Magical Flower

Magical Flower
BAB 42 - Pergi Untuk Kembali (Part 10 - End)


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian, Madhu dan Aditya menyelenggarakan pernikahan mereka di hotel tempat Shanka dan Gauri bekerja, mereka yang ditugaskan untuk mengatur pesta itu. Sejak 3 hari lalu Gauri sangat lelah karena permintaan Madhu yang sangat aneh dan beragam membuat para pelayan kesal dengan si calon pengantin yang banyak maunya.


Madhu tidak tau kalau Gauri adalah mantan istri Aditya dan selalu bersikap baik padanya dengan menceritakan betapa baiknya calon suaminya itu. Gauri hanya senyum dan tidak merespon setiap pujian yang dia lontarkan. Sedangkan Aditya yang tau kalau Shanka adalah menajer hotel yang mengurus pernikahannya sengaja mengerjainya dengan meminta hal yang aneh dan susah didapat.


"Shanka, aku mau pihak hotel sediakan bunga daffodil di hari pernikahanku minimal 20 batang bunga." Pinta Aditya, dia tau bunga itu susah didapat bahkan pernah mencarinya ke seluruh toko bunga di kota ini tapi tidak menemukannya, bahkan ini adalah permintaan aneh ke 3 nya hari ini.


"Baik Tuan Aditya, segera saya usahakan." Jawab Shanka sopan dan profesional padahal dalam hatinya dia sudah merutuki pria brengsek itu. "Lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu." Batin Shanka karena dia sudah menyiapkan sesuatu pada hari pernikahan mereka, lagian apapun yang terjadi nanti, Madhu sudah membayar full semua biaya acara ini pada hotel jadi Shanka mau memainkan apapun tidak perlu takut.


Shanka menemui Flo dan minta dicarikan bunga Daffodil permintaan Aditya, Flo agak susah mencarinya tapi demi rencana Shanka dia berjanji di hari H nanti bunga itu akan dia antarkan kesana. Ya, tentu Flo bisa karena tinggal menumbuhkan bunga itu saja dengan kekuatan perinya.


\=//=


Akhirnya hari H pernikahan Madhu dan Aditya dilaksanakan, mereka membuat pesta mewah tapi tidak ramai karena Madhu tidak ingin banyak yang tau kalau dia nikah untuk yang kedua kalinya.


Pendeta sudah datang, Aditya dan Madhu telah berdiri bersama menunggu ritual diadakan, sedangkan Anju dengan sombongnya berdiri didekat mereka sambil sesekali melirik ke mantan menantunya Gauri. Saat pendeta baru mulai merapalkan doa, tiba-tiba datang petugas polisi dan menangkap Anju, sontak dia terkejut dan berontak karena merasa tidak punya salah.


"Anda ditahan karena pencurian yang anda lakukan pada rumah Bapak Adnan." Ujar Polisi dan Anju seketika mematung di tempat.


"Ada apa ini? pencurian? Ibuku hanya mengambil kembali tanah dan sertifikat rumah yang memang atas nama ibuku." Jelas Aditya yang telah mendekat pada para polisi yang telah memborgol ibunya.


"Bukan pak, ini pencurian emas milik armarhum ibu Mahira, Nyonya Anju membobol kotak perhiasan dan mengambil emas di rumah tersebut, sudah ada saksi dan buktinya anda bisa ikut ke kantor polisi untuk keterangan lebih jelas."

__ADS_1


Aditya sangat terkejut mendengarnya, almarhum Mahira berarti mantan ibu mertuanya telah meninggal dan ibunya mencuri emas? Dia sangat tidak percaya tapi polisi lah yang mengatakan itu semua. Madhu mendekat dan dengan kesal dia menarik tudung gaun pengantinnya dan melemparnya asal, "sangat memalukan, calon ibu mertuanya mencuri?" Pikir Madhu.


"Ada 1 hal lagi Nona Madhu, kami menemukan ini tapi tidak berani memberitahukan ke anda." Ujar salah satu pegawai hotel disana memberikan sebuah ponsel jadul berisikan video pembicaraan Aditya dengan ibunya, terlihat mereka ada di kaamr hotel ini yang berarti itu beberapa hari lalu.


"Kau brengsek Aditya!!" Teriak Madhu marah lalu dengan keras dia menampar wajah Aditya lalu melempar semua pernak pernik pernikahan yang ada di tubuhnya. "Pernikahan ini batal! Dan kau ku pecat, jangan berani menemuiku lagi, brengsek!!" Madhu langsung keluar dari aula hotel itu dan kembali ke kamarnya. Aditya yang bingung lalu mengambil ponsel jadul itu. Aditya kesal bukan main dan melempar, menendang segala hal yang ada disana.


