Magical Flower

Magical Flower
BAB 37 - Pergi Untuk Kembali (Part 5)


__ADS_3

Flora sedang memikirkan nasib Gauri karena Thika selalu menceritakan apa yang terjadi dengan temannya itu dan Flo kini tau lebih banyak tentang suami Gauri yang sudah sebulan tinggal dengan wanita bernama Madhu dan sudah berhubungan sangat jauh.


Flo harus mencari cara membuat Gauri dan Aditya berpisah tapi selalu mendapati jalan buntu, otaknya memang tidak secerdas Imel yang tiba-tiba ada saja idenya. Flo juga melihat Thika saat ini sedang melamun, mereka berdua memang sedang senggang karena telah selesai dan semua pesanan sedang diantar oleh Reyhan.


"Thika, gimana caranya bantu Gauri balik ke Shanka ya?"


"Nah ga tau juga.. Gauri seakan menghindari Shanka dan Shanka sendiri ga mau ngejar lagi karena takut merusak hubungan suami istri itu."


"Tapi Shanka masih cinta kan sama Gauri?


"Masih lah dan aku yakin Gauri juga."


"heh..."


Mereka berdua menghela napas bersamaan, masih belum dapat cara bagaimana menyatukan 2 manusia yang saling mencintai itu.


Ditempat lain dengan waktu yang sama, siang ini Shanka dan Gauri sedang meeting dan akan ada acara ulang tahun dari salah satu tamu hotel yang meminta mereka mendekor aula besar itu dengan banyak bunga segar dan Gauri menyarankan untuk mencari Thika karena dia kerja di toko bunga yang terkenal.


"Baik, jadi kalian berdua saja yang urus bunga untuk dekorasinya."


"Baik mba Devi."


Jawab kedua orang itu, meskipun Gauri sangat menghindari Shanka tapi dia harus profesional dalam bekerja. Shanka dan Gauri pergi ke Magical Flower bersama dengan menggunakan mobil dari hotel, Flo dan Thika sangat senang melihat mereka berdua.


"Wah kalian tampak sangat serasi." Ujar Flo begitu Shanka dan gauri masuk bersamaan, Shanka membukakan pintu agar Gauri bisa masuk duluan dan dia menyusul dibelakang.


"Ngapain kalian datang berdua?" Tanya Mala sedikit tidak bersahabat.


"Mau pesen bunga aja kok.. ada acara jadi butuh dekorasi bunga apakah bisa?" Tanya Gauri dan Mala langsung merangkulnya.


"Alasan kan? Kalian balikan ya?" Tanya Mala lagi dan gauri langsung menjewer telinganya gemas. "Jangan bikin gosip deh.."


"Mala.. jangan bikin gosip.. tau kan ibu mertua Gauri itu kaya apa.." Bisik Thika yang telah keluar dari kandangnya dan mengajak Gauri dan Shanka kedalam ruangan pendingin untuk melihat contoh bunga, dari pada Flo mengeluarkan semua bunganya keluar, lebih baik mereka saja yang masuk.

__ADS_1


Setelah memilih beberapa jenis bunga dan berdiskusi dengan Flo akhirnya mereka mencapai kesepakatan dan Flo akan mendekor acara itu 3 hari lagi. Shanka dan Gauri kembali ke hotel setelah menyelesaikan urusan mereka dengan Flo, di mobil pada perjalanan pulang itu mereka masih banyak diam. Gauri benar-benar sangat menghindari Shanka dan tidak ingin dekat dengannya, meskipun Shanka selalu ingin mengajaknya ngrbrol tapi Gauri hanya menjawab seadanya saja.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Dirumah orangtua Gauri, ibunya Mahi sedang membersihkan pekarangan rumahnya dan terus saja mengintip tetangga yang dikira adalah orang yang baru pindah kesana. Tak lama Thika muncul dan ingin masuk tapi melihat Mahi dia berhenti sebentar pada sore hari menjelang malam itu.


