
Pembuakaan restoran Yana cukup ramai karena dia mengundang banyak teman kuliah dan rekan kerjanya. Damian juga datang dan lebih sering bersama Jason ketimbang wanita-wanita disana yang berusaha mendekatinya.
Hubungan Jason dan Yana juga tidak banyak yang tahu kalau mereka adalah pasangan kekasih karena Damian, Yana dan Jason memang selalu terlihat akrab besama atau berdua.
Seperti saat ini ada wanita cantik dan sexy mendekati Jason dan Damian, tetapi wanita itu harus menelan kekecewaan karena 2 pria tampan itu tidak meresponnya, selalu begitu dari dulu makanya Damian dan Jason tidak punya teman wanita selain Yana.
"Damiii.. kau harusnya cari wanita untuk jadikan calon istrimu disini. Itu lihat teman-temanku semua cantik dan dari keluarga baik, pilihlah satu." Ucap Yana dan Damian langsung menggeleng pelan, dia tidak mau berhubungan dengan wanita manapun saat ini sampai dia yakin bisa melupakan Yana, agar tidak ada wanita lain yang terluka nantinya.
"Ck.. kau ini, ayo aku kenalkan ke salah satunya." Yana menarik tangan Damian tapi Jason segera melerainya.
"Jangan maksa Yana, gak berhasil kalo Dami gak mau." Sergah Jason dan Yana langsung melepaskan tangan Dami yang sudah di pegangnya.
"Ya nanti kalo ketemu jodohnya juga akan datang sendiri." Ucap Yana pasrah dan Damian malah menertawakannya.
"Aku maunya jodohku adalah kamu Yana." Batin Damian tanpa mereka ketahui.
"Hai mba Yana.." Sapa Flo yang mendekati mereka bertiga.
"Halo mba Flo, makasih banget nih bunganya sangat indah dan aku suka dan lihat banyak banget yang foto bareng bunga itu." Ujar Yana begitu melihat Flo menghampirinya.
"Wah, bagus deh kalo banyak yang suka dan tokoku akan semakin ramai." Ujar Flo dan mereka berbincang sejenak sebelum Flo pamit undur diri.
Flo telah menempatkan Lion di baju yang dikenakan Jason dan akan mengikuti pria itu, Flo sangat penarasan sebab Jason tidak terlihat mencintai Yana dari pandangan matanya terhadap Yana, beda dengan Yana yang selalu memandangnya dengan hangat, dan Flo juga baru menyadari kalau Damian sepertinya juga menaruh hati pada Yana dari tatapan Damian.
"Duh.. cinta segita yang sulit." Gumam Flo sambil keluar dari restoran itu.
"Flo.." Flo mendengar seseorang memanggilnya dan itu ternyata Fano.
"Ah, Fano.. kemari." Flo menarik lengan Fano dan mengajaknya bicara di tempat yang sedikit sepi.
"Kenapa? Kayanya lagi ada pikiran mengganggumu." Tanya Fano dan memang benar.
"Fan, abangmu Damian, apa dia suka sama Yana?" Tanya Flo dan Fano kaget mendengarnya.
"Kok kamu tau Flo?" Tanya Fano balik, karena hanya keluarga saja yang tau selama ini hubungan rumit antara Damian dan kedua sahabatnya.
"Hm.. gini, gimana menurutmu hubungan Yana dan Jason?" Tanya Flo lagi dan Fano terlihat berpikir sebentar.
"Baik dan Jason terlihat sangat menghormati Yana, karena selama ini dia tidak macam-macam pada Yana sebelum menikah, lagi pula dia bersabar menunggu restu dari ayahnya Yana." Ujar Fano mengatakan pandangannya terhadap Jason.
"Kalo aku bilang, Jason gak sebaik itu apa kau percaya?" Tanya Flo serius dan Fano terlihat menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ck sudah kuduga, dia itu bermuka dua Fano.. dan gimana caranya bilang ke Yana atau Damian?" Flo berpikir tetapi tidak tau jawabannya karena terlihat Yana sangat menuruti Jason dan Jason sangat baik pada Yana didepan orang lain, kalau pakai Lilem juga percuma karena tidak ada bukti Jason memperlakukan Yana seperti itu.
