
-
Bandara internasional Irlandia, mobil terbatas tengah terparkir di pintu masuk Bandara, suara rem kaki saling bergesekan, sekitar tiga mobil telah terlihat di sana.
David, mengecek jam di tangan nya. " Bukankah mereka harusnya sudah sampai ?!". Ucap nya.
" Tunggulah sebentar lagi ". Seru Ronald yang ikut mengecek jam di tangan nya.
" Prince, sepertinya itu mereka !". Tunjuk Lucky yang ikut menjemput Ruby.
Mereka bertiga berlari mendekati Ruby.
" Sweety ". Bahagia David langsung memeluk Ruby semangat sampai tubuh Ruby sedikit bergeser begitupun Edward sedikit menjauh karena takut menubruk dirinya yang sedang menggendong Shane
" Kau kembali ! kau kemana saja hmm ?! Aku merindukan mu !". Sendu David semakin mengeratkan pelukan nya.
" Dev, aku tak bisa bernafas ". Keluh Ruby menepuk keras lengan David.
" Sudah Dev, nanti saja melepas rindunya di rumah ! lihatlah mereka kasihan ". Ujar Edward, David baru sadar jika kaka nya menggendong anak kecil.
" Siapa ? ". Ucapnya spontan.
" Keponakan mu !". Malas Edward dan langsung mendahului mereka menaiki mobil.
" Ka ". Senyum Ruby pada Ronald yang masih mematung menatapnya.
" By, kau kembali sayang !". Ronald langsung memeluk nya. " Terimakasih karena kau telah kembali lagi pada kami ". Lembut Ronald.
" Ruby merindukan ka Ronald ! maaf membuatmu khawatir !". Pelukan mereka memang selalu membuat Ruby merindu terutama pelukan orangtuanya.
" Ayo kita pulang, mommy and daddy pasti masih menunggu mu dengan cemas !". Ucap Ronald.
" Mereka ada di sini juga ?!".
" Iya, mereka langsung datang ke sini dan kedua kakakmu berangkat ke makau untuk lebih memastikan nya ! ". Ucap Ronald merangkul Ruby.
" Baiklah ayo !". Tarik Ruby.
" Sebentar, siapa mereka ?!". Toleh Ronald pada si kecil dalam gendongan Edward dan juga kaka Ruby yang lain.
" Nanti juga kau akan tahu ka, ayo kita pulang ! kasihan juga bukan jika mereka terus saja tidur seperti itu ?!". Seru Ruby, Ronald masih penasaran dengan keberadaan anak kecil itu tapi tarikan Ruby lebih dia indahkan dari pada rasa penasaran nya.
__ADS_1
Di depan mansion Jakson, gerbang utama tertangkap beberapa orang yang tengah menunggu dengan rasa resah nya. Mobil yang m Ruby dan yang lain nya kendarai telah berhenti tepat di depan mereka, mata setiap insan yang ada di sana terdiam seolah menunggu siapa yang akan turun dari mobil itu. Pintu terbuka, mata mereka dengan tak percaya menangkap sesosok wanita yang beberapa tahun lalu membuat jantung mereka seakan tak berdetak lagi tapi hari ini jantung mereka berdetak kencang tak karuan.
Air mata mereka lolos dari wadah nya, kaki nya terkunci di tempat seolah berat untuk di langkahkan.
" Mom, dad !". Teriak Ruby berlari berhamburan hendak memeluk orang tuanya.
" Mom, dad !". Teriak Ruby kembali.
Greebbhh, Ruby memeluk Nameera yang masih saja terlihat muda di usinya yang sudah mengikis.
" Hiks,,hiks,,hiks ! mom, hikss ". Tangis Ruby, Nameera mengeratkan pelukan nya.
" Putri mommy, kemana saja kamu sayang ?! kenapa baru kembali hmm ?! Apa kau marah kepada kami eum sampai kau pergi begitu lama ?". Nameera meracau di sela tangis nya dan sesekali mengecup kening Ruby.
" Maaf mom, maafkan Ruby ! lihatlah, sekarang aku kembali ! maaf aku pergi terlalu lama ". Ujar Ruby melepaskan pelukan nya dan menyeka air mata Nameera yang tak kunjung menyurut.
" Dad !". Terlihat Luis seolah tak sanggup memandang Ruby sampai dia sedari tadi memalingkan kepalanya. " Dad !". Raih Ruby pada lengan Luis. " Dad, apa kau marah padaku ?!". Sendu Ruby.
Luis akhirnya menolehkan kepalanya dan langsung memeluk putri tercintanya.
" Daddy mohon, jangan pergi lagi eum ! apa kau tahu, daddy seakan enggan untuk hidup saat semua orang memberitakan jika putri daddy telah tiada !". Isak Luis.
