
pagi hari yang terlihat cerah, seluruh pelayan keluarga Mario sedang sibuk karena sejak tadi malam Mario sama sekali tidak bangun dari tidurnya. Sosok gagah yang sekarang terlihat lemah itu begitu pucat dan sudah semakin lemah. Dokter yang ditunggu akhirnya datang dan segera memasang infus pada salah satu tangan Mario karena dia sama sekali tidak makan atau minum sudah di hari ketiga.
"Tuan Mario sangat lemah saat ini Nyonya. Sebisa mungkin kalian harus membujuknya untuk makan dan minum, sedikit saja agar dia punya tenaga. Dia tidak sakit, tapi.. " Dokter keluarga itu berhenti karena tidak bisa melanjutkan kalimatnya dan Lia mengerti jadi dia hanya mengangguk paham.
"Tante.. " Panggil Celine pada wanita paruh baya itu yang juga terlihat kelelahan.
"Tante istirahat saja, biar Celine yang menjaga Mario yah.." Bujuk Celine agar Lia mau istirahat sejenak.
"Maafkan tante ya Celine, kamu kesini hanya untuk mengurus Mario. Entah sampai kapan dia begitu." Ucap Lia menyesal sambil mengelus lengan Celine yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. Bukan tidak tau, Lia sangat tau kalau Celine mencintai Mario, malah sejak kecil tapi Mario malah jatuh cinta pada teman baik Celine di sekolah dan Celine pun mundur karena menyayangi ke2 sahabatnya.
Menjelang siang, perlahan Mario membuka matanya dan rasa sakit luar biasa menyerang kepalanya dan tubuhnya lemas tidak bertenaga. Saat dia ingin bangkit hanya untuk duduk, dia malah langsung terjatuh lagi. Tak berdaya itulah kata yang cocok untuk Mario sekarang ini.
"Mario! Jangan gerak dulu, sini.." Celine membantu Mario untuk duduk lalu menyuruh salah satu pelayan membawakan makanan. Hanya 10 menit secangkir susu hangat dan bubur sudah tersaji. Celine sedang membujuk Mario untuk makan da akhirnya itu berhasil meskipun hanya 3 suap bubur dan setengah gelas susu.
"Baiklah.. anak pintar, saat ini segini juga cukup nanti kita makan lagi ya.." Caline mengelus kepala Mario dengan lembut. Kalau saja Mario sehat, mana bisa Celine bersikap begini, pasti protes keras sudah dilayangkan Mario padanya.
"Cel.. bantu aku." Ucap Mario.
"Apa? Aku akan bantu apapun yang kamu mau." Ujar Celine.
"Aku mau pergi ke toko bunga, Jade sangat ingin ke toko itu untuk memesan rangkaian bunga pernikahan kami tapi semuanya tidak pernah kesampaian." Jelas Mario dengan air mata yang kembali mengalir.
"Ayo kita pergi, tapi kamu harus kuat dan kembali sehat. Makan yang benar dan jangan lemah." Jawab Celine dan Mario mengangguk.
.
__ADS_1
.
.
3 hari kemudian, Mario sudah kembali sehat meskipun masih terlihat dengan sangat jelas kalau dia sedang berduka yang sangat dalam tapi Celine sengaja terus memaksa Mario untuk beraktifitas agar tidak terlalu tenggelam lagi dalam kesedihannya.
Jam 2 sore Mario dan Celine sampai di Magical Flower dan menemukan Flo disana sedang bercengkrama dengan salah satu pelanggannya.
"Ada yang bisa dibantu?" Tanya Flo ramah setelah tiba giliran Mario dan Celine.
"Mba.. saya ingin mawar pink itu, tolong bungkus yang cantik, dan krisan putih juga." Ucap Mario dengan wajah sendunya. Flo menangkap raut wajah itu, dan dia ikut merasakan kesedihan luar biasa dari pria di depannya.
Begitu juga dengan Celine yang ada di sampingnya yang sudah sejak tadi ingin menangis karena dia tau, mawar pink adalah kesukaan Jade selama ini. Setelah selesai, Flo memberikan pesanan bunga pada mereka dan mereka pergi.
