Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 153


__ADS_3

" Kau pasti tahu ka dan kau pasti kenal dengan Nara ". Ucap Ruby baru saja bergabung dengan mereka, Edward menggendong Nara dan duduk di pangkuan nya.


" Maksudmu ? apa benar jika Nara yang ini yang mereka cari !". Ucap Agatha menunjuk Nara. " Pantas saja kaka tidak asing dengan wajah nya ". Lanjut Agatha.


" Lio, apa benar dia ini anak nya ?". Tanya Revin ulang.


" tidak tidak, coba kau jelaskan Al agar kami tidak salah paham dan mengerti ". Ujar Ronald menyanggah pernyataan Ruby dan bersiap mendengar kan penjelasan darinya ataupun Edward.


" Lio ? coba jelaskan kepada mommy and daddy ! ". Yang baru saja datang pun merasa penasaran dengan keberadaan Nara yang tiba-tiba Ruby bawa ke rumah.


" daddy kira jika Nara putri nya Edward ". Canda Luis yang langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang apalagi ke tiga kaka laki-lakinya yang begitu over.


" Jika Nara putrinya dia maka jangan harap kita akan membiarkan dia mendekati adik kita. heeuuh keenakan !". Sarkas Revin yang mulutnya begitu tajam dan sarkas.


" Tch, kalian terlalu berlebihan ". Ucap Edward geleng kepala dengan kelakuan calon kaka-kaka ipar nya.


Ruby dan juga Edward menceritakan dari awal hingga akhir bagaimana dia bisa bertemu dengan Nara dan pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membawanya bersama mereka.


" Pantas saja ". Gumam Agatha tapi suara nya masih terdengar oleh orang-orang yang ada di sana.


" maksud mu apa tha, pantas saja apa ?!". Penasaran Revan.


" itu, mereka semua saat ini masih mencari Nara sampai-sampai mereka menggunakan koneksinya di berbagai negara untuk membantu mencarinya tapi hasil nya masih nihil termasuk Irlandia ! tapi mengapa yang di Irlandia tidak bisa menemukan Nara padahal dia berada di sana ". Heran Agatha.


" Ya ampun Tha, apa kau lupa mereka ini siapa hmm ?!". Acuh Revin.


Agatha menepuk jidat nya baru sadar siapa adiknya itu. " Benar juga apa katamu ka ". Bodoh nya. " Tapi apa kalian merasa jika ini sangat kebetulan ?". Lirik nya pada mereka.


" kebetulan ? tidak ya, kaka tetap tidak menyukai dia !". Final Revin.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan aku uncle ". Revin langsung menoleh pada Nara. " Jika kau tidak menyukainya berarti kau tidak menyukai ku juga ". Sendu Nara berdrama. Edward dan Ruby tahu jika Nara sedang beraksi maka dari itu mereka berdua diam mengikuti alur nya.


" Tidak, bukan seperti itu ! uncle tidak ada bilang jika tidak menyukai mu sayang". Bela nya berucap lembut.


" Tapi seperti nya uncle sangat tidak menyukai daddy Lio, Nara minta maaf atas nama Daddy Lio ". Revin kelabakan bingung harus menjawab apa dan lagian kenapa anak sebesarnya begitu lihai berbicara.


" Uncle Ronald dan uncle Revan pun seperti nya sama ". Nara menundukkan kepalanya hampir menangis.


" tidak, bukan seperti itu sayang ! kenapa kau yang meminta maaf ". Tidak enak Revan, baru kali ini dia merasa tidak enak hati dengan ucapan nya.


" itu benar, kami tidak membenci mu atau apapun itu karena kini kamu adalah putri dari adik kesayangan uncle ". Tutur Ronald ikut berucap.


" Grandma and Grandpa juga sama bukan ?!". Sendunya lanjut pada Nameera dan juga Luis sengaja menumpahkan air matanya.


Ruby dan juga Edward berusaha untuk tidak tertawa, untung mereka memiliki wajah dingin jadi bisa menahan nya dengan mudah.


