
" Al !". Panggil Agatha pada Ruby yang kebetulan mereka berdua sampai secara bersamaan, Ruby menghampiri Agatha yang audah berdiri tegap di samping mobil. " Apa kau di undang juga hmm ?". Tanya Agatha memeluk Ruby singkat dan membenarkan sulur rambut yang berhamburan menghalangi matanya.
" Di undang !". Ujar Ruby menengadahkan kepalanya sembari matanya ikut berpikir.
" Apa dia tidak tahu jika ini mansion ku ". Gumam Ruby di dalam hati.
" Kaka di undang Meily ke sini dan memberi alamat mansion ini tadi ". Ucap Agatha memperlihatkan pesan singkat yang Meily kirim kan.
" Oh, Edward yang menyuruh ku ke sini ! kalau begitu ayo kita masuk bersama ". Gandeng Ruby pada lengan Agatha, sedari langkah nya mereka berdua terus bertukar cakap.
" Al, di mana keponakan ku ?". Tanya Agatha di sela jalan mereka.
" Di markas kak, dia lebih memilih bermain di sana dari pada ikut bersama ku ". Cemberut Ruby sembari wajah nya sedikit kesal karena di perjalanan tadi tidak ada teman untuk mengobrol.
" Tch tch, apa di sana tersedia taman hiburan sampai dia tidak mau ikut bersamamu ?!". Senyum geli Agatha dengan reaksi kesal dari Ruby, inilah salah satu yang dirindukan Agatha, wajah cemberut dan merengut Ruby adalah hal langka yang tidak dapat ia temui semaunya.
" Eum, di sana banyak sekali taman bermain untuk nya !". Ucap Ruby menghembuskan nafasnya pelan. Ya, taman hiburan bagi Nara adalah tempat pelatihan fisik dan juga tempat mengasah kemampuan nya dalam hal tembak menembak, itulah taman hiburan yang di sukai nya.
" Dia memang anak mu hahaha ". Ujar Agatha tiba-tiba tertawa geli berpikir bagaimana bisa sifat dan sikap Nara tidak jauh dari Ruby yang notabenenya bukan lah ibu dan anak kandung.
" Tch ". Decak Ruby.
Tidak terasa langkah mereka kian masuk ke dalam sampai canda tawa pun terdengar di telinga Ruby dan juga Agatha.
" By ". Teriak Reina dan juga Meily yang terlihat langsung berdiri dan melambaikan tangan nya.
" Owh kau sudah datang ". Ucap Lexi yang kebetulan sedang mengambil tempat pembakaran yang berada di dapur. " Kalau begitu kebelakang lah, bukan kah kalian juga harus membantu para pria di luar sana ?!". Ujar Lexi melanjutkan langkah nya hendak ke luar.
__ADS_1
" Ayo ayo ". Tarik Meily pada lengan Reina di ikuti oleh Ruby dan juga Agatha.
langkah Ruby dan juga Agatha terhenti saat kaki mereka menginjak taman belakang dan menangkap sosok Lio yang tengah bergabung dengan mereka.
" Kenapa dia juga ada di sini ?". Gumam Ruby tapi masih terdengar oleh Agatha, Agatha langsung menoleh ke samping menatap mata Ruby yang kini tengah masih menatap lurus pada sosok Lio.
" Mungkin dia juga di undang Al !". Seru nya menepuk pelan punggung Ruby. " kenapa wajah mu tiba-tiba pucat hmm ?". Agatha menyentuh kening Ruby memastikan jika adiknya ini baik-baik saja.
" Al ". Guncang Ruby dan akhirnya dia pun menolehkan kepalanya pada Agatha yang sudah terlihat sangat khawatir.
" Tidak kak, aku baik-baik saja ! hanya saja aku berpikir apa Edward sudah memberi tahu jika Anak nya ada bersama ku ?!". Wajah Ruby benar-benar seolah tidak teraliri darah saat ini, Agatha menautkan alis nya bingung berpikir apakah Ruby tidak ingin melepaskan Nara kepada ayah nya ?. Saat Agatha membisik kan sesuatu di telinga Ruby akhirnya terlihat senyum yang terulas dari sudut bibir nya.