"Aku pikir, Jason tidak benar-benar mencintai Yana, coba kau perhatikan nanti saat mereka bersama, perhatikan mata Damian dan Jason memandang Yana, cari perbedaanya." Ucap Flo, pada akhirnya mereka berpisah dan Fano akan memperhatikan sesuai yang dikatakan Flo.
"Itu Fano datang, ayo kita makan." Ajak Damian setelah melihat Fano mendekat pada mereka. Fano memperhatikan interaksi Jason pada Yana ataupun sebaliknya dan akhirnya Fano mengerti yang dimaksud oleh Flo.
Jason selalu menolak apapun yang diberikan Yana dan Damian memandangi mereka dengan mata yang tersirat kesedihan. Yana selalu memandang Jason dengan penuh cinta tapi Jason tidak, dia biasa saja meskipun sangat baik. Beda dengan Damian yang selalu memandang Yana dengan pandangan sayang dan hangat.
Damian dan Fano duduk berdua sehabis kembali dari pembukaan restoran Yana, mereka berbincang mengenai Yana dan Jason yang akan menikah 3 bulan lagi di balkon ruang keluarga rumah mereka, sambil menikmati teh yang tadi disiapkan oleh Lusia untuk anak-anaknya.
"Bang Dami tidak apa-apa?" Tanya Fano yang melihat Damian sepertinya sangat sedih.
"Ya, jangan khawatir Fano, abang ini kuat paling hanya nangis 2 hari trus patah hati beberapa tahun lagi, hehehe..." Damian terkekeh geli meratapi nasib cintanya yang sangat menyedihkan ini.
"Kalau dia bahagia relakan bang, kalau dia tidak bahagia apa yang akan abang lakukan?" Tanya Fano dan Damian sedikit heran dengan pertanyaan Fano.
"Dia pasti bahagia, lihat saja tadi matanya berbinar indah menatap Jason." Jawab Damian dengan seulas senyum terpaksa.
"Gimana kalau Jason tidak mencintai Yana bang?" Tanya Fano lagi, Damian lalu menepuknya kesal.
"Kau ini bicara apa sih.. Jason duluan yang menyatakan cintanya pada Yana. Aku masih ingat bagaimaan si Jason itu memperlakukan Yana dengan baik." Ucap Damian tapi Fano merasa tidak yakin.
Setelah berbicara begitu, Damian meninggalkan Fano sendiri dan kembali kekamarnya.
"Aku merindukanmu Yana.." Lirih Damian, dia memeluk bantal boneka pink kesukaan Yana yang selalu dia pakai jika menginap disini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Lion, ada informasi apa?" Tanya Flo setelah semua orang pulang pada tengah malam itu di tokonya juga sudah tutup.
"Belum ada, cuma si Jason kalau pulang selalu ganti baju dan langsung mandi makanya gak bisa lama ngikutin dia. Tapi dia tadi nangis sambil melihat foto, sepertinya foto dia waktu kecil sama ayahnya." Jawab Lion.
Flo makin bingung, dia penasaran apa yang disembunyikan Jason selama ini dan kenapa dia bersama Yana jika tidak mencintainya. Jason bukan hanya menyakiti diri sendiri dan Yana tapi juga Damian sahabatnya sendiri.
"Aku harus bicara pada Fano." Gumam Flo dan dia mengirimkan pesan pada Fano untuk bertemu besok.
.
.
.
__ADS_1
Fano sudah ada di Magical Flower sendirian karena Imel sedang sibuk dengan pekerjaannya dan dia sedang lembur hari itu karena ada audit yang sedang melakukan pemeriksaan rutin. Fano menunggu Flo yang sedang melayani pelanggannya dan membuat 3 buket bunga yang akan dibawa langsung.
Fano juga tidak tinggal diam melihat cafe yang sangat ramai sore itu dan membantu Mala seperti pekerjaannya dahulu.
"Jiaahh.. direktur H&S kenapa kerja beginian lagi sih, aku jadi merasa bersalah Fan." Goda Mala dan Fano menjitak keningnya geram.
