
Alister sedang duduk di meja kerjanya di hotel miliknya yang mewah, dia adalah pemilik salah satu hotel mewah dan terkenal juga beberapa ada di Bali dan Lombok dengan resort mewah terkenal dikalangan para kaum elit. Dia sedang mendengarkan laporan dari asistennya.
Nama : Calla Gotama
Umur : 26 tahun
Alamat : Apartemen Setia Park T2 Unit 608, rumahnya ada di jalan cendrawasih no 18, komplek Taman Indah Lestari.
Keluarga : hanya ada 2 kakak lelaki sudah menikah dan tinggal di kota S dan K, tante 1 dan ada 2 sepupu wanita yang selalu memusuhinya
Status : Janda 2 kali, karena suami meninggal di malam pernikahan (Suami pertama kecelakaan saat kembali bersama setelah selesai acara meninggal di tempat dan Calla koma 5 hari. Suami kedua jatuh dari tangga karena mabuk, cedera otak parah meninggal setelah 2 bulan perawatan)
Dijuluki janda kembang dan pembawa sial setelah 2 kali suaminya meninggal di malam pernikahan, sejak itu Calla menutup diri dan tidak ingin mendekat atau di dekati pria dan memilih hidup sendiri setelah semua keluarganya menjauhi karena takut mendapatkan kesialan. Calla memilih tinggal di apartemen karena tidak tahan dengan gosip dan omongan para tetangga.
"Dari mana kau tau sampai sedetail itu?" Tanya Alister menatap asistennya.
"Hehe.. kebetulan aku tetangganya Al..Calla itu sangat kasian." Jawab Andy membuat Alister terlonjak kaget.
"Jadi.. kau kenal Calla dong?" Tanya Alister lagi dan Andy mengangguk.
"Aku teman baik kakak tertuanya dan Calla sejak kecil sangat cantik dan gadis yang baik, tolong jangan permainkan dia. Hidupnya sudah cukup menderita hingga saat ini." Jelas Andy membuat Alister menarik napasnya dalam.
"Aku bahkan sudah mengajaknya menikah tadi, tapi sepertinya dia menganggapku orang aneh dari tatapannya." Keluh Alister membuat Andy terbahak-bahak.
"Kau gila Al.. baru bertemu sekali langsung ajak nikah, jangan gegabah jika kau serius dengannya cobalah dekati perlahan, dia sudah 2 tahun ini menutup diri dari semua orang bahkan tidak ada teman ngobrol." Dari penjelasan Andy, Alister mengerti dan dia akan mencoba dekat dulu dengannya.
"Tapi aku akan bermain cepat, jika tidak berhasil nanti aku akan membuatnya hamil biar dia tidak bisa pergi dariku." Ancam Alister membuat Andy menelan ludahnya dengan susah payah.
"Jangan menambah lukanya Al, aku paham maksudku." Pesan Andy dan Alister terlihat bingung, dia saat ini sangat merindukan Calla dan ingin menemuinya, padahal baru 2 kali dia bertatap muka dengan wanita itu.
"Dia sangat suka bunga, coba kau rayu dia dengan bunga." Andy memberikan kartu nama Magic Flower padanya dan Alister tersenyum sambil menerimanya.
+//+
Siang hari Alister telah terlihat masuk kedalam Magic Flower yang terlihat sedikit ramai, "permisi." Sapanya pada Flo yang abru saja menutup gagang teleponnya.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Flo ramah dan sedikit terhipnots dengan tampannya pria bulu di depannya.
"Saya mau beli bunga tapi bingung, bisa bantu?" Tanyanya dan Flo mengangguk dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
"Boleh tau untuk siapa atau acapa apa?" Tanya Flo lagi.
"Sebenarnya saya ingin mendekati seorang wanita tapi bingung." Jawabnya sedikit malu.
"ah saya mengerti, biasanya bunga mawar merah, pink atau putih, kalau boleh tau siapa nama wanita itu atau ada bunga kesukaannya?" Jelas Flo dan kembali bertanya. Alister sedang memandang seluruh bunga yang anda disana.
