Magical Flower

Magical Flower
BAB 11 - Janda Kembang (Part 4)


__ADS_3

"Duduk sini Calla.." Bisik Viola menuntun Calla duduk diantaranya dan Alister.


"Jangan bilang kalau kak Al yang tiap hari kirim bunga buat Calla dan seenaknya menciumnya tadi?" Tanya Viola terdengar sinis pada kakak sepupunya. Alister hanya nyegir dan tetap menatap intens pada Calla yang masih tertunduk malu.


"Lala, coba kau ceritakan kenapa menolak saudaraku yang tampan itu?" tanya Emma membuat Calla bingung untuk menjawabnya karena dia malu dengan kondisinya saat ini.


"Sudahlah Lala, jangan semakin tenggelam pada masa lalu dan keluarga brengsekmu itu, kau harus bangkit." Ujar Vio memberi semangat karena dia paling tau kehidupan Calla selama ini.


"Memangnya kenapa keluarganya Vio?" Tanya Alister penasaran karena tidak mendapat info itu dari Andy. Calla langsung menatap Vio dan menggeleng tanda jangan ceritakan tapi Vio malah mengangguk dan akan ceritakan semuanya agar tidak ada kesalahpahaman, karena dia tau Alister serius pada Calla.


"Jadi Calla 2 kali menikah karena dijodohkan bahkan dia gak kenal sama suaminya itu. Sejak orang tuanya meninggal, tantenya yang merawatnya dari SMP sampai dia tamat SMA dan sebelum dia tamat kuliah sudah di jodohkan dengan pria berumur 35 tahun padahal Calla saat itu masih 20 tahun. Mereka mengalami kecelakaan juga sangat aneh, padahal mobil itu baik-baik saja saat menjemput keluarga tantenya tapi saat menjemput Calla dan suaminya malah ada mesin yang rusak. Lalu waktu Calla koma di rumah sakit juga keluarga tantenya bersikeras cabut semua mesin karena biaya yang mahal padahal selama ini mereka hidup pakai uang warisan orang tua Calla. Sampai suatu hari mereka sudah mau cabut alat bantu pernafasan tapi Calla malah bangun." Vio terhenti karena melihat Calla sudah gelisah, Alister coba untuk menenangkannya dan menggenggam tangannya, Calla diam saja dan dia mulai menarik napasnya perlahan.


"Karena suaminya meninggal, jadi semua harta suaminya Calla lah yang berhak tapi semua diambil paksa oleh sepupunya yang ngeselin itu. Calla tidak dapat apapun. Lalu 2 tahun kemudian dia dijodohkan lagi dengan lelaki bodoh tapi kaya raya. Nah sama lagi, jatuh karena mabuk terus meninggal dengan harta yang sangat banyak hingga semua juga diambil keluarga tantenya. Mereka memanfaatkan kecantikan Calla untuk menggaet pria kaya bodoh itu." Vio menatik napasnya lagi karena emosi mengingat keluarga tantenya yang jahat.


"Lalu kenapa kau bisa tinggal sendiri sekarang?" Tanya Alister penasaran.


Calla tidak bisa menjawabnya, "Karena suami keduanya pernah kasih tau pin atm nya dan waktu itu Calla baru inget dan kami tarik semua uang itu pelan-pelan dan jadilah bisa beli apartemen kecil itu." Jawab Vio lagi.


"Aneh.. kemana keluarga mantan suaminya?" Kini Edo yang bertanya karena janggal mendengar cerita ini. Sednagkan Alister tetap memandang wajah sendu Calla yang sejak tadi menunduk.


"Mereka memang sudah sebatang kara, sepertinya tantenya memang sengaja memilih pria seperti itu, iiihh kesel tau kak, gara-gara itu Calla di bilang pembawa sial tapi aku yakin itu ulah mereka." Kesal Vio lagi dan Calla hampir menangis.


"Kamu jangan terlalu baik Calla, dimana sikap keras kepalamu padaku tadi, harusnya kamu lawan mereka yang menindasmu." Ujar Alister lalu mengelus wajah Calla lembut.


"Hei hei jangan coba menggodanya di depan kami." Tegur Emma kesal karena ALister tidak cocok dengan perilaku itu di depan mereka.

__ADS_1


"Brisik ah.." Ketus Alister membuat mereka tertawa.


"Kak Al serius sama Calla?" Tanya Vio saat Calla sudah pergi lagi bersama Elan, Alister terus memandang Calla yang bermain dengan gembira dan akhirnya melihat wanita itu tertawa.


"Serius lah, cinta pada pandangan pertama asal kamu tau." Tegas Alister membuat Viona senang.


