Magical Flower

Magical Flower
BAB 23 - Kisah Cinta Sahabat (Part 1)


__ADS_3

Sejak masih kecil Damian sangat memperhatikan Dayana, bahkan sebelum tunangan Dayana, Jason datang ke kehidupan mereka Damian lah yang selalu di sisi wanita cantik itu.


Dayana putri tunggal dari pemilik kebun dan pabrik kelapa sawit terbesar di negara ini. Mereka bertemu saat masih umur 12 tahun dan Damian sudah menyukainya sejak itu, namun Dayana hanya menganggapnya teman. Sejak bertahun-tahun Damian selalu menjaga Yana, begitulah panggilannya.


Saat dia patah hati karena cowo yang disukainya punya pacar, dia datang ke Damian, saat dia punya pacar juga curhat ke Damian dan saat dia putus cinta Damian jugalah yang menjadi obatnya, menemaninya kemanapun dia pergi dan apapun yang ingin dia lakukan.


Sampai suatu saat hadirlah seorang bernama Jason yang membuat hidup Yana dan Damian berubah, sosok Yana yang ceria menjadi lebih dewasa dan pendiam beda  dari yang Damian kenal, tapi Jason juga sahabat baik Damian yang dia kenalkan ke Yana saat Jason kembali dari luar negri.


"Damiiii... ada cowo cakep di luar nungguin kamu, siapa dia?" Tanya Yana begitu dia sampai ke kamar Damian dan langsung melompat merebahkan dirinya di kasur sebelah Dami.


"Siapa? Cowo cakep dari mana lagi kalo yang paling cakep ada disini." Tanya Damian sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Hehehe.. iya Dami yang cakep, tapi yang di luar itu beda, cakep plus ada manis-manisnya gitu, liat sana.. kenalin ya kalo dia masih jomblo." Kata Yana dan Damian bangkit dari kasurnya dan pergi melihat siapa yang datang, Yana juga ikut mengekorinya dari belakang.


"Jason!" Teriak Damian senang saat baru sampai tangga melihat sahabatnya duduk di sofa ruang tamu.


"Damian.. aku kembali." Sahut Jason dan mereka berpelukan hangat saat bertemu dan Yana tetap ada di belakang Damian sambil tersenyum melihat mereka, mendengar nama Jason, Yana sudah tau karena Damian sering menceritakan tentang Jason yang harus ikut ibunya ke luar negri setelah ayahnya meninggal.


"Kau kembali beneran atau cuma berkunjung nih?" Tanya Damian begitu mereka duduk bersama di sana.


"Kembali lah, aku mau lanjut kuliah disini aja di Taiwan ga seru." Jawab Jason lalu Damian mengenalkan Yana pada Jason dan sejak saat itu mereka bertiga berteman baik dan tak terpisahkan.


Yana yang sudah menyukai Jason sejak hari itu terus mendekatinya tetapi dia juga tidak ingin terlalu memaksakan dirinya untuk mendapatkan Jason makanya setelah lulus kuliah barulah mereka menjalin hubungan serius. Jason sendirilah yang menyatakan cinta pada Yana yang langsung diterimanya.


Sedangkan Damian, dia terlambat sesaat, karena Jason lebih dulu menyatakan perasaannya pada hari yang sama Damian juga sudah menyiapkan sesuatu untuk Yana, tapi dia terlambat. Jason dan Yana tidak tau perasaan Damian pada Yana makanya mereka bersikap baik dan mesra meskipun ada Damian disana.


"Bang Dami, Jason lamar kerja nih di yayasan kita." Ucap Fano saat makan malam di rumah mereka.


"Loh, bukannya dia mau lanjutin dan bangun perusahaan ayahnya lagi?" Tanya Ken ayah mereka yang sedikit tau tentang perusahaan ayahnya Jason yang hancur sejak ayahnya meninggal.


"Iya, dia mau cari pengalaman dulu baru mulai lagi kamu bantuin aja Fan karena dia masih buta soal bisnis, selama ini dia cuma main dan kerja serabutan. Padahal aku udah bilang mau bantu tapi dia gak mau, gengsi mungkin ya." Jelas Damian dan Fano mengiyakan permintaannya.


"Trus dia sama Yana gimana ?" Tanya Lusia maminya, Damian langsung diam dan menghela napasnya dulu sebelum menjawab.


"Mereka baik kok mi, seperti biasa." Jawab Damian dan semua yang disana juga merasa sedih untuk Damian yang sulit mendapatkan cintanya karena sudah bersama sahabatnya.