"Flo Flo.. itu dia.. yang pacarnya kecelakaan itu loh.." Ujar Kula setelah Mario dan Celine keluar dari toko.
Sementara Celine dan Mario sedang berhenti di pinggir jalan Merdeka 2 untuk meletakkan bunga krisan putih di tepi jalan tempat dimana tubuh Jade tergeletak tak bernyawa disana. Mario yang tidak bisa mengontrol perasaannya menangis begitu saja, tidak menghiraukan pengguna jalan yang memandanginya disana. Meskipun banyak yang tau kejadian beberapa hari yang lalu tapi tetap saja itu pemandangan tak lazim bagi sebagian orang.
"Ayo Mario.." Ajak Celine dan menggendengnya kembali memasuki mobil.
"Jalan pak.." Ujar Celine pada supir keluarga Mario dan mereka menuju tempat peristirahatan terakhir Jade di sebuah pemakaman umum di pinngiran kota.
+//+
2 bulan berlalu, Celine yang sudah kembali lagi ke Australia memutuskan resign dari pekerjaannya yang sudah mapan. Gadis manis itu sudah bekerja 4 tahun disana dan telah memiliki jabatan yang cukup tinggi tapi semuanya dia tinggalkan demi Mario.
__ADS_1
"Tante Lia bilang Mario makin parah saja kelakuannya.. duh.. " Keluh Celine saat dia sedang mengunci pintu apartemennya untuk ke bandara malam itu.
Paginya Celine sudah ada di sebuah apartemen miliknya di kawasan tengah kota yang ramai dan penuh gedung tinggi. Dia bersiap lagi untuk ke kantor Mario yang tidak jauh dari apartemennya.
tok tok tok
3 kali ketukan dan Celine masuk ke ruang direktur yang sedang terlihat tidak baik-baik saja. Mario tengah memarahi dan telah memecat 2 sekretarisnya disana. Malah 1 diantaranya dalam keadaan hamil besar tapi Mario seakan tidak punya hati dan perasaan begitu saja memecat wanita hamil itu.
"Ehm.. maaf, bisakah kalian menunggu dulu di luar, saya akan bicara pada Tuan Mario ini." Ujar Celine pada 2 sekretaris itu.
"Kenapa?" Tanya Mario dengan wajah dinginnya.
"Kau itu yang kenapa? Kalau kau pecat mereka terus yang kerja siapa?" Tanya Celine dengan wajah kesalnya. Padahal Mario adalah pria baik, ramah dan lemah lembut tapi setelah kepergian Jade dia menjadi sosok yang dingin, tidak punya perasaan dan kejam.
"Mereka saja tidak becus kerja, aku akan cari sekretaris baru!" Ujar Mario dengan kesal dan Celine hanya bisa menarik nafas panjang.
"Kau mau kemana?" Tanya Celine begitu melihat Mario ingin keluar dari ruangannya.
"Mau beli bunga, kalau mau ikut cepat!" Ucap Mario tanpa memandang ke Celine dan terus berjalan keluar. Mau tidak mau Celine mengikutinya sambil sedikit berlari mengimbangi Mario dengan langkah lebarnya.
.
.
"Anda datang lagi Tuan Mario." Sapa Flo yang sudah biasa melihat Mario selama 2 bulan ini. Setiap hari jam 10 pagi Mario pasti datang membeli mawar pink lalu dia akan pergi ke pemakaman. Ya, setiap hari! Celine juga tau hal itu karena Lia yang sudah memberitaunya apa saja kegiatan Mario selama ini.
__ADS_1
Setelah membeli bunga Mario ke makam Jade dan tetap saja menangis disana sampai dia puas baru kembali, Celine hanya mengikutinya tanpa komentar karena percuma. Setelah itu Mario akan kembali ke perusahaan, bekerja sampai larut malam dan kembali ke apartemen, lalu dia akan minum sampai mabuk lalu tertidur. Setiap hari itu yang akan dilakukannya.
TBC~