
" tch apa mereka begitu bermusuhan ?!". Gumam David sedikit memalingkan kepalanya.
" uhhh, keponakan uncle cantik sekali ! kemarilah uncle ingin menggendong mu ". Seru Brayn setelah melepaskan pelukan nya dari Ruby dan beralih menggendong Nara.
" uncle, aku menemani mommy pulang dulu ya !". Ucap Nara.
" eum, jangan terlalu lama okey ! keluarga mu ada di sini dan akan seperti itu, tetaplah tersenyum seperti ini, mengerti !". Tutur Brayn seolah sedang mengobrol dengan orang dewasa.
" Siap komandan ". Jawab nya sembari tangan nya mengangkat hormat.
" Caahh baiklah, sekarang kalian harus segera pergi !". Brayn memberikan Nara pada Edward. Sebelum mereka benar-benar berangkat, ucapan serius dari Ruby membuat mereka siapa siaga saat itu juga dan bersiap untuk segera melakukan tugas nya.
" Dengarlah, tikus-tikus menjijikan sedang mengincar markas pusat kita ! jangan biarkan dia terlena dan hati-hati, dia telah mengambil alih kembali kepemimpinan nya ". Tegas Ruby mengingatkan mereka agar siap pada tugasnya masing-masing.
" Aku dan Edward akan mengurus mereka yang beraksi di Jerman dan mengurus beberapa anak tikus yang sedang mencari mangsanya ". Lanjut nya tenang dengan ekspresi dingin tak terbaca. Mereka semua seolah tergugah dengan ucapan Ruby.
" Tak perlu khawatir sweetie, kau tahu beres !". Seru David berdecak pinggang.
" hem baiklah kalau begitu, jangan kecewakan aku !". Ujarnya berlalu dari hadapan mereka.
" bye bye uncle, aunty, sampai ketemu lagi ". Teriak Nara, mereka semua membalas lambaian tangan Nara sampai dia tak terlihat oleh mata.
Akhirnya mereka semua pulang ke mansion dan sekalian memantapkan rencana mereka.
**
Jerman sedang berada dalam cuaca mendung seolah akan turun hujan, awan gelap menutup langit sehingga terasa gelap. Leo tanpa pamit keluar dari rumah nya dan telah ada Andrew dan juga Lexi menunggu nya tidak jauh dari gerbang.
" Le, cepat masuklah ". Ujar Lexi beralih duduk ke belakang.
__ADS_1
" Kita ke apartemen kak Lio ". Tanpa babibu mereka langsung berangkat dari sana.
Setelah membelah jalan yang sudah nampak sepi karena gelapnya jalan, padahal ini masih lah siang seolah sang surya tak semangat duduk di peraduan nya.
" Kenapa wajah mu kusut seperti itu Le ?!". Lio kebetulan tengah berada di luar hendak masuk. " Ayo masuklah, kita makan bersama ". Ajak Lio pada mereka.
Leo menceritakan apa yang tengah terjadi, Sekarang Ayah nya kembali menduduki kepemimpinan Mafia bersama ibu nya dan Leo tidak mau ingin ikut campur apalagi ikut menjadi bagian dari kejahatan nya.
" Jika tidak ingin maka jangan, kaka pun sudah tak peduli dengan semuanya !". Seru Lio sembari melahap makanan di depan nya.
" Iya Le, kita dukung apapun keputusan lo ". Ujar Andrew anteng dengan makanan nya.
" huffhhh, kalau begitu apalagi yang harus aku lakukan ! biarlah, akupun sudah lelah dengan hidup yang seperti itu ". Leo menghela nafas kasar seolah beban itu masih saja membelenggunya.
" Tch, ini, makan lah ". Lio menyodorkan makanan yang masih utuh kepada Leo dan dia sendiri beranjak dari sana hendak mencuci tangan nya dan mengambil air untuk dia minum.
Ruby dan juga Edward serta Nara kini tengah berada di perjalanan menuju markas nya. Nara masih anteng menutup matanya di pangkuan Ruby.
Gerbang tinggi sudah nampak di depan mata, Ruby dan Edward menginjakkan kembali kakinya di sana.
" Selamat kembali pulang Lady/King ". Ucap mereka menunduk hormat, mata mereka menangkap anak kecil di dalam pangkuan Edward yang tadi dia ambil alih dari Ruby karena dia melihat jika Ruby kelelahan terus menggendong Nara sejak tadi.
Akhirnya mereka sampai di dalam, ketika mereka melewati jalan untuk menuju aula, semua orang menyapa dengan begitu segan nya dan juga menatap bingung gadis kecil di pangkuan king nya.
" siapa gadis kecil itu ?".
" apa dia putri kecil pemimpin kita ?".
" tapi sejak kapan ? bukan kah mereka belum menikah ?".
__ADS_1
Mungkin itulah bisik-bisik di antara para mafioso tanpa berani bertanya dan mereka hanya dapat menelan rasa penasaran itu sendiri.
" Baby, tolong bukakan pintunya !". Seru Edward.
" tidurkan di atas sofa itu saja, di sana juga aman ". Tunjuk Ruby pada sofa lebar yang bertekstur lembut, Edward dengan sigap menidurkan nya di sana.
Alex, Maxim dan juga Key sudah terlihat berdatangan dan memberi hormat pada mereka satu persatu.
" Dia ?". Tunjuk Maxim terkejut, bagaimana anak kecil itu bisa masuk ke markas dan terbaring pulas di sana.
Key dan juga Alex pun ikut bingung dengan keberadaan Nara karena baru kali ini ada anak kecil di lingkungan mereka.
" Dia putri kecil kami ". Jawab Ruby membuat mereka semakin terkejut dengan pernyataan Lady nya. " Dan kalian harus mengingat wajah polos itu, jangan biarkan siapapun melukai nya kalau tidak nyawa kalian taruhan nya ". Lanjutnya santai tapi mengandung racun yang begitu mematikan.
" akan kami ingat Lady ". Jawab Alex.
" Bagaimana keadaan di wilayah ini, apa tidak ada yang mencurigakan ?!". Ucap Edward memangku kaki kanan nya dan punggung bersandar di bahu sofa.
" Aman, semuanya aman terkendali ! tapi mungkin itu tidak akan lama lagi ". Tutur key.
" Maksudmu ?". Tanya Ruby pura-pura tidak mengerti.
" Maksudku, Mafia Dark Blue Dragon kini di kendalikan kembali oleh Jeffrey dan juga istri nya tapi entah apa yang membuat mereka kembali mengambil posisi itu " Jelas Key dengan matanya seolah ikut berpikir membantu otak nya yang masih belum memiliki jawaban. " ini tidak benar ". gumam nya tapi masih terdengar oleh mereka.
" Juga berita besar kini tengah merambah pada setiap mafia yang berada di sini, jika anak sulung dari tuan Jeffrey telah memiliki seorang putri yang sekarang sedang di cari keberadaan nya karena selama beberapa minggu lebih dia menghilang tanpa jejak !". Timpal Alex yang selama ini menjadi pencari informasi, dia begitu lihai dan teliti dengan bidang itu.
" Tidak hanya oleh mereka yang ingin melemahkan kemafiaan dark blue dragon melalui anak si Sehalio itu tapi tuan dan juga nyonya Jeffrey pun seolah tidak menerima nya dan sekarang yang aku lihat suruhan nya tengah beraksi mencarinya sebelum di dahului oleh Leo dan juga kaka nya !". Lanjutnya.
" Siapa saja yang ikut mencari anak itu selain mereka ?". Tanya Edward penasaran.
__ADS_1