Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 155


__ADS_3

Jeffrey kembali mengerahkan anak buah nya untuk mencari anak itu, dia sangat yakin ini akan berhasil dengan tidak segan dirinya menambah personil, karena sekarang tidak hanya Nara yang dia cari tapi juga wanita yang bersamanya saat ini. Padahal waktu itu Edward pun berada bersama mereka tapi mungkin pada saat itu jarak Edward dan juga Ruby tidak berdekatan, lebih tepat nya Edward berada lumayan jauh di belakang.


" Maksimalkan kemampuan kalian, pergilah !". Seru Jeffrey memerintahkan pencarian Nara kembali dengan beberapa ancaman untuk mereka yang tidak bisa secepat nya menemukan Nara dan juga wanita yang bersamanya di bandara.


Mereka mengawali pencarian Ruby dan juga Nara dari terakhir mereka kehilangan jejak nya.


" Dia tidak mati, maka jika begitu kita jadikan dia alat untuk membuat Lio berlutut dan menuruti kembali semua perintah dari kita ". Ucap Jeffrey dengan emosi dan ambisi yang begitu kuat, Nyonya Jeffrey mencerna puas karena tujuan nya kini sudah berada di depan mata.


" Kau kejam sekali ". Ujar Nyonya Jeffrey penuh maksud.


" Begitulah gunanya anak, jika tidak bisa di manfaatkan maka kita buang ". Jawab Jeffrey penuh tingkah dan tak punya belas kasih.


" Hemm, terserah kau ". Seru Nyonya Jeffrey tanpa memiliki hati keibuan sama sekali.


Menyembunyikan kegelisahan memang Ruby ahlinya dan mendeteksi kegelisahan Edward jagonya.

__ADS_1


" Ada apa ?". Ujar Edward memegang kedua bahu Ruby dari belakang sampai Ruby pun langsung menolehkan kepalanya sekejap dan langsung menengadah menatap jelas mata damai milik Edward.


" Tidak honey, tidak ada apa apa hanya saja ada beberapa yang sedikit mengganggu pikiran ku !". Jawab Ruby terbuka kepada Edward.


" Bicaralah ". Ucap Edward.


" Entah ini kebetulan atau apa tapi apa kau tidak berpikir jika semua yang terjadi begitu terancang epik ? Nara tiba-tiba berada di antara kita dan sekarang dia telah menjadi putri kita lalu apa kau tahu jika Agatha menyukai ayah nya ? aku pasti tidak salah lihat honey, matanya begitu banyak cinta untuk Lio tapi,,,,,, !". Tutur Ruby.


" Tapi apa baby ? itu tak masalah, lalu apa yang mengganggu pikiran mu hmm ?". Seru Edward.


" kau pun tahu bukan bagaimana keluarga mereka ?!". Ujar Ruby semakin memancarkan kekhawatiran nya.


" Bukan itu yang aku maksud Edward Lucifer !". Kesal Ruby menepuk kasar lengan kekar milik Edward sampai Edwar pun menautkan kedua alis nya.


" Lalu apa ?!". Seru Edward.

__ADS_1


" Sifat nya, sifat Sehalio yang aku takutkan, sifat yang timbul karena ajaran dan juga tekanan yang dia terima selama ini, takut sifat itu tak bisa untuk di perbaiki ! kita tak akan mengetahui apapun yang di rasanya, jadi apakah salah aku mengatakan terlebih dahulu jika aku meragukan nya ?. Aku menginginkan yang terbaik untuk Agatha apalagi untuk Nara, mereka dua wanita yang sangat aku sayangi juga saat ini dan aku tidak ingin salah langkah untuk setiap keputusan yang akan aku ambil ". Jelas nya mengkhawatirkan setiap orang di dekat Ruby.


Otak cerdas nya masih ragu untuk memulai dan memutuskan, Ruby masih saja perlu masukan dari Edward yang selama ini telah menjadi teman sharing untuk nya walau masih banyak kakak-kakak nya tapi Ruby memilih Edward untuk menjadi pendengar dari keluh kesah nya, Ruby tidak mau membebankan mereka dengan segala keraguan dan juga kekhawatiran nya, jadi Ruby memilih satu saja dari sekian banyak orang di dekatnya dan Edward lah yang dia yakini untuk menjari pendengar setia.


" Hemm, begitu beruntung nya mereka memiliki mu baby ! tidak usah khawatir, tidak usah ragu, apapun yang dalam pertimbangan mu aku yakin semuanya akan baik-baik saja !". Ucap Edward yakin.


Ruby akan penuh pertimbangan jika menyangkut keluarga nya, tidak seperti saat dia dalam posisi seorang Lady yang langsung saja memutuskan dengan pertimbangan singkat atas semua yang akan di lakukan dan akan berakhir dengan hasil yang memuaskan, entah insting nya kuat atau apa tapi keputusan apapun yang di buat saat dia setiap menjadi Lady dan menjadi hakim dalam mafia nya sangat-sangat mengahasilkan akhir yang tidak mengecewakan.


Tapi kini Ruby sedang tidak dalam posisi Lady, dia hanyalah seorang adik dari kaka nya dan juga anak dari orang tuanya yang setiap hal apapun mereka semua meminta masukan dari Ruby dan hal itu menjadikan dia terus saja merasa ragu dan penuh pertimbangan, walaupun nanti hasil nya tidak sesuai keinginan mereka dengan segala kelegaan mereka semua harus menerimanya karena itu yang di yakini Ruby maka tidak ada lagi protes dan juga bantahan.


" Baiklah, terima kasih atas masukan nya ". Senyum Ruby bernafas lega. " Tapi kenapa kau secara mudah nya menyetujui hubungan Agatha dengan Lio ?!". Selidik Ruby baru sadar jika sedari tadi perkataan Edward seolah mengandung persetujuan, bukan kah Edward sedikit tidak menyukai Lio.


Cengir Edward. " Bukan kah jika mereka begitu akan cepat untuk menikah !". Seru Edward polos polos menjengkelkan, mungkin dia teringat perkataan Ruby yang ingin menikah jika kaka nya sudah terlebih dahulu menikah maka dia pun akan meminta nya sendiri.


" yaaakk ". Geram Ruby teriak dengan nada rendah nya, Edward sedikit memundurkan tubuh nya siaga. " tch, bukan kah kau ini pria dingin ? ternyata salah !". Ujar Ruby berdiri dan beranjak pergi melenggangkan kaki nya tanpa menoleh sedikitpun.

__ADS_1


Begitulah mereka, dua insan yang saling melengkapi, ada saat nya sifat datar itu terlukis di wajah Edward dan ada saat nya terlukis pada wajah Ruby. Ada saat nya sifat lembut itu terlukis lembut pada wajah Edward dan ada saat nya pula terlukis pada wajah Ruby. Ada saat nya salah satu dari mereka bersikap dewasa dengan segala pemikiran nya yang luas dan ada saat nya pula salah satu dari mereka bersikap layak nya anak kecil. Sifat dan sikap itulah yang membuat mereka nyaman pada satu sama lainnya tanpa ada yang harus mereka ributkan setiap harinya.


Terlepas dari hal itu mereka berdua sama-sama saling mengerti apalagi sekarang ini ada seorang anak yang butuh bimbingan dan juga gambaran real kehidupan yang baik agar dia dengan sendirinya mengikuti tingkah perilaku dan pola pikir dari Edward dan juga Ruby untuk membentuk jiwa yang berkualitas dan juga bermutu.


__ADS_2