Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 151


__ADS_3

" Seha ?". Ucap Lio ulang, tidak ada yang tahu jika panggilan itu hanya berlaku di dalam organisasinya saja dan yang pastinya hanya dikenal oleh orang yang menekuninya.


" Seha lion ! bukan kah itu nama mu ?". Smirk Edward.


Lio begitu menegang kala julukan itu di ketahui oleh Edward begitupun Leo sama terkejut nya dengan kakanya, namun tidak dengan kedua teman nya tang sudah lebih sulu masuk ke dalam mobil.


Benar, kali ini mereka berdua yakin jika Edward adalah salah satu pemimpin dari mafia.


" Dari mana kau tahu dengan nama itu ?". Selidik Lio seakan sedang mengamati mangsanya.


Edward menggeliatkan setengah tubuh nya ke samping sembari kedua tangan masih berada di dalam saku celana, senyum smirk kini tersungging dari bibir nya.


" Apa kalian masih belum sadar siapa diriku ?". Ujarnya, bukan maksud Edward sombong tapi mereka berdua hidup penuh kecurigaan dan pertimbangan. Jika sudah memutuskan salah satu yang telah sebelumnya pertimbangkan akan berakhir tidak sempurna itu pun tak hanya satu ataupun dua kali. Sasaran nya belum tepat, itu yang lebih jelasnya.


Leo dan juga Lio saling pandang dan seketika mata mereka membulat terkejut penuh ketidak percayaan.


" KING !". Seru mereka berdua membuat Lexi dan Andrew keluar kembali dari mobil yang kebetulan masih kedua pintu nya masih terbuka.


" KING ?". Ucap mereka berdua karena siapa yang tidak tahu dengan julukan itu yang hanya di berikan kepada salah satu pemimpin tertinggi mafia Red Phoenix.


" Sehalio Jeffrey atau Seha lion ! kedua nama itu adalah milik mu bukan ?!". Ucap Edward.


" Marcelleo Jeffrey atau mereka sering menyebutmu Cello Dragon ?!". Lanjut Edward menatar nama mereka berdua.


Kedua nya benar-benar terkejut, apa yang mereka duga benar-benar sesuai dugaan.


" Tidak kita sangka kita akan bertemu sesingkat ini, maaf atas ketidak sopanan kami ". Seru Lio sedikit menunduk karena bagaimana pun posisi dia berada jauh lebih tinggi dari nya.

__ADS_1


" Ed, jangan bilang kau sudah tahu sejak awal kita kenal, mengenai keluarga ku ". Selidik Leo, Edward mengangkat bahunya acuh.


" Seperti yang kau pikirkan ". Jawab nya.


" Tch tch, kalian !". Tunjuk kepada Lexi dan juga Andrew. " Jangan kira aku tidak tahu jika kalian adalah ketua geng terbesar di sini, sikap lemah kalian tidak bisa membohongi mataku !". Bongkar Edward jelas di hadapan mereka semua, jelas lah saat ini mereka hanya terbengong menatap Edward.


" Geng ? Kalian ?!". Seru Lio menatap Lexi dan juga Andrew bergantian.


" yuhu kita ketahuan bro ". Cengir tawa Andrew tanpa melihat situasi dengan logat nya.


" yaaak, berisik ". Protes Lexi.


" Kau benar-benar,,,, ah gue tidak menyangka jika selama ini Ketua mafia yang di takuti ada bersama kita ,, tch tch tch benar-benar gila,, ini benar-benar gila ". Cerocos Lexi membuat Edward menaikkan satu alis nya geli.


" Kami memang pantas di sebut King mafia Ed, nyatanya kamu dengan epik nya keluar masuk setiap negara tanpa ada yang mengetahui jika kau adalah orang itu, orang yang sedang menjadi incaran seluruh mafia yang berada di hampir di belahan benua !". Leo mengacungkan jempol nya seakan sedang memuji teman dingin nya itu yang lebih dingin daripada dirinya.


