
Pagi ini Damian sudah ada di dapur rumah bersama Lusia yang menyiapkan makanan untuk semua orang di RS dan Lusia tidak habis pikir, pengantin baru ini bukannya di hotel atau dikamar malah di RS.
.
.
"kamu apain menantu mami sampai masuk RS begitu." Ujar Lusia sambil menepuk lengan Damian.
"Gak ada mi, Yana kecapean karena ngurus pernikahan sendiri dan mendengar berita mengejutkan tantang orantuanya makanya dia pingsan." Jelas Damian dan Lusia sudah tau karena Fano sudah cerita duluan ke keluarga mereka dan kini Aries dan Elara sudah ada di RS juga menjadi penengah antara 2 keluarga itu, karena Darma sangat takut dengan Aries makanya Damian meminta bantuannya. Sedangkan Elara ada di kamar rawat Yana, yang sejak kecil sudah akrab dengan mereka.
"Haduh.. Yana, kamu ini.. tante gak habis pikir kenapa ibumu.. ya sudahlah.." Elara tak sanggup meneruskan kalimatnya dan Lusia sudah datang membawakan banyak makanan untuk semua orang.
"Ini bubur ayam dan ini ada nasi goreng dan mie goreng, bagikan kesemua orang." Titah Lusia pada salah satu pelayan yang dibawanya untuk menjaga menantunya yang lagi sakit.
"Hah... menantuku, harusnya kalian ini pergi bulan madu, malah ada disini." Keluh Lusia sambil menyuapi Yana bubur yang dia bawa.
"Mami.. bulan madu kan bisa nanti-nanti, biar Yana sembuh dulu dan semua masalah kelar." Ujar Damian yang juga sedang makan karena mereka sangat lapar pagi itu, belum sempat sarapan dan dia juga Fano bergantian menjaga dan menyirami tanaman ajaibnya Flo.
Sekarang Flo, Imel dan Fano sedang bersembunyi agar tidak ketauan semua orang, bisa gawat kalau banyak orang yang tau siapa Flo sebenarnya, bahkan Damian dan Yana saja masih penasaran.
Setelah semuanya beres mereka kembali pulang, Darma sudah secara khusus dan tulus meminta maaf pada Jason dan juga Riana karena kesalahannya dan istri di masa lalu. Jason sudah mengiklaskan semuanya, dia hanya mau Riana dan kedua anaknya baik-baik dan sehat, itu sudah cukup dan melupakan kebencian di hatinya. Akhirnya mereka saling memaafkan.
"Akhirnya mami pulang juga, aku sangat lapar. Kau juga kan sayang?" Keluh Fano dan dia sudah makan dengan disuapi oleh Imel yang sejak tadi malam mengurusi semuanya bahkan dia sendiri belum makan dan tidur.
"Kamu makan juga, sini." Fano mengambil sendoknya dan menyuapi Imel bergantian dengannya sampai habis 2 kotak nasi goreng dan 1 kotak mie goreng.
"Bijinya muncul." Teriak Damian dan Flo yang sedang menikmati sarapannya yang hampir habis langsung meletakan dan segera ke ruang sebelah.
"Benar, sebentar aku habiskan makanan ku dulu." Flo kembali dan dia menghabiskan nasi gorengnya dan minum sangat banyak, lalu kembali ke sebelah. Dia mengeluarkan cahaya kuning dari jarinya dan tanaman itu mengeluarkan kuncup bunga berwarna merah terang. Semua orang begitu terkejut.
"Kau siapa sih sebenarnya?" Tanya Damian dan Jason juga mengangguk menunggu jawaban Flo.
"Aku peri, peri bunga." Jawab Flo membuat mereka berdua melongo tak percaya.
"Nah itu yang terjadi padaku dan lebih parah, aku di terbangkan oleh bunganya melayang di udara, hampir jantungku berhenti." Ujar Fano membuat Damian makin terkejut.
"Duduklah..." Flo mengajak Jason duduk di sofa bersama diikuti oleh Fano dan Damian, Imel tetap di samping Flo karena dia mengeluarkan banyak keringat dan Imel dengan telaten membersihkannya.