"Sial sial!! Ini pasti gara-gara kau kan? Kau tidak rela aku menikah lagi.." Teriak Aditya pada Gauri, dia mendekat dan ingin menampar Gauri tapi tangannya sudah di tahan oleh Shanka dan menghempaskannya kuat sampai Aditya oleng hampir jatuh.


"Jangan coba-coba menyentuhnya seujung ramput pun, aku akan menghajarmu." Ancam Shanka membuat Aditya mundur dan keluar dari aula itu, dia sudah pernah merasakan pukulan Shanka dan tidak ingin merasakannya lagi.


"Eh tunggu Tuan Aditya... ini titipanmu." Shanka memberikan 20 tangkai Daffodil segar yang dibungkus cantik untuknya, Aditya mengambilnya lalu membuangnya dengan kasar. Beberapa orang disana tersenyum senang karena memang kesal dengan Aditya yang selalu meminta hal aneh dan sulit didapatkan. Aditya pergi menyusul ibunya yang dibawa oleh polisi dan ingin memastikan apakah benar ibunya mencuri, jika iya itu sangat memalukan.


Shanka berbalik dan jalan menuju Gauri, dia menarik tangan wanita itu kehadapan pendeta yang masih berdiri disana menyaksikan drama yang barusan terjadi.


"Selamat nak.. akhirnya ayah melihat senyum bahagiamu lagi." Gauri memeluk ayahnya dan dia akhirnya menangis haru.


"Selamat Gauri Shanka." Ucap Mala dan Thika bersama dan Kula ada di belakang mereka.


"Kami gak bisa lama-lama, jadi pamit ya kasian Flo sedang banyak pesanan." Ucap Thika dan mereka pergi lagi untuk kembali bekerja.


"Ini.. kamar khusus untuk kalian dan silakan liburan sampai 3 hari deh.." Ucap Devi sambil memberikan kartu kamar yang telah mereka siapkan khusus.

__ADS_1


"Ayah juga mau pergi sama Arjun dan kalian bisa cepat buatkan adik biar ayah gak kesepian." Ujar Adnan dan menepuk punggung Shanka dengan keras membuatnya kembali sadar sejak tadi memandang wajah Gauri yang telah menjadi istrinya.


"Video apa tadi yang dilihat Madhu sampai marah begitu?" Tanya Gauri disela perjalanan mereka menuju kamar pengantin.


"Aditya bilang, 'aku tidak mencintai Madhu bu, lumayan kan kalo aku nikah dengannya, dia kaya dan kita hidup enak, lumayan kan lagipula dia hebat diranjang dan anggap saja aku tidur dengan pelacur' gitulah kira-kira makanya Madhu sangat marah, aku kasian sih tapi lebih kasian lagi kalau mereka nikah." Jelas Shanka dan gauri tidak habis pikir kenapa Aditya menjadi orang yang begitu tidak perperasaan.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Malam ini, Gauri telah menjadi istri lagi tapi kali ini menjadi seorang istri dari pria yang sangat dia cintai sejak dulu. Shanka sejak tadi memeluk Gauri tanpa mau melepaskannya. Ritual suami istri dan penyatuan tubuh sudah mereka lakukan sejak siang tadi sampai Gauri berteriak kenikmatan, hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia baru sadar ternyata kegiatan itu sangat menyenangkan dan nikmat.


"Masih capek?" Tanya Shanka lalu mencium Gauri berkali-kali sampai dia puas.


"Masih.. kau belum puas dari tadi sudah berapa kali Shanka..."


"Belum, gak akan pernah puas sayang, kau membuatku kecanduan dan kau sangat nikmat." Bisik Shanka, dia selalu mengatakan hal-hal mesum sejak mereka melakukannya pertama kali tadi. Shanka sengaja karena dia tidak ingin Gauri minder dengan mengingat perkataan mantan suaminya dulu.


"Aku mencintaimu Shanka.." Lirih Gauri, terlihat wajah cantiknya semakin cantik karena raut bahagia yang dia pancarkan.


"Aku juga cinta Gauri!" Teriak Shanka dan mereka tertawa bersama.


~Pergi Untuk Kembali (Shankara - Gauri) - END~

__ADS_1


TBC~


__ADS_2