" Bukan kah Lio adalah masa depan ku ? jadi otomatis Nara pun akan selalu berada di antara kita !". Bisik Agatha penuh keyakinan saat ini, bukan kah perkataan itu tidak hanya hatinya yang senang ? Agatha yakin jika Ruby juga senang dengan perkataan itu, terlihat dari senyum yang terulas dari bibir Ruby menambah hal itu adalah sebuah kepastian jika Ruby pun menyetujui jika Lio menjadi calon untuk masa depan nya.
" Kalau begitu ayo kita bergabung ". Seru nya kembali tenang dan menggandeng tangan Agatha.
" Di mana Nara ? Apa kau sendirian datang ke sini hmm ?!". Elus Edward pada rambut Ruby dan mengecup singkat pucuk kepala nya, Ruby menengadahkan kepalanya agar lebih jelas menatap mata indah milik Edward dan lengan Edward masih melingkar di pinggang ramping milik Ruby.
Sebelum menjawab pertanyaan Edward, mata Ruby sekilas melirik Lio yang masih sibuk menggelar tikar bersama Agatha.
" Nara sedang bermain bersama Alex dan juga Maxim, dia memilih berada di sana !". Ucap Ruby kembali menatap Edward dengan seulas senyum yang selalu terbit dari bibir nya.
" Dia memang anak kita baby ". Edward semakin mengeratkan pelukan di pinggang nya.
" Honey, apa dia tahu ?!". Seru Ruby kembali melirik Lio dan mata Edward mengikuti pandangan nya.
" Tidak, untuk apa aku memberitahu nya ". Ujar nya melepaskan pelukan dan berdiri berdampingan tapi tangan kiri Edward masih melingkar posesif pada pinggang Ruby.
__ADS_1
" Benarkah ? kalau begitu bagus !". Puas nya tersenyum.
" Jangan tersenyum seperti ini di depan pria lain, aku tidak suka ". Protes Edward menangkup kedua pipi Ruby sampai bibir nya mengerucut.
" eum, iya iya ". Tepis Ruby pada lengan Edward dengan lembut.
" Lintar ". Cubit nya di hidung Ruby.
Teriakan Meily membuat Ruby dan juga Edward menoleh.
" Yak sadar dong, ada jomblo di sini ! main mesra-mesraan aja !". Teriak Meili membuat dua insan itu mengedarkan pandangan nya dan benar saja mereka semua sedang menatap sengit ke arahnya.
" Apa mereka mendengar percakapan kita ? apa tadi kita berbicara terlalu keras". Ujar Ruby dengan reaksi dingin nya yang sedikit terbit pada wajah nya.
" Tidak, mereka tidak mendengar nya baby, kau tak perlu khawatir akan hal itu ".
" Baiklah aku percaya padamu ". Seru nya melangkah kan kaki nya mendekati Lio dan juga Agatha yang sedang duduk berdua di atas tikar.
Pesta kecil-kecilan pun tengah berjalan, Lexi tengah membakar daging sapi segar yang Edward beli sebelum tiba di mansion dan yang lain nya tengah menyantap beberapa daging yang sudah matang. Malam ini semua pria yang ada di sana yang bekerja, merek tak membiarkan para wanita membantu nya.
" Mei hey, jangan terlalu banyak minum ! kau ini ". Ruby mengambil gelas yang masih terisi bir pada tangan Meily.
" Ada apa ?". Tanya Leo berpindah duduk di sebelah Meily.
" Perhatikan kekasih mu ini kak, dia benar-benar tidak bisa aku larang untuk hal ini !". Seru Ruby membuat suasana hening, mereka semua terkejut akan perkataan Ruby yang menyebut jika Meily kekasih Leo.
" Kekasih apa maksud mu Ny ?". Ucap Reina penasaran karena bagaimanapun Meili dan Reina tidak pernah terpisahkan, merek berdua selalu bersama kemanapun dan di manapun seolah mereka berdua saudara kembar yang begitu saling mengasihi.
__ADS_1
" Oops keceplosan ". Bekam Ruby pada mulutnya sendiri.