"Sabar ya nak, kalo jodoh pasti akan bersama bagaimana pun jalannya." Ujar Lusia dan Damian mengangguk dan tersenyum tipis.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sudah 3 tahun hubungan Yana dan Jason berjalan, mereka telah tunangan 6 bulan yang lalu dan sudah 2 tahun ini juga Jason mulai bisnisnya dari perusahaan mendiang ayahnya yang telah lama tidak beroperasi yaitu pengangkutan darat, dulu mereka bekerja sama dengan H&S dan produk H&S didistribusikan ke berbagai kota dengan pengangkutan itu.


"Kamu beli truk lagi Jas? Udah lumayan dong bisa balik kerjasama lagi nih sama kita." Tanya Damian dan Jason menggeleng.


"Belum lah, masih 3 truk lama dan baru bisa beli 1 yang baru mana bisa ngantar produk kalian yang super banyak itu." Jawab jason yang memang baru mulai bangkit lagi.


"Bisa.. jangan pesimis gitu dong. 4 cukup kok, mulai dari 1 produk dulu yang ringan aja soalnya ada produk kecantikan merek M nih yang mau luncur bulan depan, cuma masker dan cream dalam botol tube dan udah rapi dan aman, cuma memang banyak pesanannya. Mau coba ga?" Tanya Damian setelah menjelaskan namun Jason masih ragu karena kerjasama dengan H&S berarti dia harus ekstra kerja keras, bukan hal mudah mengirimkan produk mereka yang selalu laku keras dan banyak dipasaran.


"Ok, aku coba deh 1 dulu.. moga bisa jalan ya, soalnya Yana juga udah booking 1 truk tuh khusus buat dia sendiri katanya ada produk baru juga dari pabriknya dan harus di kirim sampai luar pulau secepatnya."

__ADS_1


"Oke, 1 untuk Yana 1 untukku, adil kan hahahaha kamu masih ada 2 lagi."


Mereka berakhir dengan membicarakan bisnis dan hubungan antara Jason dan Yana, Damian senang melihat kedua sahabat baiknya ini bahagia bersama, meskipun merelakan cintanya sendiri. Kalau jodoh ya pasti akan bersama, kalau tidak mungkin jodohnya adalah wanita lain.


+//+


Jason dan Yana sedang berada di salah satu lokasi restoran yang akan mereka buka bersama karena Yana sejak dulu ingin sekali membuka retoran atau cafe yang lumayan mewah dengan menu makanan western yang paling dia sukai.


"Jason, lokasi restoran ini bagus deh, tinggal renov aja sebagian dan dekor seperti yang aku katakan tempo hari." Ucap Yana dan Jason tampak setuju meskipun dia malas mengurus restoran ini tapi ini adalah bisnis kedua Jason dan dia juga ikut memberikan modal tanpa bantuan dana perusahaan atau keluarga, ini murni hasil kerja keras Yana.


"Ok disini saja." Ucap Jason dan Yana bahagia, dia lalu berlari kecil ke arah bangunan kosong itu untuk melihat dalamnya tapi dia tersandung dan jatuh tepat di depan Jason, Jason menarik lengan Yana tapi dengan sedikit kasar.


"Makanya jalan yang bener bisa gak sih? Nyusahin aja." Ketus Jason dan Yana hanya nyengir dan kembali jalan mengikuti Jason yang sudah duluan. Yana sebenarnya sudah biasa dengan sikap Jason yang mulai kasar di tahun kedua mereka berpacaran tapi karena rasa cintanya dia menerima semua perlakukan itu, bagaimanapun Jason adalah pria setia meskipun sedikit kasar dan temperamental.


Jason dan Yana akhirnya membeli bangunan bekas retoran itu dan akan merenovasinya sesuai yang Yana mau, dan harus selesai dalam waktu 2 bulan, kemungkinan dalam waktu 6 bulan ini mereka akan menikah dan akan diadakan pemberkatan di restoran miliknya karena Jason tidak mau pernikahan mewah meskipun Yana putri tunggal pengusaha yang kaya raya.


"Jas, liat bunga itu bagus banget yah.. coba tanya pesan dimana." Yana menunjuk rangkaian bunga besar di retoran yang mereka datangi dan belum bertanya sudah ada nama toko bunga tertera di vas bunga besar itu.


"Magical Flower, oh aku tau Jas.. ini toko bunga yang terkenal itu, nanti restoran kita juga pesen dari sana aja ya.." Ujar Yana dan Jason mengangguk karena malas membahasnya, dia juga sedang sibuk dengan ponselnya yang sejak tadi berdering.


