
=15 tahun lalu=
"Jason.. papa dan mama sudah pisah nak, kami tidak bisa bersama denganmu lagi. Jason tinggal sama mama ya di Taiwan?"
Kalimat ayahnya masih ternginang di telinganya saat tadi dia berjumpa untuk yang terakhir kalinya sebelum mereka berpisah. Jason kecil yang masih 11 tahun bahkan tak menangis tapi hatinya sangat sedih berpisah dengan ayahnya yang sangat dia sayangi.
"Jason, tahun depan saat kau naik ke kelas 6 mama akan membawamu kesini lagi untuk ketemu papa." Ujar ibunya dan kini mereka telah ada di pesawat untuk ke tempat kelahiran sang ibu.
Setahun disana membuat Jason menjadi anak yang kuat dan mandiri, dia selalu belajar dengan rajin agar waktu cepat berlalu dan dia bisa bertemu dengan ayahnya lagi.
.
.
Setahun berlalu dan saat Jason naik kelas 6 dan pada liburan sekolahnya dia kembali bertemu ayahnya. "Mama tunggu di apartemen saja, kamu dan papa bersenang-senang ya, boleh nginap dan kita seminggu disini." Kata Ibunya dan Jason sangat bahagia saat itu. Dia dan ayahnya Lucas menghabisakan waktu bersama dan pada malam kedua mereka ada di tepi jalan di malam hari jalanan menuju kota B hari subuh untuk menghindari macet di hari minggu.
"Kamu kebelet pipis Jason?" Tanya Lucas dan Jason mengangguk. "Sama papa juga, kita berenti aja di tepi jalan hehehe..." Ucap Lucas dan mereka akhirnya berenti dan setelah melakukan ritualnya mereka akan balik ke mobil tapi tanpa diduga ada dua mobil yang berlawanan arah saling menabrak, 1 mobil terbalik dan mobil 1 nya yang menabrak mereka terlihat baik-baik saja.
"Jason, kamu berdiri disini saja jangan kemana-mana." Ujar Lucas dan segera berlari kearah mobil yang terbalik itu, dia mengeluarkan seorang anak perempuan berumur kira-kira 5 tahun dan digendong ke tepi jalan tempat Jason berada, anak itu untungnya tidak apa-apa karena di peluk oleh ibunya.
Lalu Lucas kembali lagi untuk menolong yang lain, dia sesekali pengecek Hpnya dan tidak ada jaringan disekitar sana dan hari masih gelap tak ada seorangpun atau mobil yang lewat.
Saat itu mobil satunya berusaha menghidupkan lagi mesin mobilnya tapi tidak berhasil, anak perempuan kecil itu menangis saat Lucas berhasil menarik tubuh wanita itu keluar dari mobil, gadis kecil itu berlari ke arah jalan tapi mobil 1 nya berhasil menyala dan segera melaju, Lucas yang melihat gadis itu dalam bahaya langsung berlari memeluknya untuk menghindar tapi terlambat, mobil itu melaju kendang dan menabrak Lucas dan terpental jauh.
Jason yang melihat itu hanya bisa berteriak dan menangis sambil berlari menghampiri tubuh Lucas yang sudah berlumuran darah dan gadis kecil itu masih dipeluknya dalam keadaan pingsan. Jason melihat seorang wanita keluar dari mobilnya dalam keadaan aneh.
Wanita itu sangat cantik dan modis, Jason menangis dan meminta wanita itu untuk selamatkan ayahnya tetapi wanita itu malah berbalik pergi mengendarai mobilnya, saat itu hari mulai terang dan Jason melihat wajah wanita itu dengan jelas dan selalu mengingatnya.
1jam Jason berlari kesana kemari tetapi tidak ada yang lewat sampai ada sebuah mobil melintas dan ada beberapa orang disana yang membantunya. Dia tidak bisa bicara apapun karena syok sampai ambulance dan polisi datang.