"Sore tante Mahi..." Sapa Thika, Mahi yang melihat Thika datang pun langsung menghampirinya.


"Thikaa..kamu mau cari Gauri? Dia belum pulang." Ucap Mahi.


"Gak tante, aku mau ke sini.." Tunjuk Thika ke rumah Shanka, belum juga Mahi bertanya, Shanka dengan motornya sudah samapai di depan rumahnya dan membuat Mahi terkejut melihatnya.


"Loh.. ngapain kamu kesini?" Tanya Mahi dengan nada ketus, dia memang sejak dulu tidak suka dengan Shanka karena berpacaran dengan Gauri dan dari keluarga miskin padahal mereka juga sama.


"Ya ampun tante Mahi.. ini kan rumah Shanka jadi suka-suka dia lah mau datang mau pergi." Thika yang menjawab dan Mahi sangat terkejut, lalu Adnan juga keluar karena melihat ada keramaian dan dia penasaran.


"Shanka... apa kabar kamu?" Tanya Adnan dan Shanka menunduk sedikit, "Baik Om."


Mementara Mahi masih memandangnya dengan sinis, sejak dulu Adnan memang suka dengan Shanka yang menurutnya adalah anak yang baik dan bertanggungjawab tetapi Adnan adalah tipe suami penurut dan Mahi istri yang dominan sehingga Adnan tidak bisa apa-apa waktu Gauri di nikahkan dengan Aditya yang belum lama mereka kenal.


"Iya om.. baru selesai dibangun hampir 2 bulanan ini lah." Jawab Shanka dan kini mereka sudah duduk santai di sebuah batu yang dibuat mirip kursi oleh Shanka dibantu tukang bangunan untuk dirinya duduk dan merokok. Shanka dan Adnan ngobrol santai sampai tak lama Arjun keluar dan langsung berlari dan duduk di pangkuan Shanka, mereka terlihat seperi ayah dan anak.


"Arjun.. kenapa disitu, ayo kemari." Panggil Mahi yang tidak suka Arjun dekat dengan Shanka.


"Loh kenapa tante? Arjun senang dengan Shanka, bahkan ayahnya sendiri aja ga pernah memberikan kasih sayang padanya." Ujar Thika dan Anju yang mendengar itu langsung keluar dan memarahi Thika habis-habisan.


"Jangan sembarangan kamu! Siapa kamu berani ngomong gitu tentang anak saya?" Bentak Anju dan Thika tidak takut, dia malah semakin gemas dan kesal.


"Memang benar kan? Dimana anakmu sekarang? Bahkan kasih nafkah aja ga pernah, sebulan lebih entah tinggal dimana, Gauri sudah berapa lama jual semua emasnya untuk hidup kalian sampai rumah aja dia gadaikan." Balas Thika membuat Anju semakin naik pitam dan langsung menampar Thika dengan keras.


Shanka dan Adnan langsung menghampiri begitu melihat kondisi mereka yang makin kacau, Shanka menggendong Arjun dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menarik Thika agar menjauh dari mertua Gauri itu.


"Heh.. orang tua tak tau diri, anakmu gak kasih nafkah berbulan-bulan dan Gauri tetap melayanimu seperti ratu. Bahkan kau makan enak, arisan, belanja pakai kartu kredit Gauri dan dia hanya bisa membayar minimum setiap bulan, kau makan pakai ayam dan cucumu hanya dengan tahu dan telur itu juga berdua dengan Gauri, dimana anakmu sekarang? Kau tidak taukan anakmu itu punya selingkuhan diluar?"

__ADS_1


Thika yang terlampau emosi akhirnya membeberkan semua yang dia ketahui, orangtua Gauri sangat terkejut kalau anaknya selama ini begitu menderita.


"Apa itu benar Thika? Aditya selingkuh?" Gauri yang tiba-tiba ada disana membuat mereka semua terkejut, apalagi Thika yang sudah membocorkan tentang perselingkuhan Aditya.