"Kamu makan dan pulang sendiri ya, ada masalah di kantor." Ucap Jason lalu dia langsung pergi meninggalkan Yana sebelum sempat dia menjawabnya.


"Huh belum makan malam, udah ditinggal.." Gerutu Yana tapi pas dia berbalik dan ingin keluar dari restoran, Damian kebetulan masuk juga seorang diri disana.


"Yana."


"Ahhh Dami, kau penyelamatku malam ini." Pekik Yana lalu memeluk Damian yang masih terlihat senang melihat Yana dan kelakuannya yang sejenak kembali seperti dulu.


"Ngapain disini sendirian?" Tanya Damian begitu mereka sudah sampai di sebuah ruangan VIP di restoran itu.


"Kamu sendiri?" Yana malah balik bertanya, membuat Damian terkekeh ternyata Yana sama sekali tidak berubah jika mereka hanya berdua. Sudah lama Damian dan Yana tidak bertemu berdua seperti ini.


"Aku ada janji dengan teman, tapi dia malah batal ya udah aku makan sendiri aja, eh ketemu kamu heheh.."


"Sama, aku juga tadi sama Jason tapi dia malah pergi ninggalin aku sendiri." Ujar Yana sedikit kesal.


Tapi kesalnya hilang karena ada Damian di depannya yang selalu bisa membuat suasana hatinya menjadi baik seketika. Mereka berdua makan malam bersama dan berakhir menyenangkan bagi keduanya.


Sementara Jason sedang menyetir dengan cepat karena dihubungi oleh pegawainya kalau ada yang membuat rusuh di kantor pengangkutan yang di kota B dan dia segera melaju kesana. Hampir 1 jam dia sampai disana dan benar saja kantornya sudah berantakan dan untungnya semua barang telah diangkut dan jalan sehingga tidak bisa dihancurkan oleh orang-orang itu.


"Mereka bawa Riana pergi, sepertinya dia pamannya Riana bos." Kata salah satu pegawainya dan Jason langsung pergi kerumah Riana untuk menemuinya, rumahnya tidak begitu jauh hingga Jason hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai disana.


Karena sudah malam dan Riana tadi lembur untuk memberangkatkan barang makanya dia sampai jam 8 malam ini belum pulang membuat pamannya marah, sebab dia akan bertemu dengan calon suaminya. Didalam rumah kecil itu, Riana diapit oleh paman dan bibinya serta di depannya ada seorang pria tua dengan wanita setengah baya.


"Jadi kapan pernikahannya?" Tanya pria tua itu sedangkan Riana sejak tadi terus terisak dan menangis dalam diam, dia akan dinikahkan dengan pria tua itu jadi istri ke 2.


"Riana!" Teriak Jason begitu sampai di pintu rumah itu, semua mata langsung melihat kearah suara Jason yang lantang.


"Jason..." Lirih Riana dan bangkit berdiri untuk menghampiri Jason tapi dia ditarik oleh pamannya.

__ADS_1


"Kenapa nak Jason? Kami sedang bicarakan pernikahan Riana." Kata Pamannya sopan karena tau Jason adalah bos Riana dan anaknya, dia juga sedkit takut karena menghancurkan kantor Jason tadi.


"Kau gila nikahkan Riana dengan tua bangka ini? Kalian masih waras HAH?" Bentak Jason membuat pamannya sedikit terkejut.


"Tapi Riana harus nikah sama Koh Atong ini nak Jason, dia sudah kami rawat sejak keci jadi kini saatnya dia balas budi." Lanjut pamannya dan tetap memaksa Riana agar menikah dengan Koh Atong pemilik ladang tebu disana.


"Paman, Riana gak mau.. tolong lepasin Riana.." Isak tangis Riana terdengar pilu kemudian dia jatuh tak sadarkan diri. Jason yang melihat itu langsung panik begitu juga pamannya yang sudah berharap Riana akan dibawa segera dan dia akan mendapatkan uang banyak dari Koh Atong.


Jason membopong Riana masuk ke mobilnya dan membawanya ke klinik terdekat dibantu oleh Maria sepupunya yang masih remaja yang akan menunjukkan jalan.  Sampai di klinik, hanya ada dokter kandungan disana karena tugas jaga malam hari itu cuma dokter kandungan.


"Dokter bagaimana?" Tanya Jason panik dan dokter yang baru saja memeriksa Riana malah tersenyum, "tidak apa-apa, dia hanya kelelahan saja dan selamat ya, istri anda sedang hamil, untuk usia kandungan akan saya cek lagi setelah istri anda bangun."


