
" Tidak paman, bukan kah ini waktu yang tepat untuk melatih semua yang kalian ajarkan kepadaku ?!". Ujar nya meyakinkan Key agar membiarkan Nara melakukan yang dia mau.
" Huffhhh terserah kau saja, tapi jangan sampai terluka !". Ucap Key pelan pasrah pada anak perempuan berusia lima thnan.
" Cihhh, Jangan sombong jadi orang, kalian bukan lah siapa-siapa dan takdir kalian hanyalah seorang pesuruh saja tidak lebih dari itu jadi jangan seolah hidup kalian itu berarti,,,!".
Srettt,srettt,sreett,
Belum selesai Jeffrey berbicara belati tajam milik nya sudah lebih awal melukai kaki dan juga paha miliknya.
" Pesuruh ? kami bukan boneka yang dengan bebas kalian manfaatkan ". Garang Nara.
Key dengan sigap menyerang Nyonya Jeffrey, tanpa perintah dari pimpinan nya, mafioso yang berada di sana tidak bergerak sedikit pun.
" Apa yang kau lihat, mari kita bermain !". Seru Key begitu santai nya.
Dentuman dan juga gebrakan begitu keras terdengar di telinga sampai barang yang ada di sana langsung patah tertiban tubuh mereka yang terpental.
" Sialan ". Geram Nyonya Jeffrey menyerang Key dengan membabi buta, mereka berdua bergantian terpelenting begitu jauh nya tapi tak membuat mereka menyerah.
Grrepppp,
Jeffrey mencekik leher Nara begitu kuat sampai Nara susah untuk melepas tangan nya, kedua senjata yang sedari tadi berada di lengan Nara terlempar jauh ke sembarang arah.
" Bocah tetap lah bocah ". Seringai licik terbit dari bibir Jeffrey.
" Yaak, lepaskan tangan kotor mu,, ". Key menendang lengan Jeffrey sehingga dirinya terdorong keras sampai badan nya menubruk mafioso yang masih anteng berdiri.
__ADS_1
" Kenapa kalian masih diam, cepat bunuh mereka berdua ?". Geram Jeffrey dengan kebodohan mereka.
Tanpa senjata dan tanpa benda tajam apapun mereka menyerang Key dan juga Nara si bocah kecil yang berusaha mengasah kemampuan nya.
Hahahahah
" Kenapa kita susah payah bermain dengan mereka sedari tadi ! bukan kah pada akhirnya mereka berdua juga akan mati !". Tawa pelan nyonya Jeffrey di respon seringai oleh Jeffrey. Mata mereka yang sedari tadi menyaksikan itu terkunci pada gadis kecil yang begitu lincah menepis dan juga menghindar begitu cepat nya.
" Apa dia benar putri nya Lio ?!". Heran Jeffrey masih mengikuti gerakan indah dari Nara. " Apa kau tidak aneh, sedari tadi dia menyebut jika ibunya masih hidup, tapi bukan kah ibunya itu sudah mati saat melahirkan nya ! ini sungguh mencurigakan !" Ucap nya membuat Nyonya Jeffrey pun ikut penasaran.
KRAKK,, SREKK,, BRUSHH,, BRAGGH.
" Nara ". Teriak Key saat sekilas matanya menangkap Nara yang tertiban beberapa karung basah dan badan nya terseret begitu kencang nl. " Brengsek kau ". Key dengan membabi buta dan juga tanpa ampun menghajar mereka tang begitu tidak manusiawi.
Banyak nya mafioso tak dapat Key tangani, tubuhnya mulai melemah saat luka-luka yang menghiasi tubuhnya secara perlahan mengeluarkan banyak darah.
" Bunuh mereka ". Perintah Jeffrey tak terbantah kan, Key segera menyeret kaki nya mendekati Nara, dia tidak segan langsung mengalihkan tubuh tak berdaya Nara pada pangkuan nya.
" Hahahahahaha kasihan ! Cepat bunuh mereka berdua ". Giliran Nyonya Jeffrey yang bersuara.
