
"Air terjun itu boleh dimasukin gak bang?" Tanya Bambang pada Agus setelah mereka semua lompat kedalam air.
"Belum ada yang coba tapi sebaiknya jalan terlalu dekat karena sering ada batang kayu dari kecil sampai besar yang jatuh dari atas." Jawab Agus dan baru saja dia bilang sudah ada 1 ranting pohon yang ikut jatuh bersama air dan membuat mereka terkejut.
"Nah itu maksudnya. Lagian gak ada berani karena airnya cukup deras jadi lebih baik main di pinggir saja dan disana ada pasir dan batu kerikil putih kan." Tunjuk Agus karena benar di sekeliling jathnya air ada pasir dan batu kerikil pertanda itu dorongan air yang kuat sehingga membentuk gundukan disana.
"Makan dulu yuk... kalau nasi bisa langsung ambil, kalau mie bisa antri." Teriak Bian dan 2 pengawalnya. Mereka hanya bisa membawa 2 kompor portable dan 1 kardus mie instan beserta panci yang dibawa 1 pengawal, 1 nya lagi membawa barang bawaan dan nasi bungkus. Sedangkan air minum mereka sudah meminta anggotanya Agus untuk sediakan dari kemarin disini dan beberapa titik pemberhentian.
.
.
"Woohhooo main air dingin-dingin emang enaknya makan mie instan panas-panas apalagi kalau ada cabe rawit." Ucap Mala yang sedang menunggu air mendidih. Tak lama salah satu anggota Agus menghampiri dan membawa beberapa butir cabe rawit hijau yang pedas.
"Wah dek.. hebat!" Mala mengambil cabe rawit itu dan memberikan tanda jempolnya. Ternyata tak jauh dari sana memang ada pokok cabe yang tinggal petik.
"Minta dong Mala..." Ucap salah satu temannya yang menjaga kompor lainnya.
"Enak aja.. nih panci masak 6 bungkus mie dan cabenya cuma 5 mana cukup bagi-bagi." Tolak Mala.
"Ya elah.. tinggal petik lagi sih.."
"Dek jauh gak metik cabenya?"
"Gak kak, tuh disana."
Remaja itu menunjuk kearah atas dan mereka mengikuti arah jarinya, "Wah gileeee mau naik lagi, ya udah makasih dek gak jadi."
Pasalnya jika mau cabe rawit lagi mereka harus naik ke atas tempat mereka turun tangga tadi baru ada penghijauan disana.
.
.
__ADS_1
.
Setelah mengisi perut dan beristirahat sambil menikmati alam, mereka mulai lagi berpetualang dan kali ini mereka berjalan di atas air mengunakan pelampung dan mengikuti aliran sungai. Tali pengaman juga telah terpasang, yang takut bisa memegang tali jika ada arus yang teralu deras mereka akan berpegangan. Setelah menghanyutkan diri sepanjang 3 kilometer sampailah mereka pada sungai dengan arus pelan karena ada beberapa batu besar yang bertumpuk membuat riak air deras dan air terjun pendek. Disanalah sungai terdalam dan terluas berada.
"Dalam sungai sebelah sini sekitar 5-6 meter ya.. tapi di bagian tepi kurang lebih 2-3 meter saja sih dan arusnya aman." Teriak Agus dan kembali semuanya takjub melihat betapa beningnya air itu sampai apapun yang dilakukan di dalam air pasti akan kelihatan.
"Mau foto di dalam air?" Tanya Bian dan semua bersorak mau foto dan mereka mulailah berpose.
Ada yang berenang dan menyelam lalu di foto oleh Bian yang memang hobinya, lalu ada yang berpose seperti pertapa di dalam air dan segala macamnya. Sedangkan Fano dan Imel tentu saja pose mesra bahkan berciuman di dalam air.
"Nanti kita perlihatkan pada Morgan, dia pasti iri. Bisik Fano setelah melihat hasil jepretan Bian.
"Aku mau tapi tolong video ya.." Pinta Flo dan kamera bersiap, dia melompat dan menyelam lalu berenang anggun mendatangi kamera bian sambil tersenyum dan melambai.
"Wah cantik banget Flo.." Ujar Imel setelah melihat hasilnya.
