Magical Flower

Magical Flower
BAB 34 - Pergi Untuk Kembali (Part 2)


__ADS_3

Thika masih memikirkan Gauri, setelah dia mendapatkan telepon siang tadi dan kini Thika galau apakah harus memberitahukan ke Shanka atau tidak tentang masalah Gauri.


Thika lebih banyak diam saat Shanka mengantarnya pulang, Thika yang biasanya bawel sekarang hanya diam dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu tetapi saat ditanya dia hanya bilang kalau dia sedang lelah dan banyak pekerjaan dan Shanka tidak mau banyak tanya lagi.


"Eh kita kemana ni?" Tanya Thika begitu dia sadar kalau jalan ini bukan ke arah rumah mereka.


"Ambil motorku dulu, aku baru beli tadi." Jawab Shanka dengan sedikit berteriak. Mereka sampai si sebuah dealer motor dan benar saja Shanka sekarang membawa sebuah motor ukuran lumayan besar agar cocok untuk badan kekarnya.


"Woaahh keren nih, tapi belum bisa dipake juga kan.. jadi tetap pake motorku?" tanya Thika yang sedang melihat sekeliling motor Shanka yang keren dan sesekali menyentuhnya.


"Mungkin 2 minggu lah, pas aku mulai masuk kerja baru bisa pakai motor sendiri." Jawab Shanka, Thika sedikit terkejut kalau Shanka akan segera bekerja lagi.


"Kau benar akan tinggal disini lagi? Gak akan pergi?" Tanya Thika dengan serius dan Shanka mengangguk.


"Iya, aku sudah dapat kerja di hotel, udah cukup berkelana dan saatnya kembali ke kehidupan normal Thikaa... kau tau tinggal di kapal itu membuatku kesepian." Jelas Shanka dan Thika sebenarnya mengerti tapi dia hanya masih ragu tentang kondisi Shanka apakah masih punya perasaan pada Gauri.


Mereka pulang bersama dengan motor masing-masing dan Shanka melihat pembangunan rumahnya yang masih tahap pembongkaran dan percayakan saja pada tukang dengan sesekali dia datang untuk melihat.


Sebulan berlalu dan Shanka telah bekerja menjadi manajer hotel bintang 5 dengan gaji yang cukup besar, pembagunan rumahnya juga hampir selesai, dia sedang menunggu Thika karena mereka akan pergi membeli beberapa perabotan untuk rumahnya nanti.


"Kenapa harus aku sih? Cari pacar sana atau istri sekalian, kau mengganggu waktu liburku aja." Keluh Thika kesal saat Shanka dirumahnya untuk pergi bersama mencari perabotan.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Gauri! Mana sarapan ibu?"


Gauri yang sedang mencuci piring mendengar teriakan mertuanya yang sudah ada di meja makan menunggunya menyiapkan sarapan, padahal semua sudah tersedia diatas meja namun mertuanya yang harus dilayani bagai ratu tidak akan mau mengambil makanannya sendiri ke piring, begitu juga dengan suaminya.


Gauri dengan cepat mengeringkan tangannya dan meninggalkan cucian piring untuk segera melayani mertuanya, suaminya masih tidur dan anaknya sedang duduk dan makan dengan tenang di meja makan.


"Kenapa hanya ini? Kau gak bisa masak lebih enak?" Tanya Mertuanya ketus melihat hanya nasi goreng dan telur diatas meja.


"Iya ibu, Aditya belum bekerja lagi jadi simpanan tinggal sedikit." Jawab Gauri dan memang benar suaminya sudah 5 bulan ini tidak bekerja, Gauri sudah menjual 4 gelangnya untuk menyambung hidup. Simpanannya juga hampir habis karena Aditya selalu meminta uang untuk memulai usaha tapi selalu gagal.

__ADS_1


"Kalau suami gak kerja ya kamu yang kerja bantu dia, jangan cuma ngeluh!" Bentak mertuanya dan Gauri pasrah saja karena sudah biasa dia di bentak dan disalahkan.


Dulu Aditya adalah seorang supervisor di bank yang cukup bersar, dengan gaji lumayan tetapi masih harus membiayai sekolah adiknya dan ibunya yang punya selera tinggi hingga tidak banyak yang bisa Gauri simpan untuk mereka. Karena kesalahannya sendiri akhirnya Aditya di pecat dan sampai saat ini belum menemukan pekerjaan yang cocok.


"Adit.. bagaimana kalau aku kembali kerja?" Tanya Gauri saat kembali ke kamarnya dan melihat suaminya sudah bangun tapi hanya bermalas-malasan.


"Terserah kau saja, tapi ibu pasti akan marah kalau gak dilayani nanti." Jawab Adit mengingat kelakuan ibunya yang masih seperti nyonya besar, padahal sejak ayahnya meninggal 10 tahun lalu keluarga mereka sudah bangkrut.


"Ibu tadi yang suruh aku kerja bantu kamu.. aku mau balik cari bos lamaku saja mungkin dia mau bantu." Ucap Gauri tapi Aditya hanya mengangguk dan tidak merespon apapun, malah dia meminta uang pada Gauri karena harus ke luar kota untuk mencari temannya yang mau buka usaha dan kemungkinan dia bisa mendapatkan kerjaan.


Gauri kini berada di salah satu hotel bintang 5 dan sedang menunggu Devi, atasannya dulu sebelum dia menikah dengan Aditya.


"Gauri.. kamu makin cantik aja." Sapa Devi saat bertemu dengan Gauri di ruangan kantornya. Gauri sudah menunggunya lebih dari setengah jam yang lalu.