Ucapan dokter itu begitu membuat Jason terkejut, begitu juga dengan Maria, mereka saling menatap kemudian Jason tersenyum bahagia. Maria juga tau kalau kakak sepupunya itu memang menjalin hubungan dengan bosnya.


Jason masuk dan duduk disebelah Riana dan mencium keningnya, dia sangat bahagia wanita yang dia cintai sedang mengandung. Paman Riana yang baru sampai jadi murka mendengar kalau Riana sedang hamil dan Koh Atong tidak jadi menikahinya dan meminta pamannya untuk segera membayar hutangnya dan ditunggu sampai besok pagi.


Jason mendengar semuanya dari Maria bahwa Rania sebenarnya dijual oleh ayahnya untuk melunasi hutang 35 juta dan dia akan mendapatkan lagi 20 juta sebagai ganti Riana, Jason sangat marah dan kembali ke mobilnya, disana ada uang cash 100 juta dari Damian tadi pagi, untung saja Jason meminta cash sebagian yang memang akan dia simpan di brankas untuk keperluan mendadak.


"Ini 100 juta, serahkan Riana padaku dan jangan pernah ganggu hidupnya lagi." Bentak Jason sambil melemparkan bungkusan uang itu, paman Riana begitu bahagia melihat banyaknya uang cash yang belum pernah dia lihat.


"Maria, pulang dan bawa semua barang kakakmu itu." Perintahnya dan Maria sangat kesal melihat kelakukan ayahnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Riana telah sadar dan dia bingung dimana dia berada, "Riana.. sayang.." Panggil Jason saat tau Riana telah membuka matanya.


"Ini dimana Kak Jason?" Tanyanya dan dia mencoba untuk bangkit untuk duduk, Jason membantunya dan menyandarkan Riana kedipan kasur.


"Ini di rumah Bi Inah, kamu tinggal disini dulu ya.. nanti Bi Inah akan jaga kamu dan bayi kita." Jawab Jason dan mengelus perut Riana.


"Bayi?"


"Iya, kamu sedang hamil sayang.. jangan sedih dan khawatir lagi tentang pamanmu, dia tidak akan mengganggumu lagi." Jelas Jason dan mengelus lembut wajah Riana yang masih pucat.


Jason langsung membawa Riana kembali ke kota J saat itu juga setelah dokter mengatakan kalau Riana baik-baik saja dan disinilah mereka, di rumah sederhana Bi Inah yang hidup sendirian sejak keluarga mereka bangkrut dulu,


Bi Inah dibiarkan tinggal di rumah satu-satunya milik ayahnya yang tertinggal. Meskipun rumah itu sederhana dan hanya punya 2 kamar tapi tanah disekitarnya sangat luas dan masih ada bengkel kecil yang berjalan di kelola oleh anak Bi Inah yang juga sudah berkeluarga dan tinggal di area tanah luas itu. Jason akan menitipkan Riana disini untuk sementara setelah rencananya berhasil.


Riana sedang duduk di taman belakang yang banyak di tanami sayuran oleh Bi Inah untuk menghemat biaya makanan mereka selama ini, Jason masih mengirimkan uang seadanya waktu masih di Taiwan dan waktu memulai bisnisnya kembali, tapi kini dia sudah bisa dengan rutin mengirimkan biaya hidup Bi Inah yang sudah dia anggap nenek sendiri.


Sudah 1 minggu Jason pergi dan mereka hanya berkomunikasi dengan video call, bagi Riana itu sudah cukup dan dia juga berencana membujuk Jason untuk menghentikan rencana balas dendamnya tapi dia belum berani karena dendam Jason sudah sangat lama dia pendam dan kebencian itu sudah mendarah daging di tubuhnya.


Dua bulan berlalu, Jason dan Yana sedang ada di magic Flower untuk memilih bunga sebagai dekorasi di restoran mewah mereka, Jason sangat menyukai bunga di Hotel milik Florian dan restorannya, dia juga ingin bunga yang sama, tapi tidak bisa karena Flo sudah terikat kontrak dengan Florian bahwa rangkaian bunga itu hanya milik Hotel dan restoran Florian saja.


Jason yang kesal sejak tadi membentak Yana sampai dia merasa malu, bahkan Flo juga kesal melihat kelakuan Jason terhadap tunangannya.


Flo mengetuk 2 kali pot Lion untuk mencari tau bagaimana hubungan Jason dengan Yana dan akhirnya Flo tau kalau Jason sangat kasar pada Yana tapi belum di tahap main tangan, hanya perkataan dan emosi yang dia keluarkan sangat menyakitkan untuk didengar.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2