"Namanya Calla dan yang aku tau dia cuma suka bunga." Jawab Alister lagi dan dia sudah tertarik dengan 1 bunga putih disana.
"Calla, kalau begitu ini saja.. nama bunga ini Calla lily." Flo sudah mendapatkan 1 tangkai bunga yang sejak tadi dipandangi oleh Alister.
"Wah sepertinya aku berjodoh dengannya, bahkan bunga ini juga membuatku tertarik. Ada berapa warna bunga ini."
"Ada putih, merah, pink, kuning, ungu dan ada yang bisa 2 warna. Tapi yang ready sekarang cuma putih, pink dan merah." Jelas Flo membuat Alister menganggu pelan dan berpikir sejenak.
"Kalau begitu bisa kirimkan setiap hari 1 buket dengan 1 hari 1 warna. Tapi jangan buat yang seheboh itu soalnya wanita ini simple agar tidak terlihat mencolok." Pesan Alister dan Flo menyanggupi permintaannya.
"Aku mengerti Tuan, saat ini ada 3 warna lusa akan ada pengiriman lagi dan aku akan menghubungi anda, bisa tinggalkan kontak anda di nota ini ya." Jawab Flo dan memberikan nota yang telah ditulisnya.
"Terima kasih, pembayaran bisa cash disini atau noncash di kasir ya.." Alister membayar dengan cash dan segera keluar dari sana setelah memberikan detail alamat pengiriman. Setengah jam setelah Alister keluar dari sana malah Calla yang terlihat masuk.
"Hai mba, datang lagi.." Sapa Flo begitu melihat wanita cantik dengan pakaian kantornya tapi Flo masih bisa mengenali aura kecantikannya itu.
"Oh ini bunga Calla, untuk wanita secantik bunga ini kata yang pesan. hahahaha" Sambung Flo dan Calla terlihat sangat menyukai bunga itu.
"Nah ini contoh buket snack nya mba bisa di lihat dulu." Flo memberikan beberapa foto yang pernah mereka buat dan akhirnya Calla memilih 1 yang berwarna hitam kuning dengan snack warna senada. Setelah memberikan note dan bayar Calla segera pergi lagi dengan motornya karena jam akan siang segera berakhir.
"Loh.. ini alamatnya sama dengan pengiriman bunga Calla, berati untuk mba cantik itu dong, mereka memang jodoh.." Batin Flo melihat alamat yang dituju sama dengan pesanan Calla.
"Calla, sudah kamu pesankan yang tadi?" Tanya Mina padanya setelah Calla kembali.
"Iya sudah Bu, dan akan diantar besok siang kesini." Jawab Calla dan Mina tampak tersenyum puas. Mina sebenarnya sangat senang dengan Calla yang berkerja dengan baik, tetapi memang karakternya saja yang cerewet dan judes.
"Siang mba, saya mau cari Calla untuk antar buket ini." Sapa Reyhan pada Calla disana, dia memang diminta untuk langsung jika ke bagian Umum karena memang banyak yang datang dan keluar masuk di bagian ini.
"Oh iya saya mas." Jawab Calla dan dia memandang bunga itu yang sama dengan yang tadi di Magic Flower.
"Mba yang datang tadi kan pesan buket snack?" Tanya Rey yang mengenalinya.
"Iya mas, ini bener buat saya?" Tanya Call lagi tidak percaya.
__ADS_1
"Iya, kirimkan untuk Calla ada notenya mba, saya permisi dulu." Pamit Rey dan Calla memangangguk sopan.
"Untuk Calla yang secantik bunga ini dari Al, pengagummu yang mencintaimu pada pandangan pertama." Baca Calla pada note yang tertulis di kartu ucapan. Calla bingung karena tidak tau siapa Al, tetapi dia suka dengan bunga ini karena memang namanya diambil dari bunga Calla Lily dia tersenyum dan menyimpan buket itu di belakang meja kerjanya. Sementara Alister mengintip dari jauh melihat wanita itu tersenyum dan hatinya terasa hanat lihat senyuman itu.
