Mafia Girls

Mafia Girls
Aku bisa sendiri


__ADS_3

" Mommy, daddy ". Teriak Shabila dan juga Shane, mereka tanpa izin dari Edward dan juga Ruby langsung saja masuk ke kamar mereka dan menaiki ranjang di sana.


" Mom, dad bangunlah ! mom, bangunlah !". Guncang Shane pada perut Ruby sedangkan Shabila mengganggu Edward dengan mendaratkan beribu-ribu kecupan di wajah daddy nya.


" Eumm, sayang ! apa yang kau lakukan !". Mata Edward terbuka dan langsung merengkuh putrinya. " Selamat pagi sayang nya daddy !". Ucap Edward.


" Pagi dad !". Sahut Shabila.


" Mom, apa matamu begitu lengket sampai susah terbuka ?!". Ucap Shane berusaha membuka mata Ruby tapi Ruby dengan sengaja memejamkan matanya.


" Menyebalkan !". Kesal Shane.


" Hahahah, maaf maaf mommy bercanda !". Tawa Ruby di pagi hari.


" Hahahah, dasar anak nakal ". Tawa Shabila.


" Wah wah kau tampan sekali sepagi ini !". Goda Ruby pada Shane. " Kau juga sudah cantik sepagi ini sayang !". Kecup Ruby di tangan Shabila.


" Dimana Sean ? kenapa dia tak bersama kalian ?!" . Tanya Edward terduduk dari tidur nya.


" Dia sedang beradu mulut dengan Ka Nara !". Ujar Shane terkikik pelan.


" Ada apa ? ". Tanya Edward.


" Kita berdua mandi bersama ka Nara tapi Sean tidak mau dan sekarang dia masih di dalam kamar mandi karena ka Nara masih berdiri di depan pintu !". Jelas Shabila yang masih heran dengan tingkah Sean.


" Hahaha, apa dia mulai lagi ?!". Geli Ruby yang langsung teringat dengan kejadian di rumah sakit beberapa waktu lalu.


" Kenapa Baby ?!". Bingung Edward menautkan alis nya.


" Itu honey, dia pasti masih malu jika Nara membantunya membersihkan diri !". Ucap Nara.


" Tch, apa dia masih menggodanya ?!". Tanya Edward kepada kedua anak nya dan Shane begitupun Shabila menganggukkan kepalanya cepat.


" Kenapa gadis tengil itu sangat suka menggodanya ?!". Gemas Edward heran ada apa dengan Putri pertamanya itu sembari beranjak dari tempat tidur.


" Daddy tunggu aku ". Teriak Shane dan Shabila mengejar Edward. Ruby yang masih terduduk hanya geleng kepala sembari tersenyum dengan tingkah orang-orang tercintanya.


" Huffhhh, ayo kita mandi dulu !". Gumam Ruby langsung masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Di depan kamar Nara yang dimana si kembar pun tidur di sana, di depan pintu terlihat orang-orang berkerumun sedang tertawa gemas.


" Ada apa ?!". Tanya Edward.


" Daddy ". Teriak Sean dari dalam.


" Hahahha, kenapa kau malah berteriak sayang !". Tawa Nara terdengar masih menggoda Sean.


" Daddy lihatlah ka Nara nakal !". Kesal Sean, Edward langsung masuk ke dalam dan menghampiri mereka sedangkan Shane dan Shabila ikut para uncle nya ke bawah.


" Dad lihatlah, dia sangat lucu sekali !". Nara masih tertawa sedangkan Sean wajah nya sudah memerah menahan kesal.


" Sayang kenapa kau senang sekali menggodanya hmm ?!". Seru Edward membawa Sean ke dalam pelukan nya.


" Dia sangat membuatku gemas Dad, lihatlah hanya dia seorang yang tidak ingin aku mandikan ! Padahal Shane juga laki-laki tapi dia baik-baik saja tapi dia ? waahh kau memang berbeda tampan nya kaka !". Gemas Nara mencubit pipi Sean yang masih berada di pelukan Edward.


" Sean sudah bilang bisa mandi sendiri tapi kaka tidak mendengarkannya Dad ! Uncle juga bukan nya memarahi kaka tapi malah tertawa melihat Sean ! Apa Sean selucu itu sampai mereka tertawa keras Dad ?!". Ketus Sean dengan kimono kecil yang masih membungkus badan nya.