" Di mana anak mu ?!". Pertanyaan Edward membuat mereka kembali terperangah saat ucapan itu terlontar untuk untuk Lio yang demi apapun sedari tadi mereka tidak memberi tahu jika Ka Lio sudah memili anak kepada Edward.


" tch, ternyata kau tahu semuanya ! jika seperti itu kau juga mungkin tahu jika anak ku menghilang dan sampai sekarang belum juga di temukan !". Sinis nya tapi dengan ekspresi yang begitu dia sembunyikan.


" Hem seperti itu kah ? mungkin itu untuk memberi pelajaran untuk mu tuan Seha agar menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anak mu ". Sarkas nya jelas.


" caahh kalau begitu jangan lupa besok kalian datang ke mansion Ruby, jika kau ikut pun tak apa, kita kumpul di sana !". Lanjutnya.


" Kenapa hari ini kau begitu cerewet Ed, apa kau sakit ?!". Ledek Andrew yang memang itu adalah faktanya.


" hahahahah dia benar Ed, kau cerewet sekali hari ini !". Timpal Lexi ikut tertawa jail.

__ADS_1


" Itu bonus, kalian harus tahu itu ! bukan kah kita sudah lama tak bertemu ". Bela nya, ada saja kata untuk menjawab ledekan mereka.


" sudah-sudah ". Lerai Leo.


" Baiklah, gue duluan ! kalian juga pulang dan istirahatlah jangan terlalu memporsir tubuh kalian ". Pamit Edward tapi di urungkan. " Dan lihatlah dirimu tuan Seha, apa dengan penampilan mu yang seperti ini anak mu akan menempel padamu ". Kritik Edward mengamati keadaan Lio yang acak-acak an dan tubuh nya kini sedikit kurus .


" Bukan urusan mu ". Celetuk nya, Edward kesal dengan setiap jawaban yang keluar dari mulut Lio membuatnya ingin sekali merobek nya.


" memang bukan urusan ku tapi aku rasa jika putri mu melihat ayah nya yang seperti ini mungkin dengan tegas dia tidak mau kau sentuh sama sekali ". Ujar nya membuat mereka belum paham apa yang di maksud oleh Edward. Tch, apa mereka tidak tahu jika Nara adalah gadis kecil yang menggilai ketampanan orang dewasa. Edward mengatakan itu karena dia sudah tahu bagaimana watak putri angkat nya selama mereka tinggal bersama.


" Apa maksudmu Ed ?!". Seru Leo.


" tidak ! kalau begitu duluan bye ". Pamit Edward, berucap kedua kalinya.


Langit mulai menampakkan kegelapan nya, Leo dan yang lain nya mengakhiri pencarian Nara dan pulang ke apartemen milik Lio. Sudah beberapa hari mereka menginap di sana.


Di satu ruangan terlihat beberapa orang yang tengah menunduk melapor hasil pencarian nya selama ini.


" Tidak berguna, apa yang kalian lakukan selama ini hah ?!". Marah dan geram tercampur aduk mengakibatkan suara nya menggema di seisi ruangan.


Mereka tidak ada yang berani menjawab perkataan Tuan nya yang sekarang seperti seorang monster bertanduk di hadapan mereka.


BRAKKKKK


Lemparan pot bunga di sudut ruangan itu terlempar sehingga mengenai salah satu dari mereka, darah mengalir dari kepalanya pun tidak mereka indahkan karena rasa sakit itu lebih kecil di bandingkan rasa takut yang sedang di dera oleh hatinya.


" AAAAAA, kenapa semua nya bodoh sekali, hanya mencari anak kecil saja tidak bisa ! ssshhhh kalian benar-benar tidak berguna ". Desisan terus terdengar, ingin rasanya mereka mencabik-cabik mulut tuan nya itu tapi apalah daya mereka hanyalah bawahan yang hina di mata ketuanya.

__ADS_1


__ADS_2