunyikan hal seperti ini pada kakak mu hmm ". Rangkul Lio berdiri dan beralih duduk di samping Leo.


" Ah diamlah, tidak kujelaskan juga kalian pasti tahu bukan ? Dan kau gadis tengil jangan pura-pura tidak tahu, bukan kah Meily selalu bersama dengan mu setiap saat !". Ucap Leo malas.


" Dihh, aku memang tidak tahu ! gadis tengil ? bukan kah kekasih mu itu yang tengil !". Seru Reina menyangkal jika dirinya bukan gadis tengil.


" DIAM ". gebrak Meily pada meja tapi matanya masih terpejam membuat mereka sedikit terperangah karena terkejut dengan kelakuan ajaib dari meily.


hahahaha !! Tawa pun terdengar elok dan ramai.


" Memang gadis tengil ". Ujar Andrew dan juga Lexi bersamaan, mereka kembali meminum bir nya dengan santai.


" Jadi, kau benar kekasih Meily sekarang eum ?!". Tanya lagi Reina memastikan. Leo menganggukkan kepalanya membenarkan.


" Yeay pajak jadian nya kapan berarti ?!". Girang Reina, tawa Reina yang menular, Meili yang menjadi tokoh utamanya malah anteng memejamkan matanya dan kini beralih bersandar di bahu Leo.


" giliran gini, paling terdepan perasaan !". Ledek Ruby.


" Dih biarin ". Delik Reina


Malam semakin pekat, udara pun terasa dingin menyentuh kulit begitupun angin yang berhembus pada setiap kulit dan masuk ke dalam pori-pori tubuh.


" Ayo masuk, tidak baik untuk tubuh mu ". Ajak Edward membantu Ruby berdiri dengan kesadaran penuh, diantara mereka hanya Edward yang tidak banyak minum begitupun Ruby.


" Kalian juga masuklah, kasihan mereka !" Seru Edward pada Lexi dan juga Andrew.


Akhirnya mereka semua masuk dan mengakhiri pesta kecil nya, Lio tidak banyak bicara malam ini hanya saja matanya tidak lepas dari Agatha yang sedari tadi pun tidak ikut berbicara.


Ruby dan yang lain nya tidur di satu kamar yang begitu luas dan itu adalah kamar pribadi milik Ruby yang beberapa minggu ini tidak ia tempat.


" Istirahatlah, aku kebawah menemani mereka di sana !". Seru Edward saat mereka sampai di depan pintu kamar dan mengecup singkat kening Ruby.

__ADS_1


" Eum ". Jawabnya singkat dan langsung masuk menghampiri kedua teman nya yang sudah terlelap dalam tidur mereka begitupun Agatha yang baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan wajah nya.


" Apa ?". Seru Agatha yang kini sedang di tatap oleh sang adik. " apa,, apa !". Seru nya lagi.


" Tidak, ah kau memang kakak ku hahaha !" Ujar Ruby yang bermaksud menanyakan kenapa dia tidak memberitahu Lio jika anak nya kini berada bersama Ruby.


" Eum mulai ". Tarik Ruby pada lengan Agatha agar tidur di samping nya. Agatha selalu geli melihat kelakuan Ruby ketika dia berdrama ketika akan tidur.


" kak, kenapa kau tidak memberitahu nya ?". Tanya Ruby tiba-tiba dengan suara yang begitu pelan.


Agatha mengerti ke arah mana pertanyaan itu. " Untuk apa ? jika kamu dan Edward tidak memberitahu nya lalu apa hak ku ?! Aku tahu diam nya kalian mungkin untuk kebaikan mereka juga bukan ?!". Tutur Agatha membenarkan selimut tebalnya agar menutupi tubuh mungil Ruby.


" Tidak lebih seperti itu kak, aku tidak mau jika dia menemukan nya secara mudah ! bukan kah dia harus belajar terlebih dahulu bagaimana menghargai darah daging nya sendiri ?!". Ucap Ruby di dalam keheningan malam dan juga dengkuran keras yang saling bertautan dari Meily dan juga Reina.


" Aku tahu, apapun keputusan mu itu pasti yang terbaik !". Ujar Agatha seraya memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya. " Tidurlah, jangan terus memikirkan hal yang akan membuat mu lelah !". Peluk Agatha pada Ruby seakan dirinya seorang ibu yang sedang mendekap anak nya.


" Selamat tidur ". Seru Ruby menutup matanya.


Di lantai bawah, Edward dan yang lain nya masih mengobrol ke sana kemari dan bercanda satu sama lain membuat malam ini terasa bising.


" Belum, kakak tidak tahu lagi harus mencarinya kemana Lex ! ". Wajah frustasi Lio semakin terpancar, matanya pun kian menatap kosong ke depan.