__ADS_1
Tidak ada petunjuk apapun yang bisa didapatkan polisi selain keterangan dari Jason saat dia mulai bisa bicara, dia hanya mengatakan wanita cantik pakai mobil hitam yang melakukannya tetapi tidak ada cctv disana ataupun saksi mata. Sampai sekarang pelakunya tidak tertangkap.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Jadi apa hubungannya dengan Yana?" Tanya Flora dan Damian sudah tau jawabannya setelah mendengar cerita Jason.
"Waktu itu aku sangat terpukul dan beberapa bulan tidak mau bicara pada siapapun, Damian yang tau karena saat itu pertemuan pertamaku dengan Damian. Saat aku sudah mulai bisa berbicara Ibuku memutuskan untuk tinggal disini sambil membantu usaha pengangkutan ayahku yang sedang jaya tapi semuanya hancur setelah 6 bulan meninggalnya ayahku. Lalu kami kembali pindah ke Taiwan setelah 2 tahun dan semua milik ayahku sudah terjual tak bersisa karena membayar hutang kerugian dari perusahaan."
Jason berhenti sejenak dan melihat Damian yang sedang menyiram tanaman itu lalu melanjutkan ceritanya lagi.
"Saat itu aku tidak tahu apapun dan hanya pergi ke Taiwan dan melanjutkan sekolah, terkadang aku kembali beberapa hari untuk mengunjungi makam ayahku dan Damian sampai ibuku meninggal juga, aku memutuskan kembali kesini. Waktu aku pertama kalinya bertemu lagi dengan Damian aku melihat Yana, dia sangat mirip dengan wanita yang menabrak ayahku." Jason terdiam dia melihat ke Yana yang sangat pucat, dia tak percaya, apakah ibunya yang melakukan itu?
"Iya, ibumu yang melakukannya." Ucap Jason dan Yana menangis lagi, dia tidak menyangka kalau ibunya tega melakukan itu.
"Saat itu aku langsung mengingat kembali wajah wanita itu, sejak itu aku selalu mengikuti kalian sambil mencari informasi. Dan benar, ibumu yang melakukan itu semua. Mungkin kau lupa, dulu ayah dan ibumu hampir bercerai kan? Hari itulah ibumu sedang kacau dan semuanya terjadi." Jason mengambil napas panjang kala mengingat semuanya.
Damian juga terdiam, dia hanya menggenggam tangan Yana untuk memberikan kekuatan, dia juga tidak menyangka akan ada kejadian sepertiĀ ini pada kedua sahabatnya.
"Dia sengaja membayar supir truk untuk melakukan kecelakaan kerja dan sengaja menyuap accounting ayahku untuk tidak membayar asuransi yang jatuh tempo hingga perusahaan harus ganti rugi semua kecelakan itu hingga semuanya habis tak bersisa. Aku sangat marah waktu itu dan melihatmu sebagai alat yang bagus untuk balas dendamku. Malam waktu kau mabuk, akulah yang menyuruh mantan brengsekmu membawamu ke hotel, agar kau merasa terpuruk dan bergantung padaku." Yana membelalakkan matanya dan Damian juga sudah emosi dan dia mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Sabar bang, kita harus menumbuhkan ini." Ujar Fano dan Damian kembali menarik napas berkali-kali untuk menenangkan pikiran dan hatinya.
"Maafkan aku, tapi aku sangat marah saat itu dan yang ada dipikiranku hanyalah balas dendam." Sambung Jason.
"Tapi kenapa tidak kau lakukan balas demdammu itu dan kenapa sampai selama ini kau berhubungan dengan Yana?" Tanya Fano tak mengerti.
"Karena aku bertemu dengan Riana, dia mengubahku dan aku menjadi ragu, sebenarnya setelah bertemu dengan Riana aku hanya ingin hidup bersamanya makanya aku bekerja keras membangun kembali bisnis ayahku agar Riana dapat menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Riana adalah anak kecil yang di tolong oleh ayahku waktu itu." Semua orang terkejut, takdir sungguh luar biasa, mempertemukan mereka kembali.