"Do.. kopi dong." Minta Alister pada Edo dan dia tau kalau teman sekaligus rekan bisnisnya ini hanya ingin melihat Calla. Edo menghubungi Mina agar buatkan kopi dan harus Calla. Hanya 15 menit Calla sudah membawakan secangkir kopi dan diletakkan di meja depan Alister.
"Calla, tolong tiap hari setelah jam makan siang buatkan kopi seperti ini untuk Alister, begitu kan Al?" Titah Edo dan sengaja bertanya pada Alister untuk membuatnya malu. Calla mendengar nama Alister dan Al langsung teringat buket bunga yang dia terima.
"Baik Pak Edo saya mengerti." Jawab Calla kemudian undur diri dari sana.
"Kau sengaja kan.." Kesal Alister dan melemparkan pandangan sinis padanya hingga membuat Edo tertawa.
"Gas lah.. biar cepet nyusul kau itu udah cukup umur, masa 30 tahun pacar juga ga punya." Ejek Edo hingga Alister tambah kesal dan akhirnya menyeruput kopi buatan Calla membuat suasana hatinya kembali membaik.
"Tuan Alister." Panggil Calla ketika Alister baru keluar dari kantor Edo membuatnya senang sekali dan tersnyum mendekati Calla.
"Ada apa cantik?" Tanyanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Calla dengan menunduk melihat matanya dengan lekat hingga Calla menjadi gugup.
"Tuan, apa maksudnya anda memberiku bunga itu?" Tanya Calla yang sudah mundur 2 langkah untuk menjauh dari Alister.
"Aku ingin mengejarmu.. wanita secantik ini sudah aku temukan dan gak boleh dibiarkan begitu saja." Jawab Alister yang kini sudah membelai lembut pipi Calla.
"Jangan begini Tuan." Ketus Calla dan mundur lagi tetapi malah dia yang kini terhimpit tembok. "Tuan, aku tegaskan, aku ini bukan wanita yang pantas untuk Tuan dan aku sudah janda 2x jadi aku mohon Tuan jangan merendahkan diri Tuan untuk mengejarku." Tegas Calla dengan tatapannya yang sudah berubah sendu, Alister menyadari itu dan makin mendekatkan wajahnya.
"Kenapa? Karena perkatakan para tetanggamu? Atau karena julukan janda kembang pembawa sial?" Tanya Alister membuat Calla kembali mengingat saat-saat kelam itu, matanya sudah berkaca-kaca, dia menahan tangisnya.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu Calla, aku akan melindungimu dari mereka jadi menikahlah denganku." Sambung Alister lagi, dia sudah memeluk Calla yang masih kaku mematung karena terkejut, dia sudah bersusah payah 2 tahun ini menjauh dari yang namanya lelaki, tapi kenapa pria ini malah datang.
"Tapi aku pembawa sial dan kalau aku menikah maka suamiku akan meninggal lagi.." Lirih Calla dan dia sudah menangis, Alister makin mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak percaya hal konyol itu, jadi jangan percaya.. hidup mati itu sudah ditakdirkan bukan karena kau." Ucap Alister dan Calla masih menangis tak berani bergerak.
"Hei, sampai kapan kalian akan seperti itu?" Tanya Edo yang sejak tadi ingin keluar tetapi takut mengganggu orang yang lagi kasmaran.
"kau mengganggu saja." Ujar Alister kesal tapi Calla segera berlari menjauh dari mereka karena takut dipecat oleh Edo.
"Makanya cari tempat yang cocok untuk berduaan, ah.. aku mau pergi istriku sudah menggerutu dari tadi gara-gara kalian." Keluh Edo dan dia dengan cepat ke bawah bertemu istrinya yang sedang ngambek.
TBC~
__ADS_1