"Jawab Thika." Ucap Gauri lirih. Dia bisa tahan dengan semua perbuatan Aditya yang cuek padanya bahkan pada Arjun juga, ibu mertuanya yang selalu memperlakukan dia bagai pelayan, meskipun tidak ada rasa cinta tapi dia tetap seorang istri.


"EH mm... maaf Gauri, aku melihatnya datang ke toko dengan wanita cantik dan sangat mesra." Jawab Thika dan Gauri hanya membuang napasnya dengan kasar, tidak ada raut wajah sedih hanya marah dan kecewa. Shanka terus menatap wajahnya tanpa bisa berbuat apapun karena dia bukan siapa-siapa dan itu permasalahan rumah tangga Gauri, dia tidak bisa ikut campur.


Tiinn tiiinnn...


Sebuah mobil berwarna silver datang dan berhenti di depan rumah Shanka, iya itu adalah mobil Shanka yang dia beli bulan lalu dan kini sudah datang. Mahi yang melihat itu merasa kaget dan tidak percaya. "Sekaya apa dia sekaranag?" Begitu pikirnya.


"Kenapa tante Mahi? Kaget? Ya.. Shanka yang kau hina anak miskin dan tak punya masa depan, lihatlah... rumahnya 3 tingkat, motor mahal, sekarang dia bahkan bi-sa be-li mo-billl..." Ucap Thika sengaja memanasi Mahi yang memang terkenal mata duitan. Mahi hanya mendengus kesal mendengar ucapan Thika yang sengaja membuatnya emosi dan merasa menyesal.


"Tapi... Shanka harus berterima kasih juga sih sama tante Mahi yang menghinanya dulu kalo gak, dia gak akan sukses begini, hahahaha.." Thika masih dengan gaya songongnya menertawakan Mahi yang tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.


"Mami... lapel.." Ucapan Arjun memecahkan suasana panas itu setelah Shanka mendudukkannya di kursi depan rumah Gauri.


Gauri langsung membawa Arjun masuk, dia tidak mau mendengar lagi keributan Thika dan ibunya, dia sudah muak dengan kehidupannya sekarang ini. Untung saja dirumah sudah tersedia nasi dan lauk yang dimasak oleh ibunya. Sambil menemani Arjun makan Gauri mengirim pesan ke Aditya dan memintanya untuk segera pulang dan dia ingin berbicara serius, namun ternyata Anju sudah lebih dulu menghubungi Aditya di dalam kamar dan dia segera pergi keluar untuk bertemu anaknya di restoran Madhu.


.


.


"Adit! Jelaskan, apa benar kamu selingkuh?" Tanya Anju ketika bertemu Aditya di restoran Madhuri, mereka duduk bersama di sudut restoran itu agar dapat berbicara tanpa mengganggu yang lain.


"Ibu lihat wanita itu?" Aditya menunjuk ke arah kasir ada Madhu yang sedang berbicara dengan salah satu pelayan disana, Anju melihatnya dan keningnya mengkerut tanda bingung.


"Dia pemilik restoran ini namanya Madhuri, dan kami punya hubungan special." Ujar Aditya dan mata Anju membuka lebar tanda tak percaya dan senyumnya terbit menandakan dia setuju dengan anaknya.


"Kau pintar Adit, ibu setuju tapi ceraikan dulu si Gauri itu."


"Tenang ibu.. aku akan ceraikan dia nanti, lagian aku harus bayar 100juta itu kan? Dari mana aku dapat uang segitu banyak?"

__ADS_1


Anju berpikir keras, "Ah.. gak perlu.. tanah pertanian dan rumah yang mereka tinggali di kampung kita itu kan mahar pernikahan mu dulu, ibu akan jual, mereka belum ganti nama kepemilikan jadi ibu akan cari surat rumah itu, ibu pergi dulu, mereka akan pulang 4 hari lagi." Anju langsung menuju stasiun kereta api dan akan pergi ke kampung halamannya untuk menyelesaikan rencana mereka.


TBC~


__ADS_2