" Mungkin !". Edward membawa Sean ke arah ranjang yang di sana telah terlihat baju ganti untuk Sean.


" Pakailah baju itu, kaka yang memilih nya sendiri ! ". Ujar Nara yang masih saja mengikuti Sean dan juga Edward.


" Kenapa baju nya mirip dengan yang kaka pakai ? aku Ingin sama seperti Shane dan juga Shabila !". Protes Sean.


" Aku tidak takut sama sekali ". Ketus nya.


" Sudah-sudah, ini masih pagi dan kalian sedari tadi terus beradu mulut ! apa kalian tidak lelah hmm ?!". Lerai Edward.


" Sayang, bawa adik mu kebawah ! daddy mandi dulu ". Ucap Edward.


" Siap Dad !". Semangat Nara terus saja mengembangkan senyum nya.


" Aku bisa sendiri Dad !". Seru Sean.


" Tidak boy, daddy takut nanti kau tersandung di tangga, biar kaka mu menuntun mu ok ! sudah, daddy mandi dulu ya". Edward beranjak.


" Dad, aku belum mendapatkan kecupan selamat pagi dari mu !". Ujar Nara.


" Morning sayang ". Kecup Edward pada kening Nara.

__ADS_1


" Morning boy ". giliran kening Sean yang Edward kecup.


" Morning juga Dad !". Mereka mengecup pipi Edward bersamaan.


" tunggu daddy and mommy di bawah ! bermainlah bersama uncle dan juga grandpa ya ". Ucap Edward sembari berlalu pergi.


" Ayo sayang ". Tarik lembut Nara pada tangan Sean.


Suara Shabila dan juga Shane terdengar tertawa puas di telinga Nara dan juga Sean.


" Sean ". Teriak Shane dan juga Shabila, Sean menghampiri mereka berdua. Semua orang tengah berkumpul di sana, mereka sangat semangat dengan kedatangan si kembar yang sangat lucu.


" Pagi Sean ". Sapa Ronald, Sean hanya berdiam dan menatap nya.


" Sean duduklah di samping kaka !". Tepuk Nara pada sofa yang dia duduki, Sean menuruti perkataan nya dan langsung duduk di sana.


" Sean, uncle menyapamu ! kenapa kau tak menyahut ?!". Ucap Shabila.


" Panggil aku kaka, Shabila !". Ketus Sean karena sejak dari kemarin kedua adik nya memanggil dia dengan sebutan nama saja.


" Kita hanya berbeda lima menit saja Sean ! ". Protes Shabila. " Kenapa pagi ini kau menyebalkan ?!". Cemberut Shabila.


" Kau menangis ?". Ujar Shane pada Shabila yang terlihat menundukkan kepalanya pura-pura sedih.


" Sean lihatlah, dia seperti akan menangis !". Ujar Shane, Sean beranjak berdiri dan mendekati Shabila.


" Kau menangis ? apa aku menyakitimu ! maaf, jangan menangis ok !". Ucap Sean merasa bersalah telah membuat Shabila sedih karena dia sangat benci jika adik-adik nya dan juga mommy nya menangis. Sean berusaha menengadahkan kepala Shabila tapi tidak bisa, kedua tangan Sean menangkup wajah Shabila dan langsung memeluk nya.


" Maaf ". Ucap Sean, Shabila hanya tersenyum dan memberi acungan jempol pada Nara dan juga Shane saat dia berada di dalam pelukan Sean. Revan dan juga David yang kebetulan berada di depan mata Shabila hanya menggeleng masih tidak percaya jika Sean bisa seperti ini.


" Ada apa sayang ?!". Tanya Ruby yang terlihat sedang menuju ke arah mereka bersama Edward.


" Morning mom !". Sambut Nara dengan manis


" Morning juga sayang ". Senyum Ruby tulus.


" Ada apa Shabila ? kenapa wajah mu di tekuk seperti itu ?!". Tanya Ruby.


" Tidak ada apa-apa mom !". Ujar Shabila melepaskan pelukan Sean.

__ADS_1


" Kau !". Tunjuk Sean.


Keramaian di dalam rumah telah tercipta kembali di tambah si kembar datang meningkatkan kebahagiaan dan keramaian di sana.


__ADS_2