Magical Flower

Magical Flower
BAB 90 - Magical Flower dan Flora 2


__ADS_3

"Anak-anak, bantu ibu siapkan bunga yah.. untuk Magical Flower." Pinta Flo dan 2 anaknya tentu senang membantunya.


"Tapi setelah di ambil jangan tumbuhkan dulu biar orang-orang tidak curiga.' Pesan Flo dan mereka mengerti.


Flo memotong mawar merah yang ada di sebelah ujung dekat pagar sebelah kanan, dia memotong dan menyusunnya di ember berisikan air, lalu membersihkan pekarangan. Tidak semua mereka ambil, hanya sebagian karena sangat banyak.


Iris betugas menyusun bunga tulip dan beberapa bakung dan aster. Namun Aster yang gemas dengan bunga ukuran kecil berhasil menumbuhkan beberapa jenis daisy dengan warna putih dan kuning berjejer mengelilingi air mancur.


"Aster... jangan tumbuhkan apapun saat ini sayang." tegur Flo dari kejauhan, tapi bukan teguran marah. Flo tidak pernah marah pada anak-anaknya. Iris hanya tertawa pelan melihat kakak kecilnya yang jahil.


semua bunga di bungkus dalam kertas lalu di ikat bersamaan dengan beberapa jenis bunga lainnya. Setelah di susun rapi semua dimasukkan kembali dalam ember dengan air agar bunga tetap segar.


Jam 7 malam Imel dan Fano beserta 2 anaknya telah datang, di susul Damian dan Yana dengan 2 putrnya. Semuanya berkenalan dan makan malam dengan rasa kekeluargaan.


Setelah makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, Imel, Yana dan Flo berbincang perihal anak, para ayah tentangbisnis dan anak-anak di jaga oleh Iris yang bertugas sebagai kakak bermain di karpet bulu di depan tv yang menyala.


"Wah.. ibu ada bunga itu!!" Teriak Aster yang tanpa sengaja menoleh ke arah Tv dan melihat berita. Dia yang memang tidak terlalu suka dengan Tv malah melihatnya terus. Flo yang mendengarnya langsung melihat kearah Tv yang ditunjuk.


"Astaga! Itu kan gunung AA milik Arche Group. Wah mereka bisa kaya nih.." Pekik Florian yang tau setelah melihatnya. Flo hanya terdiam, ini kesalahannya lagi.


"Ehm.. itu.. FLorian, itu benih yang gagal tumbuh malah sekerang tumbuh subur, bagaimana ini?" Bisik Flo setengah panik setelah melihat berita itu.


Bunga langka yang sudah punah mendadak muncul di daerah dekat sungai di gunung AA dan bunga putih kecil yang bercahaya dalam gelap itu langsung mengundang banyak perhatian namun tidak boleh sembarangan mendekat.


Fano yang melihatnya langsung menelepon Bian agar daerah itu diamankan dan tidak ada yang boleh masuk lagi dalam pegunungan itu dan membatalkan semua agenda pembangunan resort di daerah pegunungan.


"Aku sudah batalkan pembangunan resort disana. Terima kasih Iris, anak baik.. kau membuka mata hatiku untuk melindungi hutan." Ucap Fano sambil mengelus kepala Iris yang sedang duduk di lantai bersama anak-anak lainnya.

__ADS_1


"Bukankah itu milik Arche Group?" Tanya Florian yang belum tau tentang bisnis masa sekarang.


"Sudah aku beli 2 tahun lalu dari Arche untuk bangun resort disana, tapi sebaiknya aku buat menjadi cagar alam saja. Mungkin masih akan di bangun rumah pondok yang ramah lingkungan saja untuk pariwisata dan pendidikan." Ucap Fano sambil berpikir ulang tentang melestarikan alam disana.


"Ah suamiku, aku bangga padamu." Pekik Imel lalu memberikan pelukan hangat pada suaminya.


"Kalau begitu, kau pasti butuh bantuan kami." Florian melihat kearah Fano lalu ke Flora dan Iris. Mereka mengangguk dan tersenyum.


"Tentu, jika kalian mau aku akan sangat berterima kasih." Sahut Fano dna Damian juga setuju.


