Magical Flower

Magical Flower
BAB 63 - Liburan ala Magical Flower 2


__ADS_3

Jam 12.30 semuanya kembali ke villa untuk makan siang. Imel menyiapkan makan siang ala prasmanan jadi teman-temannya bisa mengambil dan mencari tempat yang nyaman sendiri di setiap sudut villa untuk menikmati makan siangnya.


"Wah enak nih menunya, dingin-dingin gini aja sup ayam kampung, ada sambel terasi lalapan dan ikan asin, ayam bakar, goreng, kecap, sayur-sayur, waaahh ada rendang! Ini juga ikan asam manis, aaahh mau semuanyaaa..."


Thika hanya menggeleng dan menepuk pundak Mala yang sejak tadi berisik melihat menu makanan di depannya, bukan malah mengambil tapi hanya berdecak kagum dengan makanan itu.


Cepat Mala.. ambil piring dan nasinya.. itu disana ada soto dan mie ayam juga." Tegur Thika dan Mala beralih mengambil soto lalu memakannya tanpa suara dengan duduk di salah satu meja di ruang tamu.


"Ck! Makan pelan-pelan Mala... kamu itu udah jadi ibu masih aja belepotan." Decak Thika lagi dan Mala hanya nyengir karena soto adalah makanan kesukaannya.


Makan sambil mengobrol membuat mereka semakin lama menghabiskan waktu makan siang yang hampir 2 jam, tapi tidak masalah karena malam ini mereka bebas, hanya bersantai sedangkan Flo masih berkutat membantu 2 maid dan beberapa warga desa yang di sewa Fano untuk membantu acara BBQ malam ini.


Fano juga sedang sibuk dengan Bian dan beberapa pelayan pria sedang membangun tenda di taman belakang dan samping villa yang memang mempunyai lahan cukup luas. Setelah 3 tenda besar berdiri kokoh.. hujan rintik-rintik mulai membasahi area itu.


"Wah hujan... ayo cepat!" Teriak Bian lalu mereka kembali ke dalam villa menikmati teh susu jahe atau minuman hangat lainnya.


"Semua hadiahnya sudah Bian?" Tanya Fano dan Bian mengangguk lalu di menunjuk ke salah satu ruangan disana.


"Ada di gudang itu, jangan di keluarkan deh soanya hujan kan. Aku print saja nanti berikan simbolis dulu." Saran Bian dan Fano setuju.


.


.


"Bambang... sudah di atur semua kan?" Tanya Flo pada salah satu karyawannya.


"Sudah Flo, kita sepakat wanita tidur di kamar dan kami di tenda, 3 tenda besar dan 1 tenda kecilku, muat kok dan tendanya mewah ternyata hahaha." Jawab Bambang dan Flo mengintip ke luar dan ternyata memang tenda yang besar dan terlihat bagus.

__ADS_1


"Wah gila si Fano hehehe tapi kita beruntung. Ya sudah nanti jam 7 malam kita mulai acaranya." Ujar Flo lalu dia menghampiri Imel yang masih menyuapi J makan setelah memberikan Fio asi.


"Dimana ada kebun bunga Mel?" Tanya Flo setelah duduk di samping Imel.


"Oh ada tapi kayanta kemarin banyak bunga yang rusak deh, ada mobil yang terperosok dekat taman krisan kuning yang pas di sebelah jalan gitu, jadi waktu mau angkat mobil malah bunganya hancur, gak tanggungjawab lagi orangnya." Keluh Imel yang kebetulan kemarin sore melihat kejadiannya.


"Wah.. aku mau bantu deh.. tempatnya dimana? Masih keburu kan ini masih belum jam 6." Ucap Flo dan Imel memanggil salah satu supirnya untuk mengantar Flo ke taman bunga tersebut.


Hanya 10 menit Flo sudah melihat tujuannya dan benar saja banyak krisan kuning yang telah patah, terlindas, terinjak, Flo sangat sedih melihat itu.


"Permisi..." Sapa Flo pada ibu tua di sana setelah dia turun dari mobilnya.


"Iya neng, wah cantiknya.. siapa ya?" Jawab Ibu itu dengan tersenyum senang melihat kecantikan Flo.


"Saya Flora bu, cuma lagi jalan-jalan dan lihat bunga itu, kasihan." Jawab Flo dengan wajah sendunya melihat bunga itu telah mati.


"Ibu punya tempat lain untuk menanam bunga lagi?" Tanya Flo.