Dengan tidak lagi menginginkan Nara menjadi sandra untuk membuat Lio bertekuk lutut di hadapan nya, Dia memilih membunuh cucunya itu agar Lio semakin menderita.
" Bunuh sekarang, apa yang kalian tunggu hah ?!". Bentak Jeffrey yang tidak ingin mengotori tangan nya dan dia lebih memilih memerintahkan anak buah nya untuk membunuh Nara dan juga Key.
Key terduduk memeluk Nara erat sembari berdoa agar mereka cepat menolong nya.
" Siapa yang akan kau bunuh paman ?". Suara lembut namun tajam kini menggema di gedung kosong tempat mereka menyandra putri kecil nya.
__ADS_1
Mereka menoleh kan kepalanya bersamaan saat suara lembut tajam itu seolah menghunus telinga mereka.
Ruby berdiri tegap dengan wajah nya yang masih terlihat kusut tapi tak mengurangi kecantikan nya.
" Aku bertanya, siapa yang akan kau bunuh paman ?! ". Ruby berjalan dengan dingin nya hingga suasana di ruangan itu tiba-tiba mencekam.
Jeffrey dan juga istrinya bingung, kenapa Ruby berada di sana, mata mereka terus mengikuti langkah Ruby yang semakin ke sini semakin mendekat. Hanya Ruby yang berada di sana, dia seorang diri datang karena dia tahu siapa yang menginginkan nyawa anak nya tanpa harus mencarinya lagi.
Edward dan Lio yang berusaha membuntuti Ruby tetaplah tidak dapat mereka kejar karena dia benar-benar melajukan mobil nya begitu cepat, tapi untung nya gelang kembar yang Edward pakai masih terhubung dengan gelang yang kini Ruby pakai dan mereka tanpa basa-basi langsung menuju pada titik terakhir keberadaan Ruby.
" Sedang apa kau di sini ? kita sedang tidak ada urusan ". Seru Nyonya Jeffrey dengan gayanya yang angkuh.
Key masih memeluk Nara yang saat ini tubuh mereka terhalang oleh Jeffrey dan istrinya yang sedang berdiri sejajar tepat lurus membelakangi mereka.
" Urusan ? siapa yang bilang kita tidak ada urusan bibi ?!". Ujar Nara sudah menahan amarah nya sampai tangan pun sudah tak sabar untuk beraksi.
" Memang kenyataan nya bahwa kita tidak ada urusan lain lagi bukan ?!". Seru Nyonya Jeffrey santai seolah dirinya malas menghadapi Ruby yang selalu ikut campur urusan nya.
" Tentu saja ada, aku seorang ibu yang putri nya telah kau sandera ! Maaf bibi, aku bukanlah seorang ibu yang akan tega melihat anak nya kesakitan dan ketakutan seperti dirimu ! Apa kau tidak mencari informasi terlebih dahulu jika anak yang sedang kau sakiti itu adalah anak ku hah ?!". Tajam Ruby menggores hati dari nyonya Jeffrey seakan ucapan itu secara tidak langsung tengah menyindir nya.
" Tutup mulut mu itu, apa kau masih tidak sadar dengan siapa sekarang kau berhadapan hah ?!". Geram Nyonya Jeffrey seolah Ruby telah merendahkan nya.
" Tidak penting untuk aku mengetahui siapa dirimu dan siapa suamimu yang jelas aku tidak akan memaafkan atau mengampuni mereka yang menyakiti keluarga ku !". Balas Ruby lebih tajam dan tak tak peduli.
" Keparat " Teriak Nyonya Jeffrey dan langsung menyerang Ruby, tapi naas nya, dia sama sekali tidak dapat menyentuh sejengkal pun kulit dari Ruby.
" Cihh, inikah kemampuan mafia itu, lemah ! menurutku kalian tidak pantas menyandang gelar itu jika kemampuannya hanya sebatas ini. Jika di ingat-ingat anak buah ku lebih pandai dan juga ahli di banding kan dengan kalian ". Ujar Ruby meledek keahlian mereka, karena nyatanya anak buahnya lebih badas di bandingkan dengan mereka yang ada di sini.
__ADS_1