" Nara cucu Grandma sekarang, percayalah kita semua tidak membencimu hanya karena ayah mu itu ! ". Ucap Nameera, ucapan nya seolah Nara adalah cucu kandung dan juga keluarga yang sangat mereka sayangi.


" Ia cantik, kau keponakan aunty sekarang dan selamanya akan seperti itu ". Ucap Agatha ikut memperkuat keyakinan untuk Nara jika mereka semua tidak membencinya.


" Uncle juga sama, jadi jangan bicara seperti itu lagi ". Seru Reva.


Hidup memang siapa yang tahu, entah itu ke depan nya akan berakhir dengan kegelapan atau berakhir dengan cahaya terang yang menunggu di sana. Semua orang pasti bertanya-tanya, kenapa mereka dengan mudah nya mengakui jika Nara adalah bagian dari keluarga mereka walaupun itu hanya dalam waktu singkat seperti hal nya saat ini.


Pertemuan singkat mereka tak menjadikan alasan untuk mengakui keberadaan Nara, entah kenapa dengan mereka semua, tapi satu hal yang mereka yakini, jika Ruby sudah mengakui nya maka itu pastilah hal yang berwujud kebaikan karena mereka tahu siapa adik mereka sebenarnya. Nameera dan juga Luis pun sama, kesalahan mereka di waktu lalu membuat mereka berdua pandai memfilter mana yang baik dan mana yang tidak baik.


" Apa keponakan uncle yang cantik ini masih ingin merengut seperti itu hmm ". Bujuk Revin dengan keahlian nya.


" Ayolah, kita semua tidak membenci mu ! tadi uncle cuman,,, !". Revin terus bebicara karena Nara masih tertunduk tidak mau memandang mereka tapi nyatanya sedari tadi senyum Nara tersungging dari sebelah bibir nya dan itu tidak lepas dari penglihatan Edward dan juga Ruby yang masih saja mengatupkan mulut mereka.

__ADS_1


" Aku tahu ". Jawab Nara tiba-tiba dengan reaksi yang membuat mereka terkejut.


Hahahahahahah.


Kini suara Ruby dan juga Edward menggelegar, tapi Edward tak terlalu tertawa terbahak, lain hal nya dengan Ruby yang begitu puas dengan reaksi dari keluarga nya, saat Nara menjawab hal seperti itu dengan wajah yang penuh dengan kejahilan.


Hahahaha


" Kalian tertipu ". Ucap di sela tertawanya, Ruby seakan begitu puas saat Nara berdrama mengerjai keluarganya.


" Tch tch tch, kalian jangan tertipu dengan wajah nya yang polos !". Lanjutnya. " Anak kecil di hadapan kalian ini pemeran yang handal, kalian harus tahu itu ". Tutur Ruby melekatkan tubuh nya di dada Edward dan terlihat Edward pun mengepalkan tangan nya guna menutupi mulutn yang sedang menahan tawa.


" Yaaakk, kalian ibu, bapak,anak sama saja ". Revin kesal sendiri jadinya, Nara beringsut lari ke pelukan Edward.


" Daddy cepat tangkap aku, lihatlah uncle Revin berubah jadi singa !". Teriak Nara berlari dengan cepat nya.


hahahahaha


hahahahaha


hahahahaha


Mereka tertawa begitu hangat dalam beberapa jam ini karena adanya peri kecil yang tiba-tiba datang bersama cahaya mereka.


Malam semakin larut, kediaman Smith perlahan-lahan semakin sunyi, orang-orang satu persatu terlelap dengan tidur nya begitupun Nara yang kini sedang tidur dengan Revan. Tch, dia memang benar-benar beruntung memiliki uncle tampan dan itu tidak hanya satu melainkan semuanya, baik itu yang di Irlandia ataupun di Jerman, jadi bagaimana Nara tidak menggilai ketampanan itu ? saat semua para pria di sekelilingnya begitu penuh dengan kesempurnaan.


" Ka ". Ucap Ruby yang kini berada di dalam kamar Agatha dengan alasan jika kamarnya di pakai oleh Edward jadi dirinya sengaja tidur dengan Agatha.


" Eum ". Jawab nya begitu singkat.

__ADS_1


__ADS_2