"Pagi mba Devi." Sapa Gauri dengan sopan, Devi adalah direktur pengelola hotel ini, meskipun Devi adalah atasan yang baik dan dekat dengan bawahnnya tapi Gauri tidak bisa berperilaku sama dan tetap menjaga sopan santunya.


"Aku sudah mengerti tapi sayangnya kau terlambat, untuk posisi manajer sudah terisi tapi asistent masih kosong kalau kamu mau." Tawar Devi yang sudah tau kemampuan kerja Gauri yang tidak diragukan lagi.


"Bole mba, apapun itu soalnya aku butuh kerjaan ini. Tapi kalau tentang sift kerja bagaimana ya? Soalnya anakku masih kecil dan ibu mertuaku sangat... hm... " Gauri terhenti, dia juga tidak bisa menjelekkan mertuanya di depan orang lain.


"Besok aku akan mulai mba." Jawabnya semangat, Gauri kembali kerumah dan memberitahu ibu mertuanya dia akan mulai bekerja besok dan meminta ibunya untuk menjaga Arjun putranya.


"Baiklah, hanya sehari, besok carilah pembantu, aku gak mau jadi pengasuh anak di hari tuaku." Ketus mertuanya, Anju.


Gauri hanya bisa diam dan dia mulai bingung, jika memakai jasa pengasuh berapa lagi biaya yang akan keluar? Akhirnya Gauri mencari Thika agar bisa menitipkan Arjun pada neneknya yang memang bekerja sebagai pengasuh anak jika ada yang membutuhkan dan biayanya juga lebih murah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Aditya... kenapa lama sayang? Aku sudah 1 jam tunggu kamu." Ujar seorang wanita cantik dengan pakaian sexy-nya dan menghampiri Aditya yang baru datang di club malam itu.


"Ah baby, kamu tambah montok saja." Aditya menepuk dan meremas bo**ng wanita itu. Aditya membohongi Gauri hanya untuk dapat bertemu dan minum-minum dengan para wanita disini dan itulah kebiasaannya sejak dulu tanpa diketahui oleh keluarganya.


"Ah kamu nakal Adit.." Balas wanita itu manja dan bergelayut merangkul lengan Aditya yang merupakan langganannya.

__ADS_1


Dari sisilain ada seorang wanita lagi yang memperhatikannya dari jauh, sepertinya wanita itu tertarik pada Aditya yang memang terlihat tampan dan tinggi sangat sesuai dengan seleranya.


"Hai.. boleh gabung?" tanya wanita itu, dia terlihat cantik dan juga sexy.


"Boleh, duduklah.." UCap Aditya dan mereka berkenalan dan mengobrol lama dan saling mengenal.


"Oh jadi kamu pemilik restoran India yang terkenal itu? Wah beruntungnya aku bisa berkenalan denganmu.." Ujar Aditya memuji wanita yang benama Madhuri dan restorannya juga dengan nama yang sama. Setelah berkenalan dan berbincang panjang Madhuri semakin tertarik dengan Aditya, dia tidak peduli jika pria itu adalah peganguran dan telah mempunyai istri dan anak begitu juga dengan Aditya yang mulai menyukai Madhuri yang sangat agresif.


"Kalau kerja di restoranku bagaimana? Kebetulan manajerku baru resign." Tawar Madhu dan Aditya langsung setuju, dimana lagi dia bisa dapat pekerjaan santai dan bos yang cantik sexy begini. Aditya menyadari kalau Madhu menyukainya dan ini adalah kesempatan untuk mendekati dan dapat wanita kaya raya meskipun janda.


Besoknya, Aditya menggunakan motor Gauri untuk pergi bekerja dan Gauri akhirnya menggunakan ojol untuk megantarkan Arjun dulu ke rumah Thika baru dia pergi kerja di hotel.


"Nenek, ini Arjun. Gauri titip disini ya sampai sore." Ujar Gauri dan nenek sangat senang melihat Arjun yang sangat tampan dan juga pendiam dan patuh, tidak susah untuk dijaga olehnya. Gauri memberikan makan siang dan beberapa cemilan, baju ganti dan mainan Arjun agar nanti tidak merepotkan mereka.


"Gauri, wah.. Arjun udah besar ternyata." Thika keluar dan juga ingin pergi kerja. Melihat Gauri disana dia akhirnya mengantarnya ke tempat kerjanya dulu yang kebetulan searah.


"Jadi ibu mertuamu balik tinggal dengan kalian?" Tanya Thika tak percaya.


"Iya, udah 2 bulan ini lah dan aku pusing dengan gaya hidupnya. Aditya ga kerja 5 bulan dan dia selalu mau makan enak dan setiap hari pasti pergi dengan temannya." Ucap Gauri sebelum mereka melanjutkan perjalanannya yang terhenti karena lampu merah.


"Jadi Aditya masih belum dapat kerjaan?"


"Sudah, di retoran jadi manajer baru hari ini masuk, aku juga.."


"Baguslah kalau gitu."


"Makasih Thikaaa... nanti sore aku ke rumahmu lagi baru kita ngobrol panjang ya." Gauri melambai saat Thika sudah akan melajukan motornya lagi.


Gauri masuk ke dalam hotel dari pintu samping khusus karyawan dan mulai akan bekerja, tapi dia harus bertemu dulu dengan atasannya yang sudah menunggu di kantor mereka.


"Gauri.."


"Shanka."

__ADS_1


Dua orang itu saling memanggil dan terkejut, Gauri masuk ke kantornya dan disana ada Shanka dan Shanka melihat Gauri masuk. Mereka terpaku sesaat.


TBC~


__ADS_2