Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 165


__ADS_3

Yang di maksudkan Ruby adalah mereka mafioso yang berada di markas pusat karena mereka yang berada di markas cabang masih memiliki celah dalam kemampuan fisik nya.


Mata Ruby menangkap putri kecil nya yang terpejam di dalam pangkuan Key dengan tubuh nya masih basah akan darah. Tatapan Ruby semakin garang begitupun rahang nya mengeras, tangan nya mengepal kuat. Ruby melihat senjata yang tergeletak di sudut meja yang terlihat patah, dengan langkah cepat pistol itu pun telah berada di dalam genggaman nya.


CEKREKK,,KREKK.


Sembari berjalan, Ruby seolah sedang mengisi peluru dan langsung menarik pelatuk.


DOR,,DOR,,DOR,,DOR


Dengan tatapan dingin, Ruby menembak mereka yang berada di sana kecuali Jeffrey dan juga Istrinya.


Satu persatu dari mereka tumbang dengan Peluru yang bersemayam di dada dan juga kepala mereka.


" Siapa yang berani menyentuh putri ku maka dia harus membayar nya dengan nyawa !". Garang Ruby.


Jeffrey tidak mau kalah, dia pun mengeluarkan senjata api dari balik mantel nya dan itu terlihat lebih panjang dari milik Ruby.


DOR,,DOR


Sebelum beraksi, tangan Jeffrey lebih awal tertembak dan reflek tangan itu melepaskan senjata api yang sudah siap Jeffrey gunakan.


" Sial ". Kesal nya.


" Dad ". Teriak Nyonya Jeffrey langsung menghampiri suami nya. " Kau, apa yang kau lakukan hah ?!". Bentaknya tidak terima.


" Hahahaha, apa yang aku lakukan ? bukan kah kau salah jika bertanya seperti itu nyonya !". Acuh Ruby.


" Wanita iblis, tidak punya hati ". Caci Nyonya Jeffrey benar-benar tidak berkaca akan dirinya yang iblis sesungguh nya.


" Hahahah, kau membuat ku jijik sekaligus geli nyonya ! bukan kah semua cacian mu itu lebih pantas untuk wanita seperti mu hah ! Dasar, berkaca lah sebelum berkata !". Tunjuk Ruby.


" Kau ". Kesal Nyonya Jeffrey begitu geram nya sampai kata-kata cacian pun masih penuh di dalam otak nya.


" Diam, atau aku akan membunuh anak ini ! Jangan kira aku takut kepadamu, apa kau tidak sadar sedang berada di wilayah siapa hah ?!". Seru nya mengandung ancaman untuk menakuti Ruby.

__ADS_1


" Yaaakk ". Teriak Ruby tak segan mencekik Jeffrey.


" Eughhh lepaskan ". Cengkraman Ruby begitu kuat pada leher Jeffrey sehingga Nafas nya pun semakin tidak beraturan.


" Siapa kau sebenarnya hah ?!". Teriak tekan Nyonya Jeffrey tiba-tiba, karena sedari tadi dia mengamati setiap gelagat dari Ruby yang tidak biasa.


" Dia ibu dari anak ku yang sekarang tengah kau sakiti ". Ucap Edward yang sudah tiba, mereka masuk dengan mudah karena keberadaan Leo dan juga Lio membuat mereka masuk tanpa hambatan, tapi Leo dan juga Lio tidak langsung mengikuti Edward, mereka memilih masuk dahulu ke dalam markas yang sudah lama ini tidak mereka kunjungi.


" Ruby ". Teriak Meily dan juga Reina bersamaan nampak kaget apa yang tengah teman nya itu lakukan.


Saat mereka ingin menghampiri Ruby, Tangan Lexi dan juga Andrew mencegah mereka agar tidak ikut campur.


" Anak mana yang kau maksud ?". Tanya Nyonya Jeffrey menyelidik.


" Cih jangan pura-pura tidak tahu, bukan kah sekarang hanya satu anak kecil yang kalian sandra !". Seru Edward mendekati Nara, tatapan Key semakin samar dan kini matanya terpejam dengan kepala yang menyandar pada dinding.


" Dia anak mu ?". Ucap Jeffrey.


" Ya, dia putri ku ! Nara Lucifer Abraham, putri pertama dari Edward Lucifer Abraham ! Apa ucapan ku ini belum jelas tuan Jeffrey ? ". Pangku Edward pada tubuh Nara yang terlihat masih enggan untuk membuka matanya.


