Magical Flower

Magical Flower
BAB 66 - Ramuan Pelupa Cinta (Part 1)


__ADS_3

Seorang gadis cantik sedang berlari di Bandara mengejar waktu karena namanya sudah berkali-kali di panggil. Dia terus berlari tanpa lelah meskipun nafasnya sudah menderu tak terkontrol karena sudah 10 menit dia terus berlari diantara kerumunan orang.


"Permisi.. saya Ce lin..nnee..." Ucapnya tertahan sambil memberikan boarding pass ke salah satu pramugari yang menunggunya.


"Silakan masuk Nona Celine." Ucap si pramugari dengan senyum manis yang ramah.


Celine langsung mencari tempat duduknya yang memang pada saat itu pesawat itu sangat penuh sehingga beruntung bagi Celine yang tidak membawa koper besar, hanya koper kecil dan sangat kecil karena dia buru-buru.


Beruntung Celine masih bisa membeli tiket terakhir pada saat ini karena mendadak dan perjalanan 10 jam pun di mulai dengan buru-buru dan dia sangat tidak sabar untuk segera sampai.


.


.


Celine menginjakkan kakinya setelah 5 tahun di Bandar Udara Soekarno Hatta dan kini dia sedang berlari mengejar taxi yang tercepat yang bisa dia panggil.


Setelah 5 tahun pergi dari tanah air, akhirnya dia kembali karena kabar duka yang sangat menyayat hatinya. Salah satu teman baiknya meninggal dunia dan satu lagi teman baik dan orang yang sangat dia cintai sedang terpuruk.


2 setelah jam akhirnya taxi yang membawanya sampai ke sebuah rumah mewah yang telah lama tidak dia kunjungi, dia masuk begitu saja karena semua penghuni rumah itu sudah mengenal dirinya. Sabahat baik, sahabat sejak kecil dari tuan mereka Mario.


Celine masuk ke kamar Mario setelah mengetuk beberapa kali, ceklek... hening, Celine tidak melihat siapapun di kamar yang masih sama dengan yang dulu.

__ADS_1


"Mario..." Panggil Celine yang akhirnya tau dimana Mario berada.


"Cel.. Celine.." Mario berbalik, dia sedang berdiri di teras kamarnya sambil terus menangis saat suara yang sangat dia kenal memanggilnya.


"Cel.. Jade telah pergi, dia pergi meninggalkanku Cel.. ini tidak adil. Aku ingin ikut dengannya..." Ucap Mario lirih sambil menatap ke Celine.


"Jangan bicara begitu, kau karus kuat, kau harus tabah menghadapi ini semua Mario.. kehidupanmu belum berakhir." Balas Celine lalu mendekap sahabat baiknya itu. Sungguh Celine tidak tega melihat kondisi Mario saat ini, baru saja di tinggal 2 hari oleh Jade Mario yang gagah dan tampan sudah terlihat lemah dan terpuruk. Celine tau, betapa Mario sangat mencintai Jade sejak SMA dulu.


"Masuklah.. kau bisa sakit kalau disini terus." Celine menuntun Mario untuk kembali ke dalam kamarnya, mendudukkan tubuh besar dan biasanya gagah itu yang kini lunglai kembali ke atas tempat tidur. Celine telah mendengar semuanya dari tante Eli di bawah tadi kalau Mario belum tidur dan makan sejak 2 hari yang lalu.


"Sekarang kamu tidur dulu, atau mau makan dulu?" Tanya Celine lembut tapi Mario hanya menggeleng.


"Jade pergi karena aku Cel.. aku penyebabnya." Lanjut Mario yang terus menyalahkan dirinya sendiri. Celine juga sudah tau cerita sebenarnya dari tante Eli.


Celine duduk di tepi tempat tidur di samping Mario, menggenggam tangannya dan mengelus lengan kokoh itu.


"Aku tidak bisa.. dia menungguku disana. Andai aku tidak membiarkannya sendirian, andai aku yang menghampirinya, atau aku suruh dia menunggu saja, andai aku tidak menyuruhnya menyebrang, dia tidak akan tertabrak mobil itu.. andai.."


"Ssssttt... stop, jangan berandai lagi. Semua sudah terjadi. Jangan menyelahkan dirimu, Jade akan sedih kalau tau Mario si tampan dan gagahnya berubah cengeng dan lemah. kau harus tau, Jade mencintaimu karena seorang Mario itu kuat dan tangguh."


"Temani aku Cel.. aku sangat lelah.. aku ingin istirahat tapi tidak bisa.."

__ADS_1


Celine naik ke atas tempat tidur dan membiarkan Mario mendekapnya dan memeluknya seperti saat mereka remaja dulu, mereka sering tidur siang bersama setelah selesai belajar.


"Tenang ya.. tidurlah, aku akan terus disini, menemanimu." Celine menepuk pundak Mario perlahan, menenangkan pria gagah ii yang sednag rapuh sampai tertidur, tak lama Celine juga masuk ke alam mimpi mengikuti Mario karena dia sendiri juga belum istirahat setelah mendengar kabar duka ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Di Magical Flower,


"Flo.. di simpang jalan Merdeka 2 kemarin ada yang meninggal, tertabrak mobil pengangkut barang. Supirnya ngantuk dan tidak sadar lampu merah dan ada yang menyebrang dan yah.. kasihan, sepertinya si wanita itu mau nyebrang untuk menghampiri pacarnya yang menunggu di seberang jalan. Padahal nyebrangnya sudah benar loh di zebra cross dan sedang lampu merah." Jelas Kula yang baru masuk ke dalam toko. Suasana toko sedang sangat sepi pembeli dikarenakan hari senin.


"Kasihannya.. ya ampun, di pacar pasti nyesal banget tuh. Tapi tetap salah si supir sih." jawab Flo dan dia terlihat menghela nafas berat, tidak terbayang seseorang akan mengalami kejadian seperti itu.


"Dan kau tau? Mereka itu berencana kemari Flo. Kalau dari Merdeka 2 kan tinggal lurus tuh trus belok kiri sekali sudah masuk daerah sini kan, makanya si wanita minta nyebrang sendiri biar deket." Sambung Kula lagi.


"Serius Kula?" Pekik Flo karena begitu kaget mendengar penjelasan Kula.


"Sok tau Kula.. jangan bikin takut ah.." Mala menimpali.


"Serius, mereka mau nikah dan mau pilih bunga untuk dekor. Sudah ada kok penjelasannya di Tv kemarin."


Flo dan Mala yang ada di sana begitu tercengang tak percaya, Flo juga merasakan sesuatu akan terjadi lagi dan sepertinya sesuatu yang akan membuatnya kelelahan.

__ADS_1


"Ah tidak Flo.. jangan berpikir macam-macam, semua akan baik-baik saja seperti biasanya." Ucap Flo dalam hati untuk menenangkan pikirannya sendiri.


TBC~


__ADS_2