Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 180


__ADS_3

Percikan air masih terdengar dari kamar mandi menunjukkan jika Edward masih belum selesai di sana, Ruby masih enggan untuk beranjak dari tempat tidur nya dan malah memejamkan matanya.


Pergumulan mereka tidak sampai selesai karena Ruby merasa ada yang sakit di bagian intimnya dan Edward memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya.


Tidak lama Edward pun selesai dengan ritual mandinya, handuk kecil menggantung di lehernya dan tubuh sixpack nya yang dibiarkan terekspos dengan handuk putih melilit di pinggang.


" Baby ". Ucap Edward mendekati Ruby yang masih terlihat melilitkan selimut tebal itu pada tubuhnya. Edward berjalan ke samping semakin mendekati Ruby dan duduk menyamping. " Baby bangunlah, kau mandilah dulu sebelum tidur ! hey, baby ". Guncang Edward pada bahu Ruby.


" eumm, sebentar lagi honey ! lima menit ok ! ". Ujar Ruby menarik tangan Edward yang masih menempel di bahunya.


" Tidak ada lima menit, cepat bangunlah dan bersihkan tubuh mu ! ayo bangunlah ". Seru Edward menarik kedua tangan Ruby agar dia terduduk.


Saat Ruby hendak merebahkan tubuhnya kembali tangan Edward langsung menghentikan nya dan dengan enteng tubuh Ruby di angkat.


" Aaaaa apa yang kau lakukan honey ?!". Kaget Ruby langsung menajamkan pandangan nya. Edward tak meresponnya, dia terus melangkahkan kakinya sampai dimana mereka telah sampai di depan pintu kamar mandi.


" Masuklah, bersihkan dirimu terlebih dahulu baby ". Ucap Edward setelah menurunkan Ruby dan membuka pintunya dengan Ruby berada di ambang pintu sekarang.


" Ia bawel ". Cemberut Ruby melirik tajam Edward dan langsung masuk ke dalam.


Setelah Ruby masuk, Edward keluar hendak mengambil baju nya karena kenyataan nya itu adalah kamar Ruby yang sama sekali tidak ada satupun baju Edward di sana.


Saat pintu terbuka, terlihat keberadaan Nameera seorang diri berdiri memunggungi pintu.


" Mom ". Ucap Edward. Nameera berbalik dan sedikit canggung.


" Itu, teman kalian pamit pulang Ed ! Dimana Ruby ? apa dia tidur ?!". Tutur Nameera mengusap tengkuk lehernya. Edward menoleh sekilas kebelakang.


" Dia sedang mandi mom ! kalau begitu, Ed ke kamar dulu ya mom ! bilang pada mereka tunggu sebentar ". Edward langsung berlalu pergi ke kamar pribadinya yang sudah Nameera siapkan sejak kedatangan nya ke rumah ini.

__ADS_1


" Jangan terlalu lama, kasihan mereka menunggu sedari tadi ". Nameera membalikkan tubuhnya hendak pergi dengan wajah yang masih memerah karena mendengar suara khas yang dia tahu suara apa itu. Edward dengan tidak tahu malu nya tak peduli dengan apa yang mertuanya itu dengar atau rasakan.


Tak,,,tak,,tak,,tak Nameera berjalan cepat menuruni anak tangga, orang-orang yang berkumpul di saja sampai menolehkan kepalanya pada asal suara.


" Dimana Ruby mereka mom ?! ". Tanya Revin yang tahu dari Reina jika Ruby mengganti bajunya terlebih dahulu.


" Aaaa Vin, sebentar lagi mommy akan memiliki cucu ". Seru nya antusias.


" Cucu ? Maksud mommy apa ?". Ucap polos Revin bengong dan bingung tidak tahu apa maksud dari mommy nya itu.


" Benarkah mom ? apa mereka ?!". Ujar Luis menyahuti kegirangan istrinya itu.


" tepat sekali ". Girang Nameera duduk langsung duduk di samping Luis dan menggandeng tangan nya.


