Magical Flower

Magical Flower
BAB 73 - Ramuan Pelupa Cinta (Part 8)


__ADS_3

Flo yang sudah mengetahui siapa Celine lebih banyak mendengarkan saja, karena Celine juga tidak membicarakan tentang Mario dan hanya mengpbrol biasa. Sedangkan Florian yang sangat ingin tau tentang ramuan pelupa cinta masih menunggu waktu yang tepat untuk bertanya pada Flo dan tentu saja tanpa adanya Celine.


Setelah hampir setengah jam akhirnya Celine undur diri dan Florian kembali bertanya, Flo pun menjelaskan secara singkat saja.


"Ramuan itu sangat rumit Flo, aku tau itu untuk Celine kan? Aku sudah mengetahui semuanya dibantu Lion. jadi ramuan itu sama sekali tidak musnah tetapi sangat sulit untuk dibuat. Membutuhkan beberapa bunga yang sulit ditemukan bahkan sudah punah di peradaban manusia." Flo menjelaskan dan Florian hanya tersenyum saja.


"Kau itu peri dan bisa menumbuhkan berbagai jenis bunga Flo." Ujar Florian tapi Flo menggelengkan kepalanya.


"Ada beberapa jenis tumbuhan yang hanya bisa di hidupkan oleh Petunia, jangan sembarangan karena tumbuhan yang sudah dianggap punah oleh manusia, kami peri kecil begini tidak sembarangan menumbuhkannya, kalau aku nekad yah bisa kena masalah. Aku tak mau lagi dihukum di perpustakaan atau tempat lainnya, sudah cukup." Flo mencebikkan bibirnya kesal mengingat dia yang harus berbulan bulan menemani peri buku di perpustakaan.


"Hahahaha aku tau, kau itu peri yang penuh rasa ngin tau dan kebebasan." Florian tertawa.


"Tapi.. jika itu dibutuhkan maka aku akan berusaha bicara pada Petunia, temani aku nanti karena kasus Celine dan Mario mungkin akan semakin rumit dan aku takut Mario tidak bisa menahannya." Sambung Florian lagi.


"Sepertinya kau tau banyak hal tentang mereka?" Tanya Flo yang tiba-tiba penasaran.


"Yah begitulah.. tapi aku biarkan saja mereka yang cari tau sendiri, karena kapasitasku terlalu besar jika membongkar semuanya, mereka akan kaget dan diriku yang sebenarnya malah akan ketahuan." Jawab Florian.


"Aku juga masih penasaran denganmu dan kau belum ceritakan siapa dirimu." Tukas Flo dengan menatapnya tajam tapi Florian hanya terkekeh kecil.


"Belum saatnya Flo, nanti juga kau akan tau tapi setelah kau bersedia jadi istriku nanti." Bisik FLorian tepat di telinga Flo setelah dia berdiri lalu pergi meninggalkan Flo yang masih mematung.


"Ck.. apa sih dia!" Gerutu Flo setelah sadar dari lamunannya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Beberapa hari berlalu dan Celina juga Lia sedang berbicara pada detektif swasta yang di sewa oleh Lia bernama Sudrajat yang biasa di sapa Om Suja. Dia adalah mantan polisi yang telah pensiun dini karena cedera parah saat bertugas sehingga kini berprofesi sebagai detektif swasta.


"Ini sudah saya rangkum semuanya tentang pria bernama Robin." Ujar Suja pada Lia dan Celine. Mereka bertemu di salah satu restoran VIP yang tertutup.


"Baiklah kami cek dulu Om Suja." Balas Celine lalu membuka semua informasi yang dia terima. Celine tak percaya, banyak foto Robin bersama Lola tapi juga wanita lain yang tampak mesra.

__ADS_1


"Ini, Lola istri sah kan.. nah wanita lainnya, astaga berarti selama ini Jade seperti wanita-wanita ini dong.." Seru Celine tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Ya Nona.. total ada 7 wanita selain Jade dan Lola. Sepertinya dia memang memilih gadis muda yang lugu dan polos untuk menjadi korbannya. Seperti yang satu ini." Tunjuk Suja pada salah satu foto dan informasi disana.


Celine membaca data gadis bernama Salma, gadis yatim piatu yang baru saja kehilangan orang tuanya 6 bulan lalu dan dia baru saja berhubungan dengan Robin 2 bulan ini, Salma dan adiknya yang masih SMP di tinggalkan dengan harta yang lumayan banyak dan akan menjadi kaya raya jika dikelola dengan baik. Gadis itu baru 19 tahun dan masih kuliah.


"Kita tidak bisa membiarkan ini." Gumam Celine dan tiba-tiba Mario masuk ke dalam ruang VIP itu, membuat Lia dan Celine sangat terkejut.


"Akan aku bunuh si brengsek itu!" Ucap Mario dengan tegas. Tanpa Celine tau, Mario juga menyelidiki tentang Robin dengan caranya sendiri.