"Aku juga mau begitu..." Ujar salah satu karyawannya dan lainnya juga menyusul, akhirnya Bian membuat video yang sangat banyak hari itu. Tidak semua bisa berenang sehingga yang lain hanya cukup puas dengan berjongkok dan menyelam di dalam air sambil di foto dengan pose aneh tak karuan.
Puas bermain di kolam kaca itu, mereka lanjut menyusuri sungai lagi sampai tiba di salah satu spot uji nyali dengan melompat dari tebing tinggi lagi ke bawah sungai yang berarus sangat deras tapi aman. Tidak semua berani, hanya beberapa dan lainnya dengan setia menunggu teman-teman yang sedang loncat indah.
"Ya dong.. aku kan peri masa begini saja takut. Ini duniaku Imel." Bisik Flo dan tentu Fano juga mendengarnya karena mereka tuh 1 paket dan nempel terus.
"Fano kita juga yuk.. tapi peluk jangan lepas." Imel meminta dan tentu Fano menyanggupi.
"Yuk, apa sih yang tidak untuk sayangku." Fano mengandeng Imel untuk naik lagi keatas tebing dengan hati-hati lalu setelah Flo menceburkan diri mereka bersiap.
"Ayo Imel jangan takut!" Teriak Flo dari bawah memberinya semangat. Tak lama Fano dan Imel lompat dengan Imel memeluk erat leher Fano dan lengan Fano melingkar kuat di pinggang istrinya.
"Hahahaha seru!" Tawa Imel setelah mereka menyembu dari air.
"Seru kan.. Thika Mala ayo.. seru tau.." Flo membujuk Thika dan Mala tapi mereka sama sekali tidak berani.
"Gak deh.. takut..." Jawab Thika dan Mala bersamaan.
__ADS_1
"Ayo kak.. coba aja." Kula juga membujuk mereka.
"Imel aja berani tuh.." Flo memanasi lagi.
"Lah Imel kan ada pangeranya yang jagain, kalau suamiku di sini juga pasti kami lompat juga dengan pose mesra." Gerutu Mala kesal karena di memang benar takut melihat ketinggian dan arus air di bawah.
"Kan pake pelampung, gak akan tenggelam atau hanyut disana bayak orang yang jaga kok." Flo menunjuk ujung dari arus sungai deras ini dan Thika terlihat tertarik lalu memutuskan untuk ikut lompat.
.
.
.
Setelah puas bermain loncat indah, perjalanan di lanjutkan lagi sampai mereka menghanyutkan diri dengan tenang dan kali ini mereka sudah ada diatas ban, duduk tenang sampai tak terasa mereka sudah ada di dekat villa.
"Loh kok langsung ada di Villa?" Tanya beberapa orang yang lumayan terkejut.
"Hahahah emang kan sungainya memang sampai sini dan kalau kalian mau hanyut lagi juga boleh tapi kalau tersesat gak tanggungjawab yah." Ucap Bian dan di balas gelak tawa.
"Wah seru banget liburan ini.. thank you Flo.." Ucap salah satunya.
"Semua sudah kembali?" Tanya Flo pada Bian dan Bian juga baru selesai menghitung seluruh anggota.
"Yap semua sudah balik.. kita istirahat dulu, ini masih jam 4 sore kan.. yang mau lanjut main silakan, nanti balik jam 7 buat makan malam." Ujar Bian dan memberitaukan ke semuanya.
.
.
Setelah membersihkan diri, semua orang tertidur di tempatnya masing-masing karena lelah sambil menunggu waktu makan malam. Begitu juga Flo yang memilih tidur di kamar baby Fio dan J sambil bermain dengan mereka. Imel dan Fano? Tentu saja juga tidur sambil pelukan di kamar mereka. Semuanya benar-benar tertidur lelap tak terkecuali, hanya beberapa pelayan yang masih terlihat melakukan aktivitas mereka sore itu.
Semuanya hanya istirahat dari sore ini sampai keesokan harinya, kegiatan hanya ke pasar tradisional dan berjalan di sekitar perkebunan sampai menunggu waktu kembali pulang ke kota karena besok mereka akan kembai bekerja.
__ADS_1
~Liburan Flo dan Team Selesai~
TBC~