Mereka yang masih polos belum mengerti benar apa yang di bicarakan Nameera apalagi Meili dan Reina yang masih menautkan kedua alis nya masing-masing.


" Apa kalian sama sekali tidak mengerti ?!". Tanya Luis heran, mereka dengan kompak menggelengkan kepalanya.


" Astaga Mom, kedua anakmu pun tidak tahu hal ini ! tch benar-benar polos dalam hal ini hahaha ". Lanjut Luis berujar dengan tawanya, Nameera pun ikut tertawa.


Setelah menunggu beberapa lama, Ruby pun akhirnya keluar bersama dengan Edward.


" Kalian menginap saja di sini, bukan kah selalu seperti itu ! kalian sudah lama loh tidak menginap di kamar ku !". Ucap Ruby berjalan mendekati kedua teman wanitanya yang sangat dia sayangi.


Reina dan juga Meili langsung cepat menjawab saat mereka berdua melihat reaksi wajah Edward yang tampak masam.


" Tidak by, kita pulang saja ! lagian ini belum terlalu malam, ada ka Andrew yang anterin kita ". Tolak lembut Reina, Meili menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Reina.


" Gue pulang bareng ka Leo By soalnya tadi gue berangkat dengannya !". Rangkul Meili pada Leo yang telah berstatus menjadi kekasih nya.

__ADS_1


" Ia by, kita pulang ! Ed, kita pulang ! Selamat buat kalian berdua ". Ucap Leo menepuk pundak Edward diikuti Andrew dan juga Lexi yang memeluk sekilas tubuh Edward.


" Thanks, hati-hati kalian ! ". Seru Edward mengisyaratkan agar mereka segera membawa Meili dan juga Reina pulang. Lexi langsung menarik tangan Reina begitupun Leo menarik tangan Meili.


" Paman, Bibi, Ka, Kita pamit pulang, sampai ketemu lagi ". Pamit Andrew mewakili teman-teman nya sembari setengah tubuh nya condong ke depan.


" Terima kasih semuanya, kalian berhati-hatilah di jalan nya ". Ucap Nameera dan juga Luis yang beranjak berdiri Mengantar mereka ke depan.


" Ka ". Ucap Ruby menghampiri kedua kaka nya dan duduk di antara mereka berdua. Edward tanpa bicara duduk di samping Revan.


" Apa ? udah sana istirahat, apa kau tidak lihat wajah suamimu itu sangat lelah hmm ?!". Cubit Revan pada hidung Ruby. Ruby melirik Edward, entah kenapa dia sangat malu saat ini jika memandang wajah Edward yang menjadi candu baginya, mungkin bukan hanya wajah nya tapi juga seluruh apa yang ada pada Edward menjadi candu bagi Ruby.


" Baiklah, kaka pun kalian segera istirahat ". Ruby beranjak berdiri setelah mengecup singkat kedua kening kaka tercintanya itu, lalu bagaimana dengan Ronald ? dia sudah sedari tadi pulang ke apartemen miliknya bersama dengan istri tercintanya.


Ruby mengulurkan tangan nya pada Edward dan dengan lembut Edward menerima uluran nya.


" Ka, kita istirahat lebih dulu, kalian istirahat lah ". Ucap Edward dan berlalu dari sana.


" eum ". Jawab mereka berdua.


" Kemana mereka ?". Tanya Nameera yang baru saja kembali dari depan.


" Mereka istirahat mom, kalian berdua juga istirahat lah ". Seru Revin berdiri hendak ke kamarnya tapi sebelum itu, dia mencium singkat pipi mommy dan juga daddy nya.


" Kau tidak ke kamarmu van ?!". Ujar Luis yang melihat jika Revan masih terduduk di sana.


" Sebentar lagi Dad, kalian duluan lah istirahat !". Ucap Revan sembari merogoh handphone milik nya dari saku celana tidur nya.


Sudah tak ada lagi siapapun di sana, Revan mengecek handphone nya yang terus bergetar.

__ADS_1


__ADS_2