"Jangan Mario!" Bentak Lia tapi Mario yang sudah di liputi oleh kemarahan tentu tidak akan menuruti perkataan ibunya begitu saja.


"Tuan Mario, duduk dulu.. saya ini mantan polisi dan kita bisa menjebloskan dia ke penjara karena..." Suja terdiam, dia ragu untuk menceritakan hal yang dia ketahui selama melakukan penyelidikan.


"Kenapa? Lanjutkan!" Hardik Mario yang kini duduk bersama mereka.


"Saya sudah selidiki lebih dalam, sepertinya kecelakaan itu bukan murni kecelakaan Tuan. Masih saya dalami lebih lanjut karena ada kemungkinan Robin terlibat." Sambung Suja dan tentu membuat tiga orang itu begitu terkejut mendengarnya.


"Mario, tenang. Kita belum tau pasti dan kami akan usut tuntas dan memasukkan Robin ke penjara." Celine mengelus lengan Mario dengan lembut, takut jika Mario kembali meluapkan kemarahannya dengan cara yang salah.


.


.


Di tempat lain, Lion juga memberitahukan pada Flo apa yang telah dia dengar dan Flo tentu tidak tinggal diam. Dia segera menghubungi Florian dan bertanya padanya tentang apa yang dia dengar.


"Baiklah ayo kita bertemu, ke restoranku saja. Besok waktu penggantian bunga kan? Aku menunggumu jam 7 pagi." Ucap Florian dan Flo setuju.


Besok pagi, Flo sudah selesai dengan semua bunganya di restoran Florian dan dia duduk santai menunggu pria tampan itu yang tengah membuat sarapan special untuk Flo.


"Kau bisa masak?" Tanya Flo begitu Florian meletakkan 2 piring sarapan mereka. Piring putih itu sudah ada scramble egg, sosis, dada ayam di drill dan salad. Mereka makan dalam diam sambil sesekali meneguk teh sampai selesai makan dan membereskan semuanya barulah Florian mengatakannya.

__ADS_1


"Aku bukan peri, tapi lebih dari itu. Semua hal yang tidak manusia percayai ada padaku. Hal terang dan gelap, peri, sihir, segala magic aku ketahui. Jangan bertanya bagaimana bisa aku jadi seperti ini, kita fokus saja pada masalah Jade itu."


Flo masih mencerna kata-kata yang terucap dari bibir Florian dan dia sugguh tidak mau percaya tapi, dia juga peri yang tidak di percaya keberadaannya oleh manusia.


"Aku bisa melihat roh." Sambung Florian lagi.


"Kau serius!?" Pekik Flora membulatkan matanya.


"Yah.. itu salah satunya, bahkan jika mau aku bisa membunuh manusia dengan sekali jentikan jari. Tapi aku tidak ingin berbuat jahat makanya aku lebih suka berbaur dengan para peri." Jelas Florian lagi.


"kau mengerikan.." Lirih Flo dan Florian hanya tertawa kecil mendengarnya.


"Jadi.. kau melihat Jade?" Tanya Flo dan Florian mengangguk.


"Bukan cuma Jade tapi banyak... semuanya aku bisa lihat tapi Jade yang paling sering menampakkan diri di samping Celine ataupun di tokomu, karena dia tau kau bukan manusia dan ingin minta tolong tapi tidak bisa. Kalau denganku.. mereka tidak bisa berbuat apapun karena takut, kekuatanku bisa juga menghancurkan roh-roh itu."


Flo semakin tercengang, dia sedikit cemas mendengar ada roh di tokonya karena banyak karyawannya yang hanya manusia biasa.


"Jangan takut Flo, tokomu aman kok karena kekuatan peri menyelimuti tempatmu, tanpa kau sadari sebenarnya kekuatanmu sudah melingkupi area tokomu dan aura jahat tidak ada bertindak disana, mereka akan secara otomatis menjadi damai dalam lingkup kekuatan perimu." Jelas Florian dan tampak Flo menghembuskan nafas dengan lega.


"Jadi apa yang akan kita lakukan? Jade yang malang.. tapi dia juga berkhianat pada Mario kan?' Tanya Flo dan Florian tidak membantah itu tapi ada hal lain yang tidak diketahui oleh mereka.


"Cerita tentangku cukup, jangan bertanya lagi dan fokus pada Robin saja." Ucap Florian saat Flo ingin bertanya hal tentang dirinya lagi.


"Kau bisa membaca pikiran?" Tanya Flo mengerutkan keningnya.


"Lebih tepatnya hanya pikiranmu saja." Jawab Florian terkekeh melihat raut wajah Flo yang terkejut.


"Nanti malam datang lah kesini, Robin akan makan malam dengan istrinya dan kau bisa menuruh dandelion mu itu untuk mengikutinya." Ucap Florian dan Flo mendesah kesal.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2