
" Tak ada maksud apapun ! ahh baiklah, kau beruntung hari ini karena sekarang aku sedang bahagia, jadi aku sedang tak menginginkan nyawa seseorang ! Haiihhh betapa beruntungnya kau paman, tapi jangan senang dulu, kau pun tahu bukan jika seseorang membuat kejahatan maka harus di hukum setimpal dengan apa yang di perbuatnya tapi keberuntungan menghampirimu hari ini jadi aku akan memberi hukuman ringan saja untuk mu.
Ruby terduduk kembali. " Panggil dia !". Ucap Ruby pada salah satu mafioso yang berada di sana.
" Semuanya sudah beres ". Ucap Maxim, ya dia maxim yang saat ini di tugaskan untuk mempersiapkan berkas-berkas yang berhubungan dengan kejahatan mereka semua.
" Bagus, Bawa mereka ! hukuman seumur hidup pantas untuk mereka dan jangan biarkan ada orang yang membantu mereka, jika ada maka kau pun tahu bukan apa yang harua dilakukan !". Seru Ruby sembari memeriksa semua bukti yang sudah tertata rapih di dalam map itu.
" Laksanakan Lady ". Ucap Maxim penuh hormat.
" Pergilah, aku harus kembali lagi ke sana ! kau urus mereka sampai selesai, jangan sampai kaka ku mengetahui itu ". Tegas Ruby, Ruby langsung pergi dari sana dengan gaun indah yang terlihat sedikit kotor di bagian bawah nya.
Hari itu semua tampak bahagia, setelah pernikahan selesai, keesokan harinya Ronald pergi berbulan madu bersama Jasmine yang kini telah menjadi istri sahnya.
" Mommy ". Teriak Nara berhamburan memeluk Ruby. " Aku merindukanmu mom ! ". Ucap Nara memeluk Ruby erat.
" wah putri daddy ! apa hanya mommy mu yang kau rindukan hemm ?! ". Edward mengambil alih Nara dari pangkuan Ruby.
" Aku juga merindukan daddy ". Nara mengeratkan pelukan nya.
" Daddy tahu,,, cupp ". Edward mengecup pucuk kepala Nara.
Agatha terpongoh-pongoh mengejar Nara yang larinya begitu kencang. " Nara ku yang cantik yang begitu aunty cintai, apa tidak bisa kau berjalan pelan hah ?! ". Kesal Agatha yang langsung mendudukkan tubuh nya di atas sofa.
" Nara kan, engga menyuruh aunty lari ". Jawab nya bermuka masam.
" Haisshhh, terserah kau ". Lelah Agatha. Setelah Agatha masuk terlihat Lio menarik koper dengan pakaian khas liburan nya.
__ADS_1
" Tch kau ini, apa kau tidak lelah terus berlarian dimana-mana putri kecilku yang nakal ?!". Seru Lio meletakkan koper nya di sudut sofa dan merebahkan tubuh nya, setelah berlibur, mereka pulang ke mansion Ruby karena Ruby hari ini sedang berada di sana jadi Lio memutuskan untuk pulang ke sana.
" Nara, apa liburan mu menyenangkan eumm ?". Ucap Ruby antusias.
" Eum, sangat sangat menyenangkan mom ! nanti mommy harus ikut kalau pergi berlibur lagi !". Nara terus berceloteh, dia begitu senang dan juga bersemangat, wajahnya selalu saja menggemaskan.
Sejak saat itu, Nara memutuskan untuk tinggal bersama Ruby dan juga Edward, semua orang bahagia mendengarnya tapi Nara juga mengatakan jika Daddy Lio pun boleh kapanpun menemuinya. Toh nanti pun mereka semua akan tinggal bersama dalam satu atap, Ruby dan juga Nara bermaksud menjodohkan Lio dengan Agatha dan aksi mereka pun di mulai dengan Nara meminta liburan penuh untuk mereka berdua dan Nara pun ikut bersama mereka.
" Ka, mandilah dulu dan langsung istirahat sana !". Ujar Ruby menarik tangan Agatha yang masih enggan untuk beranjak dari duduk nya.
" Sebentar lagi " Seru Agatha malas.
" Terserah ". Ujar Ruby tak menanggapinya lagi.