"Setelah putrimu sehat, dia tidak akan seperti manusia pada umumnya. Dia akan mempunyai kecantikan luar biasa seperti peri dan bunga ini. Dia akan mempunyai aura yang sangat kuat hingga menarik semua lelaki ke dekatnya, jadi kau harus benar-benar melindunginya jangan sampai kejadian seperti Imel." Jelas Flo dan Jason langsung melihat ke Imel, memang wanita itu sangat cantik dan bercahaya, Jason mengakuinya.
__ADS_1
"Jadi bisa saja kejadian Imel terjadi pada bayi itu?" Tanya Damian karena dia tau bagaimana sulitnya Imel menghadapi hidup.
"Bisa jadi iya, bisa tidak.. Imel kebetulan saja sangat malang karena ayahnya meninggal dan tidak ada pelindung, anakmu punya kembaran laki-laki dan kau sebagai ayahnya maka dia masih ada pelindung." Sambung Flo dan mereka mengerti.
"Kau bisa memberikan anakku nama?" Tanya Jason dan Flo mengangguk dan dia berpikir.
"Hm.. aku memikirkan satu jenis bunga, Poppy.. bunga yang sangat cantik tapi mematikan juga lambang perdamaian. Cocok untuknya yang mendamaikan dendammu." Ujar Flo dan Jason tampak menyukai nama itu.
"Hm, bagus juga Poppy.. aku akan menjaganya dan membuatnya menjadi wanita yang kuat." Ujar Jason.
"Iya kita akan melindunginya bersama, dia akan baik-baik saja Jas." Sambung Damian.
"Kalau bisa ajari dia beladiri agar bisa melindungi dirinya sendiri saat akan disakiti orang lain." Timpal Imel dan semua orang mengangguk setuju.
"Bayi perempuan ini akan tumbuh menjadi wanita cantik, tangguh dan mematikan." timpal Fano.
Jason dan Damian kembali ke ruangan Riana dan telah ada Yana disana menemaninya.
"Aku sudah menemukan nama yang cocok untuk anak-anak." Ujar Jason dan Riana sudah tidak sabar untuk mendengarnya.
"Stefan Antonia dan Poppy Antonia."
"Hei itu namaku." Ujar Fano dan jason tertawa mendengarnya, "Iya karena kau juga berusaha keras menjaga bunga itu."
"Kau akan jadi ayah angkat mereka, mau kan?"
"Tentu saja, tidak perlu kau tanyakan itu, anakmu adalah anakku." Jawab Damian dan mereka tertawa bersama, sedangkan Flo dan Imel masih di ruangan sebelah sedang berusaha menumbuhkan bunga itu karena keadaan baby Poppy semakin menurun.
"Sudah selesai, bunganya tumbuh..." Ujar Imel dan terlihat Flo sangat pucat dan seluruh bajunya basah karena keringat. Damian segera menelepon temannya untuk segera datang dan agar dapat membawa mereka ke villa di tengah hutan dengan helikopter yang sudah terparkir di atas gedung RS Archer.
Flo sedang memetik bunga itu dan menuangkan sarinya ke dalam botol susu untuk diminumkan ke baby Poppy. "Loh kenapa diminum Flo, dulu aku pakai untuk mandi." Tanya Imel bingung dan semua juga memandang Flo karena mendengar ucapan Imel.
"Ini beda, kalau kamu kan untuk menyamarkan kecantikan jadi cuma mandi, ini karena keselamatan dan nyawa." Jawab Flo dan semua mengerti.
"Poppy harus minum ini dan sampai habis tidak boleh tersisa." Ujar Flo lemah dan dia sudah tidak sanggup berdiri lagi. Imel sudah sangat cemas melihat kondisi Flo yang seperti itu.
Jason dibantu oleh Riana membuat baby Poppy minum susu yang telah dicampur sari bunga merah itu, beruntung memang bayi ini sedang lapar karena Riana sejak tadi belum memberinya asi.
Setelah habis, wajah baby Poppy tiba-tiba berubah cerah dan dia menangis kencang memekakkan telinga mereka. Bahkan Jason sampai terejut, sejak dia dilahirkan tidak ada suara yang keluar dari bibir mungil bayi ini, wajah bayi ini juga sudah cerah dan tubuh lemah dan mungil itu mulai bergerak sambil menangis tak henti-hentinya.