"Ada tapi tanahnya tidak bagus neng... jadinya pernah tanam tapi bunganya tidak bagus." Jawab ibu itu lalu mengajak Flo ke lahan yang dia maksud. Flo tersenyum melihat lahan yang lumayan luas itu dan berinisiatif membantu. Flo merogoh tasnya dan dengan jari lentiknya dia menciptakan butiran benih ajaibnya lalu mengeluarkan benih itu


"Ini ada benih.. tanam disini aja bu, Flo yakin mereka akan tumbuh dengan cantik. Ibu cuma siram seperti biasa saja, tanahnya aman kok bu." Ujar Flo memberikan benih yang dia bungkus dalam tissue.


"Wah yang benar neng, ibu akan tanam deh kalau begitu, semoga mereka bisa tumbuh dengan cantik seperti neng ini. Lumayan kan buat di jual karena anak ibu akan kuliah tahun depan."


Ibu itu terlihat bahagia menerima benih dari Flo dan Flo juga memberikan beberapa benih dengan bunga berbeda lainnya. Sebelum kembali Flo juga memberikan tips menanam bunga yang baik dan benar agar ibu itu lebih paham lagi. Karena di daerah itu hanya ibu ini yang mempunyai kebun bunga sebagai mata pencaharian.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Kini seluruh karyawan Magical Flower telah berkumpul dan sebagiannya bertugas memanggang dan menyiapkan minuman, sebagian lagi hanya bersantai dan bersenda gurau bersama. Flo sudah memberitahu kalau akan diadakan acara lucky draw dengan hadiah utama, 1 AC, 1 TV LED, 1 kulkas 2 pintu yang canggih, dengan hadiah kecil lainnya adalah 3 air fryer, 3 rice cooker, 3 kipas angin,  3 voucher belanja.


"Halo guys! Perhatian... selagi nunggu makanan kita selesai Kuy kita joget.. siapa yang paling heboh bakal dapat undi ini duluan.." Teriak Mala dengan antusias dan di balas sorakan semua orang. Musik di mainkan dan riuh terdengar semuanya ikut dalam joget dan setiap yang joget paling heboh akan di tarik oleh Bian ke teras untuk menarik salah satu balon yang melayang di atap.


"Wah.. dapat rice cooker! Mayan gak usah beli lagi."


"Lanjut..."


Bian menarik lagi dan lagi sampai tinggal 2 balon yang tersisa, 1 kulkas dan 1 airfryer masih nganggur belum ada yang dapat dan kini saatnya...


"YES! Kulkas gengs!" Teriak koki yang baru saja di tarik Bian karena sejak tadi dia tidak ikut kehebohan dan malah santai membakar daging. Sisa airfryer diberikan pada Thika yang memang sejak tadi juga tidak ikut berjoget karena membantu Imel menjaga baby Fio.


"Lucu sekali mereka..." Pekik Imel sejak tadi yang tertawa melihat beberapa temannya yang memang suka berbuat onar dan jahil jika tidak sedang bekerja.


Tampak semua orang bahagia dengan acara ini sampai acara makan bersama, membakar sosis dan mengobrol, akhirnya Bian kembali membuat pengumuman kalau besok mereka akan trekking 1 jam dan naik keatas menyusuri sungai sampai ke air terjun, di lanjutkan dengan tubbing.


"Tenang saja, lokasi sudah aman dan juga ada di sediakan beberapa ahli juga tim kesehatan, kalau ada yang punya riwayat sakit jantung, sedang hamil atau lainnya bisa lapor ke saya dulu besok pagi. Kita berkumpul jam 9 pagi untuk lanjutkan perjalanan."


"Fano.. apa kita ikut? Aku juga ingin trekking dan ke air terjun." Ucap Imel sambil merangkul lengan Fano, J dan Fio telah berada di kamar mereka karena sudah tidur.


"Kamu mau ikut? Tapi bahaya loh dan sangat melelahkan, sanggup?" Tanya Fano.


"Sanggup, aku belum pernah ikut begituan selama ini, boleh yaaa...." Rayu Imel dan Fano yang tidak tahan dengan wajah Imel yang berubah menggemaskan pun hanya bisa mengangguk pasrah.


"Apa sih yang ngga buat sayangku.. aku akan menjaga mu disana." Imel tersenyum senang mendengarnya lalu mendaratkan kecupan singkat di bibir Fano.


"Hei jangan bucin, kita semua jomblo disini gak bawa pasangan." Tegur Mala dan Imel tertawa kecil sambil terus mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2