" Sayang, apa kau sudah makan ?". Tanya Ruby pada Nara yang masih duduk di atas pangkuan Edward.
" Belum, daddy aku merindukan masakan mu !". Manja Nara.
" Siap ". Senang nya. " Mommy tangkap aku ". Nara berlari memutar menghampiri Ruby yang tengah duduk di seberang nya.
" Euupp, Bayi besar ku ". Gemas Ruby, Agatha dan juga Lio memejamkan matanya nya dengan merebahkan tubuhnya di atas sofa, mungkin mereka kelelahan dengan liburan nya dan mungkin di tambah keberadaan Nara di antara mereka yang semua keluarganya pun tahu jika Nara super aktif.
Setelah menunggu lama, akhirnya Nara bisa memakan masakan daddy nya itu dengan sangat lahap nya. Edward dengan telaten menyiapkan yang Nara inginkan saat itu juga.
" Ka, apa kau tidak akan pulang ke rumah ?". Terlihat Agatha yang sudah mengganti pakaian nya dan wajah nya sudah tak terlihat kusam lagi.
" Tidak, kaka sudah bilang akan menginap di sini pada mommy !". Seru Agatha masih menutupi kepalanya dengan handuk. " Apa dia sudah tidur ?". Lanjutnya bertanya.
__ADS_1
" Sudah, Nara sedang tidur bersama ka Edward !". Ucap Ruby masih berselonjoran di atas tempat tidur Agatha.
" owhh ". Respon nya simpel.
" Ka ". Ucap Ruby
" Apa ?!". Agatha ikut merebahkan tubuh nya di sisi kiri tempat tidur.
" Jika nanti kau menikah, tinggal lah di mansion ku ini ! sayang bukan jika mansion ini kosong ! Aku memutuskan untuk ikut Edward ke Irlandia karena dia harus mengurus perusahaan nya di sana, kaka juga tahu bukan bagaimana dia pulang pergi Irlandia-Jerman ? Aku juga akan lebih mudah mengontrol organisasi ku di sana !". Tutur Ruby, dia sekarang lebih leluasa bertukar cerita kepada Agatha, biasanya dulu hanya Revan dan Revin yang bersedia menjadi sandaran nya tapi kini tidak lagi.
"menikah ? dengan siapa ? bukankah kau tahu jika kaka menyukai ka Lio !". Terkejut Agatha yang berpikir jika Ruby akan menjodohkan nya dengan seseorang.
" Itu otak, ganti baterai coba, lemot amat !". Ucap Ruby dengan sedikit ledekan di dalam nya. " Ya maksud Ruby itu, nikah nya sama ka Lio kaka ku yang cantik !". Kesal Ruby karena Agatha selalu saja lemot.
" owh, kaka kira kau mau menjodohkan kaka dengan seseorang !". Seru Agatha.
" Ya ampun ka, pikiran mu itu tch tch tch, tak habis pikir aku !".
" Apa tidak apa kaka langsung nikah ? apa tidak kuliah dulu by, kau tahu kan bagaimana Ka Revan dan Ka Revin ?!". Ucap Agatha yang butuh solusi dari Ruby.
" Ya ampun ka, aku ngga nyuruh kaka nikah buru-buru loh ! maksudku, kalau nanti kaka sudah nikah, kaka dan ka Lio tinggal di mansion ini, itu aja loh yang aku bilang !". Bingung Ruby mengobrol dengan kaka nya ini, server nya kadang tak sama.
" Eh, hahaha,,, eh ia ya !". Tawa Agatha begitu polos nya.
" Isssshh,, ". Reaksi Ruby begitu malas kalau kaka nya sedang dalam mode lola.
" Al, Kapan Edward menikahi mu dan memberikan keponakan yang lucu-lucu untuk ku eumm ?". Tanya Agatha menggoda Ruby.
__ADS_1
" Entahlah, tapi Edward selalu saja mengajak ku menikah ! Ka, apa tidak apa jika aku nikah duluan ?". Ucap Ruby.
" Ya ampun Al, kita tak masalah jika kau nikah duluan ! Justru kaka senang akhirnya kau dan Edward bisa bersama , jangan terus mengulur waktu loh, kau pun tahu bukan di luar sana masih banyak wanita yang mengincar Edward !". Ujar Agatha.