" Ruby janji dad ! sudah jangan menangis lagi, Ruby tak mau kalian menangis seperti ini ". Ucap Ruby.
" Al !". Sapa Agatha.
" Ka ". Sahut Ruby dan memeluk Agatha yang terlihat masih sesenggukan. " Jangan menangis lagi, aku sudah kembali ! tenanglah ". Tutur Ruby.
Ruby dengan tidak sabar masuk ke dalam, semua orang masih terdiam dan saling pandang. Luis dan Nameera tersadar saat itu jika Edward dan kedua kaka Ruby sedang menggendong anak kecil tapi masih mereka hiraukan.
" Dev, cepat hampiri Ruby !". Ucap Edward, David langsung mengejar Ruby yang punggungnya masib terlihat oleh mata mereka.
" Sweety, tunggu aku !". Teriak David dan merangkul tangan Ruby. " Ayo kita masuk bersama !". Ujar nya.
" Baiklah ! Sshh, pasti kake Jakson senang melihat aku kembali !". Semangat Ruby, David mengeratkan rangkulan nya.
" Dev, pegangan mu terlaku kencang ! tangan ku sakit ". Keluh Ruby.
" Maaf maaf ". Ucap David yang tak sengaja mengeratkan pegangan nya karena refleks dari ucapan Ruby.
" Van, mereka ?!". Ucap Luis menunjuk mereka satu persatu.
__ADS_1
" Kita ke dalam dahulu mom, nanti juga tahu !". Revan mendahului mereka.
David terlihat memperlambat langkah nya agar Ruby pun tak terlalu cepat untuk berjalan.
" Kake, Ruby pulang !". Teriak Ruby ke sana ke mari, David hanya menatap Ruby sendu.
" Sweety !". Ucap David tapi tak di indahkan oleh Ruby, dia terus saja berteriak memanggil Jakso.
" Dev, kemana kakek ? kenapa dia tak menyahut ! apa suaraku kurang keras ?!". Tanya Ruby, David terdiam menatap mata Ruby bergantian.
" Sweety ". Lirih David.
" Kemana dia ?!". Tajam Ruby yang langsung peka dengan perubahan David. " Dev katakan, dimana kake ku ?!". Tekan Ruby dengan suara rendah nya tapi terdengar menggeram.
" Baby !". Ucap Edward yang terlihat berdiri di belakang David.
" Honey, dimana kake ku ? kenapa dia tidak mendengar teriakan aku ?". Tanya Ruby mendekati Edward dan mencengkram bajunya. " Berusahalah untuk tak mengucapkan hal yang tidak ingin aku dengar honey, aku mohon !".
Edward memeluk Ruby tapi Ruby malah menepisnya, matanya memerah menahan tangis begitupun permukaan wajah nya yang berubah merah.
" Baby, apa yang harus aku katakan ! selama kau pergi keadaan di sini telah berubah dan... ". Ucap Edward, Ruby menghentikan ucapan Edward dan Ruby langsung memeluk nya.
" Maaf maaf hiks hiks hiks ! ini karena aku bukan ! semua gara-gara aku hiks,,hiks ". Tangis Ruby sampai tangan nya bergetar.
" Tidak baby, ini bukan karena kau ! percayalah, tuhan lebih menyayangi nya karena itu dia mengambil nya kembali !". Ucap Edward menenangkan Ruby.
" Edward benar Sweety ! berhentilah menyalahkan dirimu ". Seru David.
Malam sejuk sedang menemani Ruby yang terdiam mematung di balkon dengan kepala yang dia tadahkan.
" Kakek maafkan aku !". Bisik Ruby di dalam hatinya. " Aku pasti telah membuat kalian tak tenang di sana ! kek, aku kembali untuk kalian ! tenanglah di sana, aku akan selalu berdoa untuk kalian ". Lanjutnya bercengkrama seorang diri di dalam hati.
Ruby sudah mengetahui jika Kake han pun telah tiada membuat dirinya semakin bersalah.
Tangan kekar pun melingkar di perut ramping milik Ruby, Edward memeluk nya dari belakang dan menyimpan dagunya di atas kepala Ruby.
Tak ada pembicaraan di sana, suasana begitu senyap melengkapi sejuknya malam. Ruby pun tak membalik kan tubuhnya menghadap Edward, dia masih menatap jauh langit yang tak berhias.
" Malam mulai larut, ayo kita masuk !". Ajak Edward dan sekilas mengecup pucuk kepala Ruby.
" Ayo ". Rangkul Edward masib di pinggang Ruby.
__ADS_1
Mereka akhirnya masuk ke dalam dan beristirahat. Ketiga anak kembarnya pun masih tertidur menjadikan Ruby dan Edward beristirahat dengan mudah.