Mereka mengobrol lama, tanpa sadar sudah hampir tengah malam, Aster dan Fio anak bungsu Imel dan Fano bahkan sudah tidur di sofa ruang tamu itu.


"Mau nginap saja kah?" Tanya Flora dan Fano menggeleng.


"Tidak usah Flo, kami pulang saja, kasihan Fio, besok anak-anak akan ke sekolah karena sebentar lagi masuk sekolah ajaran baru." Tolak Fano dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


.


.


.


Bahkan Thika yang seharusnya masih pemulihan langsung datang begitu tau Flo kembali. Thika sudah menikah dengan pengusaha asal Malaysia yang sedang di sini karena memulai bisnis baru. Thika menjadi nyonya kaya sekarang. Sedangkan Kula sudah ikut Shanka berbisnis, memasok rempah dari India langsung dan menjualnya di sini dengan harga pasar yang lebih menguntungkan dan Gauri membuka butik khusus pakaian India.


Raka dan Maira juga berkunjung, mereka seperti biasa masih tetap mesra dan Raka juga membuka beberapa kantor pengacara gratis untuk kaum tidak mampu apalagi dengan kasus KDRT.


Calla dan Alister juga mampir, membawa surat dari Miranda yang telah meninggal beberapa tahun lalu, membuat Flo sangat sedih tidak bisa melihatnya untuk yang terakhir kali.

__ADS_1


Semua berdatangan hanya untuk bertemu Flo dan bergembira, apalagi setelah mereka melihat Flo yang telah memiliki seorang putri cantik, mereka berebut ingin menjodohkan dengan Aster.


"Tidak putriku masih kecil, kalian ini.." Protes Flo begitu Alister ingin menjadikan Aster calon menantu, begitu juga dengan Raka.


"Kalau begitu buatkan adik lagi untuk Aster, biar nanti kau tidak kesepian jika Aster menikah." Lanjut Alister dan Flo mendelik mendengar itu. Tak lama Florian datang dan bergabung disana.


"Ada apa ini? Ramai sekali." Tanya Florian berbasa-basi.


"Usulku, kalian harus buat adik lagi untuk Aster Tuan Florian." Ucap Alister mengulang kalimatnya.


"Tentu aja, aku pastikan Aster akan punya banyak adik, hahahah" Jawab FLorian dan Flo dengan gemas mencubit Florian. Florian memang sudah tau mereka akan mempunyai beberapa anak lagi menurut penglihatannya, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan OTW!


"Apa selama ini kalian KB? Aster sudah 7 tahun loh." Tanya Calla di sela makan siangnya.


"Tidak, cuma memang belum waktunya. Mungkin sebentar lagi." Ucap Florian sambil terkekeh karena memang dia sudah tau.


Kekuatan Florian memang masih ada meskipun dia hanya bisa tau masa depan dengan samar karena Iris tidak mengambil semua kekuatan itu, Flo juga sekarang di berikan sedikit kekuatan peri, hanya sebatas bisa mengobrol dengan Lilem dan Lion yang akan tetap lanjut menemani Flo untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Lagi pula energi Flo masih sama, seorang peri dan tanaman yang mendekat padanya pasti akan tetap segar dalam waktu lama.


Tak lama Gio dan Vero juga berkunjung, begitu juga Celine dan Mario yang membuat Flo kaget, karena mereka menggendong anak perempuan berusia 4 tahun. Flo sangat terharu dan hampir menangis. Banyak teman yang peduli padanya padahal tidak ada yang tau siapa dirinya dan apa yang dia perbuat untuk mereka tapi mereka semua meningat Flo dengan baik.


.


.


.


"Daisy, dimana Canna?" tanya Flo malam itu karena sejak sore dia tidak melihat Canna lagi.

__ADS_1


"Oh Canna ada les untuk ujiannya. Minggu depan dia mulai ujian." Jawab Daisy dan Flo menagngguk. Canna sudah menempati kamar Flo di lantai 2, FLo juga sudah punya rumah dengan keluarganya jadi Canna lah yang akan tinggal disini. Canna juga gadis pekerja keras dan sangat pandai merangkai bunga jadi Flo percaya pada gadis itu untuk menjaga Magical Flower bersama hingga suatu saat Magical Flower akan di serahkan ke Aster yang mempunyai tangan magic seperti peri.


TBC~


__ADS_2