" Tidak tidak, kau pasti mengada-ngada ! dia putri dari anak ku, Sehalio Jeffrey dan aku kenal dengan wajah nya !". Seru Nyonya Jeffrey.


Agatha, Reina dan juga Meily serta Lexi dan juga Andrew yang ada di sana hanya terpaku dan tertegun tegap di dalam posisinya kala menyaksikan sisi lain dari Edward dan juga Ruby yang sebenarnya.


Edward terus berjalan membawa Nara, Alex yang sudah tiba langsung menerobos masuk dengan beberapa anak buah nya, terlihat maxim pun ikut bersama mereka.


Suara bising dan dobrakan, membuat para penghuni markas berhamburan keluar begitupun Leo dan juga Lio yang masih belum menghampiri kedua orang tuanya.


" Apa yang kalian lakukan ?". Teriak Leo menggema, Alex serta Maxim tak menghiraukan teriakan nya, tanpa di cegah, mereka berdua langsung mendatangi lokasi yang sebelum nya Edward informasikan.


" Ayo Le ". Lio pun mengikuti langkah panjang mereka karena sebenarnya Lio dan juga Leo masih tidak mengerti kenapa Edward menepikan mobil nya di depan markas besar milik nya.


Tak,,,tak,,tak,,tak,,klotak,,klotak


Suara alas sepatu terus berbenturan menaiki anak tangga begitu cepat dan akhirnya Alex dan juga Maxim sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


" King ". Tunduk mereka saat Edward hampir sampai di ambang pintu masih dengan menggendong Nara.


" Larikan Key ke rumah sakit sekarang juga, biar mereka kita yang urus !". Ujar Edward pada Alex dan juga Maxim.


" Tha, jaga Nara untuk ku, cepat bawa dia ke rumah sakit x, aku percayakan dia padamu ". Ucap Edward memberikan Nara pada Agatha dan Agatha pun mengambil alih Nara ke dalam pangkuan nya.


Reina, Meily dan juga Lexi serta Andrew terkejut saat mereka menatap gadis kecil dalam pangkuan Agatha lebih dekat lagi.


" Tha, bukan kah dia,, ?!". Ujar Reina, Agatha menganggukkan Kepalanya cepat.


" Ayo kalian ikut aku, rumah sakit yang di maksud Edward jauh dari sini ,aku tidak ingin mengecewakan semuanya jadi kita harus cepat ! Kak, kau bisa kan membawa mobil dengan cepat ?!". Seru Agatha pada Lexi.


" Tentu, ayo !!". Mereka segera berlalu pergi dari sana begitupun Alex dan juga Maxim yang sudah lebih dulu keluar dari gedung dan membawa Key untuk segera mendapatkan penanganan medis.


" Tunggu ". Cegah Leo yang baru saja sampai dan hendak menaiki tangga.


" Apa ? kita buru-buru Le !". Ucap Andrew yang memutuskan untuk ikut bersama dengan mereka.


" Ada apa ?". Ujar Lio.


" Itu kak, putri Edward terluka ". Ujar Reina yang tidak bisa lagi berpikir saking masih terkejut nya.


" Edward ?". Pikir nya karena yang Leo tahu Edward belum menikah apalagi memiliki anak.


" Cepat lah, kenapa kalian malah mengobrol di sana !". Kesal Agatha yang langsung kembali lagi ke dalam.


" Ok ok, ayo ". Mereka seakan sibuk dengan hal yang mereka pun masih terus berpikir dengan segala kejadian yang baru saja dia lihat.


" Tunggu ". Teriak Lio saat mereka berbondong-bondong berlari. Mata Lio terus tertuju pada anak kecil dalam gendongan Agatha, dengan langkah gontai, dia menghampiri Agatha.


" Kak ". Panggil Leo mengangkat tangan nya.


Agatha langsung menegang, kala Lio hampir mendekati dirinya dan juga Nara, ingin rasanya langsung berlari tapi sama sekali tidak sejalan dengan hatinya.


" Bagaimana ini ". Batin Agatha mengingat jika Edward dan juga Ruby mengatakan jika mereka tidak akan lebih dulu mengatakan keberadaan putri dari Lio.

__ADS_1


" Nara ". Shock Lio, air matanya mulai menggenang di pelupuk mata sampai penglihatan pun menjadi samar dan juga berembun.


|


__ADS_2