" Aku akan terus berusaha membantumu kak, tenanglah ! aku sudah tidak sabar untuk menggendong nya di dalam pangkuan ku !". Mata Leo berbinar menerima kenyataan jika sekarang ini dia telah memili keponakan yang cantik, tapi sekarang dia hanya bisa memandanginya dari photo yang sudah tersimpan epik di dalam handphone nya.


" Iya kak, kita juga akan terus membantumu mencari Nara ". Ucap Lexi di angguki oleh Andrew.


" Nara ? anakmu kah ?". Tanya Edward dengan wajah yang seakan dia benar-benar tidak mengetahui siapa yang sedang mereka cari.


" Iya Ed,dia anak nya kak Lio yang hilang ! ini sudah lama kita membantu mencari tapi masih belum menemukan titik terang nya ". Jelas Andrew berubah ke mode serius begitupun semuanya.


" Ini lihatlah cantik bukan ?!". Leo menunjukkan photo Nara kepada Edward dan Edward langsung meraih nya.


Senyum Edward tersungging tipis sampai siapapun tidak akan ada yang menyadarinya.


" Cantik ". Seru Edward.

__ADS_1


" Apalagi aslinya, pasti cantik sekali ! bukan kah begitu kak ?!". Ujar Lexi.


" Jangan bilang kau tidak tahu Nara begitu cantik jika di pandang, baik dari jauh maupun dari dekat ". Ucap Edward saat menangkap reaksi dari wajah Lio yang semakin bersalah akan kenyataan bahwa dirinya benar-benar tidak tahu bagaimana rupa dari anaknya, dengan jelas karena dia begitu jarang dan hampir tidak pernah mengunjunginya.


" Tapi Ed, kenapa kau bilang seperti itu seolah kau tahu bagaimana wajah Nara ?!". Selidik Leo membuat Lexi dan juga Andrew serta Lio menatap dirinya menunggu jawaban dari pertanyaan yang Leo lontarkan.


" Mataku tidak pernah salah ". Jawab nya singkat kembali menatap photo Nara dalam secarik kertas berukuran kecil.


" Lalu bagaimana dengan orang tua kalian, apa mereka mengetahui jika salah satu dari kalian telah memiliki seorang putri ?". Ucap Edward kembali bertanya memastikan jika informasi yang dia dapat adalah benar.


" Tidak awal nya, tapi sekarang mereka mengetahui nya !". Jawab Lio mengusap kasar wajah nya.


" Dan menurut kepercayaan ku, mereka juga sedang mencari keberadaan Nara ! Apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak ada waktu lagi, aku harus mencarinya sebelum mereka menemukan anak ku ?!". Lirih Lio frustasi, Edward dapat melihat nya begitu jelas rasa bersalah dalam tatapan Lio.


" Jika begitu, kita harus segera menemukan nya kak, aku takut mereka akan berbuat yang tidak-tidak kepada Nara ". Resah Leo begitupun Lexi dan Andrew.


Notifikasi pesan salah satu dari handphone mereka berbunyi karena tergeletak di atas meja begitu saja membuat mereka mengalihkan tatapan nya pada benda pipih itu.


Ya, handphone itu milik Lexi, saat dia membuka nya matanya membulat melihat layar bening yang menampilkan sosok anak kecil yang sedang duduk di atas koper dan di tarik oleh seorang wanita.


" Lihatlah ". Lexi langsung memberitahu mereka saat anak buah nya mengirim informasi mengenai keberadaan Nara.


" Ini, bukan kah ini Nara ?!". Seru Andrew yang matanya terus menyelidik dan membandingkan dengan photo yang berada di tangan Edward, Edward hanya acuh saat mereka begitu senang akan petunjuk kedua yang telah mereka temukan.


" Benar, ini putri ku Le ! lalu siapa wanita ini ?!". Lio mengamati wajah wanita itu yang tidak lain adalah Ruby, karena kacamata hitam yang bertengger di batang hidung nya serta masker yang masih menutupi sebagian wajahnya membuat mereka tidak mengenali Ruby.


" Bukan kah itu beberapa hari yang lalu dari kedatangan ke Jerman ? Lalu bagaimana mereka mendapatkan Photo itu ?!". Gumam Edward di dalam hatinya bingung kenapa mereka bisa mendapatkan bukti itu.


" Apa mereka sampai memeriksa setiap cctv yang berada di negara ini ?". Gumam Edward kembali di dalam hatinya. Senyum Smirk kini menghiasi wajah Edward.


" Baiklah besok kita akan mulai mencari Nara kembali ! Apa kau ikut Ed ?!". Seru Andrew semangat.


" Tidak ! Sepertinya tidak bisa, karena besok ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan !". Ucap Edward. " Gue cuman bisa mendo'akan agar dia cepat ditemukan !". Tutur Edward. " Dan satu lagi, hati-hati dengan orang tua kalian, jangan biarkan mereka berbuat seenaknya !". Ujar Edward tidak peduli akan perasaan mereka yang notabenenya mereka adalah anak nya.


" Pasti Ed ". Ucap Singkat Lio.

__ADS_1


__ADS_2