"Jangan kuat-kuat nanti ada yang dengar." Bisik Fano dan Mala terekeh begitupun beberapa pelayan disana yang sudah tau siapa Fano.
"Iya nih, dulu ampe bersihin sampah, ngepel, lap kaca, ngejer tikus.. haduh ga kebayang deh.." Ucap salah satu koki yang baru keluar dari dapur.
"Ternyata semua demi cinta." Goda Mala lagi dan mereka terus menggoda Fano tanpa henti di sela kesibukan.
.
.
"Nah ada apa?" Tanya Fano setelah jam makan malam selesai dan cafe sudah sepi dan dia menunggu makan malamnya datang.
"Aku masih bingung dengan Jason, kata Lion dia nangis karena memandangi foto dia waktu kecil bersama ayahnya." Ucap Flo pada Fano yang sedang menikmati pastanya yang baru saja datang diantar oleh Mala.
"Siapa Lion? dan kenapa dia bisa liat Jason nangis?" Tanya Fano penasaran.
"Kamu dengar aja dan sambil habiskan makananmu itu." Ujar Flo dan Fano mulai makan pastanya.
"Jadi Lion adalah itu, bunga Dandelion yang bisa terbang kemana aja, nah aku pakai sihirku dikit buat dia bisa mengendalikan dirinya agar tidak terbawa angin. Jadi selama ini dia nempelin dan cari tau pasangan bermasalah yang aku bantu selama ini. Kemarin dia ikuti Jason kerumah dan liat Jason nangis sambil liat foto." Jelas Flo dan Fano tidak jadi makan, dia terbengong mendengarnya.
"Jangan bilang selama ini kau juga mengikutiku dengan si Lion itu?" tanya Fano dan Flo tertawa mendengarnya.
"Gak lah, aku ga curiga padamu atau orang yang kerja disini, kecuali Gio dulu." Jawab Flo dan Fano baru sadar bahwa kejadian Gio dulu juga aneh karena Flo sangat banyak tau tentang Susan saat itu dan dia mengerti sekarang.
"Jadi gimana? Kau tau apa tentang Jason?" Tanya Flo lagi.
"Aku gak begitu tau banyak, tapi dia memang sudah kehilangan ayahnya saat kelas 6 SD saat itu dia lihat sendiri bagaimana ayahnya ditabrak tapi kita gak tau siapa yang nabrak karena di jalan itu sepi dan gak ada cctv, Jason juga sangat syok dan selama beberapa bulan tidak bicara sama sekali, waktu itu bang Dami yang menemaninya sampai dia sembuh." Jelas Fano dan Flo sedikit iba mendengarnya, ternyata Jason mengalami hal buruk seperti itu.
"Kasian sih tapi kata Lion dia bersikap sangat kasar pada Yana dan sering menghinanya bahkan mengatakan kalau tidak akan ada yang mau menikah dengannya karena dia sudah ditiduri mantannya dulu jadinya Yana hanya tergantung pada jason yang mau terima dia apa adanya." Lanjut Flo dan Fano tersedak mendengarnya.
"Gak mungkin..." Gumam Fano setelah meminum jusnya. "Yana itu sangat menjaga dirinya dan gak mungkin dia tidur dengan mantannya dan Jason.." Fano terdiam, masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Bisa gak selidiki Jason? Dia pergi kemana saat tidak kerja atau saat tidak bareng Yana atau Damian? Soalnya dia kadang suka pergi beberapa hari dan tidak kembali. Lion sudah mengikutinya karena dia terbiasa mandi dan ganti baju sesudah dari luar, kelemahan Lion adalah air, jika kena air dia hanya akan menempel disana dan tidak bisa bergerak sampai kelopak yang itu mati."
Fano mendengar penjelasan Flo dan dia tidak yakin, sebab Jason sangat tertutup bahkan Damian juga tidak bisa berbuat atau mencari informasi apapun tentang Jason jika tidak dia yang memberitahunya.
__ADS_1
"Aku tidak janji tapi akan kucoba." Jawab Fano dan Flo tersenyum lega mendengar Fano akan membantunya.
TBC~