"Kalau gitu Vio kasih saran, terus kirim bunga dan kalau bisa kali ini dengan bunga yang beda tapi tetep ada bunga Calla nya. Sebenarnya dia seneng tau kak dan aku yakin dia ada perasaan khusus padamu." Jelas Vio membuat hati Alister makin berbunga-bunga, senyum tak pernah hilang dari wajahnya saat melihat Calla.


"Lalu sikap kakak yang nyosor terus itu pertahankan. Dia itu pasif jadi lawannya harus aktif, dulu pernah ada cowo deketin Calla juga tapi karna sikapnya begitu si cowo nyerah dan Calla jadi kecewa. Jadi pastikan apapun yang terjadi jangan nyerah, aku jamin 100% seminggu lagi dia akan jinak." Sambung Vio, Alister makin semangat.


"Aku tau Vio.. karena tadi dia tidak menolak saat aku cium, tubuhnya memang menolak tapi dia membalas ciumanku, memang sedikit kaku tapi aku yakin dia akan luluh padaku." Balas Alister yang masih duduk dan memandangi wanita cantik pujaan hatinya.


"Oh ya, apa saja yang kau tau tentang keluarga tantenya, soalnya siang tadi ada wanita bernama Lidia mengganggu Calla di kantor dan sebulan ini mereka akan bertemu terus." Tanya Alister yang berubah serius dan sama halnya dengan Vio.


"Si Lidia itu ular kak, hati-hati padanya. Dia tidak segan-segan main tangan pada Calla, sejak kecil dia selalu menyakitinya. Pernah Calla di dorong dari tangga trus kakinya patah karena cowo yang dia sukai ternyata dekati Calla."


"Benar kakak harus pantau terus."


Sementara di Magical Flower, Flo sedang mendengarkan cerita dari Lion yang mendengar Alister dan Viola berbincang.


"Wah kasian Calla, Mel kita harus bantu Calla Mel.." lirih Flo dan mulai menceritakan pada Imel tentang Calla karena sejak Imel magang di H&S grup mereka sangat jarang bertemu untuk menceritakan hal-hal seperti ini.


"Sepertinya ada yang aneh pada kematian kedua suaminya seperti di sengaja gitu." Ujar Imel dan Flo setuju.


"Tapi kita tidak punya bukti dan aku bisa minta Lion mengikuti si Lidia itu tapi dia tak pernah datang kesini." Flo memikirkan cara bagaimana agar Lidia bisa datang ke toko.

__ADS_1


"Suruh saja Rey bagikan kartu nama dan voucher diskon tapi setelah tau yang mana Lidia." Saran Imel yang selalu membuat Flo senang jika curhat padanya.


"Eh tapi kamu jujur, siapa pria yang menciummu Mel? Kenapa efek sihir itu memudar?" Tanya Flo serius dan Imel tampak memucat dan gugup.


"Memudar bagaimana?" Tanya Imel


"Kata Rey kamu terlihat cantik akhir-akhir ini dan Mala juga bilang begitu."


"Ah cuma Rey kan.."


"Ini serius karena 1 ciuman akan membuat efek sihirku hilang Imel, kau harus menjaga dirimu baik-baik mulai sekarang dan karena ini sudah jam 10 malam jangan pulang sendiri, nginap saja." Tegas Flo dan Imel yang takut pun menurut saja semua perkataan Flo. Dia juga takut kejadian buruk di masa lalu terjadi lagi.


"Jadi siapa pria itu?" Tanya Flo lagi tapi Imel tetap diam. Tidak mungkin dia menceritakan hal itu, dia malu bahkan hanya mengingatnya saja.


"Jadi gamau cerita nih? Besok aku suruh Lion ikutin kamu loh Mel..." Ancam Flo dan Imel akhirnya nyerah.


"Iya iya.. dia Fano.." Lirih Imel.


"What! Fano? Dia sudah berani?" Tanya Flo dan Imel mengangguk.


"Trus apa kalian sudah pacaran?" Tanya Flo lagi tapi Imel menggeleng. "Aku gak mau Flo, kau tau sendiri kondisiku, aku ga mau Fano kecewa." Lirihnya sedih.


"Jangan gitu Mel.. kau kan gak tau gimana perasaan Fano yang sebenarnya." Flo mengusap punggung Imel dan dia tau Imel merasa berat jika harus jujur pada pria yang akan menjadi pendampingna kea


TBC~

__ADS_1


NB : Kisah Fano dan Imel akan ada tersendiri ya... jadi tetap nantikan. Terima kasih


__ADS_2