__ADS_1
Flo tersenyum mendengar tangisan menggelegar hati itu dan dia langsung tak sadarkan diri.
Dokter datang memeriksa keadaan Poppy dan dokter sangat terkejut karena bayi ini sangat sehat dan tidak ada tanda apapun yang memperlihatkan dia bayi prematur dan mengalami benturan. Jason dan Riana sangat senang mendengarnya dan mereka akhirnya bisa bernapas lega.
"Temanku sudah datang." Ujar Damian dan masuk bersama Florian.
"Flora.." Florian sangat terkejut melihat keadaan Flora dan dia langsung tau apa penyebabnya saat melihat sisa bunga yang ada di meja.
"Dia masih sama seperti dulu, selalu mementingkan keselamatan orang lain." Gumam Florian yang dapat didengar semua orang.
"Maksud anda?" Tanya Imel dan Florian tersenyum melihat Imel yang tau Flora bukan manusia karena sejak tadi yang dilakukan Imel adalah ritual penyembuhan dari peri yang sedang lemah.
Imel sejak tadi membasuh wajah tangan dan kaki Flo dengan air mineral dan sebenarnya harus air bersih dan air mineral lah yang cocok untuk saat ini.
Florian melihat sekeliling dan mencari orang yang diselamatkan Flora dan mendapati seorang bayi perempuan kecil yang cantik dan bercahaya, seperti Flo dan Imel, itulah yang ada di pandangan Florian. Dia mendekat ke arah bayi mungil itu dan tersenyum melihatnya. Damian mengikutinya dan bingung dengan apa yang dilakukan Florian pada Stefan.
"Dia akan redup jika saudarinya begitu terang, jadi dia harus seterang saudarinya agar bisa melindunginya." Florian menyentuh kening Stefano dan wajah bayi itu berubah menjadi lebih cerah seperti Poppy.
"Siapa kau dan Dami semua temanmu bukan manusia?" Tanya Jason memandang Florian.
"Kau sama dengan Flora?" Tanya Damian dan Florian terkekeh pelan mendengarnya.
"Yah pasti sama, peri juga, namamu Florian." Ujar Damian lagi.
"Gak.. aku dan Flora berbeda jenis, cuma yah mirip lah.." Jawab Florian enteng membuat Damian terkejut.
"Apa-apaan ini? Jangan-jangan banyak diantara kita yang bukan manusia?" Tanya Damian mulai panik.
"Gak Damian, kami hanya menjalani hukuman dan gak semua peri seorang pembangkang seperti kami, hehehe. Flo itu terlalu mencampuri urusan manusia makanya dia disini sedang dihukum." Jawab Florian dan Damian masih bingung.
"Lalu kau?" Tanyanya lagi menunjuk ke Florian.
"Aku disini karena akibat kecerobohan peri itu yang sangat ingin tau, atau KEPO jadinya aku juga kena getahnya, ah sudahlah.. ceritanya panjang dan Flora juga belum tau siapa aku sebenarnya, jadi yah begitulah..." Sambungnya.
Florian akan membawa Flora ke villanya di tengah hutan, tempat itu memang dia bangun untuk dirinya istirahat jika sedang lelah sama seperti Flora saat ini yang sangat kelelahan akibat menggunakan kekuatannya secara berlebihan.
"Tapi kau kan laki-laki nanti bagaimana membasuh seluruh tubuhnya?" Tanya Imel cemas melihat Flo dalam gendongan Florian.
"Tenang saja, di tempatku memang sudah dibangun khusus untuk kaum kami jika kelelahan jadi sudah ada tempatnya dan tidak perlu membasuh, nanti jika sudah selesai aku hubungi kalian untuk berkunjung." Jelas Florian dan Imel masih merasa cemas dengan keadaan Flo saat ini.
__ADS_1
"Dia hanya terlalu lelah dan akan tidur sampai puas, nanti juga sembuh dan makin bercahaya, percayalah." Imel mengangguk pasrah dan membiarkan Florian membawa Flora pergi.
TBC~