"Jadi apa yang membuatmu tetap melakukannya sampai saat ini." Kini Yana yang bertanya setelah dia tidak menangis lagi.
__ADS_1
"Waktu itu aku ke rumahmu dan ingin putus, tapi saat aku mendengar Tuan Darma sedang membahas bisnis dan mengungkit perusahaan ayahku yang telah dia hancurkan pada temannya sambil tertawa dengan bangga, rasa benciku tumbuh lagi dan aku mulai menyiksamu lagi dengan perlakuan kasar." Sambung Jason.
Yana sangat terkejut, ayahnya bisa sejahat itu dan dia tidak menyangka orangtua yang sangat dia sayangi dan terlihat sangat baik ternyata menyimpan kebusukan yang sangat membuatnya mual.
Yana berdiri dari duduknya dan dia berjalan kearah pintu, Damian mengikutinya, pandangan Yana mulai goyang dan dia merasa sangat pusing kemudian terjatuh. Untung saja Damian sempat menangkapnya dan membawanya segera ke sofa yang mereka duduki.
Fano berlari memencet bel untuk memanggil dokter dan Riana yang sejak tadi sudah sadar mendengar semuanya, dia sebenarnya sudah tau tapi hal yang baru saja di tau adalah tentang Jason adalah anak dari orang yang menolongnya waktu dia kecil, dia memang tidak ingat, yang dia tau adalah pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan orang tuanya meninggal dan dia ditolong oleh orang asing yang lewat hingga orang itu yang meninggal. Riana menangis terisak, Jason yang mendengarnya langsung berlari dan memeluknya.
"Jadi.. kau adalah anak orang yang menyelamatkanku dulu kak?" Tanya Riana. "Iya.." Jawab Jason dan Riana sangat bersyukur bertemu lagi dengan Jason meskipun dalam keadaan seperti ini.
"Bagaimana dok?" Tanya Damian khawatir saat dokter memeriksa Yana.
"Sepertinya dia kelelahan dan apa ada riwayat darah rendah sebelumnya?" Tanya dokter itu dan Damian mengangguk.
"Baiklah biarkan dia istirahat dan nanti suster akan membawakan obat." Ujar dokter sebelum pergi dari sana. Damian memandang wajah Yana yang sangat pucat, kesedihan yang dia alami berlipat kali ganda karena tau kebenaran ini.
"Sudah tumbuh 9 daun.." Ujar Fano memecah keheningan disana.
"Besok pagi mungkin bisa tumbuh bijinya, butuh setidaknya 2 hari untuk menumbukan sampai bunganya muncul. Kalian bisa mencari tempatku untuk tidur nanti, aku sudah jelaskan ke Imel apa saja yang harus dilakukan saat aku tidur." Ucap Flo sambil memeriksa tumbuhannya.
"Aku minta maaf Yana.. " Ucap Jason ketika Yana sudah sadar dan dia sudah dipindahkan ke ruang rawatnya sendiri.
"Gak Jas, aku mengerti kenapa kau lakukan semua ini, orang tuaku yang salah mereka seharusnya bertanggungjawab atas semuanya." Ujar Yana dan Jason memegang tangan Yana.
"Aku tidak membencimu Yana, pada saat aku sudah mengikalaskan semuanya aku sangat menyukaimu sebagai teman yang baik, seperti Damian. Maaf kan aku.." Jelas Jason dan Yana membalas genggaman tangan itu dan mulai menangis lagi.
"Aku juga iklaskan kamu bersama Riana, dia gadis yang baik. Kau harus mencintanya dengan tulus." Ujar Yana dan Jason langsung memeluknya dan menangis bersama.
Damian hanya melihatnya dari pintu saat dia hendak masuk, dia menunggu sampai kedua sahabatnya saling meluapkan kesedihan baru masuk ke ruang rawat Yana.
__ADS_1
TBC~